Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

THE DESCRIPTION OF SELF CONTROL IN PERPETRATORS OF CYBERBULYING Yara Andita Anastasya; Rini Julistia; Widi Astuti
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2023): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v8i1.15078

Abstract

The use of technology and information can increase the risk of the phenomenon of cyberbullying. One of the factors of cyberbullying is self-control. Individuals with high self-control will be able to instruct and control themselves in facing unexpected situations. In contrast, individuals with low self-control lack instruction and control for themselves; hence they tend to behave negatively. This study engaged a descriptive quantitative method using a cluster random sampling of 100 students. The instrument used in this study was a self-control scale. The data were analyzed by engaging descriptive analysis. The result shows that perpetrators of cyberbullying have moderate self-control. High self-control indicates that students can control their behavior, cognition, and decision. Thus, they can control their behavior in various situations to obtain positive consequences. Low self-control indicates that students do some unacceptable actions to their environment, especially in school. The higher self-control is, the lower the negative behavior individuals will take. Suboptimal self-control is caused by low aspects of self-control in behavior, cognition, and decision. The lowest aspect is behavior control, which means that perpetrators of cyberbullying tend to spend time with their peers. Therefore, self-control does not work optimally.
Psikoedukasi Kesiapan Sekolah pada Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak untuk Pendidikan Sekolah Dasar Widi Astuti; Dwi Iramadhani; Yara Andita Anastasya; Tri Widia Ningsih; Nurwafi Oktari
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.19

Abstract

Permasalahan yang sering muncul ketika anak memasuki sekolah dasar yaitu kemandirian,konsentrasi, masalah relasi sosial, masalahmotivasi, prestasi belajar rendah, tulisan besardan kasar, keliru menulis huruf dan angka,belum lancar membaca, dll, disamping ituterdapat pula masalah yang terkait dengan pola pengasuhan diantaranya mudah marah,memukul dan menyakiti teman.Mitra dalam pengabdian ini adalah TKIT Anak Shalih.Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk memberikanpsikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Kemudian juga memberikan pengetahuan orang tua mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Psikoedukasi nantinya akan diberikan melalui metode ceramah, diskusi dan case study. Dalam penyelesaian masalah bagi mitra dilakukan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesiapan sekolah anak. Luaran yang diharapkan dari pengabdian ini adalah publikasi media online, accepted jurnal nasional dan signed dokumen MOU.
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pada Siswa di Panti Asuhan Dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Rini Julistia; Zurratul Muna; Yara Andita Anastasya; Zulaikha Masrura; Nadia Safitri
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.21

Abstract

Panti asuhan Miftahul Jannah merupakan salah satu yayasan yang berada di kecamatan dewantara. Salah satu permasalahan yang terdapat di panti asuhan yaitu anak didik yang berada dipanti asuhan Miftahul Jannah masih tabu mengenai pentingnya pengetahuan mengenai kekerasan seksual. Anak didik di panti asuhan masih minim pengetahuan terkait dampak yang dapat terjadi dari kekerasan seksual, seperti dampak secara fisik dan psikologis. Selain itu anak yang berada dipanti asuhan tersebut tidak mengetahui apa itu kekerasan seksual, bentuk-bentuk serta dampak dari kekerasan seksual. Tujuan kegiatan pengabdian ini dapat memberikan peningkatkan pengetahuan tentang kekerasan seksual, bentuk-bentuk dan langkah yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual serta dampak dari kekerasan seksual. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, serta focus group discussion. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sub bagian yakni kegiatan pree-test terlebih dahulu untuk melihat pengetahuan peserta didik dipanti asuhan terkait dengan kekerasan seksual. Kemudian kegiatan kedua yaitu pemberian psikoedukasi terkait kekerasan seksual dan kegiatan ketiga yaitu post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan terkait materi kekerasan seksual. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan anak di Panti asuhan sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Hasil ini dapat disimpukan bahwa anak panti asuhan memperoleh dampak terkait dengan psikoedukasi yang diberikan.
Proses Pengambilan Keputusan untuk Menikah Pada Mahasiswa Laki-Laki Nurfiqra Adila Nasution; Cut Ita Zahara; Yara Andita Anastasya
Psycho Idea Vol 21, No 1 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.873 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v21i1.14856

Abstract

Menikah pada saat masih menempuh masa kuliah terlihat tidak mudah untuk dilakukan, namun keputusan mahasiswa yang menikah disaat masih kuliah bukanlah suatu hal yang salah. Individu yang mengambil keputusan menikah pada saat masih dalam masa menempuh kuliah diharapkan mengerti akan konsekuensi, mengingat setelah menikah akan banyak perubahan yang akan dialami nantinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengambilan keputusan untuk menikah pada mahasiswa laki-laki di sebuah Universitas. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif fenomenologis dengan melibatkan tiga mahasiswa laki-laki sebagai partisipan penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa tahapan yang dilalui oleh mahasiswalaki-laki di sebuah Universitas dalam pengambilan keputusan menikah yaitu identifikasi, pembentukan alternatif, mencari informasi, tahapan proses penilaian, dan yang terakhir yaitu tahapan penentuan keputusan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebelum mengambil keputusan untuk menikah mahasiswa laki-laki universitas  telah melalui proses sebelumnya untuk menyakinkan dirinya dalam mengambil keputusan untuk menikah dan tetap melanjutkan kuliah.
Psikoedukasi Respect (Menghargai Diri Sendiri dan Orang Lain) dalam Menumbuhkan Budaya Kerja Kooperatif pada Guru SMKN 5 Lhokseumawe Anastasya, Yara Andita; Rini Julistia; Widi Astuti; Lola Wahyuni; Khairunnisa
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i1.29

Abstract

SMKN 5 Lhokseumawe merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri yang berada di kota Lhokseumawe. Salah satu permasalahan yang terjadi di SMKN 5 berupa minimnya rasa respect atau saling menghormati dan menghargai antar sesama guru. Mayoritas guru menampilkan perilaku tidak mendengarkan ketika teman berbicara, mengungkapkan pendapat, menyepelekan pendapat sesama guru hingga tidak bersedia dinasihati walau perilaku serta perkataannya sudah tidak mencerminkan perilaku respect. Keseluruhan hal ini berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal dan optimal sehingga tercipta budaya kerja yang tidak kooperatif. Hal ini menjadi alasan utama untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema psikoedukasi respect pada guru di SMKN 5 Lhokseumawe. Karakter respect dimulai dari menghargai diri sendiri yang kemudian diikuti dengan menghargai orang lain. Tujuan dari pengabdian yaitu membantu guru memahami terkait respect serta pentingnya karakter respect untuk menciptakan budaya kerja kooperatif. Metode pelaksanaan yang dilakukan ialah ceramah, tanya jawab, focus group discussion serta role play berupa games. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ialah ada perbedaan tingkat pengetahuan guru terkait respect (menghargai diri sendiri dan orang lain) dari sebelum pelaksanaan psikoedukasi dengan setelah diadakan pelaksanaan psikoedukasi. Selain itu, terdapat pula hasil bahwa kegiatan psikoedukasi memberi perubahan sebesar 40% bagi guru setelah mengikuti psikoedukasi respect.
Gambaran Regulasi Diri pada Siswa SMA dalam Mencegah Penggunaan Zat Adiktif Julistia, Rini; Muna, Zurratul; Anastasya, Yara Andita
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 2 (2024): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i2.182

Abstract

Zat adiktif merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran, hilang rasa hingga ketergantungan. Regulasi diri merujuk pada pemikiran, perasaan, tindakan yang terencana dan beradaptasi secara terus menerus untuk mencapai tujun pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran regulasi diri pada siswa SMA dalam mencegah penggunaan zat adiktif. Sampel dalam penelitian ini adalah 290 siswa yang berdomisili di kota Lhokseumawe. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis teknik cluster sampling. Analisis data yang menggunakan metode deskriptif persentase menunjukkan bahwa Siswa SMA kota Lhokseumawe memiliki regulasi diri yang tergolong tinggi yaitu sebanyak 123 siswa (42%). Artinya siswa SMA kota Lhokseumawe dapat menetapkan tujuan, menyusun strategi serta mampu melakukan evaluasi. Selanjutnya terdapat 167 siswa (58%) yang memiliki regulasi diri yang rendah dalam mencegah penggunaan zat adikitif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Lhokseumawe memiliki tingkat regulasi diri yang rendah terhadap penggunaan zat adiktif dan jika dilihat dari fase regulasi diri, fase yang paling rendah adalah fase performance, dimana siswa belum mampu mengontrol perilakunya sesuai dengan stategi yang telah disusun pada fase forethought.
Determinasi Diri Siswa SMK Dalam Merencanakan Karir Astuti, Widi; Iramadhani, Dwi; Anastasya, Yara Andita
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 2 (2024): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat gambaran self determination siswa dalam perencanaan karir. Untuk memperoleh gambaran determinasi diri siswa peneliti melakukan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat. Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa siswa SMK Negeri 2 Lhokseumawe memiliki determinasi diri pada kategori rendah sebanyak 51 siswa (54,8%). Kemudian berdasarkan aspek determinasi diri terlihat aspek kompetensi (52,2%) dan kemandirian (55,1%) masuk dalam kategori rendah. Sedangkan keterhubungan memperoleh kategori yang tinggi (61,9%). Selanjutnya hasil berdasarkan jenis kelamin, siswa SMK N 2 Lhokseumawe baik perempuan maupun laki-laki memiliki determinasi diri pada kategori rendah yaitu dengan persentase 50,7%.Berdasarkan jurusan siswa dengan jurusan tata busana memiliki determinasi diri tinggi (52%) sedangkan paling rendah pada jurusan tata boga sebesar 75%. 
Hubungan Pola Asuh Permisif dengan Kontrol Diri pada Pelaku Cyberbullying Shafira, Nabila; Anastasya, Yara Andita
Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI)
Publisher : LPPM Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/jipsi.v6i1.852

Abstract

Penelitian “ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pola asuh permisif dengan tingkat kontrol diri yang ditunjukkan oleh individu yang melakukan cyberbullying di SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 7 di Kota Lhokseumawe. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 88 siswa yang dipilih menggunakan prosedur cluster sampling. Strategi pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala pola asuh permisif yang terdiri dari tiga 37 item, skala kontrol diri yang terdiri dari dua puluh empat item, dan skala cyberbullying yang terdiri dari 45 item. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antar variabel. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif antara pola asuh permisif dan kontrol diri pada individu yang melakukan cyberbullying. Pelaku cyberbullying dengan gaya pengasuhan permisif yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kontrol diri rendah. Begitu pula ketika tingkat pola asuh permisif pada pelaku cyberbullying rendah, maka kontrol diri pada pelaku cyberbullying akan semakin tinggi.
Program Pelatihan Building Self Determination Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Pengajaran Anak Berkebutuhan Khusus Pada Guru SDLB di Lhokseumawe Widi Astuti; Dwi Iramadhani; Yara Andita Anastasya; Nurul Afni Sinaga; Altira
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i2.30

Abstract

Seorang guru SLB dituntut untuk memiliki keterampilan khusus dalam mengajar dikarenakan karakteristik yang dimiliki masing-masing anak berbeda dengan anak normal. Selainitu anak berkebutuhan khusus juga memiliki waktu yang lebih lama dalam memahami suatu pelajaran. Berdasarkan hasil FGD ada beberapa permasalahan yang terjadi(1) tidak semua guru SDLB berlatar belakang pendidikan luar biasa. Ketika guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa tidak berlatarbelakang pendidikan luar biasa, (2) kurang mengetahui karakteristik anak berkebutuhan khusus, (3) kurangnya motivasi internal dalam mengajar dan mendidik. Dengan permasalahan tersebut, maka penulis memiliki solusi meningkatkan motivasi pengajaran dengan program building self determination. Program building self determination memiliki tujuan untuk membentuk motivasi internal. Ryan & Deci (2017) mengungkap salah satu variabel yang memberikan efek motivasi internal pada individu adalah Self Determination. Program pelatihan building self determination terbukti dapat meningkatkan motivasi siswa dalam merencanakan karir sebesar 43.8% sebelum dan sesudah diberikan pelatihan building self determination (Muna, Iramdhani, dkk , 2022). Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil bahwa adanya peningkatan motivasi guru sebelum dan sesudah diberikan program pelatihan sebesar 12%. Kemudian guru lebih mengenal kompetensi diri yang mereka miliki dan lebih menyadari bahwa jika dibandingkan relasi antara rekan kerja dan siswa, mereka merasa lebih penting relasi mereka dengan siswa. Kata Kunci: Motivasi Mengajar, Self Determination, Guru SLB
Coping Stress Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam Menyelesaikan Skripsi Anastasya, Yara Andita
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 1, No 3 (2021): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.546 KB) | DOI: 10.51849/sl.v1i3.50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengentahui bagaimana coping stress mahasiswa tingkat dalam menyelesaikan skripsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan model studi kasus. eknik pengambilan sampel adalah metode purposive sampling yang memilih subjek sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mahasiswa tingkat akhir dan dan sedang menyelesaikan skripsi. Subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini terdiri dari tiga mahasiswa tingkat akhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini berupa triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa mahasiswa tingkat akhir mengatasi stres dalam bentuk emotional-focused coping kemudian dilanjutkan dengan problem-focused coping. Hal ini agar mereka dapat fokus terlebih dahulu untuk mengendalikan pikiran dan emosi yang disebabkan oleh stres dan kemudian pada pemecahan masalah yang dihadapi.