Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Workshop dan Pelatihan Aplikasi Naskah Lontar Sasak sebagai Upaya Digitalisasi dan Pelestarian Budaya Lokal Sunardy Kasim; Lalu Zazuli Azhar Mardedi; Khairan Marzuki; Syamsurrijal Syamsurrijal; Diah Supatmiwati; Abdul Muhid
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.569

Abstract

Kegiatan workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak merupakan upaya strategis dalam meningkatkan literasi budaya dan kemampuan pemanfaatan teknologi digital pada masyarakat. Lontar Sasak sebagai warisan budaya lokal mengandung nilai-nilai adat, sejarah, dan pengetahuan tradisional yang perlu dilestarikan melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada implementasi workshop dan pelatihan penggunaan aplikasi naskah lontar sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya. Program ini dilaksanakan oleh Bale Agung Ajar Wali bekerja sama dengan dosen Universitas Bumigora, serta didukung oleh Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah lontar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop dan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap isi naskah lontar serta keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi, termasuk dalam mengakses, membaca, dan menelusuri informasi dalam naskah digital. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak berperan sebagai model pengabdian yang efektif dalam mengintegrasikan literasi budaya dan literasi digital berbasis komunitas.
Sosialisasi Hukum Adat dan Negara Hukum dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum melalui Aktivitas Seni Budaya Masyarakat Desa Darek Sumerah Sumerah; Sunardy Kasim; M. Sofian Assaori; Lanang Sakti; Muhammad Rosikhu; Saparudin Efendi; Ana Rahmatyar; Khalid Prawiranegara; Suntarajaya Kwangtama Tekayadi; Imam Alfurqan; Maulana Syekh Yusuf; Syamsurrijal Syamsurrijal
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.575

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berangkat dari terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai relasi antara hukum adat Sasak dan hukum negara dalam kerangka negara hukum. Di Desa Darek, keberadaan awiq-awiq sebagai manifestasi hukum adat masih berfungsi sebagai living law, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara konseptual dengan sistem hukum nasional. Kondisi ini berimplikasi pada kesenjangan kesadaran hukum dalam praktik sosial-budaya masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran hukum masyarakat melalui sosialisasi hukum adat dan negara hukum berbasis pendekatan sosio-legal dan kearifan lokal. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi kontekstual, pelaksanaan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus berbasis praktik adat, serta evaluasi reflektif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya harmonisasi antara hukum adat dan hukum negara. Pendekatan seni budaya terbukti efektif sebagai medium internalisasi nilai hukum yang kontekstual dan komunikatif. Dengan demikian, model sosialisasi ini berkontribusi pada penguatan kesadaran hukum masyarakat yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Perancangan Komik Edukasi “Si Manis Bengis” sebagai Media Visual Pencegahan Diabetes Melitus pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Design Thinking Muhammad Guntur; Sunardy Kasim; Ni Putu Sinta Dewi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1927

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels resulting from impaired insulin production or function. In recent years, the prevalence of Diabetes Mellitus has increasingly affected primary school children due to excessive sugar consumption, unhealthy eating habits, and low levels of physical activity. The lack of engaging and age-appropriate educational media has contributed to students' limited understanding of diabetes prevention and the importance of adopting healthy lifestyles from an early age. Therefore, this study aims to design an educational comic entitled Si Manis Bengis as a visual learning medium to improve children's knowledge of diabetes prevention and to evaluate its effectiveness among primary school students. This study employed a design research approach using the Design Thinking method, which consists of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through observations, interviews, documentation, and questionnaires involving 97 students and 14 teachers at SDN 133 Cakranegara. The collected data were analyzed using descriptive qualitative methods supported by simple quantitative analysis. The findings reveal that 58.76% of students prefer comics as a learning medium, while 83.51% reported that illustrations help them understand educational content more effectively. The developed comic successfully communicates diabetes prevention messages, including the risks of excessive sugar consumption and the importance of maintaining healthy eating habits and regular physical activity. Testing results also demonstrate an improvement in students' understanding of diabetes prevention after reading the comic. These findings indicate that Si Manis Bengis is an effective visual learning medium and has the potential to support health education and diabetes prevention among primary school children.