p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Ilmu Komunikasi Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Record and Library Journal Edulib ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Buletin Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Studi Komunikasi Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Acarya Pustaka Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, informasi dan kearsipan Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Innovative: Journal Of Social Science Research BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN DOKUMEN PRODUK BIRO HUKUM DAN HAM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Yani Kurnia; Sukaesih Sukaesih; Encang Saepudin
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.921 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11622

Abstract

The purpose of this research is to understand the activities of the document management of legal products in legal counseling activities at Legal Bureau and Human Rights of Regional Secretariat in West Java Province. The method in this research used qualitative study. Technical data collection conducted through by observation, interviews and literature study. Data analysis technique done with triangulation and based to Miles and Huberman namely data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of research showed that the document management of legal products in Legal Bureau and Human Rights following based of documentation from Landau that which recording includes legislation program activities, organization includes processing and storage, and dissemination includes counseling and information disseminated. Based on research results it can be concluded that the document management of legal products in Legal Counseling activities at Legal Bureau and Human Rights Regional Secretariat of West Java Province has been done based to the documentation from Landau.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan manajemen dokumen produk hukum dalam kegiatan penyuluhan hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi dan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu Data Reduction, Data Display dan Conclusion Drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manajemen dokumen produk hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat mengikuti kaidah dokumentasi menurut Landau yang mencakup recording yang meliputi kegiatan perumusan, organization yang meliputi kegiatan penyusunan dan penyimpanan serta dissemination yang meliputi kegiatan penyuluhan dan penyebarluasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen dokumen produk hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat telah dilakukan sesuai dengan kaidah dokumentasi menurut Landau.
Mendongeng sebagai strategi pembelajaran karakter di TBM Nusa Bentang Saung Budaya Tatarkarang Cipatujah Tasikmalaya Encang Saepudin; Ninis Agustini Damayani; Tine Silvana Rachmawati
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v7i2.19510

Abstract

Character education implementation must be integrated with various life activities. Storytelling activities can be a medium for character education, both at school and outside school. This is in line with the benefits of storytelling, namely to sharpen the imagination and thought, instill values and ethics, and improve vocabulary.  This study aimed to find out the steps of storytelling as a character learning strategy. The research method used was a qualitative case study approach. The collecting data process was through interviews, discussions, observations, and literature studies. Validity and reliability tests were through the process of data triangulation and source triangulation. Consideration of choosing this method was the research data nature, which could maintain the object integrity. This means that data relating to research was comprehended as an integrated whole. Descriptive data analysis was through the stages of data reduction, data presentation, and concluding. Data sources in the study amounted to 7 people, consisting of community and religious leaders (3 people), manager of the ‘Saung Budaya Tatarkarang’ community reading park (2 people), and the education office (2 people). The results showed that storytelling activities at ‘Saung Budaya Tatarkarang’ were able to build children's character at the stages of socialization and internalization. This occurred due to the implementation of storytelling activities through the stages of setting goals and theme of the story, the form of storytelling, materials and tools, the design steps of storytelling activities, and the design of storytelling activities assessment. These five steps are carried out in stages in each event.
PENCIPTAAN PENGETAHUAN TENTANG TANAMAN OBAT HERBAL DAN TANAMAN OBAT KELUARGA Encang Saepudin; Agus Rusmana; Agung Budiono
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.508 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11633

Abstract

This study aims to determine the process of knowledge creation process which starts from expanding process of knowledge knowledge, sharing, and conceptualization of knowledge about medicinal plants conducted by a team of PKK initiators at Cisondari Village Pasir jambu District of Bandung Regency. By using qualitative methods and case study approaches and techniques of data collection through observation, interviews, and literature study,the research results indicate that the process of creation of knowledge about medicinal plants conducted by the team of PKK initiators at Cisondari Village Pasirjambu District of Bandung Regency have been done well. One thing that is still lacking is that knowledge documentation process has not been carried out. This has not been done because the oral culture among the people is stronger than the culture of writing, so the innovations that have been created only stored as tacit in the mind of every person. Principally, the main goal of knowledge management is to encourage sustainability of knowledge within an organization or certain social group so that this knowledge can be used to encourage replication in the body of the organization, creates innovation, and gave birth to a new generation .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penciptaan pengetahuan mulai dari proses memperluas pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan konseptualisasi pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka hasil kajian menunjukkan bahwa proses penciptaan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung sudah dilakukan dengan baik. Satu hal yang masih kurang yakni proses pendokumentasian pengetahuan belum dilakukan dengan baik. Proses itu tidak dilakukan karena dikalangan masyarakat budaya lisan lebih kuat bila dibandingkan dengan budaya tulis sehingga beberapa hasil inovasi yang telah tercipta hanya tersipan secara tacit didalam pemikiran setiap orang. Pada prinsipnya, tujuan utama pengelolaan pengetahuan yaitu mendorong keberlanjutan pengetahuan di dalam suatu organisasi atau kelompok sosial tetentu sehingga pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mendorong terjadinya replikasi di dalam tubuh organisasi, menciptakan inovasi, dan melahirkan generasi baru. 
KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA TENTANG APOTEK HIDUP BERBASIS INDIVIDUAL COMPETENCE FRAMEWORK (Studi Terhadap Siswa SMA di Kota Bandung) Rully Khairul Anwar; Edwin Rizal; Encang Saepudin
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.219 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9486

Abstract

The availability of medicinal plants of the family as the pharmacy life has many used and increasing its use by the community. Increasing the utilization of herbal medicines and medicinal plants cause scientific information related to drugs have important position to become the scientific basis by the public and the company as well as a reference to "state of the art" research on medicinal plants for the scientists. Ideally, all this scientific information both in the form of a hard copy or in the form of electronic files can be obtained from the nearest library. However, this condition cannot be met because enough costs to subscribe to the source of the scientific information. Therefore, the knowledge of the knowledge that developed in the community about the medications are necessary documented and preserved as well as possible in order to be kept and learned by the next generations. Thus the concept of "dug from the community by the community, developed and used by the community" can be accomplished. The importance of research is that you want to measure the ability of literacy students about medicinal plants as pharmacy life.Ketersediaan tanaman obat keluarga sebagai apotek hidup telah banyak dimanfaatkan dan semakin meningkat penggunaannya oleh masyarakat. Meningkatnya pemanfaatan obat-obat herbal dan tanaman obat menyebabkan informasi ilmiah yang berkaitan dengan obat-obat tersebut memiliki kedudukan penting, baik untuk menjadi landasan ilmiah oleh masyarakat dan perusahaan maupun sebagai rujukan “state of the art” penelitian tentang tanaman obat bagi para saintis. Idealnya, semua informasi ilmiah ini baik dalam bentuk cetakannya ataupun dalam bentuk file elektroniknya bisa didapatkan dari perpustakaan terdekat. Namun, kondisi ini tidak dapat terpenuhi karena cukup tingginya biaya untuk berlangganan sumber informasi ilmiah tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan-pengetahuan yang berkembang di masyarakat tentang obat-obat tersebut perlu didokumentasikan dan dilestarikan sebaik mungkin agar dapat dipelihara serta dipelajari oleh generasi-generasi berikutnya. Dengan demikian konsep “digali dari masyarakat, oleh masyarakat, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat” dapat terlaksana. Urgensi penelitian adalah ingin mengukur kemampuan literasi siswa tentang tanaman obat sebagai apotek hidup.
STRATEGI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENGHADAPI VANDALISME (Studi Kasus Mengenai Strategi Manajemen Perpustakaan dalam Menghadapi Vandalisme oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara) Eka Evriza; Encang Saepudin; Ninis Agustini Damayani
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.674 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9488

Abstract

The research was conducted to determine library management strategies in the face of vandalism, viewed from the aspects such as: human resources, budget, infrastructure and services. The research was conducted in the Library of Northern Sumatera University. The sample of the research amounted to 12 people. Respondents in this research were employees in the Library of Northern Sumatera University, including librarians. Research method used was the case study method with qualitative approach. Results of this study that in the aspects of human resources, USU library puts a number of employees and security officers (guards) at some point the library building which is prone to vandalism. From the aspect of the budget, USU Library allocates a budget for the maintenance and repair of the damaged collections. Then aspects of infrastructure, USU Library designing appropriate placement of infrastructure building a unique design that creates a spatial comfortable and safe for the user and is also equipped with a security system for library collections that include the use of security magnetic tape, CCTV, convex mirrors and magnetic detector. Meanwhile, judging from the aspect of services, the strategy pursued USU Library is providing various kinds of services to support the use of the collections by the user according to his needs, including standard collection services, circulation services, short loan collection service, maintenance services and collection services user guidance.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen perpustakaan dalam menghadapi vandalisme dilihat dari aspek sumber daya manusia (SDM), anggaran, sarana prasarana dan layanan perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Informan dalam penelitian ini adalah para pegawai termasuk pustakawan di Perpustakaan USU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa dari aspek SDM, Perpustakaan USU menempatkan sejumlah pegawai dan petugas keamanan (satpam) di beberapa titik gedung perpustakaan yang rawan terjadi vandalisme. Dari aspek anggaran, Perpustakaan USU mengalokasikan sejumlah anggaran untuk perawatan dan perbaikan koleksi yang rusak. Kemudian aspek sarana prasarana, Perpustakaan USU merancang penempatan sarana prasarana sesuai desain gedung yang unik sehingga menciptakaan tata ruang yang nyaman dan aman bagi pengguna dan juga dilengkapi dengan sistem pengamanan untuk koleksi perpustakaan yang meliputi penggunaan pita magnetic, CCTV, cermin dan magnet detector. Sementara itu, dilihat dari aspek layanan, strategi yang dilakukan Perpustakaan USU adalah menyediakan berbagai jenis layanan untuk mendukung pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya, meliputi layanan koleksi standar, layanan sirkulasi, layanan koleksi pinjam singkat (KPS), layanan perawatan koleksi dan layanan bimbingan pengguna.
PRAKTIK LITERASI INFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT (INFORMATION LITERACY PRACTICES IN THE PROCESS OF LIFELONG LEARNING) Pawit Muhammad Yusup; Encang Saepudin
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.854 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11387

Abstract

Dalam perkembangan sekarang, konsep literasi tidak lagi hanya dikaitkan dengan informasi dan media, namun sudah disentuhkan ke dalam aspek-aspek tertentu kehidupan manusia secara lebih spesifik. Dalam konteks penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, literasi dilekatkan dengan kemampuan orang untuk menggunakan perangkat komputer baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Sekarang, literasi sudah menyentuh banyak sekali aspek kehidupan manusia. Penelitian ini mengkaji literasi yang dilekatkan pada proses pembelajaran sepanjang hayat. Dengan menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara terhadap 15 orang informan dari kalangan pemuda pedesaan di Jawa Barat bagian Selatan, diperoleh gambaran bahwa, literasi bukan sebuah karakteristik manusia sejak lahir, namun lebih merupakan sebagai kemampuan yang bisa dipelajari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Literasi bahkan dilekatkan sebagai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungannya, dengan budayanya, dengan bisnisnya, dengan politiknya, dengan kehidupannya, dengan penghidupannya.
Pelayanan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Desa Jendela Dunia Kabupaten Kuningan Jawa Barat Neneng Komariah; Encang Saepudin; Evi Nursanti Rukmana
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 17 No 1 (2021): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v17i1.1298

Abstract

Introduction. A village library is a public library that support rural community education activities. The village library should be transformed into a sosial inclusion-based library. The paper aims to explore services and activities of Jendela Dunia Village Library based on sosial inclusion. Data Collection Method. This paper used a qualitatative research method with a case study approach. Data Analysis. The data collection techniques were conducted through interviews, observations, and library studies. Results and Discussion. The Jendela Dunia Village Library has been run based on sosial inclusion considering aspects of collection development to support the needs of the community with a web-based digital library. Several activities have also been conducted such as organising training of computer, making handicrafts, arts, and gymnastics, organisings innovative KOBOK services, managing mobile reading bicycles, and supporting health literacy through Posyandu and Posbindu. Conclusion. Jendela Dunia Village Library is a sosial inclusion-based library that is creatively managed and has the full support of the village leader. This can be a model for other village libraries in utilizing the potential of the village. Jendela Dunia Village Library also opens training sfor library managers outside the village.
Aspek kegunaan dan kemudahan pada penggunaan aplikasi Candil (Maca Dina Digital Library) Devi Rizkyana; Elnovani Lusiana; Encang Saepudin
Jurnal Informatio Vol 1, No 3 (2021): 2021
Publisher : Faculty of Communication, Padjadjaran University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/inf.v1i3.35249

Abstract

Candil is a digital library application that allows users to access library collections via cell phones, this application launched by Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. With this application, users from various regions can access the library’s collections without any problems. It is important to analyze the extent to which this digital library application can be accepted by its users. Because by knowing how users respond to this digital library application, it can also be seen the advantages and disadvantages in it. This study aims to determines usefulness aspect and ease of use aspect of using the Candil application which can be used as a consideration in developing the digital library application. This research method uses a qualitative approach with case study analysis. The informants of this study were Candil application users and staff of Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. The data collection techniques was carried out through observation, interviews, and documentations. Data analysis techniques are carried out through data collection, data reduction, data display, and verification. The results showed that the usefulness aspect was built on several items such as work more quickly, makes job easier, increase productivity, and useful. The items that have not been fulfilled in the usefulness aspect are job performance and effectiveness. The ease of use aspect was built on several items such as easy to use, controllable, easy of learn, easy to become skillful, and clear and understandable. The item that has not been fulfilled in the ease of use aspect is flexibility. The conclusion of this study shows that overall the Candil application is quite easy to use and provides benefits for its users even though there are some obstacles that can still be overcome. These obstacles are like applications that sometimes experience lag or difficulty connecting to the internet network, which users can still handle.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA Encang Saepudin
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.27569

Abstract

Pengembangan agro wisata selain berfungsi sebagai peningkatan  konservasi lingkungan, berfungsi pula sebagai pengembangan ekonomi masyarakat. Hal ini menggambarkan terjadinya proses pemberdayaan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pengembangan wisata berbasis masyarakat merupakan upaya strategis untuk memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini bertema Pemberdayaan  Masyarakat  melalui Pengembangan Desa Wisata. Dengan metode Participatory Rural Appraisal dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan studi pustaka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pengelola desa wisata Cibodas mengenai pelayanan prima dan promosi wisata. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan telah meningkat terutama mengenai pelayanan prima dan promosi wisata. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan terutama hasil pritest dan posttest. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan  bahwa pelaksanaan pelatihan telah mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengelola desa wisata di Cibodas.
Kolaborasi Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Perpustakaan di Telkom University Open Library Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Pustakaloka Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.819 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v13i2.3285

Abstract

Kolaborasi perpustakaan merupakan keharusan karena dapat meningkatkan kinerja para individu yang ada di dalamnya. Telkom University Open Library merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang menyelenggarakan berbagai acara sebagai hasil kolaborasi dengan berbagai institusi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, strategi, jenis kegiatan, proses evaluasi, dan kendala dalam membangun kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Open Library melakukan kolaborasi dengan tujuan meningkatkan layanan perpustakaan dan sebagai upaya branding agar perpustakaan lebih diakui keberadaannya. Kolaborasi dibangun dengan mengacu pada strategi khusus. Penentuan mitra kolaborasi mengacu pada kesamaan misi dan nilai. Jenis kegiatan berbasis kolaborasi adalah menyelenggarakan berbagai event literasi untuk civitas dan masyarakat, dan peningkatan akses sumber informasi. Proses evaluasi dengan mengadakan pertemuan setelah selesai acara dan memberikan kuesioner pada peserta. Kendala yang dihadapai sering terjadinya kesalahpahaman, sehingga harus dibangun komunikasi dan hubungan baik dengan semua mitra. Open Library memiliki pustakawan public relations yang berperan aktif membangun kolaborasi. Kesimpulan perpustakaan harus membangun kolaborasi agar dapat meningkatkan layanan dan lebih dikenal. Keberhasilan kolaborasi dipengaruhi komitmen, dedikasi, keterampilan komunikasi dan membangun hubungan dari staf perpustakaan.  Disarankan perpustakaan memiliki staf sebagai public relations.