Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Inovatif Progresif: Desain Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Mengembangkan Keterampilan Kewirausahaan Buhari, Bustan; Sahabuddin, Romansyah; Herlina, Herlina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16639

Abstract

Beberapa tahun terakhir, pembelajaran berbasis proyek telah menjadi salah satu metode pembelajaran yang semakin populer. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik melalui metode ini, tetapi mereka juga memperoleh keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, seperti jiwa kewirausahaan. Metode ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk mendorong minat dan kemampuan peserta didik untuk berwirausaha. Kajian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan partisipatif. Pembelajaran berbasis proyek adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa karena mereka mendesain proyek yang relevan, fokus pada proses, mengembarinya, dan membuat produk yang relevan. Proses pembelajaran ini biasanya berlangsung lebih lama dan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pembelajaran berbasis proyek adalah metode yang efektif untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan pada siswa. Guru dapat membantu siswa menjadi generasi muda yang inovatif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan membangun proyek yang relevan, fokus pada proses, dan evaluasi menyeluruh.
KEARIFAN LOKAL ANDINGINGI MASYARAKAT KAJANG SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KESELARASAN LINGKUNGAN Bustan, Bustan; Jumadi, Jumadi; Ibrahim, Ibrahim; Said, Muhammad; Sakmawati, Sakmawati
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 December 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v3i2.68300

Abstract

The Kajang indigenous community has always maintained their lives in harmony with nature. One of the rituals that has been maintained by the Kajang indigenous community is the Andingingi ritual. This Andingingi tradition has been carried out for generations by ancestors or ancestors, and this is still done by people in Tana Toa Village, Kajang District, Bulukumba Regency. This activity method is packaged as a workshop. The andingingi ritual is considered a ritual to invoke safety and cool nature and its contents. In addition, the Kajang people require all participants of the Andingingi event to wear all-black clothes that are sanctified. Andingingi is a ceremony performed by all residents to cool nature and ask for prayers for everything on Earth. They ask God to bless and protect the universe. The andingingi ritual has great philosophical value and importance as a way to express gratitude for all the favors given by God. This tradition is in line with evidence of the eternal relationship between nature and humans in the Kajang indigenous community.
Integration of Entrepreneurship in High School Curriculum: Opportunities and Challenges Herlina Herlina; Romansyah Sahabuddin; Bustan Bustan
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7588

Abstract

This study highlights the importance of integrating entrepreneurship into the high school curriculum in Indonesia to prepare students for the increasingly complex challenges of the workforce. Integrating entrepreneurship into the curriculum offers significant opportunities, such as enhancing 21st-century skills, fostering collaboration with the business sector, and enabling students to create economic opportunities through independent ventures. However, its implementation faces various challenges, including limited resources, time constraints, and insufficient teacher competencies. The study adopts a descriptive qualitative approach, analyzing existing education policies and findings from interviews with teachers and practitioners of entrepreneurship education. The results emphasize the need for policies that support the integration of entrepreneurship into the national education curriculum and allocate resources for teacher training to enhance the quality and effectiveness of entrepreneurship education.
Belajar Sejarah: Memahami Masa Lalu Dalam Perspektif Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni Bustan Bustan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3749

Abstract

Berbicara tentang penting atau tidaknya belajar sejarah tentunya akan lebih jelas jika memahami kegunaan sejarah itu sendiri. orang tidak akan belajar sejarah jika tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, semua peradaban dan sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Penulisan ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kemudian ke masa sekarang dan akhirnya ke masa depan atau dengan kata lain, dalam menyelidiki masa silam itu, kita tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang kita alami bersama, dan sedikit banyak juga tidak dapat kita melepaskan dari persfektif masa depan. Oleh karena itu sejarah masa lampau harus kita pelajari dengan berpijak pada kenyataan-kenyataan perkembangan situasi sekarang dengan menancapkan perkiraan-perkiraan serta harapan-harapan yang berperspektif dari masa yang akan datang.
Urgensi Peran Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Yang Menyenangkan Bustan Bustan; Arismunandar Arismunandar; Ismail Tolla
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6383

Abstract

Peran guru tidak hanya terbatas pada mencerdaskan peserta didik dengan mengajarkan ilmu pengetahuan dalam kelas. Akan tetapi guru berperan dalam membantu mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik ke tingkat tertinggi yang dapat mereka capai agar mereka menjadi orang yang mampu menguasai pengetahuan dan mengembangkannya. Seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas, tegas, kuat, dan berperikemanusiaan yang baik. Guru sebagai agen pembelajaran berperan sebagai fasilitator, motivator dan pemacu peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, terlindungi, tenang dan menyenangkan yang dapat menumbuhkan energi, semangat, dan keinginan belajar pada peserta didik. Guru harus mampu membina dirinya, yaitu keterampilan guru sebagai seorang spesialis. Guru diharapkan dapat memberikan dan menjaga marwah tentang pentingnya guru bagi peserta didiknya. Guru perlu berkomunikasi dengan efektif pada peserta didik guna mendukung tercapaianya pembelajaran yang menyenangkan.
Curriculum Relevance to Employment in Indonesia Bustan Bustan; Wahira Wahira
DIDAKTIKA Vol 30 No 2 (2024): Volume 30 Nomor 2 September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v30i2.8865

Abstract

Quality, relevance and competence are three aspects of higher education that are interrelated and have a direct contribution to increasing the nation's competitiveness in the field of human resources. This study uses qualitative research methods. The increasingly fierce competition for job seekers from higher education graduates in Indonesia demands the attention of higher education providers to always make adjustments to the curriculum. Increasing the relevance of this education should be the target of continuous quality improvement as part of an overall higher education quality assurance system.
EDUKASI SEJARAH UNTUK SISWA SMA 9 MAROS: WORKSHOP PENULISAN SEJARAH PEMBERONTAKAN DI/TII SEBAGAI UPAYA MENCEGAH RADIKALISME DI SULAWESI SELATAN Subair, Ahmad; Bustan, Bustan; Kabubu, Rusmala Dewi; Asmunandar, Asmunandar; Ridha, Muhammad Rasyid
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v4i1.73105

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta didik melalui pendekatan partisipatif berbasis penulisan sejarah lokal. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: persiapan (analisis kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan modul), pelaksanaan (pelatihan keterampilan dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan pendampingan), evaluasi (kuesioner, tes pengetahuan, observasi), serta pelaporan dan tindak lanjut (pembentukan kelompok usaha, konsultasi daring). Program ini melibatkan kolaborasi dengan SMA negeri 9 maros untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan program. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman keterampilan teknis penulisan sejarah lokal dan upaya mencegah radikalisme di tingkat kabupaten. Kegiatan ini menekankan pentingnya adaptasi metode partisipatif dan sinergi multistakeholder dalam penguatan pengetahuan sekarah lokal.
Tradisi Pesta Panen di Dusun Birue, Desa Siawung, Kabupaten Barru, 1998–2021. Aulia, Tina; Patahuddin, Patahuddin; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi adat pesta panen masyarakat Dusun Birue merupakan sebuah budaya turun temurun yang telah di wariskan oleh para pendahulu. Artikel ini mengulas sejarah tradisi Pesta Panen di Dusun Birue, Desa Siawung, Kabupaten Barru (1998–2021). Dengan menggunakan metode sejarah yang menekankan pada proses dan waktu, studi ini memanfaatkan sumber-sumber primer, seperti, koran dan hasil wawancara. Temuan studi menunjukkan bahwa tradisi Tradisi Pesta Panen di Dusun Birue Desa Siawung Kabupaten Barru sudah dilakukan turun temurun, namun pada tahun 1998 merupakan latar belakang pelaksanaan pesta panen dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Perubahan signifikan pada pelaksanaan tradisi pesta panen yaitu pada tahun 2007 sebagian masyarakat dusun Birue sudah tidak melakukan ritual mabbaca-baca. Pada tahun 2015 ditandai popularitas tradisi Pesta Panen semakin berjaya dengan dibuktikan hadirnya \masyarakat dari laur daerah datang ke Dusun Birue. Tradisi pesta panen juga turut dipengaruhi oleh peristiwa global sebagaimana pelaksanaan tradisi Pesta Panen tahun 2020- 2021 dilaksanakan secara sederhana dalam artian tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena adanya wabah Covid-19. Tradisi pesta panen memberikan dampak terhadap masyarakat Dusun Birue yaitu dari dampak sosial seperti terjalinnya hubungan solidaritas, gotong royong dan timbulnya persatuan serta sebagai ajang silaturahmi. Dampak ekonomi yaitu datangnya para pedagang baik dari luar dusun Birue maupun masyarakat dusun Birue dan mendapatkan penghasilan tambahan. Dampak wisata budaya yaitu tiap tahun acara ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatan dari luar daerah. Tradisi pesta panen ini juga akan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dan akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dari Kabupaten Barru.
Problematika Sistem Pendidikan di Indonesia Bustan, Bustan
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v4i1.460

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengurai tentang keadaan sistem pendidikan kita yang tergolong masih tertinggal begitupula kualitas yang masih rendah menjadi problema yang harus dihadapi dalam dunia pendidikan kita dan harus dicarikan solusinya. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kerja keras dan sinergitas diberbagai elemen, sebut saja harus dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Harus diakui, bahwa perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Isu tentang pendidikan merupakan salah satu isu utama dalam membangun masyarakat menuju suatu peradaban yang tinggi. Pendidikan yang maju dan berkualitas dapat dijadikan salah satu indikator penentu keberhasilan suatu negara. Penelitan ini merupakan kualitatif yang berusaha mengungkap peristiw secara deskriptif analitis.
Ma’nene: Dinamika Sejarah Tradisi Membersihkan dan Mengganti Pakaian Jenazah Leluhur Suku Toraja Bustan, Bustan; Najamuddin, Najamuddin; Jumadi, Jumadi; Bahri, Bahri
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i1.7942

Abstract

The Toraja people still maintain their cultural existence in the midst of advances in technology and science, they still carry out traditions from generation to generation called Ma'Nene.However, this culture, over time, has undergone various changes that are no longer original and have even begun to be abandoned by some of its supporting communities. Therefore, this paper seeks to reveal the background of the birth of the Ma'Nene culture, and the factors underlying this cultural change in the Toraja people. This study uses historical research methods, including heuristics (data collection process), criticism/verification (data analysis), interpretation (data interpretation), and historiography (data writing) into a complete story of events.Ma'Nene for the Toraja people is not just a traditional ceremony, but has a deep meaning. Along with the times, various changes have occurred in this Ma'Nene tradition. Various shifts in meaning so that gradually this ceremony is just carrying out the tradition. However, in this way the community continues to maintain the Ma'Nene ceremony because there are still many Toraja tribes who believe that if it is not carried out, it will bring disaster to their lives, for example, failed harvests. The Ma'Nene culture is the ancestral culture of the people who adhere to the Aluk Todolo belief, but the majority of them are already Christian, but some of them still carry out this Ma'Nene culture.Suku Toraja masih mempertahankan eksistensi kebudayaan mereka di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mereka masih melaksanakan tradisi secara turun temurun yang disebut dengan Ma’nene. Akan tetapi budaya tersebut, seiring perkembangan waktu mengalami berbagai perubahan yang tidak lagi orisinil bahkan sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat pendukungnya. Olehnya itu, tulisan ini berupaya mengungkap tentang latar belakang lahirnya budaya Ma’Nene, dan faktor yang mendasari terjadinya perubahan budaya tersebut pada Suku Toraja. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi heuristik (proses pengumpulan data) kritik/verifikasi (analisa data), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan data) menjadi suatu cerita peristiwa yang utuh. Ma’Nene bagi masyarakat Toraja bukan hanya sekedar upacara adat, namun memiliki makna yang mendalam. Seiring perkembangan zaman berbagai perubahan yang terjadi pada tradisi Ma’Nene ini. Berbagai pergeseran makna sehingga lambat laun upacara ini hanya sekedar menjalankan tradisi. Namun dengan begitu masyarakat tetap mempertahankan upacara Ma’Nene karena masih banyak dari Sukut Toraja  yang percaya bahwa jika tidak dilaksanakan akan membawa mala peTidaka bagi kehidupannya, misalnya saja hasil panen yang gagal. Budaya Ma’Nene merupakan budaya leluhur masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Todolo, namun mayoritas mereka sudah beragama kristen, tetapi masih ada diantara mereka yang tetap melaksanakan tradisi Ma’Nene ini.