Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kesalahan Gramatikal pada Tulisan Kreatif Mahasiswa Sastra Inggris Fitriyani, Fitriyani; Nasta, Mardiyanah; Halim, Nur Mutmainnah; Fauzi, Rizki; Fausiah, Sitti; Syam, Syahrani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan gramatikal yang muncul dalam tulisan kreatif mahasiswa program studi Sastra Inggris dengan menggunakan taksonomi Dulay, Burt, dan Krashen (1982) sebagai kerangka analisis. Data berupa 29 tulisan naratif pendek dianalisis berdasarkan empat kategori kesalahan (Omission, Addition, Misformation, dan Misordering), aspek gramatikal yang dilanggar, serta tingkat keparahan kesalahan (minor dan major). Hasil penelitian menunjukkan adanya 257 kesalahan gramatikal dengan Misformation sebagai kategori yang paling dominan (60%), diikuti oleh Omission, Addition, dan Misordering. Aspek gramatikal yang paling sering dilanggar adalah Tense/aspect, Capitalization, dan Verb Form. Sebagian besar kesalahan tergolong minor karena tidak mengubah makna kalimat secara signifikan, namun menunjukkan ketidakkonsistenan dalam penerapan aturan gramatikal. Kesalahan-kesalahan tersebut mencerminkan proses perkembangan bahasa atau interlanguage di mana mahasiswa masih menegosiasikan aturan antara bahasa pertama (L1) dan bahasa target (L2). Dalam konteks tulisan kreatif, kesalahan ini juga menunjukkan adanya linguistic risk-taking yang positif sebagai bagian dari proses eksplorasi ekspresif mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Kata Kunci: analisis kesalahan gramatikal, tulisan kreatif, taksonomi Dulay, interlanguage
From Thought to Text: A Psycholinguistic Study of Students’ Language Processing in Creative Writing Class Bakri, Fitriyani; Nasta, Mardiyanah; Mutmainna Halim, Nur; Fauzi, Rizki
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 4 (2025): DECEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i4.47916

Abstract

Writing is a complicated psycholinguistic task that changes thoughts inside your head into ordered words. In EFL situations, this process necessitates meticulous coordination of cognitive and linguistic resources, frequently resulting in challenges in lexical retrieval, grammatical encoding, and idea development. This study examines the cognitive processing of language by students when they create imaginative texts inspired by visual stimuli. The study, based on Levelt’s (1999) Model of Language Production, examines the processes of conceptualization, formulation, articulation, and self-monitoring in students’ writing. Thirty-five English Literature students from class B 2022 at Universitas Negeri Makassar took part in the creative writing exercise. Five students with the fewest errors and five students with the most errors were chosen for in-depth semi-structured interviews. The results show that students who do well have better conceptual planning and self-monitoring skills, while those who do poorly have trouble with formulation, especially with choosing words and structuring sentences. The study underscores the significance of psycholinguistic awareness in enhancing EFL creative writing training, focusing on tactics that bolster cognitive control and linguistic accuracy.
SOUTH SUDANESE CULTURAL IDENTITY PORTRAYED BY THE MAIN CHARACTERS IN “THE GOOD LIE” FILM Ayuliyah, Ayuliyah; Nasta, Mardiyanah
Journal of English Literature and Linguistic Studies Vol 3, No 3 (2025): Journal of English Literature and Linguistic Studies (JELLS) - July 2025
Publisher : Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jells.v3i3.79568

Abstract

This study aims to explore the portrayal of South Sudanese cultural identity in the film The Good Lie, focusing on the main characters' efforts to maintain their cultural heritage while facing the challenges of displacement and resettlement in the United States. Using Evason (2018) theory of South Sudanese cultural identity and Roland Barthes' semiotic analysis, this study examines the ways in which South Sudanese cultural values, traditions, and social ties are portrayed in the film. The analysis highlights key cultural elements such as family ties, religious practices, and food sharing customs, which play an important role in preserving identity amidst change. The findings suggest that The Good Lie not only represents the resilience of Sudanese refugees in maintaining their cultural roots but also sheds light on the structural barriers that influence their resettlement process. This research contributes to discussions on cultural representation in media and provides insight into the complexities of identity preservation among displaced communities.
Dimensi Kepribadian dan Kreativitas Linguistik: Kajian Kualitatif tentang Penyusunan Metafora Mahasiswa Sastra Inggris Halim, Abd; Nasta, Mardiyanah; Halim, Nur Mutmainna; Amalia, Siti Alfira; Izzah, Fina Naylatul
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Salah satu komponen bahasa yang sangat penting, metafora menunjukkan tingkat kreativitas dan kemampuan berpikir abstrak seseorang. Dengan mengacu pada model Big Five Personality, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kepribadian siswa tercermin dalam kemampuan mereka untuk mengonstruksi metafora dalam bahasa Inggris. Dengan menggunakan kerangka teoretis yang dikembangkan oleh Lakoff dan Johnson (1980), penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kepribadian siswa tersebut. Studi ini melibatkan 65 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Makassar, yang dipilih secara purposif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis tugas penulisan metafora, wawancara mendalam, dan catatan refleksi siswa adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis tematik menunjukkan bahwa Openess to Experience tampaknya menjadi komponen yang paling penting untuk memfasilitasi kreativitas linguistik dan keluwesan berpikir metaforis. Sebaliknya, Conscientiousness meningkatkan keteraturan dalam pembuatan metafora, dan neurotisme sering menghambat ekspresi kreatif karena kecemasan atau ketidakstabilan emosi. Sebaliknya, Extraversion dan kesediaan tidak selalu tampak signifikan; namun, mereka berfungsi untuk memberikan warna sosial pada konstruksi metafora dalam beberapa konteks. Hasilnya menunjukkan bahwa kepribadian siswa tidak hanya mempengaruhi gaya komunikasi mereka, tetapi juga bagaimana mereka memaknai dan menyampaikan pengalaman mereka melalui metafora.Kata Kunci:  Kepribadian Big Five; Kreativitas linguistik; Konstruksi metafora; Sastra Inggris
MENGEMBANGKAN KREATIFITAS SISWA MELALUI PROGRAM CREATIVE DIGITAL LEARNING WITH CANVA Hasbi, Muhammad; Halim, Abd.; Bakri, Fitriyani; Nasta, Mardiyanah; Halim, Nur Mutmainna
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1284

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui program Creative Digital Learning di SMA Negeri 8 Makassar. Kegiatan ini melibatkan 28 siswa sebagai peserta yang mengikuti workshop intensif selama sepuluh hari dengan fokus pada pengembangan keterampilan desain digital menggunakan platform Canva. Kegiatan ini dilaksanakan dengan empat tahap pelaksanaan: tahap persiapan (hari 1-2), tahap pembelajaran dasar (hari 3-5), tahap pengembangan (hari 6-8), dan tahap evaluasi dan refleksi (hari 9-10). Data dikumpulkan melalui observasi peserta selama kegiatan berkangsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi karya siswa. Analisis dilakukan menggunakan thematic analisis. Hasil dari program ini menunjukkan empat tema utama yang menonjol: peningkatan kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan ide kreatif, pengembangan keterampilan teknis dalam menggunakan tools desain digital, stimulasi kreativitas melalui eksplorasi visual, dan terbentuknya kolaborasi positif antar siswa. Program ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan kreatif desain digital siswa dimana mayoritas peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu menciptakan karya original yang mencerminkan kreativitas individual mereka. Program Creative Digital Learning with Canva juga berhasil mengembangkan kreativitas siswa dan memberikan keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun akademik.   This community service program aims to enhance student creativity through the Creative Digital Learning program at SMA Negeri 8 Makassar. Twenty-eight students participated in a ten-day intensive workshop focused on developing digital design skills using the Canva platform. The program consisted of four phases: preparation (days 1-2), basic learning (days 3-5), development (days 6-8), and evaluation and reflection (days 9-10). Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of student work. Thematic analysis was used. The results of the program revealed four main themes: increased student confidence in expressing creative ideas, development of technical skills in using digital design tools, stimulation of creativity through visual exploration, and the formation of positive collaboration among students. The program proved effective in enhancing students' creative digital design skills, with the majority of participants demonstrating high enthusiasm and creating original works that reflected their individual creativity. The Creative Digital Learning with Canva program has also successfully developed students' creativity and provided practical skills that can be applied in both everyday life and academics.