Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pengelolaan Komunitas Auditor Sistem Informasi (studi Kasus: Iasii) Muhammad Rizki Septian; Hanung Nindito Prasetyo; Tedi Gunawan
eProceedings of Applied Science Vol 5, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auditor sistem informasi merupakan sebuah pekerjaan yang bertujuan untuk memeriksa sistem informasi di dalam suatu perusahaan sehingga sesuai dengan visi dan misi pada perusahaan tersebut. Belum adanya sistem informasi berbasis web yang memudahkan perusahaan dalam mencari seorang auditor sistem informasi yang memiliki kemampuan, membuat perusahaan harus menggunakan media telepon untuk menghubungi organisasi Ikatan Auditor Sistem Informasi Indonesia (IASII). Oleh sebab itu maka perlu dibuat aplikasi komunitas auditor sistem informasi yang berbasis web untuk memudahkan perusahaan dalam mencari seorang auditor yang memiliki kompeten dan memudahkan seorang auditor untuk mempromosikan diri agar dapat dilihat oleh perusahaan yang akan menggunakan jasanya. Metode yang digunakan untuk pembuatan aplikasi adalah metode waterfall. Tahapan wawancara antarmuka dengan narasumber yang terkait yaitu auditor dan perusahaan, membuat desain sesuai dengan hasil wawancara yang sudah dianalisis, melakukan pengkodean sistem, melakukan pengujian aplikasi, dan menjalankan aplikasi. Aplikasi web ini dibuat menggunakan framework Codeigniter, bahasa pemrograman PHP, MySql, dan tools editor menggunakan Sublime Text. Dengan demikian, segala kegiatan yang berhubungan dengan pencarian oleh perusahaan dan menawarkan jasa auditor sistem informasi dapat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Kata Kunci: Komunitas, Auditor, Codeigniter, Website
Aplikasi Penjadwalan Tera Berbasis Web (studi Kasus: Kemetrologian Pemerintahan Kabupaten Bandung) Ardi Widyanto Saputra; Tedi Gunawan; Hanung Nindito Prasetyo
eProceedings of Applied Science Vol 5, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung merupakan lembaga pemerintahan yang salah satu program kerjanya yaitu pengelolaan dan fasilitasi di Bidang Perindustrian. Tujuan dari pengelolaan dan fasilitasi ini agar tidak terdapatnya kecurangan pada Alat Ukur, Takar, Timbang dan Pelengkapannya. Untuk menangani pelayanan Kemetrologian di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung ini masih menggunakan pencatatan permohonan yang dilakukan secara manual di buku agenda. Penjadwalan juga masih dilakukan secara manual berdasarkan antrian permohonan pengajuan tera yang masuk. Permohonan pengajuan tera diterima masih melalui berbagai sumber seperti Email, Whatsapp atau SMS. Sehingga, data tidak terdokumentasi dengan baik dan memungkinkan adanya kesalahan dalam pendataan. Permasalahan diatas juga dapat menimbulkan kesulitan dalam melakukan pengumpulan rekapitulasi penjadwalan Tera yang telah dilakukan. Dari permasalahan tersebut diusulkan lah fitur pengajuan permohonan tera, fitur penjadwalan tera, serta fitur akun untuk pelaku usaha untuk melihat status dari pengajuan permohonan tera pada table riwayat tera. Dalam pembangunan aplikasi ini juga menggunakan metode Waterfall Ian Somerville yang perancangannya telah disepakati dengan pihak Kemetologian Kabupaten Bandung. Pembangunan aplikasi ini juga menggunakan Framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Hasil pengujian yang telah dilakukan, pihak Kemetrologian Kabupaten Bandung telah menerima aplikasi yang telah dibangun adalah aplikasi ini sudah memberikan kemudahan bagi bidang pelayanan Kemetrologian untuk mengelola pengajuan dan penjadwalan tera, memberikan kemudahan pelaporan statistik kepada Kepala UPT melalui hak akses secara online, dan juga memberikan kemudahan pelaku usaha untuk melihat perkembangan pengajuan tera melalui hak akses secara online. Kata Kunci: Penjadwalan, Tera, Aplikasi, Pelaku Usaha
Pembuatan Konten Multimedia Untuk Penyuluhan Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Limbangan Elis Hernawati; Inne Gartina; Heru Nugroho; Siska Komala Sari; Tedi Gunawan; Dedy Rahman Wijaya
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2854

Abstract

Khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian negara. Akan tetapi, para petani sering menghadapi berbagai kesulitan dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian mereka. Salah satu aspek yang mempengaruhi kemampuan petani untuk memperoleh informasi dan teknologi pertanian adalah keterbatasan akses terhadap layanan penyuluhan pertanian. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Limbangan merupakan organisasi yang bertanggung jawab dalam membantu petani di daerah tersebut melalui penyuluhan pertanian. Saat ini, BPP Limbangan memberikan informasi kepada petani menggunakan metode tradisional seperti ceramah dan pamflet. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam hal orisinalitas informasi, keterlibatan, dan jangkauan. Dengan adanya konten multimedia penyuluhan pertanian, petani di wilayah BPP Limbangan akan memiliki akses yang lebih mudah dan cepat terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajemen dan pengetahuan petani, serta berdampak positif pada hasil dan kualitas produk pertanian yang mereka hasilkan.
BIMBINGAN TEKNIS BAGI ANGGOTA LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN GERAKAN PERUBAHAN INDONESIA (GPI) DEWAN PIMPINAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT Purwanti, Yuli; Rachman, Fathur; Lutfi, M.; Aryani, Gustina; Surya Pratama, Satrya; Renaldy, Rendy; Gunawan, Tedi
Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): JM-PKM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmpkm.v2i2.1201

Abstract

Technical guidence for all over member consumer protection agency Gerakan Perubahan Indonesia (LP-GPI) need to be emplemented to provide supplies sciencein the legal field consumer protection, before the members LPK-GPI wider plunge into society. Verious aspects consumer protection given on activitythis technicsl guidance. Problem approach use approach normative and empirical approach that is by doing outreach activities and technical guidance. Data types cansist of primary blood and secondary data. Data collection done whit literature study and field study. Data alalysis whit qualitative analiysis. Society in general do not understand about consumer protection law about their rights and obligation as a consumer dan many caseshappen regerding so that three is a need accompaniment for society relatedto consumer
Between Principles and Actions: ASEAN and Indonesia in Dealing With The Political Crisis In Myanmar Gunawan, Tedi
Global Strategis Vol. 18 No. 1 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.1.2024.81-106

Abstract

This article explains the role of ASEAN in addressing the political crisis and human rights violations in Myanmar, focusing on Indonesia's leadership as the ASEAN Chair in 2023. Following the 2021 military coup in Myanmar, which garnered global attention, ASEAN endeavored to formulate the Five Point Consensus through a constructive approach to tackle this crisis, yet its implementation remains constrained. This article uses a case study method to evaluate ASEAN's response to Myanmar's post-coup situation. The initial adoption of the "constructive engagement" approach within the ASEAN context was aimed at resolving this crisis. However, this approach, characterized by non-interference and consensus-building, proved ineffective in driving political change in Myanmar. As the ASEAN Chair, Indonesia assumes a pivotal role in seeking more effective solutions. The study finds that ASEAN demonstrates adaptability in addressing the Myanmar crisis, transitioning from the "constructive engagement" approach to "enhanced interactions." Under Indonesia's leadership, ASEAN deployed a team of the Special Envoy for Myanmar Affairs led by Foreign Minister Retno Marsudi and rebuilt ASEAN's centrality through proactive mediation efforts, diplomatic coordination, engagement with external partners, and commitment to regional stability and peace. Additionally, ASEAN's intervention with restrictions on Myanmar's participation in various regional activities serves as a form of 'pressure' to encourage cooperation and accountability. Through these enhanced interactions, ASEAN and Indonesia played a more active role in mediating the crisis and promoting reconciliation among all stakeholders involved. Keywords: ASEAN; Indonesia; Myanmar Coup; Constructive Engagement; Enhanced Interactions Artikel ini menjelaskan peran ASEAN dalam mengatasi krisis politik dan pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar, dengan fokus pada kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023. Pasca kudeta militer tahun 2021 di Myanmar yang menyita perhatian global, ASEAN berupaya merumuskan Lima Poin Konsensus melalui pendekatan konstruktif untuk mengatasi krisis ini, tetapi implementasinya masih terkendala. Dengan menggunakan metode studi kasus, artikel ini mengevaluasi respons ASEAN terhadap situasi pasca kudeta di Myanmar. Penerapan awal menggunakan pendekatan "constructive engagement" dalam konteks ASEAN bertujuan untuk menyelesaikan krisis ini. Namun, pendekatan yang bercirikan non-intervensi dan membangun konsensus, terbukti tidak efektif dalam mendorong perubahan politik di Myanmar. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia mempunyai peran penting dalam mencari solusi yang lebih efektif. Studi ini menemukan bahwa ASEAN menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam mengatasi krisis Myanmar, melakukan transisi dari pendekatan "constructive engagement" ke "enhanced interactions." Di bawah kepemimpinan Indonesia, ASEAN mengerahkan tim Utusan Khusus untuk Urusan Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan membangun kembali konsep sentralitas ASEAN melalui upaya mediasi proaktif, koordinasi diplomatik, keterlibatan dengan mitra eksternal, dan komitmen terhadap stabilitas dan perdamaian kawasan. Selain itu, intervensi ASEAN dengan pembatasan partisipasi Myanmar dalam berbagai kegiatan regional merupakan bentuk 'tekanan' untuk mendorong kerja sama dan akuntabilitas. Melalui peningkatan interaksi ini, ASEAN dan Indonesia memainkan peran yang lebih aktif dalam memediasi krisis dan mendorong rekonsiliasi di antara seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Kata-kata Kunci: ASEAN; Indonesia; Kudeta Myanmar; Keterlibatan Konstruktif; Interaksi yang Ditingkatkan
Narrating of collaborative governance in Sejarah Beach restoration, Batu Bara Regency, Indonesia Gunawan, Tedi
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 14, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v14i2.14271

Abstract

This article examines the collaborative governance strategy implemented by the Batu Bara Regency Government in restoring Sejarah Beach. Beaches are critical assets that represent the identity of a region, provide economic benefits, and support the surrounding environmental ecosystem. Unfortunately, many beaches experience environmental degradation and other socio-economic problems. Pantai Sejarah in Batu Bara Regency is no exception, which faces issues such as prostitution, environmental degradation, and local poverty. Using a qualitative methodology, this research explores the collaborative approach used in the revitalization of Pantai Sejarah. In-depth interviews were conducted with various key stakeholders, including representatives from local government agencies (Environmental Agency, Forestry Agency, and Regional Development Agency), PT Inalum's HR management, and local community members. The findings of this study show that the implementation of the collaborative governance approach by the local government has transformed Sejarah Beach into an integrated tourist attraction. In addition, this collaborative initiative also created economic opportunities, including small businesses, new jobs, and revenue for the government. The collaborative effort also addresses social issues such as prostitution through coordinated action between law enforcement, government, and the local community. Furthermore, the collaborative governance approach provides a comprehensive solution to coastal area management by addressing social challenges alongside environmental conservation and economic development.
PEMOTIVASIAN POKDARWIS KELURAHAN CAMPANG RAYA DALAM MEMANFAATKAN PELUANG USAHA WISATA BERBASIS BUKIT Zulfikar, Iwan; Gunawan, Tedi; Josiah, Trisnowati; Purnama, Husna; Mirwansyah, Mirwansyah
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 4, No 02 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v4i02.2595

Abstract

Wisata adalah kegiatan perjalanan seseorang maupun sekelompok orang mengunjungi tempat tertentu bertujuan rekreasi, pengembangan pribadi, mempelajari keunikan daya tarik wisata dalam jangka waktu sementara. Bandar Lampung tergolong kota besar berpenduduk setara perkotaan besar dengan penduduknya berjumlah kurang lebih 1 juta jiwa dalam 20 Kecamatan dengan 126 Kelurahan. Sebagian kelurahan ada yang telah dimanfaatkan fungsi ruang kotanya untuk kegiatan permukiman, industri dan perdagangan. Namun, ada sebagian wilayahnya dengan kontur perbukitan juga telah dimanfaatkan untuk destinasi wisata. Kebanyakan destinasi wisata dengan daya dukung kontur perbukitan berada di Bagian Barat Bandar Lampung, padahal di sisi timur Bandar Lampung juga terdapat beberapa bukit, namun perhatian untuk mengarahkan pada pemanfaatan bentuk lain semisal menjadikannya sebagai objek wisata kurang mendapat perhatian dari masyarakat, terlebih mereka yang masuk dalam kelompok sadar wisata. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan dan motivasi kepada pengurus pokdarwis Kelurahan Campang Raya agar selalu berkeyakinan dalam menjalankan wisata pada objek wisata bukit. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk diskusi revitalisasi pengurus, program kerja, cara membuat administrasi yang baik, dan melakukan pendekatan kepada pemilik lokasi bukit. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Campang Raya, tepatnya di rumah ketua Pokdarwis dalam rentang waktu pada bulan Februari-Maret 2023. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilaksanakan, terlihat bahwa anggota pokdarwis sudah mulai tergugah dalam pembentukan objek wisata yang menjadi lebih utama.
Penguatan Kesadaran Hukum terhadap Penggunaan Sosial Media di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Purwanti, Yuli; Aryani, Gustina; Rachman, Fathur; Renaldy, Rendy; Pratama, Satrya Surya; Gunawan, Tedi
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 5, No 01 (2024): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v5i01.3126

Abstract

Media sosial menjadi sarana komunikasi utama yang tidak hanya mempengaruhi interaksi sosial, tetapi juga melibatkan aspek hukum yang penting untuk dipahami dan diatur dengan baik. Meningkatnya prevalensi dan dampak negatif penyalahgunaan media sosial di lingkungan masyarakat pedesaan menjadikan perlunya kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang penggunaannya. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi hukum kepada masyarakat Desa Bernung mengenai aspek hukum media sosial, termasuk mengenali dampak positif dan negatif penggunaannya, serta memberikan strategi cerdas dalam bersosial media. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan dengan mengundang narasumber ahli dari Fakultas Hukum Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai dan mengadakan sesi tanya jawab kepada peserta. Kegiatan dilaksanakan pada hari minggu, 15 april 2023 di Bala Desa Bernung, kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh kepala desa bernung, aparat desa, dan warga masyarakat Desa Bernung. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bernung menyambut baik kegiatan ini dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang regulasi hukum terkait media sosial, mengidentifikasi potensi risiko seperti penyebaran informasi palsu dan perundungan online, serta memperoleh strategi untuk menghindari dampak negatif tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital masyarakat dan memberikan bekal dalam mengelola interaksi online secara aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran hukum dan kesejahteraan sosial di Desa Bernung.
Penyuluhan tentang Fenomena Perkawinan Usia Dini Akibat Pergaulan Bebas: Tinjauan Pelanggaran Hukum dan Dampaknya terhadap Kesehatan serta Upaya Pencegahan Stunting Mirwansyah, Mirwansyah; Lutfie, M.; Gunawan, Tedi; Yusnandi, Yudi
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 5, No 01 (2024): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v5i01.3302

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat mengenai fenomena perkawinan usia dini akibat pergaulan bebas, meninjau pelanggaran hukum yang terkait, dan mengevaluasi dampak negatifnya terhadap kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini ditujukan kepada warga Desa Karya Tunggal dan dilaksanakan pada 25 Juli 2024 di Aula kantor Desa Karya Tunggal, Kec. Katibung, Lampung Selatan. Pelaksanaan pengabdian ini melalui empat tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Selama kegiatan penyuluhan, proses berlangsung lancar dengan pemateri yang menjelaskan fenomena perkawinan usia dini akibat pergaulan bebas, aspek hukum yang terkait, serta dampak kesehatannya termasuk risiko stunting. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan keterlibatan aktif dalam setiap sesi dan diskusi yang produktif, mencerminkan pemahaman dan ketertarikan mendalam terhadap topik. Namun, beberapa kendala seperti keterlambatan waktu pelaksanaan dan lokasi yang tidak memadai mempengaruhi efektivitas kegiatan, mengurangi waktu untuk pembahasan mendalam dan kenyamanan peserta, sehingga beberapa topik penting tidak dapat dibahas secara optimal.
Harmony in Leadership: Analyzing Successful Relationship Dynamics in Yogyakarta-Kyoto's Sister Province Collaboration Gunawan, Tedi
Nation State: Journal of International Studies Vol. 6 No. 2 (2023): Defying the Uncertainty of the Global Political Economy Order
Publisher : Faculty of Economics and Social Science, Department of International Relations, Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/nsjis.v6i2.1277

Abstract

In an era where globalization is reshaping every facet of our lives, international cooperation holds the key to progress. The Special Province of Yogyakarta seized the moment to forge a transformative partnership with Japan's Kyoto Prefecture, inaugurated on 16th July 1985. This study delves into the tapestry of this 'sister province' cooperation, tracing its historical trajectory and discerning the elements behind its enduring success. Employing qualitative research involving stakeholders’ interviews from both regions, this study unveils compelling insights. This cooperation emerges as successful model of 'sister province' initiatives in Indonesia, aligning seamlessly with the government's benchmarks—ranging from mutual benefits and sustainable initiatives to positive community impacts. It is also found that leadership factors influence the success of this sister province cooperation. Both leaders can manage and encourage collective action to support this cooperation. Moreover, both regions boast a vibrant cultural heritage, sharing numerous similarities that energize and deepen the ties between these sister provinces. Yet, even amidst its achievements, challenges like budgetary constraints and manpower shortages cast shadows. This research, therefore, not only unveils the success story of the Yogyakarta-Kyoto cooperation, but also enriches scholarly discussion on the broader contributions of 'sister province' initiatives in Indonesia international cooperation landscape.
Co-Authors Adis Kusyadi Nugraha Aditama, Yogi agustin, riska Anak Agung Gde Agung Anang Sularsa ani ani Arcaropeboka, Raja Agung Kesuma Ardi Widyanto Saputra Arlin Ferlina Mochamad Trenggana Arry Widodo Aryani, Gustina Azzahra, Putri Brave A. Sugiarso Dahlan, Akib Dedy Rahman Wijaya Dekasari, Yessy Dekasari Devie Ryana Suchendra Devy Alicia Karin Dillak, Rixard George Elis Hernawati ema, ema fahrizi, fahrizi Faizal Gifari Fajar, Rizal Fauzi, Afif Syam Fayola, Ayyesha Dara Gita Indah Hapsari Giva Andriana Mutiara Hanifa Elfiana Hanung Nindito Prasetyo Heru Nugroho Heru Nugroho Hesti Widi Astuti Husna Purnama Inne Gartina Iwan Zulfikar Kristina Sisilia Leonardus Pusaka Pande Raja Sagala Lisda Meisaroh, Lisda Luh Putu Ratna Sundari Lutfie, M. M. Lutfi Mampe Parulian Munthe Maria Elina Marlindia Ike Sari Martin Yonatan Marzuki Marzuki Mayadewi, RA. Paramita Mirwansyah, Mirwansyah Mohammad Lutfi Muhammad Rizki Septian Muhammad Rizqy Alfarisi Mutia Qana'a Nadya Novandriani Karina Moeliono Narasiang, Benefit Semuel Natasya Maharaja, Gina Novendra, Bima Paramita Mayadewi Pramuko Aji Prasetya, Daffa Purwanti, Yuli Rachman, Fathur Rahma Fatria Ramadhan, M Yusuf Rendy Renaldy Renny Sukawati Rennyta Yusiana REZA PAHLEVI Rifka Annisa, Nindya Rifqi Zain, Muhammad Aulia Rini Handayani Robbi Hendriyanto Roni Riandi Sari Utama Dewi Sari, Syara Purnama Satrya Surya Pratama Simon Siregar Siska Komala Sari Solohin, Muhdor Surya Pratama, Satrya Suryaningsih Suryaningsih Syahputra Syahputra Syatria Adymas Pranajaya Taufik, Gunawan TEGUH ARIFIANTO, TEGUH Temmy Julianul Ichsan Tora Fahrudin Trisnowati Josiah Wawa Wikusna Widaningsih , Sri Yudi Yusnandi Z, Bustami