p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Ilmu Komunikasi Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Record and Library Journal Edulib ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Buletin Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Studi Komunikasi Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Acarya Pustaka Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, informasi dan kearsipan Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Innovative: Journal Of Social Science Research BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Emotional Branding as an Effort to Improve the Quality of Library Service in Order to Increase the Use of Library Komariah, Neneng; Rodiah, Saleha; Saepudin, Encang
Record and Library Journal Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.491 KB) | DOI: 10.20473/rlj.v2i2.3070

Abstract

This paper is a study of implementation of emotional branding in library services.    Emotional branding is a new paradigm in marketing world. It means create emotional nuance and its objective is to create an emotional nearness between a brand and its consumer. The library as an institution which provide information services may implement emotional branding concept in creating emotional nuance which will build emotional nearness between the library and its users. It is hope that the emotional nearness  will create users’ satisfaction and  loyality, so the use of library will  increase. Emotional branding in library can be created through working performance of librarian who always try to create and maintain good relationships with users. Some strategies could be implemented, those are always ask the user first, ask their name and try to remember it, know information which usually needed, tell them when there is new information which relevant for them, create a situation that librarian always ready to help, show them that the librarian like to discuss with them, be a good listener, the librarian should be wear uniform with name tag, and be a mobile staff and ask the user if they need some helps.  The implementation of emotional branding in library services need a crucial change in mindset of library management in order to provide qualified services which suitable with users’ demand.   
PENDIDIKAN LITERASI LINGKUNGAN SEBAGAI PENUNJANG DESA WISATA AGRO KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Komariah, Neneng; Yusup, Pawit M; Saepudin, Encang; Rodiah, Saleha
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.648 KB)

Abstract

ABSTRACT Paledah Village, Padaherang District Pangandaran Regency is one of the villages being developed into an agro tourism village. Therefore, environmental maintenance efforts need to be done by all levels of society, because the natural environment which still original and distinctive is an asset for the tourist village. One effort that can be done is   environmental literacy education that can be given to all levels of society including children. It will make the children   understand the importance of environmental maintenance early on. The target audience of this PKM activities are teachers of PAUD and Posyandu cadres in Padaherang Sub-district. They will become facilitators of environmental literacy education and environmental preservation models for children and communities in their respective areas. This PKM activity aims to provide knowledge insight and create awareness on posyandu cadres and PAUD teachers about the importance of environmental literacy education and become human literate environment. The method used in the form of counseling covering three main topics are   environment and village tourism, environmental literacy education for children, and  environmental health. Based on the post-test and monitoring and evaluation that have been done, it can be seen that the   participants have understood the importance of environmental maintenance. PAUD teachers have conducted environmental literacy education on their students, and posyandu cadres have spread their knowledge in their respective working areas.ABSTRAKDesa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata agro. Oleh karena itu upaya pemeliharaan lingkungan perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, karena lingkungan alam yang masih asli dan khas merupakan asset bagi desa wisata. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pendidikan literasi lingkungan yang dapat diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak, agar mereka  memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan sejak dini. Khalayak sasaran kegiatan PKM ini adalah guru-guru PAUD dan para kader Posyandu di Kecamatan Padaherang, agar mereka menjadi fasilitator pendidikan literasi lingkungan dan model pemelihara lingkungan bagi anak-anak dan komunitas yang ada di wilayahnya masing-masing. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan dan menciptakan kesadaran pada para kader posyandu dan guru-guru PAUD  tentang pentingnya  pendidikan literasi lingkungan dan menjadi manusia yang literat lingkungan.  Metode yang digunakan berupa penyuluhan yang meliputi tiga topik utama, yaitu: tentang lingkungan dan desa wisata,  pendidikan literasi lingkungan untuk anak, dan  tentang kesehatan lingkungan. Berdasarkan post-test serta monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa  peserta penyuluhan telah memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan. Para guru PAUD telah melakukan pendidikan literasi lingkungan  pada anak didiknya, dan para kader posyandu telah menyebarkan pengetahuannya di wilayah kerjanya masing-masing.     
LITERASI MEDIA BAGI GURU PAUD DI KECAMATAN CICALENGKA Sukaesih, -; Saepudin, Encang; Agustini Damayani, Ninis
Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.874 KB)

Abstract

 ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat 2016 ini berjudul Pelatihan Literasi Informasi  Media Pembelajaran Bagi Guru PAUD di Kecamatan Tanjungsari. Kegiatan Pelatihan literasi  media ini  bertujuan untuk menambah wawasan dan memberikan pengetahuan terbaru tentang pemanfaatan media sebagai sumber belajar bagi para guru dan siswa,   terutama bagi guru yang harus membuat sebuah kegiatan pengajaran kepada siswanya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan bekerja sama  dengan Pihak UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu pada  tanggal 1 September 2016. Materi utama yang disampaikan dalam pelatihan ini yakni  literasi media dan langkah-langkah membangun literasi media.  Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan  simulasi. Hasil yang dicapai menujukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari seluruh peserta.Hal ini terlihat dari hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan.Jumlah peserta mencapai target, dengan animo peserta cukup tinggi menghasilkan diskusi mengalir dan simulasi dilaksanakan dengan sangat antusias. Dari hasil refleksi kegiatan, diperoleh kesimpulan bahwa peserta memahami dan mampu membuat rancangan pembelajaran berbasis literasi media.  ABSTRACT This 2016 Community Services is entitled Learning Media Information Literacy Training for Teachers of PAUD in District Cicalengka. Media literacy training activities aim to broaden and provide the latest knowledge about the use of media as a source of learning for teachers and students, especially for teachers who have to make teachingactivities for their students. The community service activities were carried out in collaboration with the UPTD (Department of Education of Subdistrict) Bandung District of Cicalengka. The Community Services Activity was conducted on 1 September 2016. The main materials presented were the media literacy training and steps to build media literacy. The methods used were lectures, discussions, and simulation. The result showed an increase in knowledge and skills of all participants. This was shown from the results of pretest and posttest conducted. The number of participants achieving the target, with the participants high interest had generated discussion flowed, and simulations were carried out with great enthusiasm. From the results of  activities reflection, it was concluded that participants understood and were able to create media literacy based learning design.  
PENGEMBANGAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI DESA SINDANGKERTA KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA Saepudin, Encang
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.743 KB)

Abstract

ABSTRACTThis activity examines the development of the Community Library (TBM) In the village Sindangkerta Cipatujah District of Tasikmalaya regency. Method or Participatory Rural Appraisal Techniques and data collection through interviews, observation, focus group discussions, and literature study aims to determine the development of these activities Library community garden on the tasks and functions of public reading in improving learning skills in early childhood. The results show that the public reading in a village environment Sindangkerta serve as a source of learning early age children, resources for parents in fostering early childhood-education and recreational facilities for the community. Thus the public reading can serve as a learning tool for both kids an early age and the parents children-especially young housewife in expanding their knowledge.ABSTRAKKegiatan ini mengkaji tentang  Pengembangan  Taman Bacaan Masyarakat (Tbm) di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan  Metode atau Teknik  Participatory Rural Appraisal  dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustaka kegiatan  ini bertujuan   mengetahui pengembangan taman bancaan masyarakat  mengenai tugas dan fungsi taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan belajar pada anak usia dini. Hasil kajian  menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat yang ada di lingkungan desa Sindangkerta  berperan sebagai sumber belajar anak-anak usia dini,  sumber informasi bagi para orang tua dalam membina anak usia dini, dan  sarana rekreasi-edukasi bagi masyrakat. Dengan demikian  taman bacaan masyarakat   dapat berperan  sebagai sarana belajar baik bagi anak-anak usia dini maupun para orang tua anak-anak- terutama ibu rumah tangga muda dalam memperluas pengetahuan mereka 
Strategi Komunikasi dalam Pengembangan Desa Wisata Agro di Kabupaten Bandung Barat Saepudin, Encang; Budiono, Agung; rohman, asep saeful
Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v6i2.5027

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji Strategi komunikasi dalam pengembangan desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Dengan  metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustakan penelitilian ini bertujuan untuk mengetahui  perencanaan komunikasi dan manjemen komunikasi dalam pengembangan desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Manfaat dari hasil penelitian ini adakah memberikan masukan bagi pemerintah dan beberapa pihak yang terkait mengenai strategi komunikasi (pola komunikasi efektif) dalam pengembangan desa wisata,  sehingga  pihak-pihak tersebut mampu membuat kebijakan-kebijakan  yang sangat tepat dalam pengembangan desa wisata terutama desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil penelitian, Desa yang mmeiliki potensi sebagai Desa Agro Wisata di Kabupaten Bandung Barat, perlu diadakannya pola pembinaan agro wisata agar para pelaku pariwisata dan pelaku pertanian secara sinergis dapat merencanakan, menyusun, memprogramkan agro wisata yang bermanfaat bagi masyarakat,  pengusaha, dan pemerintah. Dalam hal ini perlu adanya komunikasi yang baik antar pihak. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antar pihak maka harmonisasi sosial dalam pengembangan desa wisata agro ini akan tercapai. Strategi komunikasi sangat penting karena ia merupakan paduan perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai suatu tujuan.   Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Desa Wisata Agro, Pembangunan Desa, Bandung Barat Abstract. This study examines the communication strategy in the development of agro-tourism village in West Bandung regency. Use qualitative methods and techniques of data collection through interviews, observation, focus group discussions, and the library to study aims to determine the penelitilian communications planning and management of communication in the development of agro-tourism village in West Bandung regency. The benefits of this research is there to provide input for the government and some interested parties about the communication strategy (pattern of effective communication) in the development of rural tourism, so that the parties are able to make policies that are particularly appropriate in rural tourism development especially rural agro-tourism in West Bandung regency. Based on the research results, in West Bandung regency, especially in Lembang, keep holding the pattern of development of agro-tourism so that the perpetrators of tourism and agriculture synergistically actors can plan, arrange, program an agro-tourism that benefit the community, employers, and government. In this case the need for good communication between the parties. With good communications between the parties, harmonized social development of rural agro-tourism will be achieved. The communication strategy is very important because it is a blend of communication planning and communication management to achieve a goal. Keywords: Communication Strategies, Agro Tourism Village, Rural Development, Bandung Barat
STUDI TENTANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI DI KALANGAN SISWA MENENGAH PERTAMA Rachmawati, Tine Silvana; -, Fitriawati; Saepudin, Encang
Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v7i2.9488

Abstract

The research was conducted to the students of Al-Kausar Internat Junior high school as an example of school which has applied the concept of information literacy in one subject and Arrahman Junior high school as an example of school which has not applied the concept of information literacy yet. The aim of this research was to find out whether there is a significant differences between students' literacy ability in finishing task exercises from those school. The method used in this research was a descriptive comparative method to find out the differences between both of objects in this research. The data were collected through questionnaire, interviews, and library study. The respondents are 53 students selected through Proportionate stratified random sampling techniques. The findings show there is no significant differences between students of Alkautsar junior high school and Ar Rahman junior high school on their students' information literacy ability. However, from the output scores of mean view, Al Kautsar Junior high school has a larger score than Ar Rahman junior high school. Therefore, Alkautsar Junior high school students have a better information literacy ability compared to Ar Rahman Junior high school students.
PRAKTIK LITERASI INFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT (INFORMATION LITERACY PRACTICES IN THE PROCESS OF LIFELONG LEARNING) Saepudin, Encang; Yusup, Pawit Muhammad
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.854 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11387

Abstract

Dalam perkembangan sekarang, konsep literasi tidak lagi hanya dikaitkan dengan informasi dan media, namun sudah disentuhkan ke dalam aspek-aspek tertentu kehidupan manusia secara lebih spesifik. Dalam konteks penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, literasi dilekatkan dengan kemampuan orang untuk menggunakan perangkat komputer baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Sekarang, literasi sudah menyentuh banyak sekali aspek kehidupan manusia. Penelitian ini mengkaji literasi yang dilekatkan pada proses pembelajaran sepanjang hayat. Dengan menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara terhadap 15 orang informan dari kalangan pemuda pedesaan di Jawa Barat bagian Selatan, diperoleh gambaran bahwa, literasi bukan sebuah karakteristik manusia sejak lahir, namun lebih merupakan sebagai kemampuan yang bisa dipelajari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Literasi bahkan dilekatkan sebagai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungannya, dengan budayanya, dengan bisnisnya, dengan politiknya, dengan kehidupannya, dengan penghidupannya.
TINGKAT BUDAYA MEMBACA MASYARAKAT (Studi Kasus Pada Masyarakat Di Kabupaten Bandung) Saepudin, Encang
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.077 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.10003

Abstract

This study aims to determine the level of community reading culture in Bandung Regency West Java Province. By using the sequential exploratory methodand datacollecting through observation, interviews, focus group discussions and questionnaire, the results of the study showed that the level of community reading culture is quite high. It is seen from the results of readingcultureindicator measurement which consist of 1) Availability of facilities which is measured from the availability of school libraries and  the availability of public libraries - including the village library andbook corner. 2) Utilization of resources reading measured from the  average of  holdings of  library materials (number and type), reading materialswhich are read, the average visit to the communitylibrary, the collection usage rate, library memberships. and 3) The communityreadinghabit measured from the average duration of reading (per-times reading), the average read frequency (in weeks), and the purpose of reading.Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat budaya baca masyarakat di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan metode eksploratori berurutan dan mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner, hasil-hasil dari riset ini menunjukkan bahwa tingkat budaya baca masyarakat sangat tinggi. Ianya dilihat dari hasil pengukuran indikator budaya baca yang terdiri dari 1) Tersedianya fasilitas yang diukur dari ketersediaan perpustakaan sekolah dan ketersediaan perpustakaan umum - termasuk perpustakaan desa dan sudut buku. 2) penggunaan sumber-sumber membaca diukur dari rata-rata holdings bahan pustaka (jumlah dan jenis), bahan bacaan yang membaca, rata-rata kunjungan ke perpustakaan masyarakat, koleksi tingkat penggunaan, keanggotaan perpustakaan dan 3) kebiasaan membaca masyarakat diukur dari rata-rata durasi membaca (per-kali membaca), rata-rata frekuensi baca (dalam minggu), dan tujuan membaca.
KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA TENTANG APOTEK HIDUP BERBASIS INDIVIDUAL COMPETENCE FRAMEWORK (Studi Terhadap Siswa SMA di Kota Bandung) Anwar, Rully Khairul; Rizal, Edwin; Saepudin, Encang
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.219 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9486

Abstract

The availability of medicinal plants of the family as the pharmacy life has many used and increasing its use by the community. Increasing the utilization of herbal medicines and medicinal plants cause scientific information related to drugs have important position to become the scientific basis by the public and the company as well as a reference to "state of the art" research on medicinal plants for the scientists. Ideally, all this scientific information both in the form of a hard copy or in the form of electronic files can be obtained from the nearest library. However, this condition cannot be met because enough costs to subscribe to the source of the scientific information. Therefore, the knowledge of the knowledge that developed in the community about the medications are necessary documented and preserved as well as possible in order to be kept and learned by the next generations. Thus the concept of "dug from the community by the community, developed and used by the community" can be accomplished. The importance of research is that you want to measure the ability of literacy students about medicinal plants as pharmacy life.Ketersediaan tanaman obat keluarga sebagai apotek hidup telah banyak dimanfaatkan dan semakin meningkat penggunaannya oleh masyarakat. Meningkatnya pemanfaatan obat-obat herbal dan tanaman obat menyebabkan informasi ilmiah yang berkaitan dengan obat-obat tersebut memiliki kedudukan penting, baik untuk menjadi landasan ilmiah oleh masyarakat dan perusahaan maupun sebagai rujukan “state of the art” penelitian tentang tanaman obat bagi para saintis. Idealnya, semua informasi ilmiah ini baik dalam bentuk cetakannya ataupun dalam bentuk file elektroniknya bisa didapatkan dari perpustakaan terdekat. Namun, kondisi ini tidak dapat terpenuhi karena cukup tingginya biaya untuk berlangganan sumber informasi ilmiah tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan-pengetahuan yang berkembang di masyarakat tentang obat-obat tersebut perlu didokumentasikan dan dilestarikan sebaik mungkin agar dapat dipelihara serta dipelajari oleh generasi-generasi berikutnya. Dengan demikian konsep “digali dari masyarakat, oleh masyarakat, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat” dapat terlaksana. Urgensi penelitian adalah ingin mengukur kemampuan literasi siswa tentang tanaman obat sebagai apotek hidup.
PERAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) BAGI ANAK-ANAK USIA DINI SAEPUDIN, ENCANG; Sukaesih, Sukaesih; Rusmana, Agus
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.45 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.10821

Abstract

Kegiatan ini mengkaji tentang  Peran  Taman Bacaan Masyarakat (Tbm) Bagi Anak-Anak Usia Dini  Di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Dengan  Metode atau Teknik  Participatory Rural Appraisal  dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustaka kegiatan  ini bertujuan   mengetahui peran taman bancaan masyarakat  teutama mengenai tugas dan fungsi taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan belajar pada anak usia dini. Hasil kajian  menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat yang ada di lingkungan desa Narawita   berperan sebagai sumber belajar anak-anak usia dini,  sumber informasi bagi para orang tua dalam membina anak usia dini, dan  sarana rekreasi-edukasi bagi masyrakat. Dengan demikian  taman bacaan masyarakat   dapat berperan  sebagai sarana belajar baik bagi anak-anak usia dini maupun para orang tua anak-anak- terutama ibu rumah tangga muda dalam memperluas pengetahuan merekaAbstractThis activity examines the role of the Community Library (TBM) For Early Childhood In the village NarawitaCicalengka District of Bandung regency. Method or Participatory Rural Appraisal Techniques and data collection through interviews, observation, focus group discussions, and literature study aims to determine the role of these activities bancaan community garden teutama on the tasks and functions of public reading in improving learning skills in early childhood. The results show that the public reading in a village environment Narawita serve as a source of learning early age children, resources for parents in fostering early childhood-education and recreational facilities for the community. Thus the public reading can serve as a learning tool for both kids an early age and the parents children-especially young housewife in expanding their knowledge.