Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Resiliensi Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Pada Skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang Sulawesi Selatan: Institutional Resilience of Forest Farmer Groups in The Community Forestry Scheme in Kindang Sub-district, South Sulawesi Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus Florianus Sera; Selanno, Frenly Marvi; Lamanda, Sukriati Andesti; Samad, Radhiatunnisa S; Sari, Puspa; Apriani, Nurul
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22878

Abstract

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat membutuhkan kelembagaan lokal yang kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan dalam skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret–April 2025 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan kelembagaan berada pada tingkat sedang dengan variasi di berbagai dimensi. Struktur organisasi telah ditetapkan secara formal tetapi belum berfungsi sepenuhnya karena dominasi kepemimpinan dan distribusi wewenang yang tidak merata. Partisipasi anggota masih bersifat simbolis, karena pengambilan keputusan sebagian besar bersifat top-down. Aturan internal ada tetapi diterapkan secara tidak konsisten karena lemahnya sosialisasi, pemantauan, dan penegakan sanksi. Hubungan eksternal relatif kuat tetapi sangat bergantung pada fasilitator, sehingga membatasi independensi internal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan kelembagaan hanya dapat dicapai melalui penguatan fungsi organisasi, peningkatan partisipasi anggota, kepastian penegakan aturan yang konsisten, dan pembinaan jaringan kolaboratif dengan aktor eksternal guna mendukung pengelolaan hutan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Stagnasi Skema Hutan Tanaman Rakyat di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan: Stagnation of Community Plantation Forest in Barru Regency, South Sulawesi S. Samad, Radhiatunnisa; Samad, Sofyan; Rusadi, Nusrah; Trianingtyas, Andhira; Hartati, Bunga Resa; Putra, Rizki Auliansyah; Putro, Dhymas Sulistyono
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.23973

Abstract

The Community Plantation Forest (CPF) program was established as a policy instrument to expand community access to forest management, support forest rehabilitation, and improve local livelihoods. However, its implementation in Barru Regency, which holds one of the largest allocations of HTR permits in South Sulawesi, has remained stagnant since the early phase of the program. This study aims to identify the factors influencing the implementation of HTR management and to examine community interest in the program. Data were collected through field observations and interviews conducted with Forest Farmer Group’s (FFGs) using a key informant sampling method. The factors affecting policy implementation were analyzed across five dimensions: policy, institutional arrangements, stakeholders, human resources, and forest resources. The findings indicate that strengthening community capacity and institutional structures, enhancing stakeholder collaboration, and implementing consistent monitoring and evaluation mechanisms are essential to improving the performance and long-term sustainability of the HTR program in Barru Regency.
AGROFORESTRI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN SISWA SMK PERTANIAN Rusadi, Nusrah; Ersani, Erry; Sihombing, Dewi Elfrida; Kertiyasa, I Kadek Yoga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35189

Abstract

Abstrak: Isu degradasi lingkungan dan rendahnya kesadaran ekologis generasi muda menjadi tantangan penting di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan mengenalkan agroforestri berbasis pohon lokal kepada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik penanaman dengan melibatkan 40 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test masing-masing 10 pertanyaan, serta observasi partisipasi siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman signifikan, dengan rata-rata skor kelas X meningkat 13,2% dan kelas XI 11,5%. Partisipasi siswa aktif pada sesi diskusi dan praktik penanaman bibit kelor, jambu mete, lamtoro, merbau, dan kayu putih. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman (hands-on learning) efektif menumbuhkan literasi ekologi dan keterampilan praktis. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan klub lingkungan dan pendampingan praktik penanaman agroforestri untuk mendukung kesadaran ekologis siswa berkelanjutan.Abstract: The issues of environmental degradation and low ecological awareness among the younger generation are important challenges in East Nusa Tenggara. This community service activity aims to improve environmental literacy and introduce agroforestry based on local trees to students at the Kupang State Agricultural Vocational School. The implementation methods include socialization, interactive discussions, and planting practices involving 40 students in grades X and XI. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 10 questions each, as well as observation of student participation. The results showed a significant increase in understanding, with the average score for grade X increasing by 13.2% and grade XI by 11.5%. Students actively participated in discussion sessions and planting practices of moringa, cashew, lamtoro, merbau, and eucalyptus seedlings. These findings confirm that experiential contextual learning (hands-on learning) is effective in fostering ecological literacy and practical skills. Recommendations for follow-up include the formation of an environmental club and mentoring in agroforestry planting practices to support students' ongoing ecological awareness.