Claim Missing Document
Check
Articles

Kesantunan Berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam Terjemah Al-Qur’an Ikhsan Abdul Aziz*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5655

Abstract

This article will describe the politeness of the Prophet Moses (peace be upon him) in the translation of Surah Taha, verses 43–56 of the Qur'an. The approach used is descriptive qualitative, using Leech's theory of politeness. The research instrument used six maxims of politeness. Data were collected through a study of translated texts of the Qur'an. The results show that the politeness of the Prophet Moses' dialogue reflects a communication practice full of submission, gentleness, and wisdom. The six maxims of politeness appear in various forms of speech, such as humble requests, gentle commands, and greetings containing respect. These findings were then used as the basis for developing teaching materials for 11th-grade students that are deemed appropriate, applicable, and capable of shaping students' language character, particularly in delivering lectures. This study recommends that the values of politeness in the stories of the prophets can be used as a reference in the development of Indonesian language teaching materials, to support meaningful, contextual, and character-based learning.Keywords: teaching materials; language; politeness; Prophet Moses Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam terjemahan Al-Qur’an Surah Taha ayat 43–56. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori kesantunan dari Leech. Instrumen penelitian menggunakan enam prinsip maksim kesantunan. Data dikumpulkan melalui kajian teks terjemah Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam dialog Nabi Musa mencerminkan praktik komunikasi yang penuh ketundukan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Keenam maksim kesantunan muncul dalam berbagai bentuk tuturan, seperti permohonan yang merendah, perintah yang lembut, dan sapaan yang mengandung penghormatan. Temuan ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan bahan ajar siswa kelas XI yang dipandang layak, aplikatif, dan mampu membentuk karakter siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menyampaikan ceramah. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai kesantunan dalam kisah para nabi dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, guna mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.Kata Kunci: bahan ajar; berbahasa; kesantunan; Nabi Musa
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media TikTok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Eriska Febrianty Eriska*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5678

Abstract

This article will explain the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by TikTok in developing expository writing skills in grade 10 students at MA Al-Falah Sukabumi. The background of this study is based on students' low writing skills, particularly in terms of text structure and use of linguistic rules. The approach used was a quasi-experimental with a pretest–posttest control group design. A total of 40 students were sampled and divided into two groups: the experimental group and the control group. Data collection techniques included the use of learning modules, observations, tests, and questionnaires. The results showed a significant increase in posttest scores of students in the experimental group compared to the control group. The average pretest score of 80.20 increased to 98.00 in the posttest, an increase of 22.20%. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, the TikTok-based PBL model proved effective in improving the expository writing skills of grade 10 students at MA Al-Falah.Keywords: writing; expository text; PBL; TikTok Abstrak Artikel ini akan memaparkan efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media TikTok dalam mengembangkan kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X MA Al-Falah Sukabumi. Latar belakang studi ini didasari oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya dalam hal struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 40 siswa dijadikan sampel dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup penggunaan modul pembelajaran, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor posttest siswa di kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata pretest sebesar 80,20 meningkat menjadi 98,00 pada posttest, mengalami peningkatan sebesar 22,20%. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model PBL berbasis TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MA Al-Falah.Kata Kunci: menulis; teks eksposisi; PBL;  TikTok