Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Strategi Membangun Kepercayaan Donatur dalam Fundraising Pesantren: Pendekatan Transparansi dan Akuntabilitas Lailatul Fitria; Inna Dara Anugerah; Nur Fadilah; Samiyono Samiyono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9012

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan fundraising dan pembinaan kepercayaan donatur. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi membangun kepercayaan donatur melalui pendekatan transparansi dan akuntabilitas dalam konteks fundraising pesantren. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap lima jurnal terpercaya yang membahas hubungan antara transparansi laporan keuangan, akuntabilitas publik, dan tingkat kepercayaan donatur pada lembaga sosial-keagamaan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan donatur, dengan koefisien determinasi berkisar antara 22,1% hingga 72,3%. Praktik akuntabilitas spiritual berbasis nilai amanah dan syariah terbukti meningkatkan kredibilitas institusional pesantren. Rekomendasi praktis mencakup implementasi pelaporan berbasis ISAK 35, pemanfaatan platform digital fundraising, dan penguatan program stewardship islami bagi donatur. Analisis dilakukan melalui pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antarvariabel serta merumuskan strategi yang relevan bagi pengelolaan fundraising pesantren. Selain faktor transparansi dan akuntabilitas, kajian ini juga menyoroti pentingnya nilai amanah, pemanfaatan teknologi digital, dan pengelolaan hubungan donatur dalam membangun loyalitas jangka panjang. Temuan menunjukkan bahwa praktik pelaporan yang terbuka, penyampaian informasi program secara berkala, serta pelaporan dampak penggunaan dana mampu meningkatkan persepsi positif donatur terhadap kredibilitas lembaga. Di samping itu, integrasi nilai-nilai syariah dalam tata kelola keuangan memberikan penguatan pada aspek akuntabilitas spiritual yang menjadi karakteristik khas pesantren.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini melalui Alat Permainan Edukatif dalam Pengenalan Warna dan Bentuk Nabila Azzahra; Annisa Nurhafidzah Khoirida; Faiza Farhani; Matrobin; Fickry Mirari; Samiyono; Nesa Novrizal; Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho
SINAR: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat Vol 2 No 02 (2026): April
Publisher : CV. Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65678/sinar.v2i02.344

Abstract

Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini penting diperhatikan sejak awal pembelajaran, terutama dalam mengenal warna dan bentuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan alat permainan edukatif (APE) dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal warna dan bentuk geometri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok. Subjek penelitian terdiri atas 12 siswa PAUD Anggrek, Ciputat, Tangerang Selatan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired t-test berbantuan Python. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 71,67 menjadi 83,33, serta median dari 80 menjadi 90. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, APE efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dalam mengenal warna dan bentuk.
Etika Fundraisingdalam Islam: Studi Kritis Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Lembaga Filantropi Syariah Di Indonesia Lepiya Juniza; Fina Meilani; Puput Wulandari; Ahmad Syaifullah; Samiyono Samiyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika fundraising dalam perspektif Islam dengan fokus pada aspek transparansi dan akuntabilitas lembaga filantropi syariah di Indonesia. Dalam perkembangan era digital, praktik penghimpunan dana (fundraising) mengalami transformasi signifikan yang menuntut adanya tata kelola yang lebih baik dan sesuai dengan prinsip syariah. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi nilai-nilai etika Islam, khususnya terkait keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban pengelolaan dana umat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-normatif. Data diperoleh dari jurnal ilmiah bereputasi, literatur akademik, serta regulasi terkait pengelolaan filantropi Islam di Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengkaji konsep etika Islam dalam fundraising serta membandingkannya dengan praktik yang diterapkan oleh lembaga filantropi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip fundamental dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi. Prinsip tersebut selaras dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, shiddiq, tabligh, dan fathanah. Namun demikian, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala, seperti belum seragamnya standar pelaporan, keterbatasan akses informasi publik, serta variasi kualitas tata kelola antar lembaga. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem governance berbasis syariah diperlukan untuk meningkatkan kredibilitas lembaga filantropi Islam di Indonesia. Dengan demikian, optimalisasi etika fundraising tidak hanya berdampak pada efektivitas penghimpunan dana, tetapi juga pada keberlanjutan kepercayaan masyarakat.
Productive Waqf Management as a Sustainable Fundraising Instrument in Islamic Boarding Schools: A Comparative Study Agung Syarifudin; Ifan Syafiuddin; Abdul Wahid Wandana; Husni Munawar; Samiyono Samiyono
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i3.3576

Abstract

Among the most historically embedded faith-based educational institutions in the Muslim world, Indonesian Islamic boarding schools (pesantren) collectively enroll over four million students across nearly forty thousand establishments. Yet despite their deep social and pedagogical significance, most pesantren operate under persistent financial fragility, relying heavily on inconsistent tuition fees, charitable donations, and modest state allocations conditions that fundamentally undermine their long-term institutional viability. Productive waqf (wakaf produktif), an endowment mechanism whereby dedicated assets are actively managed through commercial activity to generate recurring income, has increasingly gained attention as a structurally sound response to this chronic underfunding. This article presents a comparative examination of productive waqf management practices across selected Indonesian pesantren, with particular attention to institutional configurations, governance arrangements, asset deployment strategies, and financial performance. Employing qualitative case study methodology alongside documentary analysis, the research draws on evidence from financially high-performing institutions to evaluate effective practices and their potential applicability within less-resourced pesantren contexts. The findings reveal that sustainable financial outcomes are most strongly associated with professionally structured nazhir governance, formal legal certification of waqf assets, and diversified endowment portfolios. Theoretically, this study advances scholarship at the intersection of Islamic social finance and educational management by offering a comparative governance framework with broader relevance to Islamic philanthropic finance.
Pogram Pembelajaran bahasa Arab terhadap mahasiswa USIM Malaysia di Universitas Darussalam Gontor Achmad Farouq Abdullah; Hendro Risbiyantoro; Samiyono; Afaf Saifullah Kamalie
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma)
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v3i1.411

Abstract

This study examines the significance of Arabic language acquisition in enhancing communicative competence and deepening comprehension of Islamic literary sources, particularly the Qur'an and Hadith. Through a structured training program involving 10 students at Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), the research employed a mixed-methods approach combining quantitative and qualitative analysis. The intervention featured diagnostic pre-tests, instructional delivery, and summative post-tests, supplemented by structured participant feedback. Results demonstrated statistically significant improvements in oral proficiency, though identified temporal constraints and material coverage limitations as key challenges. The study proposes extending program duration and developing more interactive pedagogical resources for future implementations. These findings contribute to Arabic language pedagogy by offering a replicable instructional model with potential applications across higher education institutions, while emphasizing the importance of sustained professional development for optimal language acquisition outcomes.
Developing the AIAT-HRM Model: A Conceptual Framework for Integrating Amanah, Ihsan, Adil, and Tanggung Jawab into Educator HRM Practices in Islamic Educational Institutions Farhan Arif Alfarisi; Lepia Juniza; Fitri Arisanti; Samiyono Samiyono
Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam ARJMPI Vol 5, No 2, April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/rosikhun.v5i2.41153

Abstract

This study develops the AIAT-HRM Model as a conceptual framework for systematically integrating four core Islamic values (amanah (trustworthiness), ihsan (excellence), adil (justice), and tanggung jawab (responsibility)) into educator human resource management (HRM) in Islamic educational institutions. Existing HRM practices in these institutions remain fragmented and have not translated Islamic values into operational HRM mechanisms. Using a qualitative library research design and Jabareen’s (2009) conceptual analysis procedure, the study synthesizes normative-theological sources (the Qur’an and Hadith), scholarly literature on Islamic education management, and contemporary HRM frameworks. The findings demonstrate the model’s specific contributions: amanah transforms recruitment and selection through integrity-based screening; ihsan shapes professional development and performance appraisal through standards of excellence and reflective evaluation (muhasabah); adil informs proportional compensation and just appraisal; and tanggung jawab institutionalizes layered accountability across HR planning. The AIAT-HRM Model converts Islamic values from moral ideals into measurable HRM indicators, including transparent recruitment SOPs, 360-degree appraisal mechanisms, and syura-based planning protocols. Theoretically, this study advances value-based HRM by offering an integrative model that bridges Islamic ethics and functional HRM. Practically, it provides educational leaders with concrete steps to align recruitment, development, appraisal, and compensation with Islamic principles. Future research should empirically test the AIAT-HRM Model across pesantren, madrasah, and Islamic universities to assess its impact on educator performance and institutional effectiveness.
Inovasi dan Digitalisasi dalam Fundraising Pesantren Nur Fitrah Aniza; Kautsar Alghifari; Kamiliya Jihan; Rizman Reza; Samiyono Samiyono; Ade Sofyan Mulazid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9687

Abstract

Pesantren dituntut membangun kemandirian keuangan tanpa meninggalkan fungsi pendidikan, sosial, dan dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis model fundraising Pesantren Darunnajah 2 Cipining serta merumuskan strategi inovasi dan digitalisasi yang sesuai dengan karakter organisasi pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan, pengurus tata usaha, dan pengelola unit usaha; observasi operasional; serta dokumentasi kegiatan dan pencatatan keuangan selama Januari–Maret 2025. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, penyajian, penafsiran, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundraising pesantren bertumpu pada tujuh unit usaha produktif, yaitu koperasi/DNC Mart, kantin, percetakan/fotokopi, perkebunan, warung telepon, laundry, dan Darunnajah Fried Chicken. Model tersebut menciptakan sirkulasi ekonomi internal yang relatif berkelanjutan, sedangkan penghimpunan dana eksternal masih terbatas pada santunan sosial dan panggung gembira tahunan. Digitalisasi diperlukan pada dua jalur yang saling melengkapi: penguatan tata kelola usaha melalui sistem kasir, persediaan, pelaporan, dan dashboard keuangan; serta perluasan fundraising melalui QRIS, media sosial, siaran langsung, crowdfunding, dan pengelolaan basis data donatur. Implementasi disarankan dilakukan bertahap dengan memperhatikan akuntabilitas, keamanan data, literasi digital, dan kesesuaian nilai pesantren. Penelitian ini juga menghasilkan roadmap implementasi dan indikator evaluasi yang dapat digunakan oleh pengelola. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi sebaiknya memperkuat, bukan menggantikan, filosofi kemandirian ekonomi yang telah menjadi fondasi fundraising pesantren.
Integrasi Dakwah-Bisnis dan Kemandirian Ekonomi Pesantren: Sintesis Social Enterprise dan Dakwah-preneurship Ahmad Gabriel; Samiyono Samiyono; Ari Supriyatno; Andriyanto Andriyanto; Ramadhan Aditya Pratama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11240

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua menghadapi tekanan ganda, yaitu tuntutan berdiri sendiri secara finansial di tengah pasar modern, sekaligus kewajiban menjaga identitas dakwah yang asli. Ketergantungan mayoritas pesantren pada satu sumber pembiayaan membuat lembaga ini rapuh terhadap gejolak ekonomi makro, sementara unit usaha yang dijalankan tanpa bingkai nilai yang kuat berisiko menggeser orientasi dakwah menjadi sekadar siasat komersial. Penelitian ini bertujuan menyusun landasan filosofis bagi integrasi dakwah-bisnis dalam konteks kemandirian ekonomi pesantren. Metode yang dipakai adalah studi literatur integratif (integrative literature review), sebuah pendekatan yang berakar pada tradisi penelitian kualitatif karena menyintesiskan sumber yang beragam secara naratif dan terstruktur, dengan Pondok Pesantren Darunnajah sebagai kasus ilustratif yang bersumber dari dokumen dan publikasi sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi dakwah-bisnis bukan sekadar siasat ekonomi, melainkan wujud maqashid al-syariah yang menjaga agama dan harta dalam satu wadah kelembagaan. Pijakan teoretisnya disusun melalui sintesis triadik antara Social Enterprise Theory, Islamic Social Business, dan Dakwah-preneurship. Kasus Darunnajah memperlihatkan bahwa korporatisasi wakaf produktif, koperasi pesantren sebagai social enterprise lokal, dan integrasi unit usaha dengan pendidikan santri mampu menopang kemandirian ekonomi tanpa kehilangan misi dakwah. Tata kelola yang transparan menjadi prasyarat agar aktivitas ekonomi tidak tergelincir ke mission drift. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan empat kuadran nilai, yakni spiritual, sosial, ekonomi, dan tata kelola, merupakan kunci keberlanjutan model integrasi dakwah-bisnis pesantren, sekaligus menjadi rujukan konseptual bagi pimpinan pesantren dan pengambil kebijakan dalam merancang model integrasi yang bertanggung jawab.