Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai Sediaan Face Mist Tricamila, Mia Amelia; Agustin, Gina Septiana; Adlina, Salsabila
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16886

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu kerusakan jaringan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penuaan dini. Penuaan dini dapat terjadi karena adanya reaksi yang disebabkan oleh paparan radikal bebas berlebih pada kulit wajah sehingga terjadi penurunan kolagen. Dibutuhkan senyawa antioksidan yang dapat memperlambat dan menghambat kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. Kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk bali tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan alami Face mist merupakan produk perawatan yang dapat menyegarkan kulit wajah, mengangkat sisa minyak dari kulit wajah, dan sekaligus menutupi pori-pori kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk bali sebagai sediaan face mist dengan variasi konsentrasi F0 0%, F1 5%, F2 7%, dan F3 9% dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Semua formulasi sediaan face mist dievaluasi meliputi organoleptik, pH, daya sebar semprot, waktu kering, viskositas, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil evaluasi semua fisik sediaan face mist  telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan kesimpulan ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan sebagai produk kosmetik berupa face mist dari berbagai konsentrasi. Aktivitas antioksidan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 9% mempunyai nilai IC50 berturut-turut diantaranya 96,279 (kuat), 46,231(sangat kuat), dan 22,390 (sangat kuat) ppm.Free radicals are a tissue damage that can cause diseases such as premature aging. Premature aging can occur due to a reaction caused by exposure to excess free radicals on facial skin resulting in a decrease in collagen. It takes antioxidant compounds that can slow down and inhibit damage caused by free radical activity. Grapefruit peel (Citrus maxima (Burm.) Merr) contains chemical compounds, namely flavonoids and tannins. The content of flavonoids in grapefruit peel has a function as a natural antioxidant. Face mist is a care product that can refresh facial skin, remove excess oil from facial skin, and at the same time cover pores again. This study aims to formulate grapefruit peel extract as a face mist preparation with varying concentrations of F0 0%, F1 5%, F2 7%, and F3 9% using laboratory experimental methods. All face mist preparation formulations were evaluated including organoleptic, pH, spray spreadability, dry time, viscosity, and antioxidant activity tests were carried out using DPPH. The results of the physical evaluation of all face mist preparations have met the specified requirements. Based on the conclusion, grapefruit peel extract can be formulated as a cosmetic product in the form of a face mist of various concentrations. Antioxidant activity at concentrations of 5%, 7% and 9% had IC50 values of 96.279 (strong), 46.231 (very strong), and 22.390 (very strong) ppm respectively
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukamulya Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Hendardi, Agi Rivi; Adlina, Salsabila; Hakim, Lystiana Nurhayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18381

Abstract

ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra  ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation