Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tauhid Sebagai Pilar Utama dalam Pembentukan Akidah dan Pemikiran Teologi Islam Kontemporer Arfia Diva Al Zahra; Dadan Firdaus; Ilmi Nurhanifah; Faizal Malik Sundana
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI (Edisi Spesial)
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dz83ps93

Abstract

Ilmu Kalam dan Tauhid merupakan dua pilar utama dalam pembentukan akidah dan pemikiran teologi Islam, yang tidak hanya berperan dalam menetapkan dasar-dasar keyakinan umat, tetapi juga membentuk kerangka berpikir teologis yang relevan dengan tantangan kontemporer. Ilmu Tauhid membahas cara-cara menetapkan akidah agama dengan dalil-dalil yang meyakinkan, baik naqli, aqli maupun wijdani, sedangkan Ilmu Kalam mengembangkan argumen rasional untuk membela dan memperkuat keimanan serta menanggapi berbagai persoalan teologis yang muncul dalam sejarah Islam. Dalam konteks modern, Ilmu Kalam berfungsi sebagai landasan bagi pemikiran kritis, moderat, dan inklusif, yang mampu merespons isu-isu globalisasi, pluralisme dan ekstremisme agama. Artikel ini mengkaji peran sentral Ilmu Kalam dan Tauhid dalam membentuk akidah serta kontribusinya terhadap dinamika pemikiran teologi Islam kontemporer.  
Kritik Harun Nasution Terhadap Teologi Tradisional Najwa Zayra Nabila; Nasywa Kamila; Regita Permata Utami; Windy Novia Ramaadhanti; Dadan Firdaus
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5449

Abstract

Dominasi pemikiran teologi tradisional di Indonesia masih sangat kuat dalam pendidikan dan kehidupan keagamaan, namun pendekatan ini dinilai kurang mampu menjawab tantangan zaman modern yang menuntut rasionalitas, keterbukaan, dan konteks sosial yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pandangan Harun Nasution terhadap teologi tradisional serta menggambarkan gagasan alternatif berupa teologi rasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, menelusuri karya-karya Harun Nasution dan tokoh-tokoh teologi Islam lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun Nasution mengkritik kecenderungan teologi tradisional yang terlalu pasrah pada takdir, menolak penggunaan akal, dan tertutup terhadap pembaruan. Ia menawarkan model teologi yang rasional, menekankan pentingnya akal sebagai alat memahami wahyu, serta menghidupkan kembali semangat ijtihad sebagai respons terhadap realitas sosial kontemporer. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Harun Nasution masih sangat relevan untuk membentuk pola pikir keagamaan yang lebih terbuka, kritis, dan adaptif. Implikasinya, pendekatan rasional dalam teologi dapat menjadi landasan penting dalam reformasi pemikiran Islam di Indonesia.
Hemat ke Hikmah: Transformasi Frugal Living menjadi Praktik Tasawuf dalam Kehidupan Mahasiswa Fathan Fadhlullah, Muhammad Sayyid; Putri Baheransyah, Zahwa Bilbina; Dadan Firdaus
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9tfcmn59

Abstract

Fenomena frugal living atau gaya hidup hemat semakin marak di kalangan mahasiswa generasi Z, terutama sebagai respons terhadap tekanan ekonomi pascapandemi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi transformasi frugal living menjadi praktik tasawuf melalui internalisasi nilai zuhud dan qana’ah. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis metode fenomenologi dan studi pustaka, penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa semester enam dengan rata-rata usia 21 tahun yang menjalani frugal living. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun gaya hidup hemat awalnya dimotivasi oleh keterbatasan ekonomi, mayoritas responden merasakan ketenangan batin, serta menunjukkan keterbukaan terhadap pemaknaan spiritual. Sebanyak 15 dari 20 mahasiswa tertarik memahami frugal living dalam kerangka tasawuf, dan setengahnya telah mengenal konsep zuhud dan qana’ah. Dengan demikian, frugal living dapat ditransformasikan menjadi praktik sufistik jika disertai kesadaran ruhaniah dan niat ikhlas. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari strategi bertahan hidup menuju pembentukan karakter spiritual.
Islam and the Power of Logic Irsyad Rauhillah Fa’iz; Dadan Firdaus; Nasywa Asyifa Salsabila; Siti Nurasyifa
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qzhgcj96

Abstract

This article discusses the relationship between Islam and logic through a qualitative approach, highlighting the concept of logic in Islamic theology and its role as a reasoning tool in Islamic philosophy. The research reveals how logic contributes to the development of Islamic law (fiqh) and facilitates dialog between Islamic thought and other intellectual traditions. By analyzing various perspectives, this article shows that logic is not only a tool of analysis, but also a bridge to understand and interpret Islamic teachings more deeply. Through this approach, it is hoped to strengthen the understanding of the importance of logic in religious and intellectual contexts
Code Mixing in Cooking Terms on Jesselyn MCI 8’S Tiktok Account in Gourmet with Jess Segment Yulianti, Fitri; Dadan Firdaus; Toneng Listiani
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.6957

Abstract

This study investigates the phenomena of English–Indonesian code mixing in Jesselyn Lauwreen's short-form video material, specifically in her Gourmet With Jess TikTok series. Lauwreen is the winner of MasterChef Indonesia Season 8. The research distinguishes and classifies three linguistic forms—intra-sentential code mixing, intra-lexical code mixing, and code mixing involving pronunciation change—based on Charlotte Hoffman's (1991) typology of code mixing. In order to investigate how English cooking terminology is incorporated into Indonesian narratives, 10 TikTok videos were examined using a qualitative descriptive technique. The results show that the most common technique is intra-sentential code mixing, in which English phrases like "Now aku bakal steam" or "Chinese stir fry beef dengan sayur-sayuran" are included into Indonesian sentence structures to promote conceptual clarity and linguistic flexibility. Additionally common is intra-lexical code mixing, which is demonstrated by hybrid constructions such as "di-marinate," "garnish-nya," and "shred gitu," which show Jesselyn's adaptive linguistic innovation by fusing local grammar conventions with international culinary language. The least common type of code mixing was a change in pronunciation, but it was noticeable in cases like "chicken stock," which is pronounced using Indonesian phonology. This indicates localized accessibility without compromising professional authority. The study emphasizes that code mixing on TikTok is a purposeful decision influenced by audience expectations, platform affordances, and the creation of culinary identities rather than just being a linguistic need. In addition to providing insights into how multilingual influencers use language to negotiate cultural capital, relatability, and expertise in Indonesia's developing digital culinary realm, these findings validate the usefulness of Hoffman's methodology in evaluating multimodal digital discourse.
Studi Komparatif Konsep Tauhid dalam Mazhab Sunni dan Syiah: Analisis Teologis Lutfi Ahmad Mutorik; Disyela Apriswa Mandai; Sofa Nur Alfiah; Muhammad Raka Iqbal Fadil Muharom; Rifky Ali Perdiansyah; Muhammad Dzaky Maulana Putra; Dadan Firdaus
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.6108

Abstract

This study aims to comparatively analyze the concept of tawhid in Sunni and Shi'a Imamiyyah schools from a theological perspective. Using an exploratory qualitative approach and literature study method, this research examines the theological structures of both traditions, identifying points of convergence and key differences in their understanding of God's oneness. The findings reveal that although both traditions uphold tawhid as the core of faith, differing epistemological approaches and authoritative frameworks lead to significant distinctions. The Sunni tradition emphasizes three dimensions of tawhid—rububiyyah, uluhiyyah, and asma’ wa sifat—while the Shi’a Imamiyyah integrates the concept with the doctrines of imamah and walayah. The study further highlights that such theological diversity can enrich Islamic intellectual tradition and foster constructive inter-sectarian dialogue when managed inclusively. The research recommends promoting sectarian tolerance education and inter-traditional dialogue as key strategies to enhance Islamic unity.
Tauhid Sebagai Landasan Kesadaran Lingkungan Dalam Perspektif Islam Hilmi Fuadi; Dadan Firdaus
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tauhid sebagai inti ajaran Islam tidak hanya memuat aspek teologis, tetapi juga memiliki dimensi etis dan ekologis yang penting untuk dikontekstualisasikan dalam menjawab krisis lingkungan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep tauhid dapat diaktualisasikan sebagai kesadaran ekologis dalam kehidupan umat Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an, tafsir para ulama, serta literatur kontemporer yang membahas hubungan antara Islam dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid mengandung prinsip-prinsip kosmologis seperti mīzān (keseimbangan), amanah, dan tanggung jawab khalifah yang menuntut manusia menjaga keteraturan ciptaan. Kerusakan lingkungan dipandang sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai tauhid, dan oleh karenanya aktualisasi tauhid dalam bentuk kesadaran ekologis menjadi penting. Integrasi nilai-nilai ini dalam pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik dapat memperkuat kontribusi Islam dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga menekankan perlunya reinterpretasi tauhid sebagai basis etika ekologis Islam yang holistik dan transformatif.
Tauhid sebagai Fondasi Kesehatan Mental Islami: Tinjauan Literatur atas Krisis Psikologis Modern Mohamad Ihsan Kamaluddin; Dadan Firdaus
Nathiqiyyah Vol 8 No 2 (2025): Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v8i2.1772

Abstract

This study explores the central role of tawḥīd (Islamic monotheism) as a foundational concept in shaping Islamic approaches to mental health, particularly in addressing the psychological crisis of the modern era. Using a qualitative literature review method, the research analyzes classical and contemporary sources in Islamic theology and psychology to identify the theological, psychological, and therapeutic dimensions of tawḥīd. The findings demonstrate that tawḥīd, as the doctrine of divine oneness, offers more than metaphysical truth; it provides an existential framework that supports emotional stability, spiritual resilience, and psychological well-being. The study highlights how the three dimensions of tawḥīd—rubūbiyyah (divine lordship), ulūhiyyah (divine worship), and asmāʾ wa ṣifāt (divine names and attributes)—contribute to reducing anxiety, instilling purpose, and protecting individuals from identity confusion and spiritual emptiness in the face of social comparison, digital overstimulation, and moral relativism. Moreover, the research emphasizes the practical implementation of tawḥīd through education, daʿwah, and tauhīd-based therapy. It calls for a systemic integration of tawḥīd into modern mental health strategies for Muslim communities. The study concludes that the internalization of tawḥīd is not only essential to religious faith but is also a transformative paradigm for restoring personal peace, meaning, and collective emotional health in a fragmented world.