Articles
Pengaruh Senam Hipertensi Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Panti Wreda Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta
Hernawan, Totok;
Rosyid, Fahrun Nur
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jurkes.v10i1.5489
Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia umumnya adalah penurunan fungsi organ yang memicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif termasuk hipertensi. Penyakit degeneratif pada lansia jika tidak ditangani dengan baik maka menurunkan kualitas hidup lansia. Hipertensi merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak di alami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi lansia terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Panti Wredha Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan preexperiment design One Group Pre test-post test. Pengumpulan data menggunakan Sphygmomanometer air raksa, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penelitian ini adalah tekanan darah sebelum pemberian intervensi sebagian besar adalah prehypertension (39%), tekanan darah setelah pemberian intervensi senam hipertensi sebagian besar adalah normal (56%), danterdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang Surakarta (p-value = 0,001).
Peningkatan Pengetahuan dan Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Melalui Pendidikan Kesehatan
Rosyid, Fahrun Nur;
Hudiawati, Dian;
Kristinawati, Beti
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2019): 2019
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v7i2.1453
ABSTRAKPrevalensi diabetes mellitus (DM) telah meningkat tajam baik di dunia maupun di Indonesia. DM dengan hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kelainan dan kegagalan di berbagai organ tubuh, terutama saraf, jantung, ginjal, mata dan pembuluh darah. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan, upaya pencegahan dan membentuk sikap positif tentang DM. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendidikan kesehatan adalah metode ceramah dan demonstrasi. Hasil kegiatan pendidikan kesehatan dengan model ceramah dan demonstrasi memiliki dampak positif pada pengetahuan, upaya pencegahan dan sikap peserta tentang DM. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan, upaya pencegahan dan sikap positif peserta terhadap DM.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Pencegahan, DM
Hubungan Nilai Ankle Brachial Index Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Safitri, Liana;
Rosyid, Fahrun Nur
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 11, No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bik.v11i2.10578
One complication of Type 2 Diabetes Mellitus that affects the peripheral nervous system is Peripheral Artery Disease (PAD). PAD can be detected by checking the Ankle Brachial Index (ABI). PAD diagnostic tests with greater ABI accuracy are likely to reflect changes in a person's quality of life related to the conditions experienced. The purpose of this study was to determine the relationship between ABI values with the quality of life of people with DM. This type of research is analytic (survey) using a cross sectional approach. The sample used in this study were 44 type 2 DM patients in the Surakarta City branch of Persadia. The sampling technique used was purposive sampling. The instrument used to record data using a questionnaire, sphygmomanometer and stethoscope. Based on the analysis using the Chi-Square test, the value of p = 0.010 (p
Pengaruh Senam Hipertensi Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Panti Wreda Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta
Totok Hernawan;
Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v10i1.5489
Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia umumnya adalah penurunan fungsi organ yang memicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif termasuk hipertensi. Penyakit degeneratif pada lansia jika tidak ditangani dengan baik maka menurunkan kualitas hidup lansia. Hipertensi merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak di alami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi lansia terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Panti Wredha Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan preexperiment design One Group Pre test-post test. Pengumpulan data menggunakan Sphygmomanometer air raksa, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penelitian ini adalah tekanan darah sebelum pemberian intervensi sebagian besar adalah prehypertension (39%), tekanan darah setelah pemberian intervensi senam hipertensi sebagian besar adalah normal (56%), danterdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang Surakarta (p-value = 0,001).
Hubungan Nilai Ankle Brachial Index Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Liana Safitri;
Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 11, No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bik.v11i2.10578
One complication of Type 2 Diabetes Mellitus that affects the peripheral nervous system is Peripheral Artery Disease (PAD). PAD can be detected by checking the Ankle Brachial Index (ABI). PAD diagnostic tests with greater ABI accuracy are likely to reflect changes in a person's quality of life related to the conditions experienced. The purpose of this study was to determine the relationship between ABI values with the quality of life of people with DM. This type of research is analytic (survey) using a cross sectional approach. The sample used in this study were 44 type 2 DM patients in the Surakarta City branch of Persadia. The sampling technique used was purposive sampling. The instrument used to record data using a questionnaire, sphygmomanometer and stethoscope. Based on the analysis using the Chi-Square test, the value of p = 0.010 (p
Reducing Sleep Disturbance by Using Slow Deep Breathing and Dhikr in Cancer Patients During Chemotherapy
Fahrun Nur Rosyid;
Beti Kristinawati;
Nurlaila Fitriani;
Sugiyarti;
Ahmad Fadhlur Rahman
Nusantara Science and Technology Proceedings Federation of Islamic Medical Associations
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/nstp.2022.2207
This study aims to investigate the effects of slow deep breathing (SDP) and dhikr on sleep disturbance in cancer patients during chemotherapy. This study used a Quasi-experiment design. A total of 44 cancer patients experiencing chemotherapy who met the inclusion criteria were divided into 2 groups of 22 patients. The treatment group practiced SDB and dhikr, while the control group practiced normal breathing. This intervention was performed for 30 minutes and repeated for 3 cycles of chemotherapy. Furthermore, sleep disturbance is measured by the Pittsburgh Sleep Quality Index sheet. The data is analyzed using the Paired t-test, independent t-test, and Chi-square test with a significance limit of p <0.05. The result after 3 treatment cycles, sleep disturbances decreased in the treatment group from 7.64 ± 2.19 to 6.73 ± 1.78 or decreased by 0.91 ± 1.54, but in the control group, there was an increase from 5.00 ± 1 .90 to 5.18 ± 1.99 or an increase of 0.18 ± 0.85. The analysis results of SDP and dhikr effect on sleep disturbance in cancer patients during chemotherapy is significant (p=0.010). This study concludes SDB, and Dhikr can reduce sleep disturbance in cancer patients during chemotherapy.
EDUKASI TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER BAGI KELOMPOK BERESIKO
Beti Kristinawati;
Siti Rahmawati;
Fahrun Nur Rosyid;
Daviq Bagus S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.142 KB)
Tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi seorang individu dalammelakukan tindakan pencegahan terhadap resiko berkembangnyasuatu penyakit. Penderita hipertensi, diabetes militus,hiperkolesterolemia dan obesitas merupakan kelompok beresikomenderita penyakit jantung koroner. Resiko dapat dicegah apabilapenderita memiliki pengetahuan dan mampu menerapkan gaya hidupsehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko dan sebagai upayapreventif terjadinya peningkatan jumlah penderita bagi kelompokberesiko. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalahwarga Desa Drono yang masuk dalam kelompok berisiko menderitajantung koroner. Metode yang digunakan oleh tim adalah ceramahdan demonstrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatdidapatkan hasil terjadinya peningkatan pengetahuan antarasebelum dan setelah edukasi yang ditunjukkan dengan 7 pertanyaanyang mampu dijawab sebelum edukasi 2-3 dan setelah edukasi 5-6.Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan yang telah dilakukan padamasyarakat yang beresiko jantung koroner dapat meningkatkanpengetahuan dan diharapkan mampu meningkatkan upayapencegahan dan sikap positif masyarakat terhadap penyakit jantungkoroner.
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN STIMULASI SARAF ELEKTRIK TENS DAN TERAPI ES TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN SIMPLE FRAKTUR DIRUANG PREMEDIKASI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSU HAJI SURABAYA
Fahrun Nur Rosyid;
Dony Dwi Purnama Putra
Gaster Vol 7 No 2 (2010): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.286 KB)
Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Salah satu penatalaksanaan untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan menggunakan Stimulasi Elektrik Saraf Transkutan (TENS) dan terapi es, sebagai metode pereda nyeri nonfarmakologis, terhadap manajemen nyeri pada pasien Simple Fraktur di ruang premedikasi Instalasi Bedah Sentral RSU Haji Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain One-group pra-post test, dengan populasi penelitian adalah semua pasien Simple Fraktur yang akan menjalani operasi di ruang premedikasi Instalasi Bedah Sentral RSU Haji Surabaya. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik sampling purposive dari populasi yang sudah memenuhi kriteria inklusi sebanyak 12 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Stimulator Saraf Elektrik Transkutan (TENS) dan terapi es. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah intensitas nyeri. Penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji Paired T-test dengan tingkat signifikasi α ≤ 0,05 dan uji Independent T-test dengan tingkat signifikasi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan intensitas nyeri yaitu rerata skala nyeri 1, dengan menggunakan uji Independent T-test didapatkan nilai p = 0,003 (α = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah TENS lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dibandingkan dengan terapi es pada pasien Simple Fraktur karena TENS memiliki mekanisme frekuensi dan amplitude yang dapat disetting berdasarkan sensasi nyeri yang dialami oleh pasien Simple Fraktur. Fungsi dari frekuensi dan amplitude ialah dapat menghasilkan aliran listrik sesuai tingkatan nyeri yang dirasakan pasien saat pemberian terapi. Kata Kunci : Intensitas nyeri, Transcutan Electric Neurogenic Stimulator (TENS), Terapi es
Pelatihan Manajemen Perawatan Diri untuk Meningkatkan Pengetahuan Keluarga dan Pasien Gagal Jantung
Beti Kristinawati;
Fahrun Nur Rosyid;
Ardhu Rizkiawan;
Laila Shofiya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.665 KB)
|
DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1380
Heart failure is the most common cardiovascular disease and has an uncontrolled prevalence of risk factors. Self-care management is the ability of heart failure patients to manage themselves and their illness. Based on the assessment data at the service site, there were as many as 30 heart failure patients and 30 families with heart failure patients. This service aims to improve the knowledge and skills of families and patients with heart failure in carrying out self-management. This service was carried out in one of the health cadre's houses which was attended by 30 people with heart disease. Powerpoint media is used as a medium for counseling activities delivered verbally by the speaker within 45 minutes after evaluation is carried out with redemostration. The results showed that 90% of respondents understood the material provided, this can be seen from the response to questions and the desire of the family and patients to practice again after the simulation at the evaluation time. Self-care management can be improved by education and training through simulations. Good self-management in people with heart failure is associated with a reduced risk of death and re-hospitalization events. Conducting supportive education and training to improve self-care behaviors in heart failure patients can improve knowledge, skills, reduce symptoms, and reduce patient complaints.