Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI Nur'aeni, Rima; Ristiani, Iis
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.82131

Abstract

This study aimed to measure the effectiveness of using visual media to improve the descriptive writing skills of fifth-grade students at Selahuni State Elementary School. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. Two groups were involved: an experimental class that received visual media treatment and a control class that learned using conventional methods. Data were collected through a writing test. The research instrument consisted of descriptive writing prompts. Data analysis was conducted by calculating pretest-posttest scores, gain scores, and t-tests to determine the significant differences between groups. The results showed a greater increase in descriptive writing skills in the experimental class than in the control class. Visual media has been proven to increase students' motivation, focus, and creativity in writing activities. Thus, visual media can be declared effective as a supporting tool for learning descriptive writing among elementary school students.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Melalui Pelatihan Model ADDIE dalam Mengimplemetasikan Pembelajaran Mendalam Imas Susilawati*; Yus Rusyana; Iis Ristiani
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.4523

Abstract

This article aims to describe the improvement in the pedagogical skills of Indonesian language teachers through ADDIE training in implementing in-depth learning in assisted schools. The method used was an explanatory sequential experimental design, with a sample of 20 teachers (10 in the experimental group, 10 in the control group) in Cianjur Regency. Data were collected through tests, questionnaires, interviews, and observations. The ADDIE training was conducted over five days, encompassing needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The experimental group's results showed a significant improvement (mean post-test score of 88, p < 0.05) compared to the control group, with teachers able to design contextual and enjoyable learning. Educational institutions need to provide digital resources and increase the frequency of mentoring to support the sustainability of the training, as well as examine the long-term impact on student achievement.Keywords: competence; pedagogy; training; in-depth learning Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pedagogik guru bahasa Indonesia melalui pelatihan model ADDIE dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah dampingan. Metode yang digunakan desain eksperimen sekuensial eksplanatori dengan 20 guru sebagai sampel (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) di Kabupaten Cianjur. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, wawancara, dan observasi. Pelatihan ADDIE dilaksanakan selama lima hari, mencakup analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (rata-rata skor post-test 88, p < 0.05) dibandingkan kelompok kontrol, dengan guru mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Institusi pendidikan perlu menyediakan sumber daya digital dan meningkatkan frekuensi pendampingan untuk mendukung keberlanjutan pelatihan, serta meneliti dampak jangka panjang terhadap prestasi siswa.Kata kunci: kompetensi; pedagogik; pelatihan; pembelajaran mendalam
Kesantunan Berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam Terjemah Al-Qur’an Ikhsan Abdul Aziz*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5655

Abstract

This article will describe the politeness of the Prophet Moses (peace be upon him) in the translation of Surah Taha, verses 43–56 of the Qur'an. The approach used is descriptive qualitative, using Leech's theory of politeness. The research instrument used six maxims of politeness. Data were collected through a study of translated texts of the Qur'an. The results show that the politeness of the Prophet Moses' dialogue reflects a communication practice full of submission, gentleness, and wisdom. The six maxims of politeness appear in various forms of speech, such as humble requests, gentle commands, and greetings containing respect. These findings were then used as the basis for developing teaching materials for 11th-grade students that are deemed appropriate, applicable, and capable of shaping students' language character, particularly in delivering lectures. This study recommends that the values of politeness in the stories of the prophets can be used as a reference in the development of Indonesian language teaching materials, to support meaningful, contextual, and character-based learning.Keywords: teaching materials; language; politeness; Prophet Moses Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam terjemahan Al-Qur’an Surah Taha ayat 43–56. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori kesantunan dari Leech. Instrumen penelitian menggunakan enam prinsip maksim kesantunan. Data dikumpulkan melalui kajian teks terjemah Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam dialog Nabi Musa mencerminkan praktik komunikasi yang penuh ketundukan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Keenam maksim kesantunan muncul dalam berbagai bentuk tuturan, seperti permohonan yang merendah, perintah yang lembut, dan sapaan yang mengandung penghormatan. Temuan ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan bahan ajar siswa kelas XI yang dipandang layak, aplikatif, dan mampu membentuk karakter siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menyampaikan ceramah. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai kesantunan dalam kisah para nabi dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, guna mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.Kata Kunci: bahan ajar; berbahasa; kesantunan; Nabi Musa
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media TikTok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Eriska Febrianty Eriska*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5678

Abstract

This article will explain the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by TikTok in developing expository writing skills in grade 10 students at MA Al-Falah Sukabumi. The background of this study is based on students' low writing skills, particularly in terms of text structure and use of linguistic rules. The approach used was a quasi-experimental with a pretest–posttest control group design. A total of 40 students were sampled and divided into two groups: the experimental group and the control group. Data collection techniques included the use of learning modules, observations, tests, and questionnaires. The results showed a significant increase in posttest scores of students in the experimental group compared to the control group. The average pretest score of 80.20 increased to 98.00 in the posttest, an increase of 22.20%. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, the TikTok-based PBL model proved effective in improving the expository writing skills of grade 10 students at MA Al-Falah.Keywords: writing; expository text; PBL; TikTok Abstrak Artikel ini akan memaparkan efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media TikTok dalam mengembangkan kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X MA Al-Falah Sukabumi. Latar belakang studi ini didasari oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya dalam hal struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 40 siswa dijadikan sampel dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup penggunaan modul pembelajaran, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor posttest siswa di kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata pretest sebesar 80,20 meningkat menjadi 98,00 pada posttest, mengalami peningkatan sebesar 22,20%. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model PBL berbasis TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MA Al-Falah.Kata Kunci: menulis; teks eksposisi; PBL;  TikTok