Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Wound Dressing Serta Cara Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Luka Ringan Erwiyani, Agitya Resti; Saparwati, Mona; Susilo, Jatmiko
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.916 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.764

Abstract

Household accidents are a social disease close to family life, poverty, overcrowding, educational opportunities and limited health services. The impact of these accidents often results in wounds that require wound care to prevent infection. Antibiotics is uses in the treatment of various infectious diseases with increasing use every year. Wise pharmaceutical services related to the use of antibiotics can realize wise antibiotic therapy and prevent resistance, and are carried out responsibly so that the quality of patients improves. The purpose of community service is to increase community knowledge about how to treat minor wounds and their treatment in the family environment. The method used in community service activities is by providing health information using zoom media meetings and uploading it to YouTube. The assessment of knowledge was carried out by measuring the level of knowledge in the pretest and posttest on how to treat and dress minor infectious wounds and their treatment. The post-test results showed an increase in the respondents' knowledge of wound care with an average of 4.86 and an increase in the knowledge of respondents with antibiotic resistance, namely the average post-test score to 4.68. It can be concluded that community service activities are running well and it is hoped that respondents can apply the knowledge they have acquired in the family and community environmentabstrakKecelakaan rumah tangga merupakan penyakit sosial yang dekat dengan kehidupan keluarga, kemiskinan, kepadatan penduduk, kesempatan pendidikan dan keterbatasan pelayanan kesehatan. Dampak dari kecelakaan ini sering mengakibatkan luka yang memerlukan perawatan luka agar tidak terjadi infeksi. Antibiotik telah digunakan secara luas dalam mengatasi berbagai penyakit infeksi dengan peningkatan penggunaan setiap tahunnya. Pelayanan kefarmasian yang bijak terkait penggunaan antibiotik dapat mewujudkan terapi antibiotik yang bijak dan mencegah resistensi, serta dilakukan bertanggung jawab agar kualitas pasien meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana perawatan luka ringan dan pengobatannya pada lingkungan keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan informasi kesehatan menggunakan media zoom meeting dan diupload ke dalam youtube. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan pretest dan posttest tentang bagaimana cara merawat dan membalut luka infeksi ringan dan pengobatannya. Hasil postest menunjukkan peningkatan pengetahuan perawatan luka responden dengan rata-rata 4,86 dan peningkatan pengetahuan responden resistensi antibiotic yakni rata-rata nilai post test menjadi 4,68. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pegabdian masyarakat berjalan baik dan diharapkan responden dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
STUDI DESKRIPTIF: PERILAKU DIGITAL PARENTING TENTANG PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA SEKOLAH Lestari, Puji; Saparwati, Mona; Aniroh, Umi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p13

Abstract

Kehadiran perkembangan gadget memberikan dampak positif bagi anak, di antaranya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, menggali informasi hingga hiburan, namun di berbagai situasi hadirnya perkembangan teknologi justru memberikan dampak negatif bagi anak, salah satunya ketergantungan atau kecanduan. Anak yang kecanduan menjadi lebih emosional, membentuk karakter pemberontak karena keinginan tidak ingin diganggu pada saat bermain gadget, menjadi pemalas, dan malas belajar. Orang tua memiliki kewajiban untuk mengontrol dan mengawasi setiap bentuk informasi yang diterima oleh anak melalui gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku digital parenting tentang penggunaan gadget pada anak usia sekolah Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 97 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Data disajikan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi perilaku digital parenting tentang penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan perilaku digital parenting sebagian besar kategori cukup (68,0%). Diharapkan orang tua lebih meningkatkan lagi perilaku digital parenting tentang penggunaan gadget untuk mencegah dan mengendalikan terjadinya kecanduan gadget pada anak usia sekolah.
Studi Deskriptif Kebersihan Diri Sebelum Tidur (Sleep Hygiene) pada Remaja di Ungaran saparwati, mona; Puji Lestari; Trimawat
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2386

Abstract

Sleep quality includes quantitative aspects of sleep, such as sleep duration, sleep latency and subjective aspects of sleep. Somebody who encounters it will influence sleep quality. Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) is a tendency that can affect sleep quality including sleep habits such as sleep schedule in a day, physical activity. The use of alcohol, nicotine and caffeine can affect sleep quality. This study aims to described Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) in adolescent. This study used a descriptive design with a cross sectional approach. The adolescent population used was all adolescents aged 12-19 years as many as 596 people. The sampling technique used a proportionate random sampling with total sample of 240 people. For data collection tool using a questionnaire. The data analysis used is univariate analized. The results showed that the majority of adolescent had poor personal hygine before sleeping (sleep hygiene), as many 88 (36,7%) and good as many 28 (11,7%). It is expected that adolescents can improve sleep hygiene such as avoiding things that can keep them awake and not using the bed for activities other than sleeping.   ABSTRAK                 Kualitas tidur mencakup aspek kuantitatif dari tidur, seperti durasi tidur, latensi tidur serta aspek subjektif dari tidur. Seseorang yang mengalami masalah tidur akan mempengaruhi kualitas tidurnya. Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene merupakan  kecenderungan  yang  dapat  mempengaruhi  kualitas tidur meliputi kebiasaan tidur seperti jadwal tidur dalam sehari, aktivitas fisik, penggunaan alkohol, nikotin dan kafein dapat memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan remaja berusia 12-19 tahun sebanyak 596 orang. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 240. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis  data univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja memiliki  kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene) buruk sebanyak 88 (36,7%) sedangkan yang baik hanya 28 (11,7%). Diharapkan remaja dapat meningkatkan kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene ) seperti menghindari hal-hal yang dapat membuat terjaga serta tidak menggunakan tempat tidur untuk kegiatan selain tidur.
Studi Korelasi: Perilaku Penyimpanan dan Penyajian Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita Puji Lestari; Liyanovitasari; Mona saparwati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2387

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) diarrheal disease is the second cause of death in children under five years old and is a potential endemic disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death in Indonesia. Food can be one of the causes of food poisoning and can be an intermediary in the transmission of diseases including diarrheal diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between food storage and presentation behavior with the incidence of diarrhea in toddlers. This study is a correlation study with a cross sectional approach. The variables i.e. storage and presentation of food and incidence of diarrhea were measured using questionnaires. Food storage and presentation includes washing cutlery, selecting foodstuffs, how to cook food and drinking water and how to store food. The population in this study was mothers of toddlers. The respondents of the study as many as 156 toddlers were taken by purposive sampling technique. Data analysis was carried out with chi square test. Research Results: Based on the results of the study, the characteristics of respondents were 77 respondents (49.4%) male and 79 respondents (50.6%) female, 56 (38.9%) aged 12-23 months, 52 (33.3%) aged 24-35 months, 48 (30.8) aged 36-53 months. There is a significant relationship between food storage and serving with the incidence of diarrhea with a meaning value of p = 0.005. It is expected that mothers can pay attention to the storage and presentation of food to prevent an increase in the incidence of diarrhea.   ABSTRAK                 Menurut World Health Organization (WHO) penyakit diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak di bawah lima tahun dan merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Makanan bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan makanan dan dapat menjadi perantara dalam penularan penyakit termasuk penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel yaitu penyimpanan dan penyajian makanan dan kejadian diare diukur dengan menggunakan kuesioner. Penyimpanan dan penyajian makanan meliputi pencucian alat makan, pemilihan bahan makanan, cara memasak makanan dan air minum serta cara penyimpanan makanan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita. Responden penelitian sebanyak 156 balita diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  karakteristik responden sebanyak 77 responden (49,4 %) berjenis kelamin laki laki dan 79 responden (50,6 %) berjenis kelamin perempuan, usia responden 12-23 bulan sebanyak 56 (38,9%), usia 24-35 bulan sebanyak 52 (33,3%), usia 36-53 bulan sebanyak 48 (30,8). Ada hubungan yang bermakna antara penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare dengan nilai kemaknaan p=0,005. Diharapkan ibu dapat memperhatikan penyimpanan dan penyajian makanan untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian diare.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Dewi Melyana, Ima; Saparwati, Mona; Trimawati
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v3i1.3522

Abstract

Profesi perawat mempunyai risiko yang sangat tinggi terkena stres, karena perawat memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan nyawa manusia. Salah satu faktor yang menjadi penyebab stres pada perawat yakni beban kerja yang terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, konflik kerja, perbedaan nilai antar karyawan dengan pemimpin dan frustasi dalam kerja. Penelitian bertujuan mendeskripsikan gambaran tingkat stres kerja perawat di instalasi rawat inap RSUD RA Kartini Jepara. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif yang berfungsi mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti, dan menggunakan analisis univariat. Penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 orang. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden umur responden rata-rata paling banyak adalah pada rentang dewasa muda (umur 20-44 tahun) 54 responden (68,4%), jenis kelamin perempuan 70 responden (88,6%), menikah 75 responden (94,9%) masa kerja adalah > 10 tahun yaitu 57 responden (72,2%). Stress kerja sedang yaitu 32 responden (40,5%), stress kerja rendah sejumlah 28 responden (35,4%), dan sebagian kecil ialah stress kerja agak tinggi 19 responden (24,1%), adapun stress kerja tinggi tidak ditemukan. Sebagian besar stress kerja perawat yaitu dengan stress sedang sebesar 40,5%. Bagi layanan kesehatan rumah sakit agar lebih memperhatikan kondisi psikologis perawat dan beban kerja perawat.
Optimalisasi Peran Keluarga melalui Peningkatan Pengetahuan dalam Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja Puji Lestari; Liyanovitasari Liyanovitasari; Mona Saparwati; Heri Prabowo
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i1.4899

Abstract

In addition to physical health, mental health in adolescents really needs attention. Mentally healthy individuals can function normally in carrying out their lives, especially when adjusting to face problems that will be encountered throughout a person's life. The role of parents in the family is very influential, especially on the mental development of children. The service activities carried out in Gogik Village are providing education to families about adolescent mental health and how to maintain adolescent mental health. Based on an initial survey conducted to adolescent families in Gogik Village who were present, it was found that more than 87.5% of families did not know about how to maintain mental health in adolescents. Before being given increased knowledge with health education, out of 32 participants, 28 (87.5%) had less knowledge in maintaining mental health in adolescents. After being given increased knowledge with Health Education, it was known that as many as 32 participants (100%) had good knowledge in maintaining mental health in adolescents
Hubungan Burnout Perawat dengan Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien di RSUD DR. Gunawan Mangunkusumo Achmad Syaifudin; Mona Saparwati; Trimawati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i1.4019

Abstract

Safety is a global issue in hospitals. Hospitals have a responsibility to improve service quality in managing patient safety. Efforts must be made by implementing a patient safety culture. Every nurse has a responsibility in implementing patient safety, but in this case there are individual factors influencing the implementation of this culture, namely the level of burnout by officers, especially nurses. Objective: to determine the relationship between nurses burnouts and the implementation of patient safety culture at dr Gunawan Mangunkusumo hospital. This research design is quantitative correlation with cross sectional design. The population uses 223 nurses at dr Gunawan Mangunkusumo, a sample of 132 nurses was taken used a proportional random sampling technique. Data collection tools used the Maslach Burnout Inventory Human Services Survey (MBI-HSS) Questionnaire and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) Questionnaire. Data analysis used the chi square.Results: The results of the hypothesis test obtained a p value of 0.000 with an p value of -0.477 which means that there is a significant relationship between the nurses burnout and the implementation of patient safety culture at dr.Gunawan Mangunkusumo Ungaran Hospital. Suggestion: It is hoped that the hospital can provide support in the form of policies to reduce nurses burnout.   Abstrak Keselamatan pasien menjadi salah satu indikator mutu dan isu global dalam rumah sakit. Rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam pengelolaan keselamatan pasien. Upaya yang harus dilakukan dengan menerapkan budaya keselamatan pasien. Setiap perawat memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan pasien, namun dalam hal ini terdapat faktor individu mempengaruhi terlaksananya budaya ini adalah burnout yang dialami petugas terutama perawat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan burnout perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Desain penelitian ini kuantitatif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi menggunakan 223 perawat, sampel penelitian 132 perawat diambil dengan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Services Survey (MBI-HSS) dan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil dari penelitian ini didapatkan: Burnout perawat sebagian besar dalam kategori rendah sebanyak 60 responden (48,5%), pelaksanaan budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 80 responden (60,6%). Hasil uji hipotesis didapatkan nilai p value 0,000 dengan nilai p-0,477 yang berarti ada hubungan cukup signifikan antara burnout perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Diharapkan pihak rumah sakit dapat memberikan dukungan berupa kebijakan untuk menurunkan burnout pada perawat.
CORRELATION BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND ANXIETY OF APPLIED MIDWIFERY BACHELOR STUDENTS WHO ARE COMPILING THEIR THESIS Sri Puji Lestari; Achmat Syaifudin; Bachtiar Kusuma Dewa; Mona Saparwati
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/dy4j5g94

Abstract

Background: The thesis is a final project that is generally achieved in the final study. Students consider the thesis to be a difficult thing to work because of feelings of anxiety when students are in the process of working on a thesis. pressure from people around who demanded students to complete their thesis creation. Anxiety that causes feelings of pressure to students. Objective: how is the relationship between emotional intelligence and applied midwifery undergraduate students who are writing a thesis at Karya Husada University Samarang Method : non-experimental quantitative research is correlational analytic and research type is correlational analytic in research using proportional sampling The number of samples in this study were respondents 24 respondents, 12 respondents from class A and 12 respondents from class B using the DASS 42 anxiety questionnaire and the Emotional Intelligence Questionnaire, researchers adopted research from Agustina 2007, used the chi-square analysis Results: Respondents with 22 years of age were 9 (37.5%), respondents with moderate emotional intelligence were 15 respondents (62.5% ), Based on the Chi-square test, a P value of 0.03 was obtained. Conclusion: there is a relationship between emotional intelligence and applied midwifery undergraduate students who are writing their thesis at Universitas Karya Husada Semarang.  
Parent Support In Female Teenagers Readiness In Facing Menarche Purwaningsih, Heni; Handayani, Nanik; Saparwati, Mona; Mintarsih, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan remaja putri menghadapi menarche berpengaruh terhadap perilaku remaja putri. Perilaku yang salah menghadapi menarche menyebabkan masalah diantarnaya infeksi saluran reproduksi yang menimbulkan kemandulan, kanker leher rahim dan kehamilan di luar kandungan. Keluarga sebagai orang terdekat dapat memberikan dukungan bagi remaja dalam menghadapi menarche sehingga mereka menjadi lebih siap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Desain penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 remaja putri. Pengambilan data menggunakan purposive sampling dan alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square .Hasil penelitian didapatkan dukungan orang tua remaja putri sebagian besar kategori rendah (70,0%). Kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche sebagian besar kategori siap (30,0%).Ada hubungan yang bermakna dukungan orang tua dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche dengan p value sebesar 0,035 < 0,05 (?). Saran untuk orang tua perlunya pendekatan dan pendampingan dari orang tua kepada anaknya dalam menghadapai menarche.
Behaviors to Prevent Needle Stick Injury Among Nursing Students : A Systematic Literature Review Saparwati, Mona; Trimawati; Achmad Syaifudin
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4582

Abstract

The highest incidence of accidents and safety issues among nursing students during clinical practice is needle stick injury (NSI). Various efforts have been made to develop behaviors that prevent such incidents. This study is a literature review adapted from the Arskey and O'Malley framework. The Prisma-Scr flowchart was used to display the literature search flow. Articles for this study were searched using  five search engines: PubMed, Sage, Wiley, Scopus, and ScienceDirect. The keywords used for literature search were occupational injury OR accidental AND needlestick injury AND nursing student AND program. The inclusion criteria used were publication between 2013 and 2023, articles in English, and a focus on preventing needle stick injuries among nursing students. The review results showed that there were 25 potentially relevant articles, and 10 articles met the selection criteria. The articles were from several different countries, and 10 articles that met the criteria used quantitative and qualitative designs. This review revealed three themes, namely the incidence of needle stick injuries among nursing students, nursing students' understanding of preventing NSI, and efforts to prevent NSI. NSI incidents still occur among nursing students who conduct clinical practice in hospitals. Nursing students' understanding of preventing NSI is obtained through education from academic institutions and hospitals. Efforts to improve knowledge, attitudes, and behaviors to prevent NSI are carried out through education, training, the use of safe needles, and communication.