Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN TERITORI RUANG PADA RUMAH SUBSIDI TIPE 30 (Studi Kasus : Perumahan Mawar Indah, Kendal) Pratama, Bagus Iqbal Adining; Wijayanti, Wijayanti; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The supply of subsidized housing in Indonesia is rising rapidly. One of them is Mawar Indah residence, Kaliwungu, Central Java. The current problem with subsidized houses is in the house planning that does not consider the needs and developments of the occupants of the house. It causes subsidized housing to have low standard quality, as a result, the occupants make spatial development that will involve changes in spatial territory. The purpose of this research is to ascertain changes in space territory and its effects on occupant privacy and comfort. This research applies a qualitative approach and descriptive methods. A purposefully select sampling technique was used to determine 3 samples of houses that had experienced space development. The study results show changes in space territory, making the privacy and comfort of residents not fulfilled. The changing spatial territory is more dominant in the area of semi-public space and private space, this is because residents develop space to accommodate the needs of family social and economic activities. In this case, the living room and family are used for economic activities as a shop. This causes a lack of privacy and comfort for occupants.Abstrak: Penyediaan rumah subsidi di Indonesia saat ini berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah di perumahan Mawar Indah, Kaliwungu, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi saat ini pada rumah subsidi yaitu perencanaan rumah yang tidak melihat kebutuhan dan perkembangan dari penghuni rumah tersebut. Hal ini menyebabkan rumah subsidi memiliki kualitas di bawah standar, akibatnya warga di perumahan tersebut melakukan pengembangan ruang yang akan memengaruhi perubahan teritori ruang. Tujuan dari peneltian ini ialah untuk mengetahui perubahan teritori ruang dan pengaruhnya terhadap privasi dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik sampling purposefully select digunakan untuk menentukan 3 sampel rumah yang telah mengalami pengembangan ruang. Hasil studi menunjukkan perubahan teritori ruang, membuat privasi dan kenyamanan penghuni tidak terpenuhi. Teritori ruang yang berubah lebih dominan pada area ruang semi publik dan ruang privat, hal tersebut karena, warga melakukan pengembangan ruang dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, ruang tamu dan keluarga digunakan untuk aktivitas ekonomi sebagai toko. Hal tersebut menyebabkan kurangnya privasi dan kenyamanan penghuni.
PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN RUANG TERBUKA, (Studi Kasus Lapangan Minggiran Kota Yogyakarta) Putri, Dwiani Intan Kartika; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The existence of open space provides a function of comfort to gather and release saturation with various other communities. The purpose of this research is to determine the influence of community activities in the open space of  Lapangan Minggiran between visitors, sellers and the government officials. This research used rationalistic qualitative research, qualitative analysis with description to analyse the object to the condition in the research field. Data analysis used in the result of interviews from various age group using tables and the result were analysed descriptively. The result showed that through interviews and questionnaires of various age groups it was known that the result of the influence of activity patters, which occurred in open spaces are inadequate and lack arrangement in the area.Abstrak: Keberadaan ruang Terbuka memberikan fungsi kenyamanan untuk berkumpul dan melepas kejenuhan dengan berbagai masyarakat yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivitas masyarakat di ruang terbuka Lapangan Minggiran antara pengunjung, penjual, petugas pemerintah. Metode digunakan adalah penelitian kualitatif rasionalistik, kualitatif analisis dengan deskriptif untuk menganalisa suatu objek dengan kondisi di lokasi penelitian.Analisis data menggunakan hasil wawancara dari berbagai golongan umur menggunakan tabel kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan melalui wawancara dan kuisoner berbagai golongan umur diketahui bahwa hasil dari pengaruh pola aktivitas, yang terjadi di ruang terbuka kurang memadai,kurangnya penataan dalam kawasan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN TAMAN PUBLIK SEBAGAI FUNGSI SOSIAL DI TAMAN KECAMATAN NGALIYAN BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT Iskandar, Puteri; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ngaliyan District Park is public park in the city of Semarang which designed a social function. The social function of the Ngaliyan District Park is not fully optimal. This research talked about conducted to determine the factors influence the community in using public parks such as social function based on community preferences. The research uses qualitative and quantitative approach with the analysis to take achieve these objectives including the characteristics of public parks.  The results of this research indicate that the factors that influence the use of public parks as a social function are in accordance with community preferences, comfort, security and accessibility.Abstrak: Taman Kecamatan Ngaliyan adalah taman publik di Kota Semarang yang dirancang dengan fungsi sosial. Namun, fungsi sosial pada Taman Kecamatan Ngaliyan belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan taman publik sebagai fungsi sosial, berdasarkan preferensi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan Tahap analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut memberikan definisi tentang karakteristik taman publik. Selanjutnya, penganalisisan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat lokal dalam pemanfaatan taman publik di Taman Kecamatan Ngaliyan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan taman umum sebagai fungsi sosial sesuai dengan preferensi masyarakat, seperti kenyamanan, keamanan dan aksesibilitas.
KARAKTERISTIK PEMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KANDANG AYAM Fitriyati, Dika; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Kandang Ayam settlement in lowland typology and directly adjacent to the river, and vulnerable to flood area. In evolution, this village became a place who migrants hope to get a job. Migrants who do not have a permanent residence, and then they build some0house0and no give attention of environmental aspects, and it can give impression of0slums.0The0purpose0of0thisFstudyRisVtoLfind out the characteristicsRof0slumsUinRKandang Ayam village. Analytical method used is qualitative analysis with steps : (1) Analyze and describe by used the theory of factors causingLenvironmentalTslum based on theory (2) Assesement based on ministerial regulation oftpubliciworkiandipublicihousinginumberl2 of 2016 on quality improvement oftslumRhousingRand slums. ResultToftthiststudyNisethevcharacteristicsvofislumsiin Kandang Ayam village at the moderate level of slums with characteristics, as follows : water network, drainage and sanitation quality are poor, in thistvillagetmajority of the house is homes not liveable and makes  impression of slum.NThetsocio-economic conditionsioftthetpopulationtintgenerally low income, unfortunately motivation to have a  decent and healthy home is still low.Abstrak: Permukiman kampung Kandang Ayam secaraRtipologiRberadaRpada kawasanmdatarannrendahndannberbatasanilangsungidenganisungai, dan termasuk dalam daerah rawan bencana banjir. Dalam perkembangannya kampung ini menjadi lokasi tempat tinggal para pendatang yang berharap dapat memperoleh pekerjaan. Warganpendatangiyang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mereka membangun tempat tinggal secarawmandirintanpanmemperhatikannaspek-aspektlingkungan, hal tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan kesan kumuh. Tujuannpenelitiannini yaituMuntuknmengetahuinkarakteristiknpemukimanmkumuhRdinkampungnkandang ayam.tMetodetanalisisiyangidigunakantadalahtmetodeikualitatiftdengantlangkah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan menggunakan teori faktor faktor penyebab kekumuhanRlingkunganRberdasarkan teori analisis; (2) Melakukan penilaian menggunakan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini ialah karakteristik darinpermukimannkumuhndi kampungnKandang Ayam memiliki tingkattkekumuhantsedang, dengan karakteristik sebagai berikut : jaringan air bersih, sistem drainase dan sanitasi yangnburuk,mMayoritas rumah termasuk rumah tidak layak huni dan terkesan kumuh.RKondisiMsosialMekonomiNpenduduknumumnya berpenghasilanirendahisehinggaimotivasi untuk memiliki rumah yang layak dan sehat masih rendah
EFEKTIVITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL 2 TINGKAT (STUDI KASUS: PERUMAHAN AVANI ECOPARK SEMARANG TIPE 70) Shafa, Astrihasna; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The intensity of natural light needs to consider when designing a building, especially a residential house. This study is about the effectiveness of the natural lighting system as a correction of type 70 two-story residential building in Semarang to obtain optimal natural lighting. This research uses quantitative methods. Data were obtained from direct light intensity measurements in the morning, afternoon, and evening using lux meter for one day. The analysis also uses data generated from computer simulations to determine differences in lighting intensity conditions with two window openings as reference. The final result is comparing the measurement analysis result with the recommended standards. Observations show that horizontal window enter more light than vertical window openings. In addition, the month in calendar influences the percentage of light intensity that enters the house.Abstrak: Intensitas cahaya alami sangat perlu untuk diperhatikan ketika merancang sebuah bangunan, khususnya rumah tinggal. Pengkajian efektivitas sistem pencahayaan alami dalam penelitian ini sebagai koreksi bangunan rumah tinggal dua tingkat tipe 70 di Semarang untuk mendapatkan pencahayaan alami yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran intensitas cahaya secara langsung pada pagi, siang, dan sore hari selama satu hari menggunakan lux meter. Analisis juga menggunakan data yang diperoleh dari simulasi komputer yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kondisi intensitas pencahayaan dengan dua referensi luas bukaan jendela. Hasil akhir penelitian adalah melakukan perbandingan antara hasil data pengukuran dengan standar yang direkomendasikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa luas bukaan jendela horizontal lebih banyak memasukkan cahaya dibandingkan bukaan vertikal. Selain itu, bulan dalam kalender memiliki pengaruh terhadap persentase intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumah. 
IMPLEMENTASI TEORI GRIGG PADA PENGGAL JALAN ASIA AFRIKA KOTA BANDUNG Ismail, Nurwidyah Azizah; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Asia Afrika Street is often referred to as an open-air architectural museum in the city of Bandung because it has many buildings from the colonial era that are still preserved. With the potential of the placein in creasingly touris demand. So we need facilities and infrastructure can accommodate the needs of tourists. The purpose of this study was to determine the availability of existing infrastructure in the field compared with Grigg's theory in the infrastructure engineering and management book. Knowing of the existing infrastructure can be used as a recommendation to improve or add facilities and infrastructure. The qualitative descriptive method by collecting data on urban infrastructure groups and conducting field observations to find out facts in the field which will then be compared with Grigg's theory. Data was collected in two ways, namely primary data collection obtained by direct observation and interviews with visitors and local communities, while secondary data has been collect from literature studies in the form of journals and books related to what was being studied. The results of this study are several shortcomings not accordance with Grigg's theory such as the unavailability of trash cans and also damage to other facilities and infrastructure.Abstrak: Jalan Asia Afrika sering disebut sebagai museum arsitektur terbuka Kota Bandung karena memiliki banyak bangunan peninggalan masa pemerintah kolonial yang masih terjaga keasliannya. Dengan potensi yang dimiliki, Jalan Asia Afrika semakin banyak diminati wisatawan. Sehingga diperlukan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Namun, yang terjadi dilapangan terdapat ketidaksesuaian infrastruktur pada Jalan Asia Afrika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori Grigg pada penggal Jalan Asia Afrika. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskrtiptif kualitatif dengan mengumpulkan data mengenai kelompok infrastruktur kota dan melakukan observasi lapangan untuk mengetahui fakta dilapangan yang selanjutnya akan dibandingkan dengan teori Grigg. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengumpulan data primer yang diperoleh dengan cara observasi langsung di penggal Jalan Asia afrika dan wawancara dengan pengunjung maupun masyarakat setempat, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berupa jurnal dan buku yang terkait dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa ketidaksesuaian infrastruktur pada Jalan Asia Afrika dengan teori dari Grigg seperti ketidaktersediaan tempat sampah, jembatan penyebrangan orang tidak dilengkapi dengan pelandaian untuk kaum disabilitas, dan juga terdapat beberapa kerusakan pada fasilitas sarana dan prasarana yang lainnya.
Analisis Pengembangan Heritage Tourism pada Kawasan Kota Lama Semarang Diliawan, Yudha Bhakti; Sari, Suzanna Ratih; IRH, Bangun; -, Sukawi
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 01 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i01.814

Abstract

Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah dan juga termasuk dalam kategori kota besar di Indonesia, memiliki ketiga aspek utama dari pengembangan kota berkelanjutan. Konservasi kawasan bersejarah yang termasuk dalam ikon pariwisata, dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah yang menjanjikan dan menjadi fokus utama pengembangannya. Heritage tourism adalah sebuah konsep pelestarian dengan pendekatan pariwisata yang memanfaatkan monumen dan bangunan bersejarah serta nilai-nilai historisnya untuk dapat dinikmati oleh pengunjung. Dengan demikian para pengunjung dapat merasakan dan mempelajari nilai-nilai sejarah yang ada. Hal tersebut termasuk dalam pelestarian warisan budaya kota itu sendiri. Kota Lama Semarang merupakan kota benteng yang dibangun pada abad ke-16, sebuah kawasan bersejarah peninggalan pada masa kolonial Belanda yang memiliki bentuk arsitektur bergaya Eropa. Nilai kelangkaan dan nilai sejarah yang di miliki kawasan Kota Lama dengan bangunan-bangunan bergaya kolonial, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain itu, Kota Lama berpotensi sebagai citra kota Semarang, mengingat dahulunya kawasan kota lama adalah embrio dari lahirnya kota Semarang. Sehingga, untuk meningkatkan potensi tersebut, maka perlu diadakan suatu peningkatan pemeliharaan arsitektural dan lingkungan yang utuh dan berkelanjutan.
Revitalisasi Rumah Tradisional Gamav Aha: Adaptasi Desain dan Sakralitas dalam Konteks Ritual Katolik di Kawasan Sinai, Papua Selatan Raubaba, Henry Soleman; Sari, Suzanna Ratih; Wijayanti , Wijayanti; Sardjono, Agung Budi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 1 (2025): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i1a9

Abstract

The revitalization of the traditional Gamav Aha house as a sacred space within Catholic ritual practice has become a central issue in the cultural and religious life of the Malind Anim community in the Sinai area of South Papua. The disappearance of Gamav Aha due to modernization has threatened not only the sustainability of tangible heritage but also the collective meaning and cultural identity of the community. This study aimed to analyze the process of revitalizing Gamav Aha as a sacred space through design adaptation, functional transformation, and meaning negotiation within the context of Catholic rituals. A qualitative descriptive method was employed, and fieldwork was conducted in July 2024 across three main villages in the Sinai area: Urumb, Waninggap Nanggo, and Matara. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional, religious, and community leaders, and visual documentation of spaces and ritual activities. The findings showed that revitalization was realized through innovations in physical design, including adjustments in layout, structure, materials, and spatial orientation. The transformation of Gamav Aha from a dwelling into a temporary sacred space, enriched with cultural and religious symbolism, strengthened community identity. These results underscore the importance of adaptive design strategies rooted in local wisdom for the preservation of vernacular architecture and the reinforcement of social cohesion within indigenous communities in the modern era.
Adaptasi Permukiman Berkelanjutan Di Daerah Banjir Rob: Studi Kasus Di Kelurahan Panjang Baru Pekalongan Pudji Teguh Rahardjo; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4264

Abstract

Abstract: Panjang Baru Village in Pekalongan City is one of the coastal areas affected by tidal flooding. This condition has a direct impact on the quality of life of the community and the sustainability of settlements in the area. This study aims to identify sustainable settlement adaptations implemented by local communities in facing the risk of tidal flooding. The method used is a descriptive qualitative approach, with primary data collection through field observations, in-depth interviews, and documentation, as well as secondary data from literature reviews and local government data. The results show that the community developed various forms of individual and communal environmental, economic and cultural adaptations, such as house repairs, road and water channel repairs, the use of waterproof building materials, independent drainage systems, and strengthening community social networks. In addition, the role of local government in supporting these adaptation efforts is to build tidal embankments, repair roads and water channels, procurement of large-capacity water pumps and also through settlement planning programs and disaster education. This study concludes that participatory and locally based settlement adaptation is key to realizing environmental resilience and sustainability in disaster-prone coastal areas. Keywords: adaptation, sustainable settlement, tidal flooding, coastal areas, Pekalongan Abstrak: Kelurahan Panjang Baru di Kota Pekalongan merupakan salah satu kawasan pesisir yang terdampak banjir rob. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat serta keberlanjutan permukiman di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adaptasi permukiman berkelanjutan yang diterapkan oleh masyarakat lokal dalam menghadapi risiko banjir rob. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta data sekunder dari kajian literatur dan data pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengembangkan berbagai bentuk adaptasi individu dan komunal lingkungan, ekonomi dan budaya, seperti perbaikan bangunan rumah, perbaikan jalan dan saluran air, penggunaan material bangunan tahan air, sistem drainase mandiri, serta penguatan jaringan sosial komunitas. Selain itu, peran pemerintah daerah dalam mendukung upaya adaptasi tersebut adalah membangun tanggul rob, perbaikan jalan dan saluran air, pengadaan pompa air berkapasitas besar dan juga melalui program penataan permukiman dan edukasi kebencanaan. Studi ini menyimpulkan bahwa adaptasi permukiman yang partisipatif dan berbasis lokal merupakan kunci dalam mewujudkan ketahanan lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir yang rawan bencana. Kata kunci: adaptasi, permukiman berkelanjutan, banjir rob, pesisir, Pekalongan
KONSERVASI EKOLOGI PESISIR: PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA BERBASIS ECO-ART YANG BERNILAI EKONOMIS DAN ICONIC Muhammad, Fuad; Andriani, Risa; Devara, Hafiz Rama; Abdillah , Rangga Fajar; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1209

Abstract

Cocos Nucifera or coconut plays an important role in the life of Indonesian coastal communities, including in Punjulharjo Village, Rembang, Central Java, which relies on coconut as an economic resource due to the presence of tourist activity on Karang Jahe Beach. However, this activity also leads to the accumulation of coconut waste which is an urgent, challenging environmental problem in waste management. The solution to such problems can be achieved through community creativity in creating eco-art from coconut bird waste, such as plant pots and pop-up books that depict the history and culture of the village. The process of making a ship's pot involves the use of special tools such as a gerinda machine, alteco glue, wooden beams, plots, and boardmarker to form a dry fence into a useful pot. While the pop-up book process itself is done using Adobe Illustrator to illustrate the discovery of cultural elements that it has. This solution will not only reduce the accumulation of coconut waste, but will increase the economic value of Punjulharjo Village. Ships serve as a tool to convey messages about people's relations with the sea and their maritime history. In addition, the pop-up book serves as an educational tool for tourists, enhancing their understanding of local history, culture, and village characteristics. This eco-art product offers substantial economic benefits and is a meaningful attraction for visitors. The use of eco-art-based coconut poultry waste can reflect a holistic approach to environmental conservation, cultural identity, education, and economic empowerment. These sustainable initiatives highlight the potential for positive change when dealing with environmental, cultural, and economic aspects together. For example, addressing waste issues, raising incomes, and promoting local cultural heritage, as well as preserving coastal ecology.
Co-Authors -, Sukawi Abdillah , Rangga Fajar Adlina, Zata Izzati Agung Budi Sardjono Agung Budi Sardjono Andriani, Risa Arieska Avianda Rachmayanie Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma Aseani, Wingky Aulia, Faricha Putri Bambang Setioko Basalamah, Huda Muhammad bio bhirawan Carina Sarasati Cia, Helen Dea Shamara, Dea Desetyaningrum, Imbar Devara, Hafiz Rama Dhanoe Iswanto Diananta Diananta Dika Fitriyati Diliawan, Yudha Bhakti Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrosaptono Edward Endrianto Pandelaki Edward endrianto Pandelaki Edy Darmawan Erni Setyowati Fahmi Arifan Fitriyati, Dika Fuad Muhammad Gunawan, I Gusti Ngurah Anom Hasritanto, Bangun IR. Henry Soleman Raubaba, Henry Soleman Hermin Werdiningsih Hilmy, Muhammad Fariz Ibrahim, Stefanus Peter Ikhsani, Muhammad Azmy IRH, Bangun Iskandar, Puteri Ismail, Nurwidyah Azizah Isna Pratiwi Isna Pratiwi, Isna Joenso, Reivandy Christal Kamalia, Assa Leony, Melinda Lestari, Kristiani Budi Lestari, Marselli Widya Lestari, Ria Ripardi Wahyu Mira Fitriana Mohammad Debby Rizani Mujiono, Untung Nindyo Suwarno Niswah, Ulfatun Pratama, Bagus Iqbal Adining Pudji Teguh Rahardjo Putri, Dwiani Intan Kartika R Siti Rukayah Rachmayanie, Arieska Avianda Rara Sugiarti Risdian, Happy Rohman Eko Santoso Rukayah, Raden Siti Septo Pawelas Arso Setiyawan, Alfanadi Agung Shafa, Astrihasna Shafar, Muhammad Uliah Sukawi , Sukawi Sukawi Sukawi sukawi sukawi Triyono Triyono Tundjung Wahadi Sutirto Wahyono, Sharfina Bella Pahleva Widya Prasongko, Datta Sagala Wijayanti , Wijayanti Wijayanti Wijayanti Windu Nuryanti Wuryaningsih, Teti Indrawati Wuryaningsih, Teti Indrawati Yandri, Sepli