p-Index From 2021 - 2026
10.315
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDISAINS Jurnal Kesehatan Jurnal Berita Ilmu Keperawatan IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Keperawatan Silampari Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Perawat Indonesia Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Keperawatan Malang (JKM) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Nusantara Science and Technology Proceedings Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal EduHealth INDOGENIUS Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Prosiding University Research Colloquium Gaster Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Sinar: Jurnal Kebidanan Holistik Jurnal Kesehatan International Journal Of Health And Social Behavior Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Bladder Training Sebelum Pelepasan Kateter pada Pasien Post Operasi dengan Inkontensia Urine: Literatur Review Hapsari, Prahitha Sintha; Rosyid, Fahrun Nur; Indriastuti, Eny
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1131

Abstract

Pasien yang menjalani kateter urin pasca operasi dapat mengalami kesulitan berkemih, baik dalam bentuk inkontinensia maupun retensi urin. Latihan kandung kemih bertujuan untuk memperpanjang interval buang air kecil, menstabilkan kandung kemih, dan mengurangi urgensi. Umumnya, latihan kandung kemih dilakukan dengan mengklem kateter selama dua jam dan melepasnya setelah satu jam sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kandung kemih pelatihan sejak dini sebelum pelepasan kateter urin terhadap kejadian inkontinensia urin. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka melalui data dasar seperti PubMed, Crossref, dan Cochrane dengan kata kunci “Bladder Training” dan “Urinary Incontinence” atau “Inkontinensia Urin” atau “Eliminasi Urin” dan “Post Operation” atau “Post Operasi” dalam rentang tahun 2019-2024. Hasil pencarian memperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria PRISMA. Kriteria inklusi meliputi pasien dewasa (usia 30-60 tahun) yang menjalani operasi dengan kateterisasi, menggunakan metode Quasi-Experiment, RCT, dan Pre-Post Test, serta artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandung kemih pelatihan dapat direkomendasikan sebagai terapi non-medis bagi pasien pasca operasi setelah irigasi dan selama pemasangan kateter. Terapi ini membantu memperkuat otot detrusor dan mengembalikan pola berkemih normal.
Self-Care is Associated with Quality of Life in Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis Self-Care Dihubungkan dengan Kualitas Hidup pada Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Rosyid, Fahrun Nur; Sugiharto, Sh; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Vera, Lenia Septika; Safitri, Lisa Novia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3073

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) significantly affects the quality of life of patients, often due to limitations in their ability to care for themselves. Effective self-care is crucial in managing CKD, as it directly affects daily routines and overall well-being. The aim of this study is to assess the relationship between self-care and the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis treatment. A quantitative, cross-sectional approach was used, involving 91 participants selected through accidental sampling. Data were collected using the "Chronic Kidney Disease Self-Care Index" and the "WHOQOL-BREF" questionnaire to evaluate self-care and quality of life. Chi-Square analysis at p 0.05 revealed a significant correlation between self-care and quality of life (p = 0.001). The study results indicate that 1.1% of participants are fully dependent on self-care, 61.5% are partially dependent, and 37.4% are independent. Specifically, all independent participants reported a good quality of life, while no participants were fully dependent. These findings underscore the importance of promoting self-care practices among CKD patients to improve their quality of life. Healthcare professionals are encouraged to provide support, motivation, and targeted guidance to foster self-care behaviors in this population. ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien, sering kali karena keterbatasan kemampuan merawat diri sendiri. Perawatan diri yang efektif sangat penting dalam mengelola PGK, karena secara langsung memengaruhi rutinitas harian dan kesejahteraan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan perawatan diri dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani perawatan hemodialisis. Pendekatan kuantitatif, cross-sectional digunakan, yang melibatkan 91 peserta yang dipilih melalui metode accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan "Indeks Perawatan Diri Pasien Ginjal Kronis" dan survei "WHOQOL-BREF" untuk mengevaluasi perawatan diri dan kualitas hidup. Analisis Chi-Square pada p 0,05 mengungkapkan korelasi yang signifikan antara perawatan diri dan kualitas hidup (p = 0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1,1% peserta sepenuhnya bergantung pada perawatan diri, 61,5% sebagian bergantung, dan 37,4% mandiri. Khususnya, semua peserta mandiri melaporkan kualitas hidup yang baik, sementara tidak ada peserta yang sepenuhnya bergantung. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempromosikan praktik perawatan diri di antara pasien CKD untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Para profesional perawatan kesehatan didorong untuk memberikan dukungan, motivasi, dan bimbingan yang terarah untuk menumbuhkan perilaku perawatan diri pada populasi ini.
IMPACT OF DIFFERENT INTRADIALYTIC EATING TIMES ON HEMODYNAMIC STABILITY AND HEMODIALYSIS ADEQUACY Setiowati, Tutut; Rosyid, Fahrun Nur; Kristinawati, Beti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i2.3222

Abstract

Intradialytic eating (IE) remains controversial due to the absence of standardised clinical guidelines. While it can potentially improve patients' nutritional status, its effects on hemodynamic stability and dialysis adequacy remain inconclusive. This study aimed to evaluate the impact of IE timing on hemodynamic and dialysis adequacy. A quasi-experimental design with a control group was employed, involving 32 hemodialysis patients assigned to either an intervention or control group. The intervention group received a standardised meal consisting of 100 ml of milk and two egg whites (200 kcal; approximately 15 grams of protein) at varying times during five dialysis sessions. Observed parameters included systolic and diastolic blood pressure, pulse rate, MAP, and Kt/V. Measurements were recorded every 30 minutes throughout each session. Data were analysed using independent t-test and Repeated Measures ANOVA with Bonferroni correction. No statistically significant differences between the intervention and control groups across all parameters (p 0.05). However, within the intervention group, repeated measures ANOVA revealed changes in systolic blood pressure (p = 0.004), MAP (p = 0.021), and Kt/V (p = 0.031). Post-hoc Bonferroni tests identified significant differences in systolic blood pressure (p = 0.010 and p = 0.045) and MAP (p = 0.041). IE had a significant impact on hemodynamics during the first and second hours of dialysis (p 0.05). These findings indicate that IE toward the end of dialysis may serve as a safe nutritional approach, with minimal hemodynamic risk and greater potential for preserving dialysis adequacy compared to earlier phases of the session
EDUKASI TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER BAGI KELOMPOK BERESIKO Kristinawati, Beti; Rahmawati, Siti; Rosyid, Fahrun Nur; S, Daviq Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi seorang individu dalammelakukan tindakan pencegahan terhadap resiko berkembangnyasuatu penyakit. Penderita hipertensi, diabetes militus,hiperkolesterolemia dan obesitas merupakan kelompok beresikomenderita penyakit jantung koroner. Resiko dapat dicegah apabilapenderita memiliki pengetahuan dan mampu menerapkan gaya hidupsehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko dan sebagai upayapreventif terjadinya peningkatan jumlah penderita bagi kelompokberesiko. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalahwarga Desa Drono yang masuk dalam kelompok berisiko menderitajantung koroner. Metode yang digunakan oleh tim adalah ceramahdan demonstrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatdidapatkan hasil terjadinya peningkatan pengetahuan antarasebelum dan setelah edukasi yang ditunjukkan dengan 7 pertanyaanyang mampu dijawab sebelum edukasi 2-3 dan setelah edukasi 5-6.Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan yang telah dilakukan padamasyarakat yang beresiko jantung koroner dapat meningkatkanpengetahuan dan diharapkan mampu meningkatkan upayapencegahan dan sikap positif masyarakat terhadap penyakit jantungkoroner.
Pengaruh Pemberian Suplementasi Herbal Sebagai Pendukung Pengobatan Pasien Covid-19 dalam Meningkatkan Saturasi Oksigen Fatimah, Isa Ayu; Rachmanisa, Ashari; Mustikasari, Nur Afifah; Firdausi, Musdhalifah Husna; Wardani, Eva Diahayu; Nurcahyanto, Guntur; Muhtadi, M; Rosyid, Fahrun Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 menyerang seluruh bagian paru-paru orang yang tertular, virus ini menginfeksi dinding sel pernapasan. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19 salah satunya dengan mengonsumsi suplemen herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian paket suplementasi herbal sebagai pendukung peningkatan saturasi oksigen pada pasien Covid-19. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo yang dilakukan pada bulan Febuari – Maret 2022 dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Paket Suplementasi herbal yang diberikan untuk intervensi berupa habatussauda, madu, dan VCO. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikans terhadap peningkatan nilai saturasi oksigen (SPO2) pada pre dan post-test. Semua relawan yang diberikan paket suplementasi herbal untuk mendukung pengobatan Covid-19 mendapatkan kesembuhan.
Pengaruh Pemberian Suplemen Herbal sebagai Pendukung Pengobatan Pasien Covid-19 dan Mempercepat Kesembuhan Pasien Muhtadi, M; Rosyid, Fahrun Nur; Nurcahyanto, Guntur; Rachmanisa, Ashari; Firdausi, Musdhalifah Husna; Wardani, Eva Diahayu; Fatimah, Isa Ayu; Mustikasari, Nur Afifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya dalam mencegah tertular dan pengobatan Covid 19 adalah meningkatkan kekebalam imunitas tubuh dengan mengkonsumsi suplementasi herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian paket suplementasi herbal sebagai pendukung pengobatan pasien covid-19 dan mempercepat penyembuhan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pengambilan sampel telah diilakukan pada bulan Febuari-Maret 2022 pada saat puncak varian Omricon. Relawan sebanyak 53 pasien yang terindikasi terinfeksi virus Sars-Cov-2 diberi paket suplementasi berupa minyak habatussauda, madu murni dan VCO. Pengamatan dilakukan selama 21 hari, dengan mencatat suhu badan, saturasi oksigen dan tes Swab antigen/PCR. Hasil yang diperoleh setelah pemberian paket suplementasi herbal, terdapat perbedaan yang signifikans antara pre dan post intervensi. Pemberian suplementasi obat herbal untuk mendukung pengobatan Covid-19, terbukti mampu menurunkan suhu badan, meningkatkan nilai saturasi oksigen dan mempercepat pemulihan kesehatan pasien berdasarkan hasil tes Swab.
The Relationship of Family Support with Compliance with Blood Sugar Control in Diabetes Mellitus Patients Ersawati, Ajeng; Rosyid, Fahrun Nur
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4523

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a condition where blood sugar levels increase because the pancreas cannot carry out its function optimally and efficiently in producing sufficient amounts of insulin. Indonesia is the 7th country most affected by diabetes with an incidence of 10.7 million people. One factor that plays an important role in maintaining blood sugar control is family support because patients with good support also have good blood sugar control. This study aims to determine whether there is a relationship between family support and compliance with blood sugar control in diabetes mellitus sufferers in the Kartasura Health Center working area. The research method is quantitative with analytical observational type using a cross sectional approach. The sample taken was 174 respondents who received treatment at the Kartasura Community Health Center. Sampling was taken using accidental sampling. Data collection was carried out on respondents using a questionnaire. Univariate data analysis used the Kolmogorov Smirnov test and bivariate using the correlation test (Spearman Rank). The research results show that there is a relationship between family support and compliance with blood sugar control in diabetes mellitus sufferers with p-value=0.005 or <0.05. The conclusion of this research is that the better the family support, the better the patient's compliance in controlling blood sugar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS -, kurnia agil saputra; Rosyid, Fahrun Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28056

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit jangka Panjang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan menunjukkan bahwa responden mengalami kualitas hidup yang buruk, disebabkan karena cepat lelah saat beraktivitas, ketidakmampuan mengikuti diet DM, dan sering timbul gejala penyakit DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Mellitus Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Pajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional Study, jumlah responden sebanyak 163 pasien diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Pajang. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Variabel bebas (independen) dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dan variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Hasil penelitian ini diperoleh nilai koefisiensi korelasi spearman r = 0,426 dengan p = 0,000, Data menunjukkan bahwa diperoleh hasil tingkat pengetahuan sebanyak 67 (41,1%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 89 (54,6%)sedang, dan 7 (4,3%)tinggi. Berdasarkan tingkat kualitas hidup diperoleh hasil sebanyak 7 (4,3%) responden memiliki tingkat kualitas hidup buruk, 69 (42,3%) sedang, dan 87 (53,4%)baik. hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus.
The Predictor Factors Causing Length of Stay (LOS) in Diabetic Neuropathy Patients Wahyuningsih, Marni; Rosyid , Fahrun Nur; Rahayuningsih, Faizah Betty
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3633

Abstract

Diabetes mellitus has emerged as a prevalent public health issue, experiencing a steady rise across the globe, in both developed and developing nations. Among the chronic complications frequently observed in diabetic individuals is diabetic neuropathy, characterized by recurrent infections, non-healing ulcers, and the potential for finger or toe amputations. These neuropathic complications often prolong the treatment duration, consequently impacting the length of hospitalization for patients. Neuropathic conditions in Type 2 Diabetes Mellitus (DM) result in a prolonged healing process. This research aims to analyze the predictor factors contributing to the Length of Stay (LOS) in neuropathic DM patients. It employs a quantitative research approach utilizing a descriptive correlation methodology. The research was conducted from October 2023 to February 2024 at Indriati Solo Baru Hospital, with a questionnaire serving as the research instrument. The sample in this research comprised patients with Diabetic Neuropathy (DM Neuropathy) selected using the Purposive Sampling technique and totaled 127 respondents. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses. The outcomes revealed that out of the seven factors examined, only three factors were significantly associated with the Length of Stay (LOS) among neuropathic DM patients: control of blood sugar levels, presence of complications in respondents, and presence of comorbid diseases in respondents. The predictor factor that exerted the greatest influence on the Length of Stay (LOS) level in neuropathic DM patients was the presence of comorbid diseases in respondents. The study primarily focuses on identifying predictor factors for length of stay (LOS) in neuropathic DM patients. However, it did not thoroughly control for potential confounding variables that could influence LOS, such as socioeconomic status, access to healthcare, severity of neuropathy, and presence of other comorbidities aside from diabetes. suggestion to the next research to focus on other variables such as healthcare, the severity of neuropathy, and the presence of other comorbidities aside from diabetes.
The relationship between dietary compliance and blood sugar levels in diabetes mellitus patient’s Nanda, Ginanjar Mukti; Rosyid, Fahrun Nur
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People with diabetes who follow a nutritious eating pattern often struggle to adhere to the prescribed diet therapy for lowering blood sugar levels. Adherence to a diverse menu of foods has an effective impact on blood sugar control. This study aims to investigate the relationship between adherence to dietary patterns and blood sugar levels. The research involves participants with diabetes, both those undergoing treatment and those not yet treated. The method utilizes statistical analysis, specifically the Chi-Square Test, with a population of 309 patients and 175 respondents. The results indicate that 121 respondents (69.1%) fall into the compliant category, while 54 respondents (30.9%) do not comply. The research conclusion reveals a p-value of <0.000, indicating that dietary adherence significantly influences blood sugar control.
Co-Authors -, kurnia agil saputra Adelia Fenanda Puspitasari Adil Setia Gulo Adinda Dwi Susila Nugroho Affandi, Miftah Nur Ahmad Fadhlur Rahman Aisyafiya Adzani Amalia Siti Choerun Nisa Amara Nisa Dei Samanta Ambarwati, Hevy Ani Syafriati Anisa Nur Azizah Annas Tasya Permata Sari Annas Tasya Permata Sari Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Arif Widodo Ashari Rachmanisa Asta Adyani Astuti, Anis Wiji Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Ayuningjati, Krisma Giri Bela Purnama Dewi Beti Kristinawati Bintang Viga Handika Danuartha Vandika Daviq Bagus S Dessy Kurniawati Ruslan Dewi bidan Diah Ayu Kurnia Diah Endah Pramesti Dian Hudiawati Dian Hudiyawati Dinar Nur Cholifah Diyanto, Velani Prastika Dony Dwi Purnama Putra Ekan Faozi Ersawati, Ajeng Eva Diahayu Wardani Fadhlur Rahman, Ahmad Fahmi Fahardianto Faizah Betty Rahayuningsih Fatimah Azzahroini Rajati Fatimah, Isa Ayu Fiqriyah, Indhira Kurniastining Firdausi, Musdhalifah Husna Gracia Foreva Zinta Guntur Nurcahyanto Hapsari, Prahitha Sintha Haryoto Haryoto Hermawan, Graha Dwi Hernawan, Totok Hudiawati, Dian Indriastuti, Eny Isa Ayu Fatimah Iwandani, Nuzhulul Lifqi Janah, Sherly Nur Kalyana Falen Danaswara Kharina Indira Astuti Korina Puspa Komala Kusuma Estu Werdani Laila Shofiya Leni Wijaya Liana Safitri Liana Veranika Mastuti, Dewi Mellyana Purnama Sari Mugi Hartoyo Muhammad Andrian Muhammad Fajar Afnizar Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyadi Mulyadi Munawaroh, Anissyah Ela Salsa Murwani, Wara Gati Musdhalifah Husna Firdausi Mustikasari, Nur Afifah Mustofa, Sidqon Nabila Zahrian Puteri Namira Anfi Normalitasari Nanda, Ginanjar Mukti Nina Indria Wati NOVIA DWI ASTUTI Nur Afifah Mustikasari Nur Mukarromah Nurina Aulia Hanun Nurlaila Fitriani Nyofan Wahyu Mardana Oktaviani Nurhidayah Prakoso, Teguh Tri Priyo Sasmito Puji Kristini Puji Kristini Putri Adinda Cintia Bella Putri Aulia Putri Intan Miladiana Putri, Naura Farkhia Rachma Noer Azizah Rachmanisa, Ashari Rahman, Ahmad Fadhlur Rara Puspita Anjarwati Reviansyah YS, Moch. Reza Rohmatun Zakiyah Risqi Amelia Ajifadillah Ruslan, Dessy Kurniawati S, Daviq Bagus Safira Bela Annisa Safitri, Liana Safitri, Lisa Novia Sakila Indah Mawarni Saputri, Okti Tri Sari, Afifah Dian Setiowati, Tutut Sheena Ramadhia Asmara Dhani Sidqon Mustofa Siti Rahmawati Siti Rahmawati Sri Rahayu Sudrajat Sudrajat Sugiharto, Sh Sugimin, S Sugiyarti Sukirman Lie Sumarno Adi Subrata Supratman Supratman, S Suratman Suratman Tika Handayani Totok Hernawan Treesia Sujana Tutut Setiowati Ultra Madani Umah, Iffah Amirotul Umi Ma'rifah Umi Sholihah Auliyatus Syifa Cantik Vera, Lenia Septika Viona Ardhya Pramita Vivin Eka Susilowati Wahyuningsih, Marni Wardani, Eva Diahayu Wulandari, Ngesti Yeni Rahmawati Yolanda Putri Amelia Zahra Khoirunnisa Zulfiana Nurlaili