Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pembelajaran Simbol Visual dan Pengenalan Wayang Sasak melalui Animasi dan Workshop Yasa, I Nyoman Miyarta; Putrajip, Mohamad Yudisa; Nata, I Gede Anjas Kharisma; Biagi, I Wayan Kusuma Di; Lazuardi, Ashar Banyu; Qatrunnada, Qatrunnada
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 1: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i1.79

Abstract

Globalisasi memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, yang tanpa disadari, telah membuat generasi muda lebih tertarik pada kesenian modern. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya lokal menjadi sangat penting, sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki budi pekerti luhur, wawasan mengenai kearifan lokal, serta rasa cinta terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong upaya pelestarian kebudayaan Sasak melalui pengenalan wayang Sasak di Pasraman Widya Sastra, Dusun Bengkoang, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup observasi, ceramah, dan pelatihan (workshop). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa acara tersebut efektif dalam memperkenalkan seni dan budaya Sasak, khususnya wayang Sasak, kepada generasi muda melalui penggunaan media animasi, yang dipadukan dengan workshop mewarnai. Kegiatan ini terbukti berhasil meningkatkan minat peserta dan mempermudah pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan
Efektifitas Promosi Bank Sulselbar Melalui Film Aman Bos: Efektifitas Promosi Bank Sulselbar Melalui Film Aman Bos yasa, Miyarta; Satria, Christofer; Arfa, Muhammad
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2022): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v4i2.2464

Abstract

This study describes the effectiveness of promotion through the film Aman Bos, a film that is shown in cinemas and YouTube. The aim is to promote Bank Sulselbar, the methodology by conducting case studies and literature studies to review this case. Using the scalpel of Kotler's theory with the 4 product mix marketing approach, price, promotion and place. The research results show that through the media YouTube for promotion is very effective in expanding audience reach, this promotional media is quite effective as a medium to attract consumers, as a conclusion from research describing the level of effectiveness of films for very effective promotional media.
Komunikasi Persuasif Iklan Layanan Masyarakat Kementrian Kesehatan Pada Media Youtube Tentang Edukasi Kangker Payudara Yasa, I Nyoman Miyarta; Lazuardi, Ashar Banyu; Putrajip, Mohamad Yudisa
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v5i2.3440

Abstract

In order to reduce breast cancer sufferers, the Indonesian Ministry of Health has made various efforts, one of which is creating Public Service Advertisements (PSAs) on YouTube social media. This research aims to find out what kind of PSAs support changes in people's behavior. This research uses a qualitative descriptive case study method. Data is analyzed using qualitative methods which are then presented and interpreted narratively or descriptively. The results of data analysis stated that the target community's behavior towards PSAs was quite positive. Most informants liked PSAs in the form of animations in the form of stories because they had a fear effect, thereby creating a desire to follow the invitation from the PSAs. Informants were of the opinion that the duration of the PSAs should not be too short so that it makes the PSAs less informative or should not be too long so that it makes the PSA boring. Informants stated that through PSAs, public or target audience awareness of breast cancer could be increased so that they were willing to follow the PSA's invitation.
Kajian Representasi Komunikasi Estetik pada Karya Lukis Satar Tacik Yasa, I Nyoman Miyarta; Gunalan, Sasih; Dewi, Ni Putu Sinta
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4518

Abstract

Karya seni adalah ekspresi unik dari setiap seniman dan menjadi bentuk realistis dari gagasan estetik yang dapat dinikmati oleh para pecinta seni. Dalam proses penciptaan karya seni rupa, terjadi dialog mendalam antara berbagai fenomena dan faktor psikobiografi seniman. Salah satunya yang dapat dilihat pada karya-karya Satar Tacik, dalam merepresentasikan pola komunikasi estetik pada karya lukisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurai bentuk dan makna representasi komunikasi estetik yang dihadirkan dalam karya lukis Satar Tacik. Narasumber inti pada kajian ini ialah Satar Tacik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dokumen foto karya, katalog dan beberapa terbitan media. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi estetik dalam mengkaji representasi visual yang dihadirkan dalam karya lukisnya. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif naturalistik, dengan beberapa tahap penting seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi estetik dalam lukisan Satar Tacik dihadirkan melalui sajian tema tradisi dengan bahasa ungkap yang khas, melalui penggunaan tekstur artifisial pada bidang kanvasnya. Selain itu, komunikasi estetik yang dihadirkan merupakan refleksi personal seniman dalam menghadirkan kembali masa lalu sebagai representasi kondisi psikobiografi sang seniman yang dihadirkan melalui berbagai simbol dan bentuk. Kesimpulan penelitian ini ialah hadirnya representasi estetik yang dihadirkan Satar Tacik, merupakan sarana efektif sang seniman dalam menjabarkan segala ide dan gagasan yang dimiliki, melalui karya seni rupa. Hadirnya bentuk dan subject matter yang dihadirkan Satar Tacik, merupakan pengaruh kuat faktor psikobiografi yang ia serap selama perjalanan karirnya sebagai seorang seniman.
Representasi Sosial Dalam Film Dluwang Lazuardi, Ashar Banyu; Yasa, I Nyoman Miyarta; Nata, I Gede Anjas Kharisma; Biagi, I Wayan Kusuma Di
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.412

Abstract

Film dokumenter merupakan salah satu jenis genre atau ragam film. Sineas film dokumenter di Indonesia sendiri berkembang dengan pesat. Salah satunya Ravacana Films merupakan salah satu rumah produksi yang produktif dalam dunia film pendek. Pada artikel penelitian ini akan berfokus pada salah satu karya film dokumenter Ravacana Films yang berjudul Dluwang. Judul film Dluwang berbeda dengan karya Ravacana Films yang lain, film ini merupakan karya dokumenter yang merupakan representasi sosial yang nyata atau dengan kata lain tanpa rekayasa. Semiotika digunakan sebagai pisau bedah untuk melihat respresentasi sosial yang dimunculkan melalui simbol – simbol yang terdapat di dalam film Dluwang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa sosok Toni dalam film Dluwang merupakan representasi sosial dari masyrakat khususnya di Jogjakarta. Selain itu,, pekerjaan yang ditekuni oleh karakter Toni merupakan peran yang sangat penting terutama di bidang sejarah. Selain itu dalam film Dluwang, terdapat pula gambaran representasi sosial dari kurangnya kesadaran masyakarat umum tentang pentingnya peninggalan sejarah Indonesia.    
Komunikasi Antarpribadi Orang Tua-Anak Dalam Mengurangi Prilaku Seksual Sebelum Menikah Pada Remaja Hindu Yasa, I Nyoman Miyarta; Dewi, Ni Putu Sinta
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.432

Abstract

College student who are late teens aged 18-19 years, have sexual development and phases that make them inclined to enter into a heterosexual relationship or relationship such as dating. During this period of dating they have a tendency to engage in sexual behavior, this is a negative thing in Hinduism which prohibits interpersonal communication. Interpersonal communication has the potential to carry out an instrumental function as a tool to influence or persuade others. Parent-adolescent interpersonal communication is a form of parenting process that has an important influence on the formation of adolescents' attitudes regarding sexual relations before marriage. So in this study it is hypothesized that stronger and closer parent-child interpersonal communication can reduce sexual behavior before marriage among Hindu teenagers. This research aims to find the influence of interpersonal communication on sexual behavior before marriage in Hindu teenagers. Quantitative methods were used in this research, collecting data by distributing questionnaires to 53 Hindu teenagers at Bumigora University. The results of this study state that interpersonal communication has a significant negative effect on the attitudes of Hindu teenagers in having sexual relations before marriage. This means that the better the interpersonal communication between Hindu teenagers and their parents, the lower their sexual behavior before marriage.
SYMBOLIC DIMENSIONS OF PRESEAN AND THEIR ROLE IN THE INTERNALISATION OF PANCASILA VALUES IN SOCIAL EDUCATION Yasa, I Nyoman Miyarta; Suryadmaja, Galih; Ningsih, Dewi Puspita; Utari, Retno; Lazuardi, Ashar Banyu
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 Number 4 (October 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i4.5725

Abstract

The internalisation of Pancasila values among sociology education students often lacks contextual relevance to local culture. One potential approach is through the values of Presean culture, which can enhance the teaching of Pancasila ideology. The aim of this study is to analyse the role of internalising Presean cultural values in social learning and its impact on strengthening Pancasila ideology among sociology education students. The research methodology employed is a qualitative approach, utilising data collection techniques such as interviews, observations, and document studies. Analysis is conducted using a descriptive-interpretative approach to explore the meanings and impacts of Presean culture within the context of Pancasila education. The findings indicate that the internalisation of Presean cultural values, such as courage, sportsmanship, and adherence to rules, significantly contributes to enhancing students' understanding of the principles of Pancasila. Furthermore, this culturally-based learning has successfully raised students’ awareness of the importance of unity, social justice, and respect for human rights. Therefore, the integration of Presean cultural values into social education can serve as an effective alternative for strengthening Pancasila ideology among the younger generation.
3D ANIMATION BIOGRAPHY OF I WAYAN PENGSONG Perdana, Sasa Bella Cintia Riski; Hasbullah, Hasbullah; Yasa, I Nyoman Miyarta
Anima Rupa Vol 1 No 2 (2024): Anima Rupa: Jurnal Animasi
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/animarupa.v1i2.3584

Abstract

I Wayan Pengsong adalah sosok perupa maestro yang lahir di Lombok. Beliu merupakan sosok yang sangat disiplin dalam tiap karyanya. I Wayan Pengsong selalu memasukkan Unsur keindahan Lombok dalam lukisannya dan mengharumkan Lombok hingga ke ranah Nasional. Tidak banyak tulisan yang mengangkat seluk beluk sang maestro. Generasi saat ini lebih tertarik menonton media-media baru seperti kartun dan animasi. Hal demikian mengakibatkan banyak penerus seni di taman budaya provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tidak mengenali siapa sosok I Wayan Pengsong. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana membuat biografi I Wayan Pensong melalui media animasi 3D. Tujuan tulisan ini untuk membuat sosok I Wayan Pengsong dengan menggunakan media animasi 3D. Proses pembuatan animasi 3D dilakukan dengan metode pipeline yang dimulai dari pra produksi, produksi dan post produksi yang berlandaskan teori prinsip animasi Walldisney. Hasil ciptaan ini dengan Pra Produksi: Konsep, ide cerita, desain dan Storyboad, Produksi: Modeling, Texturing, Morfer (Riging), Animating, Rendering, Pasca Produksi: Final Editing dan Distribusi. Kesimpulan Dari Penelitian Menunjukkan Bahwa Video animasi 3D dapat digunakan sebagai media pengenalan sosok seniman maestro di taman budaya NTB.
Studi Kasus Logo HUT 31 Kota Mataram sebagai Representasi Identitas Lokal I Gede Anjas Kharismana Nata; I Nyoman Miyarta Yasa; Ashar Banyu Lazuardi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan elemen visual dalam logo HUT 31 Kota Mataram, menganalisis representasi identitas lokal melalui simbol-simbol visual dalam logo tersebut. Mengkaji persepsi masyarakat terhadap logo HUT 31 Kota Mataram sebagai bentuk ekspresi identitas budaya dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan keseluruhan analisis, Logo HUT ke-31 Kota Mataram dapat dipahami sebagai teks budaya (cultural text) yang bekerja melalui sistem representasi visual dan ideologis.
Pelatihan Bahasa Visual dalam Media Sosial sebagai Branding Diri Anak-anak Panti Asuhan Dharma Laksana Qatrunnada, Qatrunnada; I Nyoman Miyarta Yasa; Ashar Banyu Lazuardi; Mohamad Yudisa Putrajip; I Gde Anjas kharisma Nata; I Wayan Kusuma Di Biagi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6051

Abstract

This study investigates the effectiveness of visual language training in strengthening self-branding skills among children at the Dharma Laksana Orphanage through social media. The problem addressed in this research is the limited visual literacy and inconsistent digital identity often found in orphanage-based youth, which can hinder their ability to participate in today’s visually driven communication landscape. The training aimed to enhance their visual comprehension, content-production abilities, and confidence in developing a safe and consistent online identity. Using a participatory method, the program combined observation, content analysis, and pre–post assessments to evaluate changes in technical and psychosocial competencies. The results show substantial improvement in participants’ ability to interpret and create visual materials, articulate a personal aesthetic, and engage more confidently with digital platforms. Audience feedback also played a supportive role in reinforcing their emerging digital identities. Overall, the findings indicate that visual language training can serve as an effective empowerment strategy, helping orphanage youth build stronger self-presentation skills and participate more meaningfully in online spaces.