Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Uji Aktivitas Antioksidan dan Antitirosinase Fraksi n-Butanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Secara Kualitatif Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Aditya Maulana Perdana Putra; Muhammad Ikhwan Rizki; Titin Nor
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.11160

Abstract

Kerusakan oksidatif dalam tubuh manusia dapat disebabkan oleh radikal bebas, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan. Daun P. canescens memiliki kandungan senyawa fenolik, tanin, alkaloid, steroid, saponin dan flavonoid yang potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan uji aktivitas antioksidan dan antitirosinase fraksi n-butanol daun sungkai secara kualittaif menggunakan kromatografi lapis tipis. Metode yang digunakan yaitu preparasi sampel dengan pembuatan simplisia yang kemudian diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil ekstrak kental kemudian difraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan n-butanol. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan, dan antitirosinase secara kualitatif menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil rendemen ekstrak etanol daun P. canescens yaitu sebesar 7,28% sedangkan rendemen fraksi yaitu 24,8%. Skrining fitokimia ekstrak etanol P. canescens mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin, saponin, dan fenol. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu fraksi n-butanol daun P. canscens berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai adanya noda kuning pucat setelah penyemprotan dengan reagen DPPH, serta berpotensi memiliki aktivitas antitirosinase secara kualitatif yang ditandai dengan adanya bercak putih pada plat KLT. Kata Kunci: DPPH, L-DOPA, Asam askorbat, Enzim  Oxidative damage in the human body can be caused by free radicals, causing various problems. P. canescens leaves contain phenolic compounds, tannins, alkaloids, steroids, saponins and flavonoids that have potential as antioxidants. The purpose of this study was to test the antioxidant and antityrosinase activity of the n-butanol fraction of sungkai leaves qualitatively using thin layer chromatography. The method used is sample preparation by making simplicia which is then extracted by maceration using 96% ethanol. The viscous extract was then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol as solvents. Furthermore, phytochemical screening, antioxidant activity, and antityrosinase tests were carried out qualitatively using thin layer chromatography. The yield of P. canescens leaf ethanol extract was 7.28%, while the fraction yield was 24.8%. Phytochemical screening of P. canescens ethanol extract containing alkaloids, flavonoids, terpenoids, steroids, tannins, saponins, and phenols. The conclusion obtained from this study is that the n-butanol fraction of P. canscens leaves has the potential to have antioxidant activity which is indicated by a pale yellow stain after spraying with DPPH reagent, and has the potential to have qualitative antityrosinase activity which is indicated by the presence of white spots on the TLC plate.
Uji Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K) Dwi Rizki Febrianti; Mahrita Mahrita; Novia Ariani; Aditya Maulana Perdana Putra; Noorcahyati Noorcahyati
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7346

Abstract

ABSTRAK Penentuan kadar sari larut air dan etanol adalah metode kuantitatif untuk jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang mampu tertarik oleh pelarut. Kedua cara yang hampir sama tersebut didasarkan ada kelarutan senyawa yang terkandung dalam simplisia. Secara turun temurun masyarakat dayak meratus dan dayak amandit menggunakan kumpai mahung (eupathorium inulifolium h.b.&k) sebagai obat diare dan malaria. Masih jarang penelitian menggunakan tanaman ini, sehingga peneliti bertujuan untuk mengetahui kadar sari larut air simplisia serbuk dan ekstrak daun kumpai mahung dengan metode yang telah ditetapkan oleh farmakope herbal. Hasil penelitian kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol tanaman kumpai mahung pada serbuk memiliki nilai 19,54% dan 16,13%. Pada ekstrak memiliki nilai 19,53% dan 14,55%. Tumbuhan yang satu family yaitu asteraceae menyebutkan bahwa kadar sari larut air tidak kurang dari 5%, yang berarti hasil memenuhi persyaratan materia medika indonesia.Kata kunci: Sari Larut Air, Sari Larut Etanol, Kumpai Mahung, AsteraceaeABSTRACT Determination of water-soluble and ethanol extract contents is a quantitative method for the amount of compound content in a simplicia that can be attracted by the solvent. Both methods are almost the same based on the solubility of the compounds contained in simplicia. For generations, the Meratus and Amandit Dayak communities use kumpai mahung (Eupathorium inulifolium H.B. & K) as a medicine for diarrhea and malaria. Research is still rare to use this plant, so researchers aim to determine the content of water-soluble extract of simplicia powder and mahung kumpai leaf extract by the method established by herbal pharmacopoeia. The results of the research showed that the concentration of water-soluble extracts and ethanol soluble extracts of this plants on the powder had values of 19.54% and 16.13%. The extracts have values of 19.53% and 14.55%. One family plant, Asteraceae, states that the water-soluble extract content is not less than 5%, which means the results meet the requirements of Indonesian medical material.Keywords:  Water Soluble Extract, Ethanol Soluble Extract
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol 96% Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) Secara In Vivo Khalid, Ega Rezkyan; Putra, Aditya Maulana Perdana; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Akbar, Nabila Hadiah; Muslimawati, Khoirunnisa; Sari, Okta Muthia
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21737

Abstract

Diabetes Melitus (DM) telah menjadi permasalahan global dan termasuk ke dalam penyakit yang paling umum di dunia. Pengobatan menggunakan herbal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi diabetes dan tumbuhan bungur (Lagerstroemia speciosa) merupakan herbal yang dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya aktivitas antidiabetes dan menentukan dosis yang memiliki efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% L. speciosa secara in vivo menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Mencit diambil darahnya pada menit ke-0 dan diberikan larutan uji sesuai kelompoknya, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (metformin), dan kelompok dosis terpilih (75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 125 mg/kgBB). Setelah 30 menit, diberikan larutan dekstrosa dan diambil darah mencit untuk diuji menggunakan pada menit ke-10, 20, 30, 45, 60, 90, dan 120 setelah pemberian dekstrosa. Hasil menunjukkan penurunan glukosa darah pada menit ke-20-30 pada seluruh kelompok perlakuan ekstrak dan kontrol positif, dimana kelompok dosis 125 mg/kgBB ekstrak L. Speciosa (159 ± 35,46) menghasilkan penurunan kadar glukosa yang tidak jauh berbeda dengan penurunan yang terjadi pada kelompok metformin (150,4 ± 46,42). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar glukosa darah kelompok perlakuan pada menit ke-30 terdapat perbedaan bermakna dengan kontrol negatif (Sig. <0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (Sig. ≥0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah Hasil uji Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) menunjukkan adanya aktivitas antidiabetes oleh ekstrak etanol 96% daun L. speciosa yang ditandai dengan adanya penurunan kadar glukosa darah pada mencit, efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% daun L. speciosa dengan dosis 125 mg/kgBB.
Co-Authors Abdul Hadi Achyadi, Ryan Akbar, Nabila Hadiah Ana Ulfah Arnida Arnida Aulia, Desy Dahlia Syahrina Darmiani, Siti Deni Setiawan Desy Aulia Difa Intannia Dyah Anggraeni Eka Kumalasari Eka Kumalasari Endang Kurniasih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fahma Lailani Febrianti, Dwi Rizki Fitria Febrianti Hafizah, Noor Hakim, Ade Syarif Hayatun Izma Helsawati Helsawati Herningtyas Nautika Lingga I Dewa Putu Pramantara Jenah, Rina Astiyani Karani Karani Khalid, Ega Rezkyan Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Lailani, Fahma Lisdawati, Nani M. Ahlun Nazir M. Arsyad Madani, Al Mahendra, Rachul Ridho Mahrita Mahrita Masran, Ulfah Maudy Namirah Raudatullis Wanda Maya Armianti Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Arsyad Muhammad Ikhwan Rizki Muliani, Putri Sari Nahdha Nahdha Nahdha Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nahdiya Rahmah Nani Lisdawati Nashrul Wathan Noor Cahaya Noorcahyati Noorcahyati Novia Ariani Nur Annisa Meilina Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Okta Muthia Sari Okta Sari, Okta Putri Nur Azizah, Putri Nur Qory Rahmat Nazri Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Fita Ramadhan, Fery Risma Dian Ariyani Riza Alfian Rizkiyah, Noor Annisa Rosanti, Diah Aulia Rustifah Rustifah Rustifah, Rustifah Saftia Aryzki Salsabila, Risma Zahra Salwa, Helmina Sandi, Dita Ayulia Dwi Saragih, Triando Hamonangan Sari, Okta Muthia Sari, Ratih Pratiwi Sari, Risa Purnama Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Silviana, Mega Siska Musiam Siti Darmiani Sofia Sofia, Sofia Susanto, Yugo Syifa Maharani Titin Nor Tjitradi, Sukhito Yohanes Ulfah Masran Wahyuni, Amaliyah Yusrine Wasiaturrahmah Yusrinie Wasiaturrahmah