Claim Missing Document
Check
Articles

RETELLING STORY WITH WAYANG IN TEACHING SPEAKING SKILL Ramadani, Tri Kurniawati; RufinuS, Albert; Rosnija, Eni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstractThe purpose of this research is to know whether Retelling Story with Wayang in teaching speaking skill is effective to the eighth grade students of SMP Negeri 01 Seluas in academic year 2015/2016. The method used was quasi experimental research. The subject of this research consisted of 33 students for experimental group and 33 students for the control group. In collecting the data, the researcher who teaches both of the group, prepared the worksheet, media, and speaking material. Then, the data of this research were taken from the measurement technique (pre-test and post-test) by using oral test. Based on the data analysis, the mean score of pre-test in experimental group was 38.91 and 42.82 for the control group. On the other hand, the mean score of post-test in experimental was 72.48 and 63.12 for control group. The mean score in experimental group represented high score than in control group. Through the t-test computation, t-value was higher than t-table (4.98>2.00) and the effect size of this treatment is 1.5 that means the treatment has strong effect. It indicated that Retelling Story with wayang was effective in Teaching Speaking Skill in terms of fluency, accuracy, and comprehension. Referring to the result, the Null Hypothesis (Ho) was rejected and thus the alternative hypothesis which says” Retelling Story with wayang is effective in Teaching Speaking Skill was accepted.  Keyword: Effectiveness, Retelling Story, Wayang, Teaching Speaking  
WH- QUESTIONS IN TEACHING NARRATIVE READING COMPREHENSION TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Lestari, Devia; Rufinus, Albert; Bunau, Eusabinus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : penggunaan wh- question dalam pengajaran teks narasi efektif untuk meningkatkan  pemahaman siswa akan teks narasi. Hal ini dibuktikan dari nilai posttest siswa yang lebih baik daripada nilai pretest. Nilai mean pada pretest adalah 43.60 sedangkan nilai mean post test adalah 78.40. interval skor untuk perbandingan nilai pretest dan posttest adalah 34.80. dimana nilai t perbedaan antara kedua test adalah 2.3 yang menggambarkan nilai t dengan pada degress of freedom 0.05 pada level significant 2.042. dari hasil perbandingan kedua test dibuktikan bahwa perbedaan 2.3 lebih tinggi daripada 2.042. hasil ini mengidinkasikan bahawa h0 ditolak dan ha diterima. Pembuktian ini menggambarakan bahwa wh questions efektif untuk meningkatan pemahaman siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Mempawah Hulu Kabupaten Landak pada tahun akademik 2011/201 akan teks narasi.   Kata kunci : mengajar, membaca, narasi, wh questions   Abstract : Using wh- questions in teaching reading narrative text was effective to improve the post-test students’ reading comprehension on narrative text. It was shown by the students’ score which was better than pre-test. The mean score of pre-test is 43.60 while post-test was 78.40.     The students’ achievement improved with the interval score of pre-test and post-test was 34.80. The obtain t-value of the differences of the test was 2.3, whereas in the t-table the t-value with 39 degrees of freedom at 0.05 level of significant was 2.042. From this result, we could conclude that the obtained t-value was higher than t-table (2.3 >2.042). It indicated that the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that the using of wh questions in teaching reading narrative text is effective to improve the students’ reading comprehension by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Mempawah Hulu Kabupaten Landak in academic year 2011/2012.   Keywords : teaching, reading, narrative,  wh questions
ANALYSIS ENGLISH FIGURATIVE LANGUAGE IN NOVEL “LITTLE MEN” BY LOUISA MAY ALCOTT Arsyani, Fatma; Rufinus, Albert; Rosnija, Eni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The research was conducted to find and analyze figurative language (metaphor and simile) in “Little Men”, a classic novel by Louisa May Alcott. The research used descriptive qualitative method, which sample was twenty figurative languages taken using random purposeful sampling. Procedure of analysis were 1st reading entire text, 2nd determining tenor and vehicle of figurative language using Richard approach, 3rd describing meanings, 4th describing character education in the novel. The research identified 121 figurative languages, consist of 33,06% metaphors and 66.94% similes. It means the novel uses more simile rather than metaphor, and implies that explicit and direct comparison is frequently found. Most vehicles used ancient figures like Spartan, Colossus of Rhodes; nature and animal life; things; fairy tale Goldilocks and the historical social life. Besides, figurative language together with fiction’ elements, delivers character values:religious,social care,and intelligence.   Keywords: figurative language, meaning, character education   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisa bahasa kiasan (metafora dan persamaan atau simile) dalam novel klasik “Little Men” karya Louisa May Alcott. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penarikan sampel secara random purposeful sampling dan diperoleh dua puluh bahasa kiasan. Prosedur analisa data yaitu 1. Membaca keseluruhan teks, 2. Mementukan tenor dan wahana dari bahasa kiasan menggunakan pendekatan Richard, 3. Menjabarkan makna, 4. Menjabarkan pendidikan karakter di novel. Penelitian ini mengidentifikasi 121 bahasa kiasan terdiri dari 33,06% metafora dan 66,94% simile. Novel ini lebih banyak menggunakan simile daripada metafora, hal ini bermakna perbandingan yang sering ditemui adalah perbandingan secara jelas dan langsung. Lazimnya, wahana menggunakan figur kuno, seperti Spartan, Colossus of Rhodes; kehidupan alam dan hewan, benda-benda, cerita dongeng Goldilocks, dan sejarah keidupan sosial. Selain itu, bahasa kiasan bersama elemen-elemen lain di fiksi, menghantar nilai-nilai karakter: taat beragama, peduli sosial, dan  intelegensia.   Kata Kunci: bahasa kiasan, makna, pendidikan karakter
STUDENTS PROBLEMS IN PRONOUNCING SHORT AND LONG ENGLISH VOWELS Riadi, Agus; Rufinus, Albert; Novita, Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan mahasiswa dalam mengucapkan huruf vokal panjang dan pendek dalam Bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Terdapat 30 mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes performa menggunakan tes minimal pair. Terdapat 15 kalimat untuk setiap mahasiswa dengan total transkripsi fonetik yang dihasilkan sebanyak 900 transkripsi. Data menunjukkan bahwa pada kenyataannya, sebagian besar mahasiswa memiliki masalah dalam mengucapkan huruf vokal panjang dan pendek dalam Bahasa Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 483 pengucapan yang benar dari total 900 transkripsi dengan nilai rata-rata 54. Jumlah total dari pengucapan yang salah atas huruf vokal pendek adalah 79 dan untuk huruf vokal panjang adalah 338. Selain itu, dari 30 mahasiswa, hanya 6 orang yang memiliki nilai diatas 60 dan hanya satu orang yang memiliki nilai diatas 75. Kata kunci: Pengucapan, Huruf Vokal, Minimal Pairs Abstract: This research aims to find out the students problems in pronouncing short and long English vowels. The subjects of this research were the second semester students of English Education Study Program. There were 30 students who involved in this research. Here, the researcher applied descriptive study. The data were derived through students performance test by using minimal pair test. There were 15 sentences with 900 total phonetic transcriptions produced by the overall students. The data revealed that, most of the students have problems in pronouncing short and long English vowels. It was found that there were 483 correct pronunciations out of 900 totals with the mean score were 54. The total numbers for incorrect pronunciation of short vowels were 79 and long vowels were 338. Furthermore, from 30 students, only 6 students with score above 60 and only 1 student with the score above 75. Keywords: Pronunciation, Vowels, Minimal Pairs
THE EFFECTIVENESS OF USING PICTURE WORDS INDUCTIVE MODEL (PWIM) IN WRITING A PROCEDURE TEXT Prastama, Feriza Yudha; Rufinus, Albert; Suhartono, Luwandi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The main interest of this research is to investigate the effect of the use of PWIM technique in improving the students ability in writing procedure text. In conducting this research, researcher used pre-experimental method which consisted of pre-test, treatment, and post-test. The technique in data collecting was measurement technique. The steps in data collecting were administrating pre-test, giving treatment, administrating post-test, and analyzing the test result. The result of this research showed the mean score of pre-test was 51.91 and the mean score of post-test was 63.97. it was also stated that the Effect Size (ES) of the treatment was 0.9 which means the use of PWIM was highly effective in increasing the students ability in writing procedure text. Key Words: Pre-Experimental, PWIM. Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek dari penggunaan teknik PWIM untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi pre-experimental yang terdiri dari pre-test, treatment dan post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik measurement. Adapun langkah-langkah pengumpulan data adalah sebagai berikut; melaksanakan pre-test, memberikan treatment, melaksanakan post-test, dan menganalisa hasil tes. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 51,91 dan nilai rata-rata post-test sebesar 63,97. Adapun Effect Size (ES) dari treatment sebesar 0,9 yang berarti penggunaan PWIM efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur. Kata Kunci: Pre-Experimental, PWIM.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXTS THROUGH DICTOGLOSS TECHNIQUE Oktavianda, Melti; Rufinus, Albert; Bunau, Eusabinus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitianiniadalahpenelitiantindakankelaspadasiswakelas VIIISekolahMenengahPertamaNegeri 10 Pontianak di tahunakademik 2012/2013. Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkankemampuansiswadalammenulisceritateks narrative.Dalampenelitianini, teknikDictoglossdigunakansebagaistrategiuntukmembantusiswadalammenulisteks narrative.ProsesdariteknikDictogloss di penelitianiniterdiridaripersiapan, dikte, diskusi, rekonstruksi, analisis, dankoreksi.Teknikpengumpulan data yang digunakanmeliputilembarobservasi, catatanlapanganuntukmencatat proses kegiatan di dalamkelas; dantesmenulisuntukmengukurkemampuansiswadalammenulisteks narrative.Hasil data penelitiandianalisisberdasarkanrubrikpenilaian.Kemampuansiswadalammenulisteks narrativemengalamipeningkatanpadatigasiklusdari 67,23padasikluspertama, kemudianmeningkatmenjadi 72,86padasikluskeduadanmencapai 80,11 padasiklusketiga. TeknikDictoglossdapatmembantusiswameningkatkkankemampuanmenulisteks narrative Kata kunci: kemampuanmenulis, teknikdictogloss, penelitiantindakan kelas, teks narrative.   Abstract: This study was a classroom action research (CAR) to the eighth grade students of SMP Negeri 10 Pontianak in academic year 2012/2013. The purpose of this research was to improve their ability in writing narrative texts. In this study, Dictogloss technique was used as a strategy to help students in writing narrative texts. The processes of Dictogloss technique in this research were preparation, dictation, discussion, reconstruction, analysis and correction. The techniques of data collecting in this research were observation checklists and field notes to record the process in the classroom; and written test to measure the students’ ability in writing narrative text.Data was analyzed by using scoring profile. The students’ writing ability in narrative texts improved in three cycles from 67,23 in cycle 1, then improved to 72,86 in cycle 2 and improved to 80,11 in cycle 3. In conclusion, the Dictogloss technique can help the students improve their writing ability on narrative text and using simple past tense correctly. Keywords: writing ability, dictogloss technique, classroom action research, narrative texts.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN READING COMPREHENSION OF A NARRATIVE TEXT THROUGH THINK PAIR SHARE TECHNIQUE Rusli, Hajizan Taufid; Rufinus, Albert; Suhartono, Luwandi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 5 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aimed at improving reading comprehension skill on narrative text through of the eighth grade students of SMP Islamiyah Pontianak in academic year 2012/2013 using Think Pair Share. Think Pair Share (TPS) is one of cooperative teaching strategies which can encourage students to actively engage in the class. In order to achieve the students‟ improvement, action research was conducted in three cycles. During the action it was found that the students mean score of students‟ reading comprehension in the first cycle was 58.83. the second cycle was 65.33. and the third cycle was 75.17. Those three mean scores had proved that Think Pair Share succeeded to improve the students‟ reading ability on narrative text. Keyword: Cooperative Learning, Think Pair Share Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami teks narasi para siswa kelas VIII SMP Islamiyah Pontianak tahun ajaran 2012/2013 dengan menggunakan teknik Think Pair Share. Teknik Think Pair Share (TPS) adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif belajar di kelas. Untuk mencapai perkembangan pemahaman membaca para siswa, Penelitian Tindak Kelas dilaksanakan selama tiga kali. Selama penelitian berlangsung, nilai rata – rata kelas pada siklus penelitian pertama adalah 58.83. nilai rata-rata kelas penelitian kedua adalah 65.33. nilai rata-rata kelas pada penelitian ketiga adalah 75.17. Ketiga nilai penelitian tersebut membuktikan bahwa Think Pair share telah berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah teks narasi. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share
THE USE OF RECIPROCAL QUESTIONING (REQUEST) STRATEGY IN TEACHING READING COMPREHENSION ., Yuniarti; Rufinus, Albert; Wijaya, Bambang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan strategi pertanyaan timbal balik (ReQuest) di dalam pengajaran pemahaman membaca. Metode yang digunakan adalah pre eksperimental dengan satu grup pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII G dari SMP Negeri 13 Pontianak. Ada 34 siswa yang ikut serta dalam penelitian ini. Data dari penelitian ini diperoleh dari pre test sebelum diberikan perlakuan dan post-test setelah dilakukan perlakuan dalam bentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan rumus tingkat efektifitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi ReQuest efektif terhadap siswa dan dapat dilihat dari perhitungan analisis data yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari post-test adalah 73.82, yang lebih baik daripada pre-test yang hanya memperoleh 53.82. Perhitungan dari tingkat efektifitas nya yaitu 1.38 dan efektifitas nya dikategorikan tinggi. Kata Kunci: Strategi Pertanyaan Timbal Balik, Pengajaran Pemahaman Membaca Abstract: This research is aimed at knowing the effect size of Reciprocal Questioning (ReQuest) Strategy in teaching reading comprehension. It was a pre-experimental study with one group pre-test and post-test design. The sample was the VIII G of SMP Negeri 13 Pontianak. There were 34 students who participated in this research. The data of this study were derived from the pre-test before the treatment and the post-test after the treatment in form of multiple choice test. The data were analyzed through effect size formula. The finding of this research showed the use of ReQuest strategy was effective to the students which can be seen in the computation of data analysis that showed the mean score of post-test was 73.82, which was better than pre-test that was only obtained 53.82. And also, the computation of the effect size (ES) was 1.38 which was categorized highly effective. Key Words: Reciprocal Questioning Strategy, Teaching Reading Comprehension
Pengkajian Pendidikan Tingkat SMP Daerah Perbatasan di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Bunau, Eusabinus; Salem, Laurensius; Sada, Clarry; Rufinus, Albert
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Volume 7 Nomor 1 Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i1.340

Abstract

Data untuk penelitian ini diperoleh dari SMPN 1 Suti Semarang, SMPN 1 Sangau Ledo, SMPN 2 Sanggau Ledo, SMPN 3 Sanggau Ledo, SMPN 1 Seluas, SMPN 2 Seluas, SMPN 3 Seluas, SMPN 1 Siding, dan SMPN 1 Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang. Teknik yang dipergunakan untuk pengambilan data adalah teknik survey. Alat pengumpul data terdiri dari questionnaire terbuka dan tertutup, dan format isian data untuk mengumpulkan data angka-angka, dan pedoman wawancara untuk menghimpun informasi yang bersifat kualitatif dari sumber data seperti Kepala Dinas, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, perwakilan Komite Sekolah, perwakilan orang tua dan perwakilan siswa. Data diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah gambaran umum tentang implementasi Kurikulum KTSP, TV Edukasi, Bahan Ajar, Prasarana gedung dan sumber daya guru, dan Evaluasi (UAN). Temuan penelitian menunjukkan bahwa KTSP belum sepenuhnya diimplementasikan berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang benar menurut kaedah KTSP; TV Edukasi hanya berbentuk fisiknya saja, belum berfungsi sebagai media dan sarana belajar; Bahan ajar untuk pelajaran yang diUANkan belum terpenuhi untuk semua siswa; Prasarana belajar seperti laboratorium dan perpustakaan masih sangat memprihatinkan; Sumber daya guru masih sangat jauh dari memadai berdasarkan kualifikasi/tingkat pendidikan; dan Selisih antara nilai tertinggi dan terendah untuk setiap mata pelajaran yang di-UAN-kan masih sangat besar. Kata Kunci: Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Daerah Perbatasan.
Rummaging English Idiomatic Expressions In Bohemian Rhapsody Movie Laurent, Ria; Sugeng Nur Agung, Antonius Setyawan; Rufinus, Albert; Nurcahyoko, Kunto; Siboro, Efrika
Efektor Vol 10 No 1 (2023): Efektor Vol.10 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v10i1.19274

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana idiom bahasa Inggris digunakan dalam film Bohemian Rhapsody dengan menggunakan pengelompokan idiom berdasarkan teori Adelnia dan Dastjerdi untuk memberikan bentuk dan makna idiom dari film tersebut. Metode yang digunakan dalam The purpose of this study is to determine how English idioms are used in the film Bohemian Rhapsody by using the categorization of idioms indicated in Adelnia and Dastjerdi's theory to provide the form and meaning of the idioms from the film. It was conducted using a descriptive qualitative method. The instrument of collecting the data was dialogue from the movie Bohemian Rhapsody. The procedure of the research involved watching the movie, recognising, grouping, assessing the meaning, and determining the frequency of the idioms used. The findings of the study showed that 27,7% colloquialisms, 8,5% proverbs, 37,2% slang, 10,64% allusions, and 15,96% phrasal verbs were used in this film. The conclusions of this research can be used as an additional reference or comparison for further research, and also to encourage another researcher to provide a significant conclusion related to the topic with another point of view.