Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kemangi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Amalia Nurhalida; Yani Lukmayani; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy 827 - 834
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.25801

Abstract

Abstract. Free radicals are moleculs with unpaired electrons, making them highly reactive. If there free radicals are present in the body and trigger a chain rraction, they can cause ongoing damage. Antioxidants can reduce or halt this chain reaction by donating a atom. Basil (Ocimum basilicum) is a plant commonly used as a fresh vegetable by the local community and can serve as an antioxidant. This study aims to determine the antioxidant activity of an ethanol extract of basil leaves. It also aims to determine total flavonoid content of the ethanol extract of basil leaves. In this study, antioxidant activity was assessed using DPPH method, while total flavonoid content was determined using a colorimetric method. The result showed that the ethanol extract exhibited very strong antioxidant activity with an IC50 value of 28,47 µg/mL. The total flavonoid content od the ethanol extract was 10,66 mgQE/g extract. Abstrak. Radikal bebas merupakan molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Jika radikal bebas ini berada dalam tubuh yang mengadakan reaksi berantai, dapat menimbulkan kerusakan yang berlanjut. Antioksidan dapat menurunkan atau menghentikan reaksi berantai dengan mendonorkan atom hidrogen. Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai lalapan oleh masyarakat, dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kemangi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid total dari ekstrak etanol daun kemangi. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH sedangkan kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 28,47 µg/mL. Kadar flavonoid total ekstrak etanol sebesar 10,66 mgQE/g ekstrak.
Systematic Literature Review Aktivitas Antioksidan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Menggunakan Metode DPPH Nasywa Tinezia Iqnita; Farendina Suarantika; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy 869 - 876
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.25956

Abstract

Abstract. Muntingia calabura L. leaves contain various bioactive compounds, including flavonoids, phenolic compounds, tannins, and saponins, which have potential as natural antioxidants. This study aimed to review the antioxidant activity of Muntingia calabura L. leaves based on previous studies employing the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) assay. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using articles retrieved from PubMed and Google Scholar published between 2016 and 2026. Based on the inclusion criteria, ten original research articles were selected and analyzed descriptively the reviewed data included extraction methods, solvent types, antioxidant activity, mechanisms of action, and the bioactive compounds responsible for antioxidant activity. The findings showed that Muntingia calabura L. leaves exhibited moderate to very strong antioxidant activity based on DPPH IC₅₀ values. Variations in antioxidant activity were influenced by extraction methods, solvent types, and the bioactive compounds extracted. Flavonoids and phenolic compounds were identified as the major contributors to antioxidant activity through their ability to donate hydrogen atoms or electrons to neutralize free radicals. These findings suggest that Muntingia calabura L. leaves have considerable potential as a natural antioxidant source for the development of herbal medicines and pharmaceutical preparations. Abstrak. Daun kersen (Muntingia calabura L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, senyawa fenolik, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan daun kersen berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui penelusuran artikel pada basis data PubMed dan Google Scholar,dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh sepuluh artikel yang dianalisis secara deskriptif data yang dikaji meliputi metode ekstraksi, jenis pelarut, aktivitas antioksidan, mekanisme kerja, dan senyawa bioaktif yang berperan. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kersen memiliki aktivitas antioksidan berkategori sedang hingga sangat kuat berdasarkan nilai IC₅₀ metode DPPH. Variasi aktivitas dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, serta kandungan senyawa bioaktif yang terekstraksi. Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan komponen utama yang berperan sebagai antioksidan melalui mekanisme donor atom hidrogen atau elektron untuk menetralkan radikal bebas. Berdasarkan hasil kajian, daun kersen berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk mendukung pengembangan obat herbal dan sediaan farmasi.
Pengembangan Sediaan Spray Litter Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai Antiparasit pada Pasir Kucing Kesya Almaira Syifaa; Gita Cahya Eka Darma; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy 923 - 932
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.26117

Abstract

Abstract. Toxoplasma gondii is a parasite that causes toxoplasmosis, which requires efforts to prevent environmental contamination. Green betel leaf (Piper betle L.) contains secondary metabolite compounds that have the potential as antiparasitic. This study aims to formulate and produce physical characteristics of green betel leaf ethanol extract. This study was conducted experimentally through characterization, phytochemical screening, spray litter formulation with concentrations of 0.25%, 0.5%, and 1%, as well as evaluation of organoleptic preparations, homogeneity, pH, spreadability, specific gravity, physical stability, and observation of cat acceptance of the use of the litter box. The results showed that the characterization of the simplicia and extract generally met the quality requirements, except for the ash content of the simplicia which was insoluble in acid. All formulas met the physical parameters, at a concentration of 1%, sediment formation occurred after storage and was less acceptable to cats. The 0.5% formula was chosen as the best formula because it had good physical stability. Thus, the ethanol extract of green betel leaves can be formulated into a liter spray preparation that meets the physical evaluation parameters of the preparation at concentrations of 0.25% and 0.5% as a basis for further research related to controlling Toxoplasma gondii contamination. Abstrak. Toxoplasma gondii merupakan parasit penyebab toksoplasmosis yang memerlukan upaya pencegahan kontaminasi lingkungan. Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa metabolit sekunder berpotensi sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan ekstrak etanol daun sirih hijau. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui karakterisasi, penapisan fitokimia, formulasi spray litter dengan konsentrasi 0,25%;0,5%; dan 1%, serta evaluasi sediaan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, bobot jenis, stabilitas fisik, dan pengamatan penerimaan kucing terhadap penggunaan litter box. Hasil menunjukan bahwa karakterisasi simplisia dan ekstrak umumnya memenuhi persyaratan mutu, kecuali kadar abu tidak larut asam simplisia. Seluruh formula memenuhi parameter fisik, pada konsentrasi 1% terjadi pembentukan endapan setelah penyimpanan dan kurang diterima kucing. Formula 0,5% dipilih sebagai formula terbaik karena memiliki stabilitas fisik yang baik. Dengan demikian, ekstrak etanol daun sirih hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan spray litter  yang memenuhi parameter evaluasi fisik sediaan pada konsentrasi 0,25% dan 0,5% sebagai dasar penelitian lanjutan terkait pengendalian kontaminasi Toxoplasma gondii
Co-Authors Adinda Fitri Salsabila Agung Gunawan Akbar, Nabila Hadiah Alamsyah, Indra Fajar Amalia Nurhalida Amelia Ersa Renatha Athina Mardhatillah Az-zahra, Dhea Khairunnisa Bertha Rusdi Cahyaning Pertiwi Citra Mufidah Desma Nova Diana Deva Nissyarah Effendi Dhea Khairunnisa Az-zahra Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dwiratnasari Esti Rachmawati Sadiyah Esti Rachmawati Sadiyah Fakhrul Akbar Arrahim Farendina Suarantika Fauzia Ningrum Saputri Fauzia Ningrum Syaputri Gishela Bellania Gita Cahya Eka Darma Hani Burhanudin Hanifa Rahma Herna Haryani Hilwati Hindersah Indra Topik Maulana Jihan Hana Fauziah Karisa Putri Alifa Kenny Utami Prameswari Kesya Almaira Syifaa Kiki Mulkiya Kiki Mulkiya Kiki Mulkiya Yuliawati Livi Kharisma Wibawa Livia Syafnir Livia Syafnir Livia Syafnir Livia Syafnir Mardhatillah, Athina Medina Raudhatul Jannah Meytha Putri Dewanty Miftahadi, Machmuddin Fitra Mila Apriyani Mohamad Satori Muhammad Fadhil Safari Nabila Felisha Nadia Rahayu Nadia Nanda Aulia Rahma Nasywa Tinezia Iqnita Nazwa Latiefah Firdaus Nugraha Nugraha Nugraha Pradini Shulistiya Pupung Purnamasari Putri Aulia Febriati Qiswatun Mukhoyyaroh Ratna Januarita Reisha Radyafhasa Riza Hernawati Rodhiatul Jurdillah salma rahmawati Sandy Hilmi Hudan Saputri, Fauzia Ningrum Satyawati Siti Hazar Sulistia Rahmawati Sutisna, Ade Jaya Suwendar Suwendar Tasya Luthfiyyah Tasya Luthfiyyah Taufik Muhammad Fakih Thyazen Abdo Al - Hakimi Thyazen Alhakimi Titian Daru Asmara Tugon Titik Respati Tri Ayu Febrianti Wafiq Nur Azizah Yani Lukmayani Yani Lukmayani Yuliani Ika Pratiwi Yusup Junaedi Zahra Hana Novani Zaina Alviona Pridesta Zhahra Fauzhia Yusup