Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN DIGITALISASI DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT (STUDI DI DESA SUMBERREJO KECAMATAN BATANGHARI, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR) Arif Ismunandar; Muhamad Ibnu Afrelian; Muhammad Farid Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17457

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan dengan baik dan berjalan dengan lancar karena adanya kerjasama dengan para pengusaha di desa sumberrejo. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi monitoring, evaluasi.dan pendampingan. Selain itu, beberapa jenis usaha yang dilakukan oleh warga desa dengan menerapkan akses digital melalui media sosial, salah satunya menggunakan media facebook, instagram, live shopee, youtube dan akun bisnis WhatsAap. Media-media ini menjadi platform masyarakat desa sumberrejo dalam meningkatkan hasil penjualan dan promosi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini memunculkan ide pemasaran usaha sebagai bagian ekonomi kreatif di desa sumberrejo, manfaat lain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari hasil usaha yang dijalankan.
Dampak Perubahan Kurikulum terhadap Buku Paket Bahasa Indonesia sebagai Kebijakan Pendidikan Nelda Sari Siregar; Alfin Julianto; Arif Ismunandar
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.85 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v3i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak perubahan kurikulum terhadap buku paket Bahasa Indonesia serta memberikan solusi atas dampak yang ditimbulkan sebagai suatu kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif: (1) mendorong siswa berpikir kritis dan proaktif (2) mempermudah guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Sedangkan dampak negatif yang muncul: (1) membuat guru mengacu sepenuhnya pada buku paket, (2) substansi buku paket siswa dan buku pegangan guru tidak relevan, (3) buku paket yang disediakan pemerintah terintegrasi pada mata pelajaran IPA yang memuat istilah ilmiah sehingga kesulitan memahami teks yang tersedia, (4) isi buku paket siswa yang sulit, (5) beban belajar meningkat, (6) buku paket siswa menyajikan bentuk teks yang sulit berdampak pada menurunnya kemampuan membaca siswa, dan (7) penyediaan buku paket yang wajib digunakan oleh semua siswa mendapatkan kesenjangan hasil pembelajaran. Solusi dari dampak negatif yang muncul atas buku paket siswa yaitu: (1) buku paket dari pemerintah bukan satu-satunya sumber wajib belajar, (2) menggali informasi dari berbagai sumber dan referensi, (3) buku pengayaan, (4) tanggung jawab dan ketekunan, (5) teks yang harus sesuai konteks, (6) persiapan yang matang, dan (7) kreatif.
Utilization of Used Cardboard Waste As a Learning Resource to Improve Early Childhood Fine Motor Development Meilina, Duwi; ismunandar, Arif; R, Rinovian; Mokodenseho, Sabil; Haris, Muhammad
Bulletin of Early Childhood Vol. 1 No. 2 (2022): Bulletin of Early Childhood
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bec.v1i2.612

Abstract

In the process of early childhood, fine motor development involves a variety of ways, including utilizing media for learning. We can get this media in the surrounding environment, such as used cardboard media, which can be utilized in the learning process for early childhood by making various patterns. The purpose of the research in this study was to determine how using cardboard media for children's fine motor development. This research uses a quantitative methodology, with the research sample conducted on RA teachers. This research shows an increase in fine motor development in early childhood after using learning resources through cardboard waste. Keywords: Cardboard Waste Media, Fine Motor Development, Early Childhood
Improving Early Childhood Fine Motor Development Through Weaving Activities Ilham Kamaruddin; Achmad Abdul Azis; Mohammad Syahru Assabana; Arif ismunandar; Duwi Meilina
Journal of Childhood Development Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v2i1.3442

Abstract

Early childhood fine motor development can be obtained through supportive learning media. One of them is with paper media. Children can crumple the paper and make patterns on paper with paper media. In this study, the use of writing as a medium is used for weaving activities from articles. In addition to utilizing form as a learning medium, weaving activities are an Indonesian cultural heritage that must be introduced to the next generation early. This research is a class action research, while the object is carried out on 25 RA children in Lampung. The results of this study indicate that most children's motor skills can develop as expected (BSH) through weaving activities with paper in children. Weaving activities can train children's skills in coordinating their eyes and hands, especially finger movements, to stimulate skills in controlling actions involving small or delicate muscles.
Strategi Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia di Era Digital: Tantangan dan Adaptasi pada Lembaga Pendidikan Ismunandar, Arif
BISMA : Business and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Bisma : Business and Management Journal
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/bisma.v3i1.1644

Abstract

In the ever-evolving digital era, mastery of technology and innovation is key to success, but many human resources (HR) are still lagging behind in digital literacy and innovation skills. This research aims to analyze the challenges faced by human resources and the strategies needed to improve their ability to face the digital era. The method used in this research is library research with a descriptive model, where analysis is carried out on relevant reading sources from existing literature. This descriptive approach allows researchers to understand and analyze the challenges and adaptations of HR in the digital era through detailed interpretation of relevant texts. The results show that human resources have a central position in realizing development performance, with human quality programmed to match the demands of development and society. The existence of the Indonesian nation in the global arena is strongly influenced by the ability of human resources, especially in mastering science and technology. In addition, strategies to improve teachers' abilities, both in pedagogical competence and professionalism, are needed. Therefore, the role of leaders in improving competent human resources, namely those who have adequate knowledge and skills, is very important to adapt to environmental changes.
PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA PENDIDIK MELALUI KUALIFIKASI AKADEMIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN Wahid Dalail; Arif Ismunandar; Hafiedh Hasan
Promis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v5i1.906

Abstract

Pendidikan yang bermutu hanya terjadi manakala didukung oleh tenaga-tenagapendidik yang memiliki kapasitas mumpuni sesuai dengan bidang keilmuannya danprofesional dalam mendidik. Guru dikatakan memiliki kapasitas jika memilikikualifikasi akademik minimum dan kompeten dibidangnya. Adapun guru profesionaladalah guru yang memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh peraturan danUndang-undang Nomor 20 Tahun 2003.Tulisan ini memaparkan tentang pentingnya pemahaman bahwa seorang pendidikprofesional harus memenuhi kualifikasi akademik sesuai peraturan yang berlaku.Pemaparan tulisan ini didasarkan pada analisis dari data pustaka dengan model deskriptif.Dari hasil pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwa seorang pendidik yangprofesional harus memiliki kualifikasi akademik sesuai dengan Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pada Bab IV Pasal 1, yangmenyatakan bahwa Kualifikasi akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yangharus dimiliki oleh guru atau dosen sesuai dengan jenis, jenjang dan satuan pendidikanformal tempat penugasan. Tenaga pendidik merupakan salah satu faktor penentukeberhasilan pembelajaran dan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan berbagaikebijakan dan arah pendidikan. Dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai denganbidangnya diharapkan guru dapat melaksanakan tugas dengan kompeten dan profesional.
PARADIGMA PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Arif Ismunandar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 1 No. 1: Desember 2022
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening the field of technology in service and learning is part of the commitment of Higher Education administrators in creating a conducive and innovative lecture system supported by technology as a learning medium. Digital products are able to present scientific developments that are very fast and broad. Even this progress is accompanied by sophisticated technology. This is an opportunity for educational institutions to improve the quality and service of education which can show the face of the new education system both in the provision of quality infrastructure and superior and progressive human resources. in teaching more dominantly choose conventional learning methods rather than digital-based methods. The presentation of this paper is based on an analysis of library data with a descriptive analysis model. From the results of the discussion it can be concluded that Higher Education will be confronted by the Industrial Revolution Era 4.0. Education began to construct the existing system into a technology-centered system. Advances in digital technology in the era of the industrial revolution 4.0 will indirectly have an impact on the implementation of Islamic Higher Education. Procurement of technology directly can be said to have not been able to run smoothly. Budget/funding limitations are the main obstacle faced by every PTKIS, this will impact on the ability to procure learning support facilities and infrastructure. In addition, the obstacle faced is digital education. Lack of understanding of the use of digital media can make educators not have sufficient motivation in updating learning systems that are in line with the times.
IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Arif Ismunandar; Hafiedh Hasan
Promis Vol 5 No 2 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v5i2.1134

Abstract

Guru merupakan seorang manager dalam pembelajaran, yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap perubahan atau perbaikan program pembelajaran. Melalui penerapan manajemen pembelajaran yang baik, guru dapat mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan siswa dalam belajar serta sebagai kontrol terhadap diri sendiri agar dapat memperbaiki cara pengajarannya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Implementasi fungsi-fungsi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batanghari Kabupaten Lampung Timur, Bagaimana Faktor Pendukung dan Bagaimana Faktor Penghambat Implementasi fungsi-fungsi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, berlokasi di SMP Negeri 1 Batanghari Kabupaten Lampung Timur, subyek penelitian guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik Trianggulasi Sumber. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi fungsi-fungsi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu: (1) Perencanaan, terangkum dalam penyusunan Rencana Pekan Efektif, Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK/KD), Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), Program Tahunan, Program Semester, Silabus dan RPP, (2) Pengorganisasian, guru penyediaan media serta kelengkapan pembelajaran, membentuk wewenang koordinasi pembelajaran di kelas, mengikuti pelatihan-pelatihan, (3) Pelaksanaan, menerapkan media yang menarik, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, Sedangkan Pelaksanaan oleh kepala sekolah, yaitu: mendorong GPAI agar aktif dalam pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Kemenag Kabupaten maupun Dinas pendidikan, mendukung penuh kegiatan-kegiatan di sekolah, (4) Pengawasan, Guru mengawasi kegiatan pembelajaran di kelas, mengevaluasi hasil pelaksanaan pembelajaran, pengawasan dalam proses evaluasi berbentuk test atau pemberian tugas. Sedangkan kepala sekolah melaksanakan pengawasan, yaitu: melaksanakan supervisi proses pembelajaran guru dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan siswa di luar jam sekolah (ekstrakurikuler). Faktor pendukung Implementasi manajemen pembelajaran, yaitu: (1) Bertambahnya alokasi waktu, (2) Adanya bantuan pelatihan, (3) Hubungan yang baik antar guru, (4) Dukungan kepala sekolah bagi guru, (5) Pengawasan guru, (6) Pengawasan oleh kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: (1) Minimnya sarana dan media belajar, (2) Kurangnya inovasi dalam penyusunan rencana belajar, (3) Minimnya praktek siswa di luar Sekolah.
Dinamika Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Transformasi Sosial Masyarakat Ismunandar, Arif
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i2.1810

Abstract

Social dynamics are shifts made by the community continuously, causing changes in the life order of the community. While social transformation is a change that occurs not only individuals but includes the entire community. The influence of dynamics on social transformation that occurs in society actually becomes commonplace, because with a meaningful change the direction of development and renewal is ongoing. Maturity in responding to changes and dynamics that occur in the community today can certainly be minimized by the existence of community commitment in decision making and responding to conflicts / events that occur. The structure of community life that has strong characteristics of values, norms, prioritizing deliberation in taking power and diverse cultures is expected to be able to minimize the negative impact of change on society.
Kontribusi Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Ismunandar, Arif
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 3 No. 4 (2025): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v3i4.369

Abstract

Motivasi untuk mencapai prestasi dalam bekerja menjadi sangat penting untuk mencapai keberhasilan kinerja guru di sekolah. Keberadaan motivasi berprestasi dalam diri seorang guru penting diketahui dan dipahami, untuk kemudian dikembangkan guna mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi. Tentu saja, pemanfaatan motivasi dan kepuasan kerja tersebut didasari atau dilandasi serta ditunjang dengan faktor-faktor pendukung lainnya. Penelitian ini termasuk penelitian jenis korelasi. Jenis ini dipilih karena penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan seberapa besar hubungan antara dua variabel bebas yaitu motivasi dan lingkungan kerja dengan variabel terikat yaitu kinerja guru di MTs Negeri Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik yang berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipotesis yang diajukan adalah motivasi kerja berkontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan lingkungan kerja berkontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sampel yang diambil adalah seluruh tenaga pendidik yang berjumlah 48 responden. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, sehingga semua guru dijadikan responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berkontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan lingkungan kerja tidak berkontribusi signifikan terhadap kinerja guru.