Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM SMK NEGERI 7 MAJENE KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO Parida; Purnamawati; Hendra Jaya
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapah jauh penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan menganalisis apa saja kendala dalam penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium SMK Negeri 7 Majene kompetensi keahlian Teknik Audio Video. Metode penelian ini ialah penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini diikuti oleh seluruh peserta didik yang melakukan praktek di laboratorium. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi ditinjau di laboratorium, wawancara kepada kepala laboratorium dan siswa serta dokumentasi diperoleh selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan penerapan K3 di laboratorium masih kurang. Terdapat juga kendala dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di laboratorium yakni kurangnya alat pelindung diri di laboratorium, serta kurangnya APAR dan kotak P3K, serta masih kurangnya arahan dari guru terhadap pengtingya penerapan K3, yang menyebabkan pekerja mudah mengalamikecelakaan.
Penerapan Artificial Intelligence Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak Mata Pelajaran Pemrograman Berorientasi Objek Eka Fitriani; Purnamawati; Lu′mu; Hasanah Nur; Hendra jaya
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal hal berikut: 1) Tingkat pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan kecerdasan buatan pada mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek, 2) Peningkatan hasil belajar mahasiswa apabila lebih banyak menggunakan kecerdasan buatan pada mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek. Penelitian tindakan kelas (PTK) dipilih sebagai jenis penelitian. Objek penelitian adalah 28 siswa SMK Negeri 2 Takalar yang memiliki kompetensi di bidang rekayasa perangkat lunak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes objektif; dua validator dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian meliputi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemrograman Berorientasi Objek Kelas XI Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Takalar. Siswa memperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar pada Siklus I dengan pre test sebesar 0% dan post test sebesar 18% dan pada Siklus II dengan pre test sebesar 21% dan post test sebesar 89%. Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada Siklus I dan II meningkat sebesar 71 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dapat membantu siswa SMK Negeri 2 Takalar dalam mempelajari pemrograman berorientasi objek.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATA KULIAH PRAKTIK TEKNIK KENDALI BERBASIS MEDIA PEMBELAJARAN WATER TEMPERATURE CONTROLLER Fitri Aslamiah; Satria Gunawan; Hendra Jaya; Edy Sabara; Sutarsi Suhaeb
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6536/tb14kd24

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas penggunaan media pembelajaran Water Temperature Controller pada mata kuliah Praktik Teknik Kendali. Efektivitas tersebut diukur melalui capaian belajar mahasiswa yang mencakup dua ranah, yaitu kognitif dan afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Nonrandomized Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika yang telah mengikuti perkuliahan tersebut. Dari populasi tersebut, dipilih 60 mahasiswa sebagai sampel secara acak, kemudian dikelompokkan menjadi dua bagian: 30 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 30 mahasiswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian mencakup tes untuk menilai kemampuan kognitif serta angket untuk mengukur respon afektif mahasiswa. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji-t untuk menelaah apakah terdapat perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok yang dibandingkan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa penggunaan Water Temperature Controller memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan metode pengajaran konvensional. Pada ranah kognitif, nilai rata-rata posttest mahasiswa di kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata 85,83, sementara kelompok kontrol mencatat skor yang lebih rendah yakni memperoleh 76,33. Uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya (t = 5,295; p = 0,000). Pada ranah afektif, kelompok eksperimen memperoleh rerata nilai sebesar 91,62, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan skor yang berada dibawah capaian tersebut, yakni 81,44, dan hasil uji-t kembali menunjukkan selisih yang signifikan (t = 15,091; p = 0,000). Berdasarkan keseluruhan temuan ini, dapat ditegaskan media Water Temperature Controller terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa, membentuk sikap positif, serta mendorong motivasi belajar pada mata kuliah Praktik Teknik Kendali, lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran tradisional.
Student Perspectives on Virtual-Based Simulation Practicum: Challenges and External Factors at SMKN 10 Makassar Hendra Jaya; Irma Tamrin; Indar Winardy; M. Arham; Aqri Dwi Aqram; Mustamin; Saharuddin; Putri Ida Sunaryathy Samad
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 13, Issue 1, February 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/mekom.v13i1.266

Abstract

Purpose - This study explores students’ perspectives on virtual simulation-based practicum learning at SMKN 10 Makassar, focusing on challenges and external factors affecting learning effectiveness. Methods - A mixed-method approach was used, combining descriptive quantitative analysis with qualitative data. Participants were 39 eleventh- and twelfth-grade students from electronics and mechatronics programs. Data were collected through Likert-scale questionnaires and semi-structured interviews, then analyzed using descriptive statistics and thematic analysis based on the Attride-Stirling Thematic Network framework. Findings - Most students showed positive perceptions of virtual simulation learning, particularly in digital literacy and application use. About 64.1% were familiar with digital technology in learning, and 56.4% could independently operate simulation applications. However, challenges remained, including fear of making mistakes, limited understanding of concepts and digital instructions, lack of virtual practicum experience, and low confidence in using technology. External factors such as family support, device access, internet quality, and digital media use also influenced learning success. Research Implication - Virtual simulation practicum learning requires more than reliable technology. Schools must strengthen students’ digital literacy, self-efficacy, and learning support through interactive strategies, continuous scaffolding, accessible infrastructure, and adaptive instructional design. Originality - This study highlights vocational students’ direct perspectives on virtual simulation practicum learning and shows how both internal factors, such as confidence and digital literacy, and external factors, such as family support and internet access, shape learning effectiveness.
Pengembangan teknologi augmented reality sebagai penguatan dan penunjang metode pembelajaran di SMK untuk implementasi Kurikulum 2013 Mantasia Mantasia; Hendra Jaya
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.163 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v5i3.10522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) proses pengembangan Augmented Reality (AR); (2) desain model AR; (3) penerapan teknologi AR; dan (4) hasil pengembangan AR yang dapat dijadikan sebagai penunjang metode pembelajaran di SMK untuk implementasi kurikulum 2013 dapat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat lunak yang berupa aplikasi AR ini dilaksanakan dengan pendekatan engineering yang tahapannya adalah: analisis, desain, implementasi, dan evaluasi. AR diintegrasikan dengan Kurikulum 2013 menggunakan modul yang berkaitan dengan kaidah-kaidah yang ada dalam pembelajaran saintifik. Penilaian AR melibatkan ahli media dalam proses aplikasi dan penerapannya pada mata pelajaran elektronika Dasar. Penilaian terhadap media terdiri atas aspek: (1) tampilan augmented reality (audio visual) dikategorikan  sangat baik; (2) aspek AR dikategorikan sangat baik; dan (3) aspek pemrograman dikategorikan sangat baik; (3) penilaian ahli materi terhadap aspek isi dikategorikan baik; (4) aspek desain pembelajaran dikategorikan  sangat baik. Pengembangan teknologi AR untuk mata pelajaran produktif di SMK khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan metode scientific approach dapat memenuhi kebutuhan peningkatan keterampilan siswa, kognitif, dan afektif siswa serta menjauhkan siswa dalam memahami suatu hal yang abstrak dan kompleks.Kata Kunci: Teknologi Augmented Reality, Pembelajaran, Kurikulum 2013. DEVELOPING AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY AS A METHOD OF STRENGTHENING AND LEARNING METHOD SUPPORT FOR IMPLEMENTATION OF CURRICULUM IN SMK 2013           AbstractThe study aimed to know: (1) the process of Augmented reality (AR) development; (2) the model design AR; (3) the application of technology AR; and (4) the result of development AR that can become as learning method in smk for the implementation of K 13 in SMK, can fulfill the valid criteria, practice, and affective. This research is developmental research. The development of software, it is a augmented reality application, do by the engineering approach where the step such as: design analysis, implementation, and evaluation for integrated augmented reality with Curriculum 2013, in this research create a handbook, relate to the instruction of scientific learning, augmented reality criteria involved an expert of media in a process of application, for subject basic electronic. Standard criteria of media consist of some aspect; (1) the display of augmented reality (audiovisual) was categorized excellent; (2) AR aspect was categorized very good; (3) program aspect was categorized very good. The standard criteria from the expert to the content aspect get the score 4,46 or good, while for learning aspect design get the average score 4,62 or very good. The development of augmented reality technology for productive subject in SMK especially in learning with scientific approach method can fulfill the need of student skill, the students cognitive and affective, and apart the students in understanding an abstract and complex.Keywords: Augmented Reality Technology, Learning, Curiculum 2013
Development and Preliminary Evaluation of an Ice-Breaking-Integrated Archival Management Module in Two Vocational High Schools Yanti Malasari; Hendra Jaya; Anas Arfandi
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1578

Abstract

Purpose This study developed and evaluated an ice-breaking-integrated instructional module for Office Management, specifically within the Archival Management component in vocational high schools. The module was designed as an interactive learning resource to strengthen students’ learning motivation and improve their academic achievement. Methods This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The participants were 58 Grade XI Office Management and Business Services students from two public vocational high schools in Mamuju. Data were collected through classroom observations, interviews, expert validation, questionnaires, and pre- and post-tests. The data were then analyzed using descriptive techniques, paired-samples t-test, and N-Gain analysis. Findings The results indicated that the ice-breaking-integrated instructional module achieved a validity score of 97.0%, placing it in the highly valid category. The module was also considered highly practical based on teacher and student responses. In terms of effectiveness, its implementation enhanced students’ learning motivation and academic achievement, as reflected in a mastery learning rate of 96.55%, an increase in the mean score from 52.48 to 87.17, and an N-Gain score of 0.73, which falls within the high category. Research Implications These findings indicate that the ice-breaking-integrated instructional module provides an innovative alternative for Archival Management learning by promoting active, interactive, and student-centered engagement. Originality This study offers novelty by systematically integrating ice-breaking activities into an Archival Management module, providing an innovative vocational learning resource that enhances students’ motivation, participation, and learning outcomes.
The Role of Generative Artificial Intelligence in Supporting Student Learning Motivation Based on Self-Determination Theory Desy Maryani; Ridwan Daud Mahande; Wirawan Setialaksana; Hendra Jaya; Andi Akram Nur Risal
Journal of Smart Education and Emerging Technology Vol 2 No 1 (2026) : July
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background/Context: Generative Artificial Intelligence (AI) in higher education has transformed students’ learning practices through instant access to explanations, feedback, and academic support. However, its influence on learning motivation remains contradictory. While AI may enhance autonomy and competence, excessive reliance on it may reduce cognitive engagement and self-regulation. Therefore, the use of AI needs to be examined from the perspective of students’ psychological needs. Objective/Purpose: This study aimed to examine the effects of autonomy, learning competence, AI usage competence, and relatedness on students’ learning motivation in AI-assisted learning environments based on Self-Determination Theory. Method: This study employed a quantitative correlational design using PLS-SEM. Data were collected from 248 students of the Informatics and Computer Engineering Education Programme at Universitas Negeri Makassar through a validated questionnaire. Results: The findings revealed that autonomy, learning competence, and relatedness had positive and significant effects on learning motivation, with relatedness emerging as the strongest predictor. In contrast, AI usage competence did not significantly affect learning motivation, indicating that technical proficiency in operating AI tools alone is insufficient to foster meaningful academic engagement. The structural model explained 73% of the variance in learning motivation, demonstrating strong predictive power. Conclusion: This study confirms that students’ motivation in AI-assisted learning is influenced more by the fulfilment of psychological needs than by technological capability alone. The findings extend the application of Self-Determination Theory in the context of generative AI by distinguishing between academic competence and AI usage competence. Therefore, AI integration should emphasise human-centred pedagogical strategies that strengthen autonomy, competence, and social connectedness in order to foster meaningful and sustainable learning motivation  
EFEKTIVITAS TEKNOLOGI ALAT TENUN OTOMATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF PELUANG USAHA BAGI SISWA SMK Yasser A. Djawad; Sabran; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai teknik/metode menenun dengan menggunakan alat tenun terotomatisasi, (2) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat tenun terotomatisasi, (3) meningkatkan keterampilan merangkai alat tenun terotomatisasi, (4) meningkatkan keterampilan dalam melakukan perbaikan terhadap bagian komponen alat tenun terotomatisasi jika terjadi kendala, (5) meningkatkan keterampilan mengoperasikan alat tenun terotomatisasi, (6) mampu mendesain corak baru sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya (makna corak sarung dari segi filosofis); (7) mengurangi waktu proses pembuatan sarung, (8) meningkatkan pengetahuan manajerial pemasaran produk tenun lipa sabbe berbasis IT (Toko Online); Objek sasaran adalah kelompok usaha tenun Desa Pambusuang, Kabupaten Polman. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, sedangkan penerapan menggunakan metode demonstrasi. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: (1) Kegiatan diawali dengan penjajagan lokasi yang dilakukan pada saat pembuatan proposal, (2) persiapan awal penyiapan kelompok pengrajin sarung sutera, (2) identifikasi peralatan yang akan digunakan,(3) menetapkan motif sutera yang akan diterapkan, (4) pengadaan bahan dan alat penunjang pelatihan (5) pelaksanaan kegiatan (6) pendampingan kegiatan. Penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM terhadap Pelaksanaan pelatihan dan kualifikasi Narasumber diperoleh penilaian dengan rerata skor 4,8 dengan kriteria sangat Baik. Guru dan sekolah berharap pengusaha tekstil, terutama batik, mempunyai kesadaran bekerja sama membina siswa SMK. Agar tak bergantung pada industri dan untuk menaikkan nilai jual batik dan tenun, siswa kriya tekstil mempelajari mata pelajaran busana sebagai muatan lokal. Harapannya, siswa memiliki keterampilan mengolah tenun dan batik dan berwirausaha mulai dari hulu ke hilir.
PENGEMBANGAN APLIKASI MIND MAPPING DALAM MENYIAPKAN TOPIK PENELITIAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNM PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA DALAM RANGKA PERCEPATAN STUDI H. Saliruddin; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) untuk mengetahui bagaimana mengembangkan Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi; 2) untuk mengetahui bagaimana desain model aplikasi Mind-Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi; 3) untuk mengetahui bagaimana kelayakan media Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Proses pengembangan Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi menggunakan pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan Waterfall-based Model. Aplikasi Mind Mapping ini didesain sedemikian rupa untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu yang terdiri dari: 1) Perencanaan Topik Penelitian; 2) Penyelesaian Tugas Akhir; Hingga pada 3) Proses Pembimbingan. Model aplikasi Mind-Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi menggunakan Aplikasi berbasis Web yang dapatberjalan di Smartphone dengan alamat web http://mindmapfree.com/#. Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi berdasarkan respon mahasiswa dapat dilihat bahwa mahasiswa sangat tebantu dengan menggunakan Mind-Map. Mahasiswa sangat senang menggunakan Aplikasi mind map. Media yang digunakan, sangat membantu mahasiswa dalam memahami alur yang mahasiswa harus kerjakan mulai dari Strategi Penyelesaian Studi, Strategi Penulisan Tugas Akhir, dan Strategi Pembimbinga, Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa semakin tertarik untuk Selesai Tepat waktu, dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa lebih menyadari pentingnya menyelesaikan Studi. Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map mahasiswa merasa tertantang untuk menciptakan sesuatu yang baru, Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PSIKOLOGI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Dian Ekawati Nur; Muhammad Yahya; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 2, Agustus 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh berbagai personil sekolahterutama SMK, bahkan yang dilakukan bersama – sama dengan orang tua dan anggotamasyarakat untuk membantu anak – anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli,berpendirian, dan bertanggung jawab. Metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaanyaitu berisi teori – teori yang relevan dengan masalah – masalah penelitian. Menyikapi pentingnyapendidikan karakter, maka sangat diperlukan pendidikan karakter di sekolah untuk mewujudkanperadaban bangsa dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan. Setelah dilakukanpengkajian teori, disimpulkan bahwa pendidikan karakter tentunya sangat penting bagi pesertadidik untuk menanamkan nilai-nilai moral di dalam dirinya dan melatihnya untuk melakukankebiasaan – kebiasaan yang baik. Pendidikan karakter juga berfungsi untuk membangun suatukarakter pesarta didik karena kakater itulah yang akan mendominasi sifat dan bukti diri daripeserta didik tersebut.