Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai Sediaan Face Mist Tricamila, Mia Amelia; Agustin, Gina Septiana; Adlina, Salsabila
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16886

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu kerusakan jaringan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penuaan dini. Penuaan dini dapat terjadi karena adanya reaksi yang disebabkan oleh paparan radikal bebas berlebih pada kulit wajah sehingga terjadi penurunan kolagen. Dibutuhkan senyawa antioksidan yang dapat memperlambat dan menghambat kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. Kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk bali tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan alami Face mist merupakan produk perawatan yang dapat menyegarkan kulit wajah, mengangkat sisa minyak dari kulit wajah, dan sekaligus menutupi pori-pori kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk bali sebagai sediaan face mist dengan variasi konsentrasi F0 0%, F1 5%, F2 7%, dan F3 9% dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Semua formulasi sediaan face mist dievaluasi meliputi organoleptik, pH, daya sebar semprot, waktu kering, viskositas, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil evaluasi semua fisik sediaan face mist  telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan kesimpulan ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan sebagai produk kosmetik berupa face mist dari berbagai konsentrasi. Aktivitas antioksidan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 9% mempunyai nilai IC50 berturut-turut diantaranya 96,279 (kuat), 46,231(sangat kuat), dan 22,390 (sangat kuat) ppm.Free radicals are a tissue damage that can cause diseases such as premature aging. Premature aging can occur due to a reaction caused by exposure to excess free radicals on facial skin resulting in a decrease in collagen. It takes antioxidant compounds that can slow down and inhibit damage caused by free radical activity. Grapefruit peel (Citrus maxima (Burm.) Merr) contains chemical compounds, namely flavonoids and tannins. The content of flavonoids in grapefruit peel has a function as a natural antioxidant. Face mist is a care product that can refresh facial skin, remove excess oil from facial skin, and at the same time cover pores again. This study aims to formulate grapefruit peel extract as a face mist preparation with varying concentrations of F0 0%, F1 5%, F2 7%, and F3 9% using laboratory experimental methods. All face mist preparation formulations were evaluated including organoleptic, pH, spray spreadability, dry time, viscosity, and antioxidant activity tests were carried out using DPPH. The results of the physical evaluation of all face mist preparations have met the specified requirements. Based on the conclusion, grapefruit peel extract can be formulated as a cosmetic product in the form of a face mist of various concentrations. Antioxidant activity at concentrations of 5%, 7% and 9% had IC50 values of 96.279 (strong), 46.231 (very strong), and 22.390 (very strong) ppm respectively
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukamulya Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Hendardi, Agi Rivi; Adlina, Salsabila; Hakim, Lystiana Nurhayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18381

Abstract

ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra  ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation
Pengaruh Bioenhancer Lidah Buaya terhadap Stabilitas Sediaan Emulgel Ekstrak Moringa oleifera L Adlina, Salsabila; Vikandari, Sonya Nurizki; Nofriyaldi, Ali; Putri, Desara Eka
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.960

Abstract

Di daerah tropis, paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens menjadi salah satu faktor utama pemicu penuaan dini kulit melalui aktivasi pembentukan radikal bebas. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bioenhancer lidah buaya (Aloe vera L) terhadap stabilitas fisik dan kimia sediaan emulgel berbasis ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Ekstrak daun kelor diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70?%, kemudian diformulasikan ke dalam emulgel dengan variasi konsentrasi ekstrak 0?%, 1?%, 2?%, dan 3?% serta penambahan lidah buaya pada konsentrasi 3,5?%. Sediaan diuji kestabilan fisik-kimianya meliputi konsistensi, nilai pH, dan viskositasmenggunakan metode cycling test pada suhu 4?°C dan 40?°C. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi stabil, dengan pH tetap pada 5,8?±?0,2 tanpa fluktuasi signifikan dan viskositas yang relatif stabil pada rentang 21.000 – 23.000 cPs. Tidak terjadi perubahan warna, endapan, atau pemisahan fase, menandakan kestabilan fisik yang baik. Semua formulasi memiliki tekstur homogen dan mudah diaplikasikan, namun formulasi dengan konsentrasi 3?% ekstrak daun kelor dan 3,5?% lidah buaya menunjukkan kinerja terbaik dalam hal stabilitas dan kesesuaian penggunaan topikal. Dengan demikian, penambahan lidah buaya sebagai bioenhancer secara signifikan meningkatkan kinerja emulgel ekstrak daun kelor, menjadikannya kandidat potensial sebagai sediaan kosmetik atau dermatologis alami untuk perlindungan kulit dari dampak UV di lingkungan tropis.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA FOOD SUPPLEMENT UNTUK PERAWATAN IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA Adlina, Salsabila; Awaudin, Adila; Vikandari, Sonya Nurizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27107

Abstract

Abstrak: Anemia dialami oleh hampir setengah prevalensi ibu hamil di Indonesia. Anemia selama kehamilan berdampak pada perburukkan luaran ibu dan bayinya. Tingkat pengetahuan Ibu dan asupan gizi yang tidak mencukupi menjadi faktor risiko terjadinya anemia selama kehamilan. Berdasarkan hal tersebut, peningkatan pengetahuan dan pemenuhan asupan gizi menjadi hal penting dalam pencegahan anemia selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil melalui pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan anemia selama kehamilan. Mitra kegiatan ini adalah Posyandu Depok 2 Sukahurip dengan jumlah 24 peserta ibu hamil. Metode yang digunakan adalah FGD, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi (pre-test, post-test dan kuesioner). Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil yang signifikan mengenai anemia selama kehamilan sebesar 38.46% setelah edukasi diberikan. Adapun mayoritas ibu hamil menyukai suplemen daun kelor berbentuk gummy pada segi rasa dan jamu (keshoot) dalam segi aroma. Namun, dalam segi tekstur dan warna mayoritas ibu hamil lebih menyukai suplemen daun kelor dalam bentuk cookies. Edukasi mengenai anemia selama kehamilan berdampak pada peningkatan pengatahuan ibu hamil. Selain itu, daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai suplemen makanan yang disukai oleh ibu hamil dan bermanfaat untuk mencegah anemia selama kehamilan. Abstract: Anemia affects almost half of pregnant women in Indonesia. Anemia during pregnancy leads to poor impact on maternal and fetal outcomes. The maternal knowledge and insufficient nutritional intake are risk factors for anemia during pregnancy. Based on this, increasing knowledge and fulfilling nutritional intake are important in preventing anemia during pregnancy. This Community Service activity aims to increase knowledge and encourage the fulfillment of nutritional needs of pregnant women through the use of Moringa leaves as a prevention of anemia during pregnancy. The partner in this activity is Posyandu Depok 2 Sukahurip with a total of 24 pregnant participants. The method used is FGD, counseling, training and evaluation (pre-test, post-test and questionnaire). The analysis results show a significant increase in pregnant women’s knowledge about anemia during pregnancy increase by 38.46% after education was given. Meanwhile, the majority of pregnant women liked moringa supplements in the form of gummy in terms of taste, and herbal medicine (keshoot) in terms of aroma. However, in terms of texture and color, the majority of pregnant women preferred moringa supplements in the form of cookies. Education about anemia during pregnancy has an impact on increasing the knowledge of pregnant women. In addition, moringa can be used as a food supplement that is preferred by pregnant women and is useful for preventing anemia during pregnancy.