Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Oseanologia

PEMETAAN LUAS TUTUPAN LAHAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI MEMPAWAH MANGROVE PARK (MMP) Lorensius Sumarno Oci; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Yusuf Arief Nurrahman
Oseanologia Vol 1, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i1.51948

Abstract

Mempawah Mangrove Park (MMP) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata hutan mangrove, oleh sebab itu informasi mengenai luasan batasan ekowisata hutan mangrove di MMP ini sangat pening. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui luas tutupan lahan kawasan hutan mangrove di MMP Desa Pasir Kanupaten Mempawah. Pemetaan dilakukan menggunakan cira Landsat-8 dan diikuti dengan ground check. Penentuan titik koordinat ground check menggunakan Global Positioning System (GPS). Hasil pengeceka lapangan (ground check) menunjukkan bahwa luasan hutan mangrove yang berada di MMP seluas (45,11 Ha). Terdapat 4 kelas tutupan lahan mangrove di MMP yaitu hutan mangrove sekunder (36,57 Ha) dengan persentase (81%), hutan pantai (7,85 Ha) dengan persentase (17%), perkebunan (0,27 Ha) dengan persentase (0,21%) dan lahan terbuka (0,42 Ha) dengan persentase (0,94%). Berdasarkan kerapatan hutan mangrovenya, MMP dapat dibagi menjadi 2 kelas kerapatan yaitu kerapatan rapat sebesar (34,35 Ha) dengan persentase (76,13%) dan kerapatan jarang sebesar (10,77 Ha) dengan persentase sebesar (23,87%).
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Meidiantino, Stefans; Warsidah, Warsidah; Nurrahman, Yusuf Arief; Kusumardana, Setra
Oseanologia Vol 3, No 3 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i3.87503

Abstract

Pulau Cempedak termasuk wilayah kawasan konservasi perairan kecamatan Kendawangan, kabupaten Ketapang. Secara geografis, pulau Cempedak telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan Barat dan memiliki ekosistem terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang meliputi presentase tutupan karang hidup serta struktur komunitas terumbu karang di perairan utara pulau Cempedak. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan Point Intercept Transect (PIT), dengan 3 stasiun pada kedalaman 2 sampai 4 meter. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan persentase tutupan karang hidup berkisaran 31% sampai 66%, menunjukan bahwa persentase tutupan karang hidup tergolong dalam kategori tinggi. Nilai indeks keanekaragaman tutupan karang hidup berkisaran 1,69 sampai 2,44 menunjukan keanekaragaman rendah hingga sedang, indeks keseragaman berkisar 0,80 sampai 0,87 menunjukan keseragaman karang hidup tinggi, dan indeks dominansi berkisar antara 0,12 sampai 0,24 menunjukan dominansi karang hidup rendah hingga sedang. Lifeform terumbu karang diperairan pulau Cempedak yang mendominansi pada kedalaman 2 sampai 4 meter Encrusting dan Massive Corals. Kondisi perairan di lingkungan pulau Cempedak tergolong masih dalam keadaan yang optimum bagi kehidupan dan pertumbuhan terumbu karang.
Kondisi Kerusakan Terumbu Karang Akibat Aktivitas Wisata Snorkeling di Teluk Cina Pulau Lemukutan Guntara, Erda; Muliadi, Muliadi; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.56355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan terumbu karang yang berada di kawasan Teluk Cina, Pulau Lemukutan, khususnya kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata snorkeling. Pengamatan terumbu karang menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) untuk menganalisis tingkat kerusakan. Hasil analisis dampak wisata snorkeling didapatkan kondisi ekosistem terumbu karang yang berada di perairan Teluk Cina masuk kedalam kategori rusak sedang, dengan angka stasiun 1 (1,47%,) stasiun 2 (2,41%), dan stasiun 3 (3,29%) dan, karang yang luka stasiun 1 (1,57%), stasiun 2 (2,48%), dan stasiun 3 (3,52%). Hal ini dapat menjadi acuan ilmiah bahwa ekosistem terumbu karang di Teluk Cina memerlukan perhatian dalam pemeliharaan dan penjagaan ekosistem, supaya tidak terjadi penurunan menuju kategori buruk.
Distribusi Salinitas, Suhu, dan pH Akibat Pengaruh Arus Pasang Surut di Muara Sungai Mempawah Rhedyanto, Teodorus; Nurrahman, Yusuf Arief; Risko, Risko
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.60538

Abstract

Kondisi perairan muara sungai dipengaruhi oleh pasang surut dan parameter fisik sungai dan menyebabkan terjadinya instrusi air asin. Instusi air asin menjadi salah satu masalah di daerah pesisir, terutama daerah muara sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi salinitas, suhu dan pH akibat arus pasang surut serta mengetahui hubungan parameter fisik sungai terhadap jangkauan sebaran salinitas di Muara Sungai Mempawah, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu 13 s.d 15 April 2021 pada kondisi pasang menuju surut dan surut menuju pasang. Metode dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pasut dan parameter fisik sungai terhadap variabel salinitas.  Salinitas, suhu, dan pH di Muara Sungai Mempawah masing-masing berkisar antara 0,02"° "“ 29,9"°; 28,20C "“ 32,20C dan pH berkisar 6,50 "“ 7,98. Kecepatan arus pada kondisi pasang sebesar 0,085 m/s "“ 0,876 m/s menuju ke hulu, sedangkan pada kondisi surut kecepatan arus sebesar 0,236 m/s "“ 0,893 m/s menuju ke arah laut. Berdasarkan distribusi salinitas di Muara Sungai Mempawah termasuk kedalam tipe estuari tercampur sebagian (Partially mixed Estuary). Dari hasil analisis regresi linier berganda di peroleh R2 sebesar 0,600 atau 60%. Nilai tersebut menunjukkan besarnya pengaruh pasut dan parameter fisik sungai (arus, kedalamana dan jarak jangkauan) terhadap sebaran salinitas dan 40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam model.
Kondisi Macro Debris Pada Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Kampak Sungai Belacan Kecamatan Paloh Kalimantan Barat Wardhana, Muhammad Ridwan Septian; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.59612

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat yang diproduksi atau diproses secara langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja, dibuang atau ditinggalkan di dalam lingkungan laut. Sampah laut dapat terdampar di wilayah pantai akibat fenomena fisika di laut. Penelitian ini dilakukan pada wilayah konservasi penyu di Pantai Kampak Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Pantai Kampak yang merupakan wilayah konservasi jarang ada kegiatan manusia sehingga sampah laut yang terdampar dapat terakumulasi seiring waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis sampah yang terdampar di pesisir pantai. Terdapat tiga stasiun yang digunakan dalam penelitian ini. Pendataan sampah mengacu pada form International Coastal Cleanup (ICC) dengan luas area pendataan sepanjang 100 m tiap stasiun. Kategori sampah yang paling banyak ditemukan adalah (benda yang sering ditemukan) dengan sampah terbanyak adalah tutup botol plastik. Ada dua kategori yang ditambahkan karena tidak terdapat di form ICC yaitu macro debris dan sampah lainnya. Analisis Anova Satu Arah digunakan sebagai perbandingan pada tiap stasiun di wilayah penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyaknya sampah yang ditemukan mempengaruhi lingkungan terutama wilayah pesisir pantai.
Model Pasang Surut di Teluk Tambelan Kepulauan Riau Fajarriady, Muhammad Rizki; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.58378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pasang surut di Teluk Tambelan dan membandingkan kesesuaian hasil model dengan hasil pengukuran lapangan. Prosedur penelitian diawali dengan pengambilan data pasang surut selama 30 hari di 2 stasiun. Selanjutnya pengukuran kondisi Oseanografi yang diukur seperti, pasang surut dan arus laut. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Least Square pada program t_tide dengan komponen harmonik (Mâ‚‚, Sâ‚‚, K1, O1 dan Mâ‚„). Pemodelan pasang surut dilakukan dengan menggunakan Princeton Ocean Model (POM). Hasil model pasang surut diverifikasi dengan hasil pengukuran lapangan, sehingga diperoleh fase dan amplitudo pasang surut komponen O1 berkisar 197 °-205 ° dan 0,2-0,22m, komponen K1 berkisar 242 °-252 ° (phase) dan 0,21-0,24 m (amplitudo), komponen   Mâ‚‚ berkisar 97 °-104 ° (phase) dan 0,125-0,31m (amplitudo), komponen Sâ‚‚ berkisar 107,5 °-110 ° (phase) dan 0,073-0,079m (amplitudo) dan komponen Mâ‚„ berkisar 1,4 °-1,8 ° (phase) dan 260-300m (amplitudo). Pola aliran arus pasang surut menunjukkan dua pola dengan fase yang berbeda yaitu fase purnama dan fase perbani. Pada fase purnama arus memiliki pola yang sedikit terlambat dikarenakan pasang tertinggi arus cenderung bergerak keluar dari teluk sedangkan pada saat kondisi air laut surut maka arus cenderung bergerak masuk ke teluk. Fase perbani menunjukkan arus memiliki pola cenderung sesuai dimana pada pasang tertinggi arus akan bergerak masuk ke dalam teluk, sedangkan pada saat surut terendah arus cenderung bergerak keluar dari teluk. Kecepatan arus maksimum terjadi pada kondisi surut dengan nilai kecepatan 0,903 m/s.
Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya Anyim, Martien; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64580

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan. Ekosistem yang berpotensi utuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Data primer diambil menggunakan kuesioner pada 95 orang responden yang ditentukan berdasarkan metode sampling jenuh. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola kawasan ekowisata. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kunjungan harian pada kawasan ekowisata Equator Park sejumlah 16 orang/hari, yang sebagian besar berasal dari Kota Pontianak (53%), dengan rentang umur 20 - 23 tahun (40%), jenis kelamin laki - laki (52%) dan jumlah kunjungan rata-rata 1-3 jam. Unit area yang disediakan pada kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (120,12 m2), tracking dari beton (65 m), area photografi (15,12 m2) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Equator Park adalah 103 orang/hari. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat (16 orang/hari) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.
Struktur Komunitas Kepiting Biola (Uca spp.) di Kawasan Mangrove Desa Jeruju Besar Kubu Raya Kalimantan Barat Jevriono, Jevriono; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i2.95621

Abstract

Hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup yang esensial bagi berbagai jenis makhluk hidup, termasuk kepiting biola (Uca spp.) yang memiliki peran ekologis signifikan sebagai pemakan detritus, pengolah sedimen, serta indikator kualitas lingkungan. Namun, tekanan antropogenik seperti alih fungsi lahan dan aktivitas masyarakat mengancam keseimbangan komunitas fauna tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas kepiting biola (Uca spp.) di kawasan ekosistem mangrove di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di tiga stasiun dengan dominasi vegetasi mangrove berbeda. Data dikumpulkan melalui metode sampling secara purposif, dengan penangkapan kepiting menggunakan bubu payung saat air surut. Kepiting diidentifikasi hingga tingkat spesies di laboratorium. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, serta oksigen terlarut diukur langsung di lapangan (in situ), sedangkan analisis substrat dilakukan di laboratorium (ex situ). Enam spesies Uca yang ditemukan adalah U. dussumieri, U. forcipata, U. rosea, U. tetragonon, U. coarctata, dan U. vocans. Nilai indeks keanekaragaman (H"™) tercatat pada kisaran 0,897"“1,511, dengan nilai keseragaman (E) cukup tinggi 0,817"“0,946, dan dominansi (C) rendah 0,264"“0,46, menunjukkan komunitas yang stabil tanpa spesies dominan. Kondisi lingkungan mendukung kelangsungan hidup Uca spp. Penelitian ini memberikan data awal penting untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove berbasis fauna bentik.
Struktur Komunitas Gastropod di Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Nadianti, Vega; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96093

Abstract

Kawasan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung keanekaragaman hayati. Salah satu organisme yang hidup di kawasan ini adalah gastropoda, yang berfungsi sebagai pengurai dan indikator ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas gastropoda serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan pada lima stasiun dengan metode kuadrat transek berukuran 1x1 meter. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, salinitas, pH air, dan fraksi tanah. Hasil identifikasi menunjukkan tujuh spesies gastropoda dari lima famili, dengan spesies dominan Neritina violacea. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun yang memiliki substrat lempung berpasir dan vegetasi mangrove rapat. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang. Faktor lingkungan seperti suhu dan pH tanah, serta tekstur substrat, memengaruhi distribusi spesies. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sebagai habitat alami gastropoda.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Akbar, Farizki Anyim, Martien Apriansyah Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Armanto, Armanto Bariah, Anisah Enjella, Enjella Fachrul Rozy Faizal, Ibnu Fajarriady, Muhammad Rizki Fiddy Semba Prasetiya Fiddy Semba Prasetiya Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Guntara, Erda Harianto Harianto Harianto Helena, Shifa Heni Susiati Hertadi, Rizky Ibnu Faizal Ikha Safitri Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Jevriono, Jevriono Jordy, Roy Kanti Rahayu Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Lestari, Putri Riya Lorensius Sumarno Oci Marine K Martasuganda Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Minsas, Sukal Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Nadiansyah, Nadiansyah Nadianti, Vega Nora Idiawati Nurcahyanto, Taufik Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Oktavia Oktavianty, Novi Dwi Otong Suhara Djunaedi Palias, Berdya Diatn Pamenang, Unggul Pangestu, Nugraha Jaya Pratama, Muhammad Rizky Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Ramadhan, Helmi Rhedyanto, Teodorus Rini, Marini Risko, Risko Rita Rostika Riza Adriat Rofi'ah, Khairunnisa Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rusli, Muhammad Abdul Rasyid Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Sherin Sastia Shah, Muhar Dian Sheila Zalessa Sheila Zallesa Sri Astuty Sri Astuty Sri Astuty Subarni, Seri Sukal Minsas Sukal Minsas Sulastri Arsad Sumarni, Goreti Sundari, Nova Surya Darma Sy Irwan Nurdiansyah Thasya, Rafaela Tia Nuraya Venansius, Venansius Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yuliono, Agus Zalessa, Sheila Zulfian Zulfian