p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Ilmu Komunikasi Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Record and Library Journal Edulib ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Buletin Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Studi Komunikasi Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Acarya Pustaka Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, informasi dan kearsipan Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Innovative: Journal Of Social Science Research BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI PELAYANAN PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI SAAT PANDEMI COVID-19 DI PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO BLITAR Dani, Ocxiela Imel; Sukaesih, Sukaesih; Saepudin, Encang; Rukmana, Evi Nursanti
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.30118

Abstract

AbstrakPembuatan artikel ini di latar belakangi oleh adanya pandemi yang juga turut serta dalam merubah sistem pelayanan perpustakaan salah satunya adalah Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar. Dengan adanya pandemi, pelayanan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga mengalami perubahan yang signifikan sehingga ada beberapa hal dalam pelayanan yang sistemnya dirubah, serta artikel ini juga bertujuan untuk memaparkan tentang Inovasi yang dilakukan dalam hal pelayanan informasi saat pandemi oleh Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar. Pembuatan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif  yang dilakukan dengan langkah – langkah diantaranya adalah penulisan subjek maupun objek dari hasil penelitian, serta waktu dan lokasi dari penelitian tersebut dan juga akan memaparkan tentang cara yang digunakan oleh penulis dalam hal pengumpulan data serta analisis dari data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara menggunakan media sosial Whatsapp kepada pustakawan Perpustakaan Proklamator Bung Karno, selain itu juga ada wawancara kepada pemustaka dari Perpustakaan Proklamator Bung karno untuk melihat tanggapan dari segi pemustaka terhadap pelayanan dari Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan akan dilakukan observasi secara langsung, serta pencarian sumber rujukan dari media sosial untuk memperkuat teori yang ada. Dan dalam hal ini pelayanan informasi pada Perpustakaan Proklamator Bung Karno sangat baik dalam pengembangan berbagai inovasinya khususnya saat pandemic Covid – 19.Kata Kunci : Layanan Informasi; Perpustakaan Proklamator Bung Karno; Covid – 19
KARAKTERISTIK PRAMUWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA AGRO DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Saepudin, Encang; Budiono, Agung; Rusmana, Agus
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i1.9689

Abstract

AbstrakBerdasarkan pada data RPJMD Kab. Bandung Barat Tahun 2013-2018, Bandung Barat memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan beberapa desa menjadi desa wisata. Selain potensi daerah di sektor agro baik pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, Kabupaten Bandung Barat juga memiliki beberapa potensi di bidang pariwisata baik wisata alam, wisata minat khusus maupun jenis wisata lainnya. Kawasan wisata KBB dibagi dalam 3 zona wisata utama, yaitu Zona Bandung Utara, Bandung Selatan, dan Bandung Barat. Pada tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan lima desa menjadi desa wisata. Kelima desa wisata  tersebut adalah  Suntenjaya di Kecamatan Lembang, Rende (Cikalongwetan), Sirnajaya (Gununghalu), Mukapayung (Cililin), dan Cihanjuang Rahayu (Parongpong).  Untuk mengembangkan desa wisata ini diperlukan  pengelola yang handal dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  karakteristik pramuwisata dari segi  kredibilitas sumber dan daya tarik sumber.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion, dan setudi pustaka. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Uji Validitas dan reliabilitas yang dilakukan yakni melalui proses trianggulasi data dan trianggulasi sumber. Informan dalam penelitia ini adalah para pengelola desa wisata dan Aparatur pemerintahan desa Mekarwangi berjumlah 9 orang. Manfaat penelitian yakni  sebagai  masukan bagi pemerintah dan beberapa pihak yang terkait mengenai strategi komunikasi (pola komunikasi efektif) dalam pengembangan desa wisata.  Hasil penelitian menunjukkan Kredibilitas sumber didasarkan kepada kualifikasi pendidikan atau pengalaman sumber, penguasaan materi wisata agro, dan sikap berbahasa. Sedangkan daya tarik dititikberatkan kepada pembentukan citra diri positif dengan memperhatikan empat komponen yakni  sikap, motivasi, persepsi, dan kognisi.Kata Kunci: desa wisata, strategi komuniasi, desa wisata agroAbstractBased on 2013-2018 Bandung District’s RPJMD data, Bandung Barat has great natural tourism potential. Therefore, the local government determined some villages to become natural tourism sites. Beside local potential of agro sectors, such as, agriculture, plantation, forestry, animal farms, and fishery, Bandung Barat has also some tourism potentials, both natural tourism, special interest tourism, and other kind of tourism. Bandung Barat District (KBB) tourism areas are divided into three main tourism zones, those are, Bandung Utara (North) Zone, Bandung Selatan (South) Zone and Bandung Barat (West) Zone. In 2014 the government of Bandung Barat District determined five villages as the tourism sites. They are Suntenjaya at Lembang County, Rende (Cikalongwetan), Sirnajaya (Gununghalu), Mukapayung (Cililin), and CihanjuangRahayu (Parongpong). To develop the villages as tourism sites, it is needed reliable and characteristic managers. This research aims to find out guide’s character from the source’s credibility and attractiveness. This research used qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, focus group discussion, and literature study. Data analyzing technique used was descriptive analyses with data reduction, data presentation and conclusion draw or data verification. Validity and reliability test conducted by data and resources triangulation.Informants of this research were tourism village managers and nine local government officers of Mekarwangi. The research’s benefits are as input for the government and related parties to communication strategy (effective communication pattern) in tourism village development. The results show that the resources credibility is based on resources’s qualification of education or experience, knowledge of agro tourism materials, and language behaviour. Mean while, attractiveness is focused at positive self image form by considering of four components, i.e. attitudes, motivation, perception and cognition.Keywords: Village tourism, communication strategy, agro-tourism   
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Neneng Komariah; Encang Saepudin; Pawit M. Yusup
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 3, No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.886 KB) | DOI: 10.26905/jpp.v3i2.2340

Abstract

The area of ​​Paledah Village, Padaherang District, Pangandaran Regency is very potential to be developed. This village has interesting natural characteristics, unique social and cultural life. This potential must be encouraged and developed in accordance with the socio-cultural characteristics of the community. The development of community-based tourism is a strategic effort to build the community. Rural tourism development is a long-term and potential investment for the government because human resources and natural resources are available. The purpose of this study was to find out the development of tourism villages based on local wisdom, especially related to the concept of criteria for tourism villages in Paledah village. This study uses a qualitative approach. The process of collecting data used were interviews, observation, Forum Group Discussion (FGD), and literature review. The data analysis technique in this study was descriptive with the stages of data reduction and presentation as well as composing the conclusions. Validity and reliability tests were carried out through a triangulation process. The informants in this study were the government, tourism village communities, and tourism developers which totally 9 (nine) people. The results of the study indicate that the values ​​of local wisdom in the development of agro tourism villages in Pangandaran Regency are contained in organizational principles. There are three main principles of organization, namely voluntary and opened-membership, democracy-based management, and independence. Village tourism criteria include attraction, accessibility, public facilities and tourist facilities, community empowerment, and marketing or promotion. Based of the five criteria for tourism villages in Paledah village, only two that have been running optimally, namely tourist attraction and community empowerment, while the other three criteria still have problems.
Penerapan open science dalam layanan perpustakaan umum DISPUSIPDA Jawa Barat Reza Ardhian; Sukaesih Sukaesih; Evi Nursanti Rukmana; Encang Saepudin
Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 3, No 2 (2021): Al-Kuttab: Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ktb.v3i2.3076

Abstract

Gerakan Open Science mulai meraih perhatian publik baru-baru ini. Kemunculan gerakan ini membawa harapan bagi para peneliti di Indonesia dan seluruh dunia bahwa suatu saat hasil-hasil penelitian dan ilmu pengetahuan akan secara mudah diakses oleh masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya. Perkembangan open science didukung oleh berbagai kalangan dan lembaga, dan salah satu yang menjadi pendukung setia dari gerakan ini adalah perpustakaan. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan ilmu pengetahuan yang sudah terbuka lebar serta belum banyak informasi mengenai apa itu open science di kalangan umum. Penelitian ini berusaha untuk memberikan pemahaman mengenai open science secara historis, penerapan, dampak, juga pemahaman serta penerapan open science di Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, sehingga dapat menggambarkan kondisi yang sebenar-benarnya di lapangan. Data yang dikumpulkan berasal dari jurnal ilmiah, website resmi organisasi, juga blog yang terpercaya. Hasil yang didapatkan adalah belum adanya pemahaman secara formal mengenai open science di Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, namun pihak pustakawan merasakan adanya suatu urgensi dari open science untuk segera disosialisasikan dan diterapkan dalam perpustakaan, agar pembaharuan ilmu pengetahuan dapat terlaksana dengan lebih cepat dan dapat memberikan manfaat bagi banyak kalangan.
Archives in Strategic Decision-Making (A Case Study at the Faculty of Communication Science Universitas Padjadjaran) Encang Saepudin; Fadhilah Muhammad; Sukaesih Sukaesih
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 8 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v8i2a1

Abstract

Archives could be as data as a basis for consideration, knowledge, thoughts, and decision making. This study aims to determine the use of archives in strategic decision making. This study uses a qualitative method with a case study approach. The data were obtained through interviews with 5 persons (3 faculty leaders and 2 archivists). The data were also obtained through discussion, observation, and literature study. Validity and reliability tests through the process of triangulation of data and triangulation of sources. The descriptive data analysis through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study found that there were four factors that influenced the use of archives in the decision-making process by the leaders which were the type of decision making, the basis for decision making, the existence of regulations, and organizational culture. The type of decision making used is unprogrammed decisions because it has new and unstructured characteristics. The basis for decision making is rational. This means that decision making is based on certain things. There are regulations that contradict one rule with another. And the prevailing culture which makes difficult for leaders to to carry out change management. As conclusion, the archive has been used as a basis for decision making.
KPK Corner as Library Service in Supporting Anti-Corruption Education in Telkom University Open Library Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 9 No 1 (2021): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/v9i1a1

Abstract

Anti-corruption education is an attempt to prevent corruption. One of the targets of anti-corruption education is students. The university library can contribute to supporting anti-corruption education through the provision of relevant information sources. For this requirement, KPK as an institution responsible for combating corruption gives the KPK Corner as a grant to the selected university library. This study aims to determine the process of obtaining KPK Corner grants, and the development of KPK Corner in Open Library Telkom University. The research method used is qualitative methods with descriptive analysis. Data collection techniques using interviews, observations, and library studies. The results showed that the process of obtaining KPK Corner grants was conducted by submitting proposals as an initiative of the Open Library. Furthermore, approaches to the associated KPK staff. After almost two years of waiting, finally Open Library get KPK Corner.  The KPK Corner grants are also an award for Telkom University who cares deeply about anti-corruption education and conducting various anti-corruption campaigns. Furthermore, for the management, services and promotions of KPK Corner are the responsibility of the Open Library. The presence of KPK Corner is proof of the spirit of Open Library staff to conduct library development through cooperation. It is an aspect assessed in the library accreditation process. Therefore, the Open Library can inspire other libraries.
PENGEMBANGAN DESA WISATA PENDIDIKAN DI DESA CIBODAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Encang Saepudin; Agung Budiono; Mas Halimah
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.541 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19016

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pengembangan desa wisata pendidikan berdasarkan pada potensi produk wisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, F G D, dan studi pustaka. Teknik analisis data deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji Validitas dan reliabilitas melalui proses triangulasi sumber. Informan dalam penelitian ini adalah pihak pemerintah (3 orang), tokoh masyarakat dan agana (5 orang), dan pengelola desa wisata (5 orang). Jumlah responden 13 orang. Hasil penelitian menunjkkan bahwa model pengembangan desa wisata pendidikan di Desa Cibodas memiliki enam strategi yaitu (a) peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan desa wisata (b) pengembangan desa wisata yang khas berdasarkan kepada potensi alam, sosial, dan budaya masyarakat setempat; (c) pengembagan kapasitas lembaga masyarakat sebagai lembaga pengelola desa wisata (d) pengembangan media promosi wisata; (e) peningkatan sumberdaya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan terorganisasi; (f) pendampingan yang dilakukan secara terstruktur dari lembaga/ dinas terkait. 
PENDIDIKAN LITERASI LINGKUNGAN SEBAGAI PENUNJANG DESA WISATA AGRO KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Neneng Komariah; Pawit M Yusup; Encang Saepudin; Saleha Rodiah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.648 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14781

Abstract

ABSTRACT Paledah Village, Padaherang District Pangandaran Regency is one of the villages being developed into an agro tourism village. Therefore, environmental maintenance efforts need to be done by all levels of society, because the natural environment which still original and distinctive is an asset for the tourist village. One effort that can be done is   environmental literacy education that can be given to all levels of society including children. It will make the children   understand the importance of environmental maintenance early on. The target audience of this PKM activities are teachers of PAUD and Posyandu cadres in Padaherang Sub-district. They will become facilitators of environmental literacy education and environmental preservation models for children and communities in their respective areas. This PKM activity aims to provide knowledge insight and create awareness on posyandu cadres and PAUD teachers about the importance of environmental literacy education and become human literate environment. The method used in the form of counseling covering three main topics are   environment and village tourism, environmental literacy education for children, and  environmental health. Based on the post-test and monitoring and evaluation that have been done, it can be seen that the   participants have understood the importance of environmental maintenance. PAUD teachers have conducted environmental literacy education on their students, and posyandu cadres have spread their knowledge in their respective working areas.ABSTRAKDesa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata agro. Oleh karena itu upaya pemeliharaan lingkungan perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, karena lingkungan alam yang masih asli dan khas merupakan asset bagi desa wisata. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pendidikan literasi lingkungan yang dapat diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak, agar mereka  memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan sejak dini. Khalayak sasaran kegiatan PKM ini adalah guru-guru PAUD dan para kader Posyandu di Kecamatan Padaherang, agar mereka menjadi fasilitator pendidikan literasi lingkungan dan model pemelihara lingkungan bagi anak-anak dan komunitas yang ada di wilayahnya masing-masing. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan dan menciptakan kesadaran pada para kader posyandu dan guru-guru PAUD  tentang pentingnya  pendidikan literasi lingkungan dan menjadi manusia yang literat lingkungan.  Metode yang digunakan berupa penyuluhan yang meliputi tiga topik utama, yaitu: tentang lingkungan dan desa wisata,  pendidikan literasi lingkungan untuk anak, dan  tentang kesehatan lingkungan. Berdasarkan post-test serta monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa  peserta penyuluhan telah memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan. Para guru PAUD telah melakukan pendidikan literasi lingkungan  pada anak didiknya, dan para kader posyandu telah menyebarkan pengetahuannya di wilayah kerjanya masing-masing.     
Komunikasi Pembelajaran Berbasis Online Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Inggris Bagi Para Ibu Rumah Tangga (Depth Interview di Sekolah Inggris Online) Diah Sri Rejeki; Pawit M Yusup; Encang Saepudin; Dwi Nurina Pitasari
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.483 KB) | DOI: 10.24002/jik.v18i2.1453

Abstract

Ibu rumah tangga berkontribusi besar pada perkembangan anak. Perlindungan daridampak buruk globalisasi mendorong ibu belajar Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuanmengetahui model komunikasi terkait pembelajaran Bahasa Inggris online. Sumber data penelitianini adalah ibu rumah tangga, mentor, penanggung jawab grup, dan referensi berbasiskan teoriconstructivist learning theories. Hasilnya, model komunikasi ini dapat meningkatkan keterampilanberbahasa inggris ibu rumah tangga dalam memahami grammar dasar, mendengarkan lagu,membaca cerita, menonton film dan talk show; melakukan percakapan, mengoperasikan handphonedan komputer; dan meningkatkan skor TOEFL. Kesimpulannya, Sekolah Inggris membantu Iburumah tangga meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris.
Tradisi hajat lembur sebagai media berbagi pengetahuan masyarakat Tatarkarang Jawa Barat Ninis Agustini Damayani; Encang Saepudin; Neneng Komariah
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v8i1.26745

Abstract

The process of sharing knowledge in the 'hajat lembur' tradition requires knowledge management to support the continuity of the tradition. The research aimed to discover the steps of sharing knowledge on 'hajat lembur' traditions. The method used a qualitative case study approach. Data collection was through interviews, discussions, observations, and literature studies. The data validity test process used data triangulation and source triangulation. Data analysis was performed descriptively through the stages of reduction, presentation, and concluding. The data source consisted of six people: two community and religious leaders, three people managing Saung Budaya Tatarkarang, and one government official. Results showed knowledge sharing activities in the process of 'hajat lembur' tradition is a form of gratitude as well as a medium in building human relations with humans, humans with nature, and humans with God, consisted of four stages: socialization, internalization, combination, and externalization. Socialization is in the form of village elders' information delivery about the concept of 'hirup anu hurip' by creating a harmony of life among people, between humans with nature, and humans with their gods. Internalization process, received knowledge is processed and stored in the memory of each individual. Combination process, each member of the community reconfigures explicit knowledge by sorting, classifying, and developing. Externalization, the knowledge in one's mind is conveyed to others by certain media. In conclusion, the Tatarkarang community keep a harmony of life through relations with humans, humans with nature, and humans with God.