Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analysis of Total Acidity toward Bacterial and Endophytic Fungi Profile dur-ing Black Garlic Processing from Garlic (Allium sativum L.) and Shallot (Allium ascalonicum L.) Lestari, Ayu Rahmania; Wonorahardjo, Surjani; Suharti, Suharti
Makara Journal of Science Vol. 25, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black garlic or shallot are products of processed garlic and shallots obtained through a heating process conducted over a certain period. Black garlic/shallots have a mild aroma with a sweet and sour taste. The heating process causes chemical compound transition in the garlic, including acidity. In addition to the chemical process, the garlic’s color and component changes are due to the role of microorganisms during black garlic processing. However, the presence and function of such microorganisms have not been identified. Therefore, this research explores the black garlic’s microorganisms, their role in black garlic processing, and their relation to the total acidity changes. Total acidity test was completed using the potentiometric titration method, while the onion’s microorganisms were explored through isolation and characterization. Data show that black garlic’s total acidity of both garlic and shallot increases during the heating period day by day. Endophytic microbes that were successfully isolated during black garlic processing were observed on days 0 and 6. According to the rough data, the bacteria that emerged on day 0 are presumed to come from genus Erwinia, Pseudomonas, Xanthomonas, Agrobacterium, Ralstonia, Xylophilus, Pantoea, Acidovorax, Burkholderia, Coryneform, and Streptomyces, while the bacteria observed on day 6 are assumed to be generated from genus Coryneform and Streptomyces.
English English Setya Ayu Aprilia; Surjani Wonorahardjo; Yudhi Utomo
EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis VOLUME 4, ISSUE 1, February 2023
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/EKSAKTA.vol4.iss1.art6

Abstract

An analytical method was carried out to identify volatile compounds that play a role in the coffee aroma and their stability. Because it is unstable at high temperatures, the effect of the injection temperature on the GC/MS column on changes in compounds profile was observed. The aim of this research is also to develop analytical methods for coffee analysis using TPI-GC/MS method. Samples of Lemar Arabica coffee were taken from the Wonosantri Abadi plantation, Singosari, Malang, and roasted at 210°C. The roasted coffee was extracted using the soxhletation method and methanol as solvent. The compound profiles were analyzed using the GC/MS method with injection temperatures of 40°C, 140°C, and 240°C. The results showed that ketones, esters, furans, and thiazoles play a role in the aroma of coffee. The compounds present in roasted coffee injected at 40°C were less than those at injection temperatures of 140°C and 240°C based on the chromatograms. The profile of the compound at the injection temperature of 240°C is also more diverse than the others because the large injection temperature allows decomposition to occur so that there are many fractional compounds from the thermal decomposition. Toluene is the most stable compound because it appears at all three injection temperatures. Non-volatile caffeine compounds were also detected at an injection temperature of 240°C.
Optimasi Metode Penetapan Senyawa Eugenol dalam Minyak Cengkeh Menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrum dengan Variasi Suhu Injeksi Mailinda Ayu Hana Margareta; Surjani Wonorahardjo
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v6i2p95-103

Abstract

Tanaman cengkeh merupakan salah satu tanaman asli yang tumbuh di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat digunakan sebagai bahan dasar minyak atsiri yaitu minyak cengkeh yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam beberapa industri. Dalam minyak cengkeh komponen utamanya adalah eugenol yang juga digunakan sebagai parameter penentuan kualitas dari minyak cengkeh. Penentuan senyawa eugenol dapat dilakukan menggunakan metode kromatografi, salah satu pengaplikasian kromatografi yaitu pada alat Gas Chromatography – Mass Spectrum atau disebut GC-MS. Dalam penentuan profil eugenol menggunakan GC-MS dibutuhkan pemrograman suhu yang merupakan salah satu parameter penting dalam pemisahan senyawa dengan metode kromatografi. Terkait dengan hal tersebut maka dilakukan pengembangan metode pengujian menggunakan GC-MS dalam penentuan profil senyawa eugenol dengan variasi suhu injeksi, sehingga dapat diperoleh hasil maksimal dalam penentuan eugenol menggunakan GC-MS dengan kondisi pengujian yang optimal. Dari ketiga variasi suhu injeksi untuk penentuan kadar eugenol dengan alat GC-MS, metode yang paling optimal adalah suhu injeksi 200 °C. Metode tersebut paling optimal karena menghasilkan nilai yang paling mendekati kadar sesungguhnya larutan baku  eugenol yang sudah diketahui kadarnya.  Metode yang paling optimal kemudian digunakan untuk penentuan kadar eugenol pada minyak cengkeh komersial dan hasil menunjukkan kadar eugenol sebesar 21% yang berarti minyak cengkeh tersebut berkualitas rendah.
MOOC untuk Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di Universitas Negeri Malang Surjani Wonorahardjo; I Wayan Dasna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital mengubah gaya hidup di seluruh bidang kehidupan dalam masyarakat. Platform-platform pembelajaran baru untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum lewat lembaga pendidikan tinggi telah menjadi sarana perguruan tinggi untuk menyumbangkan ilmunya bagi masyarakat umum dan dengan mudah dijangkau. Massive Opened Online Course adalah salah satu strategi, dan sarana untuk menyebarkan ilmu kepada masyarakat secara luas dan praktis serta berkelanjutan. MOOC dapat dikembangkan sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi, untuk pembelajaran, pengembangan ilmu, dan pengabdian pada masyarakat sekaligus melibatkan masyarakat sendiri secara aktif. Universitas Negeri Malang mempunyai platform tridarma ini dalam mooc.um.ac.id. Hampir setiap jenis kegiatan bersama masyarakat dapat difasilitasi di sini, dan sangat bermanfaat terutama di masa pandemi. Ketersediaan sarana yang sangat praktis dan murah ini diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang juga mengembangkan ilmu serta mengabdi kepada masyarakat. Para dosen dapat mengembangkan kursus-kursus yang dapat diakses masyarakat luas setelah menentukan topik pengabdiannya dan merancang serta menjalankan kegiatan ini dengan metode yang dipilih, misalnya metode gabungan antara daring dan luring. Adapun kursus yang dikembangkan dapat digunakan untuk kegiatan yang sama secara berulang-ulang untuk kelompok masyarakat yang lain. Salah satu contoh kursus MOOC yang dibuka untuk masyarakat adalah kursus Sains Untuk Masyarakat yang dapat diakses semua masyarakat.Kata kunci: pengabdian masyarakat, MOOC, tridharma perguruan tinggi
Physicochemical Changes and Role of Analytical Chemistry in Black Garlic (Allium sativum L.) Processing Wonorahardjo, Surjani; Sari, Dian Puspita; Salsabila, Arini; Estiyawati, Estiyawati; Yuliani, Dewi; Wijaya, Anugrah Ricky; Suharti, Suharti; Kusumaningrum, Irma Kartika; Maharani, Chariztya Anggita; Noviyanti, Thjiong Angelina
Makara Journal of Science Vol. 27, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black garlic is a traditional spice having potential of herbal medicine; however, continuous heating darkens its color and changes its taste due to chemical processes and new equilibrium in the system. In this study, fresh garlic was processed into black garlic at 60 °C for 24 days. Changes in physical and chemical parameters, such as browning and protein content, reducing sugar content, and antioxidative components were recorded. Protein content was measured by Kjeldahl method, brown color development was analyzed using a color reader, reducing sugar was examined using a dinitro salicylic DNS reagent, and antioxidative activities were studied with a diphenyl picrylhydrazyl DPPH reagent in terms of their percent inhibition. Gas chromatography – mass sepctrometry (GC–MS) and Liquid Chromatography-High Relosultion Mass Spectrometry (LC–HRMS) were performed to determine the chemical profiles. Results showed a number of interesting features. The protein and sugar contents increased up to 3 and 4 times that of the initial values, respectively during processing. The antioxidative properties improved in the later stages. The chemical profiles of volatile and nonvolatile components were altered in their final stage. Sulfur and nitrogen-containing nonvolatile components were relatively stable during heating, but their compositions changed. The natural chemical changes reflect the biological potential dynamics in biological processes as herbal supplements. The reflection of the processes might go further into food chemistry and the food industry. This needs an interdisciplinary approach, expanded to biological concepts and safe, ethical industrial processes.
Analisis senyawa volatil dari ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai atraktan parasitoid telur wereng batang coklat, Anagrus nilaparvatae (Pang et Wang) (Hymenoptera: Mymaridae) Wonorahardjo, Surjani; Nurindah, Nurindah; Sunarto, Dwi Adi; Sujak, Sujak; Zakia, Neena
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 12 No 1 (2015): Maret
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.12.1.48

Abstract

Plants produce volatiles as communication cues intra- or inter- species. Infested plants by herbivores will produce volatiles as indirect defense mechanism that attracts natural enemies of herbivores. Analysis of volatiles compounds produced by rice plant as result of infested brown plant hopper (BPH), Nilaparvata lugens Stí¢l, was done to identify compounds in the volatiles that potentially can be used as attractant for egg parasitoids of BPH, Anagrus nilaparvatae (Pang et Wang) (Hymenoptera: Mymaridae). This research was an early stage to develop formulation of parasitoid attractant. The research activities include volatiles extraction of infested rice stem by BPH eggs using acetone, n-hexane as the extraction solvents; analyses of volatile compounds with GC-MS; and bioassay of parasitoid orientation behavior to the volatiles using olfactometer methods. Extraction methods applied were maceration and continuous extraction followed by concentration. Bioassay on the parasitoid orientation behavior was done by using Y-tube olfactometer and every lot of bioassay using 30 parasitoid females with 3 replicates. The results showed that the volatile compounds of extract of infested rice stem by BPH eggs comprise of 16 components. The highest proportion of the components extracted with acetone is 2-Pentanone, 4-hydroxy-4-methyl (19,9%), while those with n-hexane is Hexanedioic acid, dioctyl ester (65%). A. nilaparvatae showed positive response to the volatiles extracted from infested rice plant by N. lugens eggs. Therefore, the volatiles can be used as an attractant for the egg A. nilaparvatae to support rice pest management.
Pemanfaatan Pigmen Tanaman sebagai Pewarna Alami dalam Edukasi Pembuatan Lipstik Zakia, Neena; Wonorahardjo, surjani; Marfu'ah, Siti; Utomo, Yudhi; Ilham, Hilda Srivaliana
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p138-142

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik dasar kaum hawa yang membuat wajah penggunanya menjadi segar berseri. Komponen lipstik yang beraneka macam merupakan bahan sintetis yang dapat membahayakan kesehatan. Di alam tersedia banyak pigmen alami yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna yang aman bagi pengguna. Oleh sebab itu diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk membuat lipstik yang berbahan dasar pigmen alami. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat supaya mempunyai wawasan tentang lipstik, komponen yang mendasari, dan memberi keterampilan kepada masyarakat untuk membuat lipstik menggunakan pigmen tanaman. Diharapkan dari kegiatan ini, masyarakat dapat mengembangkannya sebagai produk unggulan UMKM. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu PKK yang umumnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Metode pengabdian meliputi penyajian materi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah semua peserta sangat antusias terhadap pelatihan edukasi pembuatan lipstik dan berharap agar dilakukan pelatihan tentang produk kosmetik lainnya. Kata kunci— Lipstik, Pigmen alami, Ibu PKK wilayah Malang Abstract Lipstick is a basic cosmetic for women that makes the user’s face look fresh and radiant. The various components of lipstick are synthetic materials that can be harmful to health. In nature, many natural pigments can be used as safe dyes for users. Therefore, educating the public about making lipsticks made from natural pigments is necessary. This community service aims to inform the public so that they have insight into lipsticks. The underlying components provide the community with skills to make lipstick using plant pigments. From this activity, the community can develop it as a superior product for small-medium enterprises (SMEs). This activity targets a group of women (PKK) who generally work as housewives. The service method includes the presentation of materials and training. The result of this activity is that all participants are enthusiastic about the educational training on lipstick making and hope there will be training on other cosmetic products. Keywords— Lipstick, Natural pigments, Women society in Malang
Characterization of Organic Soap Synthesized from Samia cynthia ricini Cocoon Extract and Its Antibacterial Potential Rusdi, Hanumi Oktiyani; Wonorahardjo, Surjani; Kusumaningrum, Irma Kartika; Maisulah; Pribadi, Riza Agung; Putri, Adela Syiddah; Endang Ciptawati
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 14 No. 3 (2024): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v14i3.725

Abstract

In a modern era that increasingly values health and sustainability, the demand for natural and environmentally friendly personal care products continues to grow. One response to this trend is the development of organic soaps produced from various natural ingredients. In this study, organic soap using Samia cynthia ricini silkworm cocoon extract has been synthesized. This study aims to assess the quality of organic soap synthesized from silk cocoon extract based on the Indonesian National Standard (SNI) quality criteria and its antibacterial potential. Silk cocoon soap is made from a mixture of silk cocoon extract with palm oil, coconut oil, olive oil, sodium hydroxide, and water. The quality measurements include organoleptic tests, pH, moisture content, total fat, insoluble substance in ethanol, and free fatty acids, based on SNI No. 4085: 2017 and 3532: 2016. Antibacterial testing is conducted by disc diffusion. The results showed that the synthesized silk cocoon soap has a yellowish-white color, a hard density, and no odor. The quality criteria of the soap meet the established standards, with a pH of 9.66, a water content of 11.47%, total fat of 75.00%, ethanol-insoluble substances of 0.52%, and free fatty acids of 1.58%. The soap also demonstrates antibacterial potential that describes by a larger diameter of the inhibitory area against Staphylococcus aureus bacteria.
Inovasi Pembelajaran IPS: Pengembangan Gimkit pada Materi Hindu Budha Kelas VII Ar Rosyid, Hofi Hannan; Wonorahardjo, Surjani
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i12025p203-210

Abstract

Industri game telah menjadi salah satu sektor yang sangat populer di abad ke-21, dengan pemanfaatan game dalam pendidikan sebagai inovasi yang signifikan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil belajar, tetapi juga menekankan proses pembelajaran yang kreatif dan kolaboratif. Salah satu platform yang menonjol adalah Gimkit, sebuah game online yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam satu server yang sama, menciptakan lingkungan pembelajaran interaktif dan kompetitif. Penggunaan Gimkit didukung oleh model ASSURE, yang mencakup observasi, perencanaan, hingga implementasi dan evaluasi. Penelitian terhadap Gimkit menunjukkan hasil validasi oleh ahli media dan materi dengan persentase 89 persen, yang menunjukkan bahwa platform ini layak digunakan dalam pendidikan formal. Selain itu, Gimkit memudahkan pendidik dalam melakukan evaluasi secara real-time, memungkinkan guru memantau kemajuan belajar siswa, memberikan umpan balik langsung, dan menyesuaikan strategi pengajaran. Dengan demikian, Gimkit tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dalam pembelajaran, tetapi juga mendukung keterlibatan aktif siswa serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, pemecahan masalah, dan berpikir kritis.
Pengembangan Dan Validasi Metode Untuk Analisis Senyawa Kafein Menggunakan Instrumen Gas Chromatography - Mass Spectrum, Ultra Violet Visible Dan Fourier Transform Infra Red Margareta, Mailinda Ayu Hana; Wonorahardjo, Surjani
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i2.1011

Abstract

Kopi merupakan hasil dari biji pohon coffea dengan kandungan berupa kafein, sitosterin, kolin, terpenoid. Kadar kafein pada kopi menjadi indeksi mutu kopi. Kafein mempunyai titik didih 178?C dan bersifat volatil sehingga senyawa ini dapat ditentukan menggunakan metode GC-MS,UV-VIS dan FT-IR. Penentuan kadar kafein dilakukan dengan membuat larutan standar baku dengan standar kafein dengan pelarut kloroform untuk pengujian menggunakan GC-MS dan FT-IR. Kemudian dibuat larutan standar baku kafein dengan pelarut aquades untuk pengujian menggunakan UV-VIS. Untuk penentuan kadar kafein dalam kopi dilakukan dengan cara ekstraksi kafein menggunakan Kloroform. Kemudian hasil ekstraksi kopi tersebut dan larutan stadar kafein yang sudah diketahui kadarnya ditentukan kadarnya menggunakan alat GC-MS dan UV-VIS. Larutan baku standar yang dibuat kemudian diuji menggunakan GC-MS dan UV-VIS dan diperoleh persamaan kurva regresi linear dan % recovery. Pada GC-MS diperoleh persamaan y = 19633,28 x + 177240,7 dan % recovery 134,0840 % dengan suhu injeksi optimum 280?. Untuk UV-VIS diperoleh persamaan y = 0,0005 + 0,0635 x dan % recovery 99,065% dengan ? maksimal 274 nm. Dari kedua data tersebut dapat disimpulkan bahwa penentuan senyawa kafein menggunakan UV-VIS memiliki hasil yang paling optimal karena % recovery mendekati nilai 100. Untuk penentuan kadar kafein pada sampel kopi kedua metode tersebut menunjukkan hasil yang hampir sama yaitu kopi robusta yang memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan kopi arabika. Penentuan gugus fungsi pada sampel kopi arabika maupun robusta menggunakan FT-IR menunjukkan spektrum yang hampir mirip dengan hasil spektrum kafein standar.