Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Causes of Long Waiting Times for Outpatient Pharmaceutical Prescription Services at Hospital “X” in Padang Astiena, Adila Kasni; Khairunnisa, Mutia; Kasra, Kamal; Azmi, Fadilla
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.sup.208-220.2022

Abstract

Outpatient pharmacy services in a hospital shows the quality of health service to the community. Data from the internal quality assurance report of Hospital ”X” in Padang showed that only 93.76% of non-compounded medication and 94.6% of compounded medication recipes met the waiting time standard. This study aimed to analyze the causes of the long waiting time for outpatient pharmacy services at Hospital “X”. The type of this research was a mix-method sequential type explanatory, conducted from February until May 2022. The quantitative design was a cross-sectional study of 141 for non-concoction and 35 for compounded medication recipes determined by quota sampling. Qualitative research was conducted on seven informants by purposive sampling. Observation, in-depth interviews, and document review collected data. Results showed that the average waiting time was 84.19 (standard ≤30) minutes for non-concoction and 164.58 (standard ≤60) minutes for compounded medication recipes. The causes of the long waiting time were a need for more staff, prescriptions outside the hospital formulary, equipment errors, and medicines delivery delays. There should be a job redesign by rearranging the shift picket for pharmacy staff, regular equipment maintenance, and updating standard operating procedures related to medicines delivery to the patients.
ANALISIS SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DI PUSKESMAS MAMPU PONED KOTA PAYAKUMBUH Delviana, Delviana; Astiena, Adila Kasni
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 2 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2670

Abstract

Basic Emergency (PONED) in Improving the Quality of Services at the Capable Poned Health Centre in Payakumbuh City. The research was conducted at the Capable PONED Community Health Centre, Payakumbuh City. There were 12 informants in this research, consisting of the Head of the PONED Community Health Centre (Ibuh and Lampasi), the PONED Doctor (Ibuh and Lampasi), the PONED Midwife (Ibuh and Lampasi), the PONED Nurse (Ibuh and Lampasi), the Regional Guidance Midwife (Ibuh Dan Lampasi), and PONED Patients at the PONED Health Centre (Ibuh and Lampasi). This research uses interview and observation data analysis techniques where there are three lines of data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that overall, the Payakumbuh City PONED Capable Community Health Centre has faced various challenges and taken steps to improve the quality of PONED services. Continuous efforts are needed to ensure that all service standards and needs are met optimally for the welfare of obstetric and neonatal patients. Keywords: Implementation System, PONED, Service Quality, Payakumbuh Community 
STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LARANGAN MEROKOK DI UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2012 Elsa Maharrani; Isniati Isniati; Adila Kasni Astiena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v9i1.212

Abstract

Rokok merupakan permasalahan besar pada sepuluh tahun belakangan ini. Terdapat 4,9 juta kematian setiap tahunnya, dimana 70% dari jumlahnya terjadi di negara berkembang (TCSC-IAKMI 2008). Universitas Andalas telah menetapkan kebijakan larangan merokok di lingkungan kampus pada tahun 2011, kebijakan ini merupakan langkah untuk melindungi  perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai implementasi kebijakan larangan mero­kok di Universitas Andalas tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 17 orang.  Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan observasi, dan kemudian diolah dengan triangulasi data, sumber dan metode. Hasil penelitian menujukan bahwa dari sisi input yaitu tenaga, sarana dan dana belum memadai, sedangkan dari segi proses, implementasi kebijakan larangan merokok belum optimal dilakukan, karena masih terdapat permasalahan yang disebabkan oleh tidak adanya pengawasan dan kejelasan tanggungjawab untuk mengawasi kebijakan ini. Disarankan agar selanjutnya Universitas Andalas menyediakan alokasi dana dan memperjelas alur tanggungjawab pada implementasi kebijakan larangan merokok, serta menetapkan sanksi bagi yang melanggar larangan merokok.
Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas Fricia, Deyana; Astiena, Adila Kasni; febrian, Febrian
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.11990

Abstract

Rumah sakit UNAND sudah menerapkan rekam medis elektronik pada tahun 2023. Dimana unit yang baru menerapkan rekam medis elektronik adalah instalasi gawat darurat, ruang intensive dan rawat inap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif berupa perhitungan biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya investasi sebesar Rp 30.272.582,6, biaya operasional sebesar Rp 128.421.834 dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1.990.000. Total biaya pada penggunaan rekam medis elektronik di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND sebesar Rp 160.684.417. 
Analysis of the Relationship between Knowledge Level and PPI Implementation in the Emergency Room of a Community Health Center Syahnur, Citra Septiyenri; Lestari, Yuniar; Astiena, Adila Kasni
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i4.2447

Abstract

Healthcare-associated infections are a global health challenge, not only as a patient safety issue but also as a major driver of antimicrobial resistance. Efforts to prevent and minimize the occurrence of healthcare-associated infections are called infection prevention and control (IPC). The Emergency Department (ED) has the potential for healthcare-associated infections. This study aims to determine the relationship between knowledge levels and the implementation of Infection Prevention and Control (IPC) in the Emergency Department of Community Health Centers in Padang City. This study used a mixed method research method, which combines quantitative and qualitative research types in one research activity with an explanatory sequential design. The population in this study were all healthcare workers working in the Emergency Department of the Padang City Community Health Center, with a sample of 55 people. The study was conducted in February 2024. The results found that 69.1% of respondents were under 46 years old, 96.4% were female, and 72.7% had a D3 educational background. A total of 61.8% had high knowledge. Compliance with PPI implementation was recorded at 38.2%. There is a significant relationship between knowledge and compliance with the implementation of PPI, health workers in the Emergency Department of the Community Health Center with high knowledge are 4.25 times more likely to comply with implementing PPI. Recommendations for improving compliance with PPI implementation are to formulate PPI policies, implement PPI education and training, and strengthen the implementation of monitoring, evaluation, and reporting.
Gambaran Dukungan Keluarga Penderita HIV Di Kota Pariaman Oktalina, Dyanti; Astiena, Adila Kasni; Lestari, Yuniar; Hardisman, Hardisman; Triana, Vivi; Fadrian, Fadrian
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1761

Abstract

Jumlah penderita HIV di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini memerlukan strategi penanggulangan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran keluarga dalam mendampingi penderita HIV. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah penderita HIV di Kota Pariaman dengan sampel 54 orang yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita berusia ≤ 40 tahun (66,7%), berjenis kelamin laki-laki (77,8%), memiliki pendidikan tinggi (88,9%), bekerja (74,1%), dan tinggal bersama keluarga (85,2%). Bentuk pendampingan keluarga yang ditemukan antara lain dukungan emosional sebagian besar masih kurang (57,4%), sedangkan dukungan informasional (51,9%), instrumental (51,9%), dan penghargaan (57,4%) tergolong baik.Keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi penderita untuk minum obat secara teratur dan menjaga kualitas hidup. Pendampingan yang konsisten dapat memperkuat kepercayaan diri penderita HIV.
Analisis Pelaksanaan Siklus Manajemen Puskesmas pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di Puskesmas Kota Padang Darsun, Celsia Krisanti; Firdawati, Firdawati; Astiena, Adila Kasni
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.579

Abstract

Sejak pandemi Covid-19, puskesmas menghadapi banyak tantangan dalam melaksanakan siklus manajemen puskesmas dengan baik, terutama di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pada tahun 2020, dari 23 puskesmas di Kota Padang, hanya 8 puskesmas berkinerja manajemen baik, sedangkan 22 puskesmas lainnya berkinerja cukup. Hal ini jauh menurun dibandingkan pada tahun 2019 dimana terdapat 18 Puskesmas yang berkinerja baik dan 5 Puskesmas sisanya berkinerja cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai pelaksanaan siklus manajemen puskesmas berdasarkan metode P1-P2-P3 pada masa AKB. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan 15 orang terdiri dari kepala puskesmas dan kepala tata usaha dari 6 puskesmas terpilih dan 2 informan dari Dinas Kesehatan Kota Padang, dilakukan pada rentang waktu Desember 2021 dan April 2022. Hasil penelitian diketahui bahwa proses P1 dilakukan dengan melibatkan lebih sedikit orang, dilakukan bertahap melalui penanggungjawab upaya kemudian ke tim PTP, dan tidak semua rangkaian kegiatan dapat terlaksana, proses P2 dilakukan dalam bentuk apel pagi, briefing/meeting staf serta lokmin yang frekuensinya berkurang, bertahap melalui pralokmin perupaya dengan metode online/offline kemudian dilanjutkan ke forum lokmin. Proses P3 dilakukan oleh Pj upaya, berjenjang ke kepala puskesmas, sedangkan pengawasan eksternal dari dinas kesehatan jarang dilakukan, sebagian besar melalui WA grup. Siklus manajemen puskesmas di Kota Padang pada masa AKB tidak terlaksana dengan baik, namun penyesuaian untuk pelaksanaan pralokmin per upaya sebelum pelaksanaan lokmin dianggap lebih efektif dan efisien di masa AKB dan masih digunakan beberapa puskesmas sampai saat sekarang ini.
PERBANDINGAN BIAYA PELAYANAN RAWAT JALAN POLIKLINIK JANTUNG DENGAN REALISASI KLAIM BPJS KumalaSari, Intan; Lestari, Yuniar; Astiena, Adila Kasni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2590

Abstract

 Latar Belakang : RSI Ibnu Sina Simpang Empat merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C. Pada instalasi rawat jalan RSI Ibnu Sina Simpang Empat, jumlah kunjungan pasien penyakit jantung selama tahun 2019 adalah 14% dari semua kunjungan di Poliklinik, dimana 97% merupakan pasien BPJS. Penyakit jantung mengeluarkan biaya terbanyak dalam pengobatanya yakni sebesar Rp 667.983.229 pada triwulan pertama awal tahun 2019 dan masih terdapat selisih minus sebesar -Rp 340.246.429 setelah klaim dibayarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian yang dapat berdampak pada pendapatan rumah sakit. Metoda : Jenis penelitian ini merupakan penelitian campuran yang berbentuk Sekuensial eksplanatori.  Sampel digunakan  secara perfosif pada tiga diagnosis utama pada Poliklinik Jantung selama tahun 2019-2020. Hasil : Selisih biaya negatif yang sangat besar terjadi pada diagnosis Congestive Heart Failure  dengan disertai Atherosclerotic heart disease (I.50.0;I25.1) di tahun 2019 yakni -125%, diikuti diagnosis Atherosclerotic heart disease (I25.1) sebesar -17% dan Congestive Heart Failure (I50.0) sebesar -19%.  Dengan adanya kebijakan manajemen menyebabkan terjadi keuntungan di tahun 2020 pada diagnosis tersebut secara berturut-turut sebesar 26%, 23%, dan 34 % dimana proses pelayanan yang mengeluarkan biaya terbesar berasal dari pembiayaan obat. Kesimpulan : Kebijakan pelayanan pengajuan klaim BPJS di RSI Ibnu Sina Simpang Empat dapat menekan kerugian yang terjadi  di Poliklinik Jantung tahun 2019 menjadi keuntungan di tahun 2020.
Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas Fricia, Deyana; Astiena, Adila Kasni; febrian, Febrian
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.11990

Abstract

Rumah sakit UNAND sudah menerapkan rekam medis elektronik pada tahun 2023. Dimana unit yang baru menerapkan rekam medis elektronik adalah instalasi gawat darurat, ruang intensive dan rawat inap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif berupa perhitungan biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya investasi sebesar Rp 30.272.582,6, biaya operasional sebesar Rp 128.421.834 dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1.990.000. Total biaya pada penggunaan rekam medis elektronik di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND sebesar Rp 160.684.417. 
PROGRAM “ASMARA - AYO SELAMATKAN MASA REMAJA” UNTUK MENCEGAH PERILAKU BERISIKO PADA SISWA SMPN 23 PADANG: Capacity Enhancement of Adolescent Health Cadres Through the Asmara - Let's Save Adolescence Program to Prevent Risky Behavior Among Students of 23 Junior High School, Padang Yetti, Husna; Burhan, Ida Rahmah; Rasyid, Rosfita; Lestari, Yuniar; Semiarty, Rima; Astiena, Adila Kasni; Fadila, Zurayya; Silvia, Nelmi; Abdiana; Machmud, Rizanda; Firdawati; Hardisman
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i3.798

Abstract

Adolescence is a transitional period that is vulnerable to the emergence of risky behaviors, such as smoking, promiscuity, and lack of health concern. These behaviors can negatively impact adolescent growth and development physically, mentally, and socially. This community service activity aims to increase knowledge and awareness regarding preventing risky behaviors through a health education program for students of SMPN 23, Padang City. The activity methods include preparation and problem identification stages, coordination with partners, and implementation stages, including interactive counseling, group discussions, and distribution of leaflets and promotional banners. The first day of education targeted all students in grades VII and VIII of SMPN 23 Padang. On the second day, education focused on members of the Adolescent Health Cadre (KKR) and the Student Council (OSIS), totaling 27 people. Evaluation was carried out with pre-tests and post-tests to measure the increase in knowledge. The activity results showed a significant increase in the average knowledge score of the cadre students (77.78 to 94.07). In addition, the students showed enthusiasm and active involvement throughout the activity. This educational activity was successfully implemented smoothly and brought about an increase in knowledge among students, KKR cadres, and OSIS. Cadre students understand their role and are expected to be able to serve as peer educators when their peers encounter health issues or risky behavior. Similar activities, involving teachers and parents, need to be implemented continuously to optimize risky behavior prevention.