Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukamulya Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Hendardi, Agi Rivi; Adlina, Salsabila; Hakim, Lystiana Nurhayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18381

Abstract

ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra  ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation
Pengaruh Bioenhancer Lidah Buaya terhadap Stabilitas Sediaan Emulgel Ekstrak Moringa oleifera L Adlina, Salsabila; Vikandari, Sonya Nurizki; Nofriyaldi, Ali; Putri, Desara Eka
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.960

Abstract

Di daerah tropis, paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens menjadi salah satu faktor utama pemicu penuaan dini kulit melalui aktivasi pembentukan radikal bebas. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bioenhancer lidah buaya (Aloe vera L) terhadap stabilitas fisik dan kimia sediaan emulgel berbasis ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Ekstrak daun kelor diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70?%, kemudian diformulasikan ke dalam emulgel dengan variasi konsentrasi ekstrak 0?%, 1?%, 2?%, dan 3?% serta penambahan lidah buaya pada konsentrasi 3,5?%. Sediaan diuji kestabilan fisik-kimianya meliputi konsistensi, nilai pH, dan viskositasmenggunakan metode cycling test pada suhu 4?°C dan 40?°C. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi stabil, dengan pH tetap pada 5,8?±?0,2 tanpa fluktuasi signifikan dan viskositas yang relatif stabil pada rentang 21.000 – 23.000 cPs. Tidak terjadi perubahan warna, endapan, atau pemisahan fase, menandakan kestabilan fisik yang baik. Semua formulasi memiliki tekstur homogen dan mudah diaplikasikan, namun formulasi dengan konsentrasi 3?% ekstrak daun kelor dan 3,5?% lidah buaya menunjukkan kinerja terbaik dalam hal stabilitas dan kesesuaian penggunaan topikal. Dengan demikian, penambahan lidah buaya sebagai bioenhancer secara signifikan meningkatkan kinerja emulgel ekstrak daun kelor, menjadikannya kandidat potensial sebagai sediaan kosmetik atau dermatologis alami untuk perlindungan kulit dari dampak UV di lingkungan tropis.
Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai Sediaan Face Mist Mia Amelia Tricamila; Gina Septiana Agustin; Salsabila Adlina
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16886

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu kerusakan jaringan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penuaan dini. Penuaan dini dapat terjadi karena adanya reaksi yang disebabkan oleh paparan radikal bebas berlebih pada kulit wajah sehingga terjadi penurunan kolagen. Dibutuhkan senyawa antioksidan yang dapat memperlambat dan menghambat kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. Kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk bali tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan alami Face mist merupakan produk perawatan yang dapat menyegarkan kulit wajah, mengangkat sisa minyak dari kulit wajah, dan sekaligus menutupi pori-pori kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk bali sebagai sediaan face mist dengan variasi konsentrasi F0 0%, F1 5%, F2 7%, dan F3 9% dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Semua formulasi sediaan face mist dievaluasi meliputi organoleptik, pH, daya sebar semprot, waktu kering, viskositas, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil evaluasi semua fisik sediaan face mist  telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan kesimpulan ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan sebagai produk kosmetik berupa face mist dari berbagai konsentrasi. Aktivitas antioksidan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 9% mempunyai nilai IC50 berturut-turut diantaranya 96,279 (kuat), 46,231(sangat kuat), dan 22,390 (sangat kuat) ppm.Free radicals are a tissue damage that can cause diseases such as premature aging. Premature aging can occur due to a reaction caused by exposure to excess free radicals on facial skin resulting in a decrease in collagen. It takes antioxidant compounds that can slow down and inhibit damage caused by free radical activity. Grapefruit peel (Citrus maxima (Burm.) Merr) contains chemical compounds, namely flavonoids and tannins. The content of flavonoids in grapefruit peel has a function as a natural antioxidant. Face mist is a care product that can refresh facial skin, remove excess oil from facial skin, and at the same time cover pores again. This study aims to formulate grapefruit peel extract as a face mist preparation with varying concentrations of F0 0%, F1 5%, F2 7%, and F3 9% using laboratory experimental methods. All face mist preparation formulations were evaluated including organoleptic, pH, spray spreadability, dry time, viscosity, and antioxidant activity tests were carried out using DPPH. The results of the physical evaluation of all face mist preparations have met the specified requirements. Based on the conclusion, grapefruit peel extract can be formulated as a cosmetic product in the form of a face mist of various concentrations. Antioxidant activity at concentrations of 5%, 7% and 9% had IC50 values of 96.279 (strong), 46.231 (very strong), and 22.390 (very strong) ppm respectively
Formulasi Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Penambahan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Antibakteri Fahmi Faiz Firmansyah; Salsabila Adlina; Ali Nofriyaldi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 2 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i2.32475

Abstract

Karies gigi adalah suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan timbul plak gigi yang berlubang. Daun sirsak dan daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan mouthwash kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun kelor serta aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Metode ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, tanin, flavonoid, terpenoid, saponin, dan polifenol. Formulasi mouthwash ekstrak daun sirsak dikombinasikan dengan ekstrak daun kelor dengan tiga variasi konsenstrasi yaitu F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (10%). Evaluasi sediaan mouthwash meliputi uji organoleptik, pH, bobot jenis, dan viskositas, sedangkan pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang terdapat pada daun sirsak yaitu tanin, alkaloid, steroid, favonoid, saponin, dan polifenol, sedangkan daun kelor mengandung alkaloid, polifenol, tanin, favonoid, dan saponin. Hasil evaluasi sediaan mouthwash menunjukan ketiga formula memenuhi persyaratan. Uji aktivitas antibakteri pada ketiga formula mempunyai nilai diameter zona hambat 9,75 ± 0,06 mm (F1), 12,46 ± 0,003 mm (F2), dan 14,27 ± 0,008 mm (F3). F1 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan F2 dan F3 termasuk kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor pada sediaan mouthwash ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kelor, maka semakin meningkat nilai zona hambat antibakterinya.