Octavianus Hendrik Alexander Rogi
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MANADO CITY HOTEL. Waterfront Architecture Nur, Ady I. A.; Rondonuwu, Dwight M.; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23690

Abstract

City Hotel merupakan sebuah tempat dengan pelayanan akomodasi bagi para wisatawan dan business traveler. Sebuah Gedung City Hotel pada umumnya berfungsi  sebagai tempat tinggal sementara bagi para wisatawan dan business traveler. Kota Manado sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Utara menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dan business traveler dengan arus wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya. Karena kota Manado merupakan kota Waterfront sehingga Waterfront Architecture dapat diterapkan pada objek City Hotel.Tujuan utama dari perancangan objek ini adalah untuk merancang hotel yang bukan hanya sebagai tempat untuk menginap namun memaksimalkan potensi dan keindahan pesisir kota Manado untuk water activity bagi tamu hotel, untuk memudahkan para wisatawan dan business traveler untuk dapat dengan mudah mengakses pusat kota Manado dan kawasan wisata bahari di sekitar kota Manado, serta memaksimalkan kawasan waterfront objek rancangan untuk menjadi salah satu tempat rekreasi bagi tamu yang menginap maupun hanya datang untuk menikmati kawasan waterfront.Pendekatan dalam proses perancangan menggunakan pendekatan metode desain generasi ke-dua dari Horst Rittel melalui kajian tipologi objek, analisis tapak dan lokasi yakni dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan konsep tematik serta transformasi konsep.Hasil dari proses perancangan desain terdiri dari, layout,site plan,denah,tampak,potongan,perspektif,dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterfront Architecture diterapkan pada  site plan City Hotel yang dimana area tepi air site diolah dengan menempatkan area promenade,water fountain and splash, serta taman tepi air, pembuatan dalam site dan sekitar bangunan untuk lebih mendekatkan tema dengan objek rancangan yang juga berfungsi sebagai pengarah dalam site, orientasi masa bangunan yang diutamakan menghadap arah laut dan fasade bangunan dengan bukaan yang besar untuk memaksimalkan view laut..Kata kunci : City Hotel, Waterfront Architecture, Kota Manado 
PERANCANGAN FLOATING HOTEL RESORT DI SELAT LEMBEH. Floating Architecture Mosesa, Sola G. P.; Franklin, Papia J. C.; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23700

Abstract

 Keindahan alam bawah laut di Selat Lembeh menjadi primadona pariwisata di Bitung sehingga mengundang wisatawan untuk berkunjung. Jumlah wisatawan dari tahun ke tahun baik dari nusantara maupun mancanegara terus bertambah secara signifikan. Melihat fenomena tersebut, maka perlu wadah dalam hal ini akomodasi yang dapat menampung aktivitas wisatawan yang datang berwisata, berekreasi, dan menikmati keindahan alam, terutama alam bawah lautnya. Tujuan perancangan ini adalah merancang Floating Hotel Resort di Selat Lembeh yang dapat menampung aktivitas wisatawan serta mengintegrasi aktivitas manusia dengan keindahan alam di Selat Lembeh dengan standar kebutuhan dan kenyamanan yang ada.Hotel resort ini dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional dan menggunakan metode glass box. Dalam perancangan konsep menggunakan proses desain dari Horst Rittel yaitu mekanisme pengembangan varietas-reduksi varietas. Proses desain ini berupa gagasan awal yang diolah berdasarkan data dan pertimbangan yang ada, kemudian disajikan menjadi beberapa alternative terbaik yang selanjutnya akan diseleksi atau menggabungkan beberapa alternative untuk mendapatkan satu alternative konsep terbaik.  Tema Floating Architecture diterapkan pada struktur bangunan. Bangunan menjadi setengah tenggelam di permukaan air dan dapat mengeskplor keindahan alam bawah laut di Selat Lembeh tanpa merusak biota lautnya, sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan selagi beraktivitas atau beristirahat. Sistem ballast kapal dan sistem tambat diterapkan pada bangunan ini untuk menjaga bangunan tetap stabil dari beban dinamik bangunan maupun arus laut dan angin.   Kata kunci: Hotel Resort, Selat Lembeh, Floating Architecture, Mekanisme Pengembangan Varietas-Reduksi Varietas
Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development di Kota Manado Rawis, Gloria Mariane; Rogi, Octavianus H. A.; Rengkung, Michael M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas yang meningkat menyebabkan perkembangan transportasi di Kota Manado, namun juga memicu kemacetan. Sebagai solusi, penerapan konsep TOD merupakan pendekatan alternatif dalam mengatasi permasalahan transportasi, tujuan utama TOD adalah menciptakan kawasan yang terintegrasi dan efisien yang menggabungkan berbagai fungsi (mixed-use), memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, serta mendukung mobilitas pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripstif kuantitatif dengan proses analisis spasial yang dilakukan pada lima lokasi potensial zona TOD di Kota Manado yakni zona Malalayang, Zona Pusat Kota, zona Tuminting, zona Paal Dua dan zona Kota Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua zona potensial belum memenuhi standar ideal baik variabel design, diversity maupun density, dengan zona Pusat Kota (PPK) sebagai yang paling mendekati kriteria TOD terutama pada aspek desain jalur pedestrian dan keberagaman fungsi lahan, sementara zona Malalayang, Tuminting, Paal Dua, dan Kota Baru masih mengalami kekurangan signifikan dalam fasilitas pedestrian, kepadatan bangunan, serta integrasi moda transportasi. Analisis gap mengungkap perlunya peningkatan eksisting variabel penyusun TOD, dengan prioritas pengembangan berdasarkan metode AHP berturut-turut pada Pusat Kota (skor 0,332), Malalayang (skor 0,287), Paal Dua (skor 0,277), Kota Baru (skor 0,193), dan Tuminting (skor 0,182), di mana zona dengan kesiapan rendah membutuhkan perencanaan pengadaan awal yang lebih besar dari pemerintah dan pemangku kepentingan agar mencapai standar dari pengembangan kawasan TOD.Population growth and increased activity have driven transportation development in Manado City but have also led to traffic congestion. As a solution, the implementation of the Transit Oriented Development (TOD) concept offers an alternative approach to addressing transportation problems. The primary goal of TOD is to create integrated and efficient areas that combine various functions (mixed-use), have high density levels, and support pedestrian mobility. This study employs a quantitative descriptive analysis method combined with spatial analysis conducted across five potential TOD zones in Manado City: Malalayang, Pusat Kota, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru. The results indicate that nearly all potential zones have yet to meet the ideal standards in terms of design, diversity, and density variables. The Pusat Kota zone (PPK) is closest to the TOD criteria, particularly regarding pedestrian pathway design and land use diversity, while Malalayang, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru still face significant deficiencies in pedestrian facilities, building density, and transportation mode integration. Gap analysis reveals the need to improve the existing TOD components, with development priorities based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) scores in the following order: Pusat Kota (0.332), Malalayang (0.287), Paal Dua (0.277), Kota Baru (0.193), and Tuminting (0.182). Zones with lower readiness require more extensive initial planning and support from the government to receive TOD development standards
Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development di Kota Manado Rawis, Gloria Mariane; Rogi, Octavianus H. A.; Rengkung, Michael M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas yang meningkat menyebabkan perkembangan transportasi di Kota Manado, namun juga memicu kemacetan. Sebagai solusi, penerapan konsep TOD merupakan pendekatan alternatif dalam mengatasi permasalahan transportasi, tujuan utama TOD adalah menciptakan kawasan yang terintegrasi dan efisien yang menggabungkan berbagai fungsi (mixed-use), memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, serta mendukung mobilitas pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripstif kuantitatif dengan proses analisis spasial yang dilakukan pada lima lokasi potensial zona TOD di Kota Manado yakni zona Malalayang, Zona Pusat Kota, zona Tuminting, zona Paal Dua dan zona Kota Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua zona potensial belum memenuhi standar ideal baik variabel design, diversity maupun density, dengan zona Pusat Kota (PPK) sebagai yang paling mendekati kriteria TOD terutama pada aspek desain jalur pedestrian dan keberagaman fungsi lahan, sementara zona Malalayang, Tuminting, Paal Dua, dan Kota Baru masih mengalami kekurangan signifikan dalam fasilitas pedestrian, kepadatan bangunan, serta integrasi moda transportasi. Analisis gap mengungkap perlunya peningkatan eksisting variabel penyusun TOD, dengan prioritas pengembangan berdasarkan metode AHP berturut-turut pada Pusat Kota (skor 0,332), Malalayang (skor 0,287), Paal Dua (skor 0,277), Kota Baru (skor 0,193), dan Tuminting (skor 0,182), di mana zona dengan kesiapan rendah membutuhkan perencanaan pengadaan awal yang lebih besar dari pemerintah dan pemangku kepentingan agar mencapai standar dari pengembangan kawasan TOD.Population growth and increased activity have driven transportation development in Manado City but have also led to traffic congestion. As a solution, the implementation of the Transit Oriented Development (TOD) concept offers an alternative approach to addressing transportation problems. The primary goal of TOD is to create integrated and efficient areas that combine various functions (mixed-use), have high density levels, and support pedestrian mobility. This study employs a quantitative descriptive analysis method combined with spatial analysis conducted across five potential TOD zones in Manado City: Malalayang, Pusat Kota, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru. The results indicate that nearly all potential zones have yet to meet the ideal standards in terms of design, diversity, and density variables. The Pusat Kota zone (PPK) is closest to the TOD criteria, particularly regarding pedestrian pathway design and land use diversity, while Malalayang, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru still face significant deficiencies in pedestrian facilities, building density, and transportation mode integration. Gap analysis reveals the need to improve the existing TOD components, with development priorities based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) scores in the following order: Pusat Kota (0.332), Malalayang (0.287), Paal Dua (0.277), Kota Baru (0.193), and Tuminting (0.182). Zones with lower readiness require more extensive initial planning and support from the government to receive TOD development standards
PUSAT PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA MANADO: Arsitektur Inklusif Sangkay, Visilia C.; Rogi, Octavianus H. A.; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66664

Abstract

Perancangan Objek Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Manado dengan pendekatan Arsitektur Inkusif dilatarbelakangi dari factor sumber daya manusia, yaitu penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas sering dianggap tidak mampu dan memerlukan perhatian khusus oleh masyarakat sekitar. Minimnya fasilitas, layanan pelatihan, dan penyediaan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas menjadi hambatan dalam beraktivitas di tengah Masyarakat. Pendekatan Arsitektur Inklusif dalam perancangan ini tidak hanya menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, tetapi bisa memberi kesempatan bagi kaum ini untuk mengikuti pelatihan dan program pembelajaran sesuai dengan klasifikasi penyandang disabilitas yang ada. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode konsep Pengembangan Varietas-Reduksi Varietas (PV-RV) oleh Horst Rittel, yang memuat identifikasi permasalahan dan penentuan solusi akhir, yang mana mencakup nilai akhir optimal untuk perancangan bagi pengguna utama dari objek perancangan ini, yakni penyandang disabilitas dengan klasifikasi, yaitu Tunanetra, Tunadaksa, Tunawicara, Tunarungu dan Tunaganda. Objek perancangan ini memuat ruang serta area yang inklusif, di dalamnya digunakan penerapan prinsip desain yang aksesibel, fleksibel, ergonomis, serta penerapan secara sensory design dan deaf space. Ruang yang tersedia dalam objek ini ialah ruang privat untuk ruang pelatihan, ruang serbaguna, akomodasi, ruang penunjang, ruang pengelola, area UMKM Inkubasi, kebun, taman dan area parkir. Desain yang responsif dan pengadaan fasilitas serta program pendidikan yang diterapkan dalam perancangan ini diharapkan dapat mewadahi seluruh aspek aktivitas bagi penyandang disabilitas. Kata Kunci: Penyandang Disabilitas, Inclusive Design, Universal Design, Manado
CO-WORKING SPACE DI KOTA MANADO: The Poetics of Space Rompas, Syalomita V. R.; Rogi, Octavianus H. A.; Rondonuwu , Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66722

Abstract

Perkembangan pola kerja dan belajar yang fleksibel dan kolaboratif di era digital ini mendorong lahirnya perancangan Co-Working Space di Kota Manado dengan tema The Poetic of Space untuk memberikan pengalaman ruang yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengguna. Metode perancangan yang digunakan Adalah metode Varietas-Reduksi Varietas oleh Horst Rittel yang pada prosesnya melibatkan peran dari berbagai sumber sebagai alternatif untuk mendapatkan satu solusi terbaik bagi perancangan objek ini. Objek Co-Working Space dirancang pada lahan seluas satu hektar yang berkontur dengan pengaturan ruang dalam dan ruang luar yang terdiri dari perkantoran, learning facility, cafe, dan kantor pengola. Ruang dalam dan luar dirancang sedemikian rupa dengan mengimplementasikan 5 dari 10 prinsip tema The Poetic of Space, yaitu Intimate Immensity, The Significant of The Hut, The Dialtetics of Outside and Inside, Drawers, Chests, and Wardrobe, dan Corner. Keseluran objek ini dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan dari pendekatan tematik yang fokus memainkan emosi pengguna dari berbagai aspek arsitektur, dalam rangka memberikan pengalaman ruang yang berkesan dan dapat menunjang aktivitas bekerja dan belajar pengguna. Kata Kunci: co-working space, the poetics of space, pengalaman ruang, Kota Manado
Co-Authors -, Suryono Adriana Renwarin, Adriana Alfonsa Londar, Alfonsa Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda Sembel Anasiru, Mohammad M. Anastasya E. Rambi, Anastasya E. Andi A. M. Malik Anggreny Purukan Ardi C. Ogelang Arviro Eman Bongi, Anastasia Conny Kandoli Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Datunsolang, Rifqi Akbar Deddy Erdiono Durand, Deo Victor Dwars Soukotta Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Elda Siska Sinuraya Esli D. Takumansang Fela Warouw Fennyrian Masarrang Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gijoh, Christ H. Hendriek H. Karongkong Hengkelare, Sularso H. S. Hengkelare, Sularso H.S Herry Kapugu Horhoruw, Hanni Alfio Ingerid Moniaga Irjadi, Arif Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kevin Usman Kokalinso, Febrianti Margaretha Kolibu, Eunike T. Kowal, Rolando Rischi Kristian Pabeta Kristin N. Johannis Lakat, Ricky S. M. Laming, Magdalena Laming, Magdalena Y. Lasabuda, Muh. Herbian S.P. Leidy M. Rompas Linaldo, Joseph L. A. Linda Tondobala Lintong, Lucky A. Lolokada, Theresia Wangi Longaris, Sendy Magdalena, Enggrila D. Makagiansar, Trifosa Mario D. M. Maahury, Mario D. M. Marshel Pua, Marshel Michael M Rengkung, Michael M Michael M. Rengkung Mosesa, Sola G. P. Muaya, Richie Novalin Y. Titiheru Nur, Ady I. A. P, Norlyvia Jaya Toding Pakaya, Gina A. Palindang, Winda Pangkey, Claudia Pantouw, Christy E Papia J. C. Franklin Pelealu, Veronica L. Pello, Pingkan S. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinontoan, Billy J. Poli Hanny, Poli Quedarusman, Claudia A. R. J. Poluan, R. J. Rachmatullah, Michael Rawis, Gloria Mariane Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rompas, Syalomita V. R. Rondonuwu , Dwight M. Rondonuwu, Dwight Roosje J Poluan Roosje J. Poluan Rukait, Sherina B. Rumayar, Gerika Sadewi, Yohan C. Salatun, Sri Ratni Sangkay, Visilia C. Sangkertadi Sangkertadi Sarapang, Herni Tandi Sawo, Milano Khemal Sela, Rieneke L.E Sembiring, Agita R. Sgerlen M. Tunas Siregar, Frits O Sondakh, Sharon Costansye Sonny Tilaar Steven Lintong Steven R. Kamurahan Sumarandak, Michelle M. Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono . Tambajong, Gifly Jeremy Tangkudung, Fitri Meylinda Tendean, Susi Cinthya Tinaiy, Arflandi Michael Tjoa, Savy C.N. Tomigolung, Billy Adiputra Tompodung, Injilly Tulangow, Pingkan K Tumbelaka, Isabella S. Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H Makarau, Vicky H Vicky H. Makarau Vinny Wasty Nanariain, Vinny Wasty Wahyudi Siswanto Wakari, Viona V. Walintukan, Casey C Wenur, Fabian Bill Zanuddin, Rian