Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : jurnal sylva scienteae

PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS MADU KELULUT DARI DESA BANGKILING RAYA KABUPATEN TABALONG Maulana Malik; Siti Hamidah; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.10010

Abstract

The stingless bee (kelulut / Trigona iitama) is a type of insect that is increasingly being cultivated in various regions, including in South Kalimantan.  The efficacy of kelulut honey is very good and easy in beekeepng techniques is the reason why kelulut beekeeping has the potential to be developed.  The purpose of this study was to determine the productivity and quality of kelulut honey at Bangkiling Raya Village, Tabalong Regency. Honey productivity was measured for 4 consecutive months, starting from June 2021 to September 2021. Honey quality was tested based on SNI 8664:2018, namely water content, diastase enzyme activity and reducing sugar. Honey production each month varies between 208 ml per colony to 344 ml per colony. Some parameters of the quality of the honey produced still do not meet SNI, namely water content, HMF and diastase enzyme activity. Parameters that have complied with SNI are reducing sugars. The results of this study indicate that there is a need for improvement in kelulut beekeeping techniques, harvesting techniques and post-harvest handling.Lebah tanpa sengat (Kelulut / Trigona iitama) merupakan jenis serangga yang mulai marak dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Selatan.  Manfaat madu yang baik serta kemudahan dalam teknik budidayanya menjadi alasan mengapa kelulut sangat potensial untuk dikembangkan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur produktivitas dan kualitas madu kelulut yang berasal dari Desa Bangkiling Raya, Kabupaten Tabalong.  Produktivitas madu diukur selama 4 bulan berturut-turut, mulai dari Juni 2021 sampai dengan September 2021. Kualitas madu diuji berdasarkan SNI 8664-2018 berupa kadar air, enzim diastase, dan gula pereduksi.  Produktivitas madu bervariasi antara 208 ml hingga 344 ml per koloni per bulan.  Madu kelulut memiliki kadar air, HMF dan aktivitas enzim diastase yang belum memenuhi SNI, sedangkan untuk parameter gula pereduksi sesuai dengan SNI.  Pengembangan lebih lanjut perlu dilakukan seperti teknik budidaya, teknik pemanenan dan penanganan pasca panen.
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KERAJINAN ANYAMAN PURUN DANAU (Lepironia articulata Domin) DI DESA PEMBELACANAN KECAMATAN KELUMPANG SELATAN KABUPATEN KOTABARU Sarwani Abdan; Zainal Abidin; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10662

Abstract

The purpose of this study was to analyze the productivity and yield of purun danau woven crafts in the form of mats and tote bags of the community in Pembelacanan Village, South Kelumpang District, Kotabaru Regency. Data were collected through direct observation in the field and interviews with craftsmen. One mat with a size of 250 x 125 cm2 can be processed with a working time of 9:12.44 or equivalent to 0.10-0.12 parts per hour. The processing of one tote bag with a size 25x15x21 cm3 takes 1:17.12 or the equivalent of 0.67-0.86 parts per hour. The average yield of woven mats is 82.68%, and tote bag is 71.81%.Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis besarnya produktivitas dan rendemen kerajinan anyaman purun danau berupa tikar, dan tas binting dari masyarakat di Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan para pengrajin.  Satu buah purun dengan ukuran 250 x 125 cm2 dapat diolah dengan waktu pekerjaan selama 9:12.44 atau setara dengan 0,10-0,12 bagian per jam.  Pengolahan satu buah tas binting berukuran 25x15x21 cm3 memerlukan waktu 1:17.12 atau setara dengan 0,67-0,86 bagian per jam.  Rata-rata rendemen kerajinan anyaman tikar adalah 82,68%, dan tas binting sebesar 71,81%.
PENGARUH PERSENTASI PEREKAT DAMAR (Shorea javanica) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN LAJU PEMBAKARAN BRIKET ARANG CANGKANG KEMIRI (Aleurites moluccana L. Willd) Miftahul Hafiza Rahim; Trisnu Satriadi; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11019

Abstract

Candlenut shells have high lignin content (54.46%) so that they have potential to be used as fuel. In this study, adhesive used was resin which was used to increase the calorific value and accelerate the ignition process. This study aims to analyze the effect of variations in the addition of resin on the quality and rate of combustion based on the Indonesian National Standard (SNI). This study used a completely randomized design (CRD) method and in this study there was only one factor (Factor A = candlenut shell charcoal and adhesive), 5 treatments with 3 replications. The results of the research of candlenut shell charcoal briquettes using resin adhesives produced an average value of water content testing 4.4626 - 6.0681%, volatile matter testing 39.0411 - 49.8596%, ash content testing 6.4745 - 12.0787% , bonded carbon test 32.3519 - 39.8396 %, density test 1.0718 - 1.2233 g/cm3, calorific value test 5141.52 - 6523.13 cal/g and combustion rate test 0.4469 - 0.6633 g/minute. Water content, density and calorific value tests have met the Indonesian standard, while volatile matter and bound carbon content tests have not met Indonesian standards. Ash content only A5 treatment that mets Indonesian standards and there is no Indonesian standard for testing the combustion rate. Best quality of candlenut shell charcoal briquettes was in treatment A5 and best combustion rate was in A1 treatment. Results of this study indicate that the percentage of resin adhesive can affect the characteristics and rate of burning of candlenut shell charcoal briquettesCangkang kemiri memiliki lignin yang tinggi (54,46%) sehingga potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Pada penelitian ini perekat yang digunakan adalah getah damar yang berfungsi untuk meningkatkan nilai kalor dan mempercepat proses penyalaannya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan menganalisis pengaruh penambahan getah damar terhadap kualitas dan laju pembakaran berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Penelitian memakai metode rancangan acak lengkap (RAL) dan penelitian ini hanya ada satu faktor (Faktor A= serbuk arang cangkang kemiri dan perekat damar) sebanyak 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian dari briket arang cangkang kemiri menggunakan perekat damar menghasilkan nilai rata-rata pengujian kadar air 4,4626 - 6,0681%, pengujian kadar zat terbang 39,0411 - 49,8596%, pengujian kadar abu 6,4745 - 12,0787%, pengujian karbon terikat 32,3519 - 39,8396%, pengujian kerapatan 1,0718 - 1,2233 g/cm3, pengujian nilai kalor 5141,52 - 6523,13 kal/g dan pengujian laju pembakaran 0,4469 - 0,6633 g/menit. Pengujian dari kerapatan, kadar air dan nilai kalor telah sesuai dengan standar negara indonesia (SNI 01-6235-2000) sedangkan untuk pengujian kadar zat terbang dan karbon terikat tidak memenuhi standar. Pengujian kadar abu hanya perlakuan A5 yang memenuhi standar indonesia dan pengujian laju pembakaran belum ada standar indonesia. Kualitas briket arang cangkang kemiri yang terbaik pada perlakuan A5 (65% serbuk arang cangkang kemiri + 35% perekat damar) dan laju pembakaran yang terbaik pada perlakuan A1 (85% serbuk arang cangkang kemiri + 15% perekat damar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi perekat damar dapat mempengaruhi karakteristik dan laju pembakaran briket arang cangkang kemiri.
ANALISIS PERBEDAAN UKURAN RUMAH WALET TERHADAP PRODUKSI SARANG WALET DI DESA OKA-OKA KABUPATEN KOTABARU Muhammad Syaiful Anwar; Zainal Abidin; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11727

Abstract

Swallow nest is a non-timber forest product which is a promising business opportunity because it has a high selling value. This study aims to analyze the effect of swallow house size on swallow nest production in Oka-Oka Village, Pulau Laut Kepulauan Sub-District, Kotabaru Regency. Data were collected using direct interviews with 15 swallow house owners. Data analysis used simple linear regression. The results showed that the size of the swallow's house only had a 10% effect on the production of swallow's nest. As for the age of the swallow house, this is the main factor with a 67% level of influence on the production of swallow’s nest. This data indicate that the older the age of a swallow's house, the higher the production of swallow's nest. Farmers sell swallow nests directly to collective traders who come to their villages. Swallow's nests are priced at IDR 9,500,000 per kilo or IDR 950,000 per ounce. This price determined unilaterally by the collective trader.Sarang burung walet merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu yang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan karena mempunyai nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran rumah walet terhadap produksi sarang walet di Desa Oka-Oka Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Pengambilan data menggunakan wawancara langsung kepada 15 orang pemilik rumah walet. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran rumah walet hanya 10% pengaruhnya terhadap produksi sarang walet. Umur bangunan rumah walet yang menjadi faktor utama dengan 67% tingkat pengaruhnya terhadap produksi sarang walet. Data ini menunjukkan bahwa semakin tua umur suatu bangunan rumah walet maka semakin tinggi produksi sarang walet.  Peternak menjual sarang walet langsung kepada pedagang pengumpul yang datang ke desa mereka. Sarang walet diaptok dengan hara Rp9.500.000 per kilo datau Rp950.000 per ons.  Harga ini merupakan harga yang ditentukan sepihak oleh Pedagang pengumpul
PROSES PENURUNAN KADAR AIR MADU KELULUT (Heterotrigona itama) MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN BEKAS DAN DEHUMIDIFIER Nova Purwanti; Trisnu Satriadi; Rosidah Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9296

Abstract

ABSTRACT. Honey is a natural product obtained from kelulut bees (Heterotrigona itama). This research aims to analyze the use of used refrigerators and dehumidifiers to reduce the water content of honey. The process of reducing the water content of honey begins by pouring honey into a plastic container. Each plastic container is neatly arranged in a used refrigerator. The dehumidifier is placed at the bottom of the used refrigerator. Observation of water content is carried out every 09.00 and 16.00. The use of used refrigerators and dehumidifiers can reduce the water content of honey from 30% to 20% for 48 hours.ABSTRAK. Madu kelulut (Heterotrigona itama) adalah salah satu bahan alam yang diperoleh dari lebah kelulut. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan lemari pendingin bekas dan dehumidifier terhadap penurunan kadar air madu kelulut. Proses penurunan kadar air madu dimulai dengan menuangkan madu ke dalam wadah plastik.  Setiap wadah plastik disusun rapi di dalam lemari pendingin bekas.  Alat dehumidifier diletakkan pada bagian paling bawah lemari pendingin bekas.  Pengamatan kadar air dilakukan setiap pukul 09.00 dan 16.00.  Penggunaan lemari pendingin bekas dan dehumidifier dapat menurunkan kadar air madu dari 30% menjadi 20% selama 48 jam.
Sampul JSS Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.13302

Abstract

UJI ORGANOLEPTIK MADU HERBAL YANG TERBUAT DARI MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL Hanna Paramita Dewi; Trisnu Satriadi; Siti Hamidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12792

Abstract

Herbal product with a combination of kelulut honey and sungkai leaf extract are not yet available. The purpose of this study was to analyze the effect of honey formulations made from kelulut honey and sungkai leaf extract with ethanol solvent on organoleptic results based on SNI No.6884:2018. The method used was maceration to obtain a thick extract of 96% ethanol soluble sungkai leaf which was then mixed with kelulut honey until it was completely homogenized. The organoleptic test of herbal honey used a differentiating test method which was carried out by 28 panelists by stating whether or not the honey was distinctive for its taste and aroma. The data were statistically analyzed using one-way analysis of variance and the difference test if the difference was in accordance with the coefficient of variance. The formulation of sungkai leaf extract showed a very significant effect on the taste and aroma of herbal honey. The formulation with the addition of 0.25 g of sungkai leaf extract with 60 ml of kelulut honey complies with SNI No. 6884: 2018, whose formulation still shows a taste and aroma like pure honeyBelum tersedia produk herbal dengan kombinasi madu kelulut dan ekstrak daun sungkai. Tujuan penelitan ini untuk menganalisis pengaruh formulasi madu herbal yang terbuat dari madu kelulut dan ekstrak daun sungkai dengan pelarut etanol terhadap hasil uji organoleptik berdasarkan SNI No.6884:2018. Metode yang digunakan adalah maserasi untuk mendapatkan ekstrak kental daun sungkai larut etanol 96% yang kemudian dicampur dengan madu kelulut hingga terhomogenisasi sempurna. Uji organoleptik madu herbal menggunakan metode uji pembeda yang dilakukan oleh 28 panelis dengan menyatakan khas atau tidak khas madu terhadap rasa dan aroma. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam satu arah dan uji beda jika terdapat perbedaan sesuai nilai koefisien keragaman. Formulasi ekstrak daun sungkai menunjukkan hasil pengujian berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan aroma madu herbal. Formulasi dengan penambahan ekstrak daun sungkai 0,25 g dengan 60 ml madu kelulut memenuhi SNI No.6884:2018, yang mana formulasi masih menunjukkan rasa dan aroma seperti madu murni.
Sampul JSS Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12910

Abstract

Sampul JSS Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN ARANG LIMBAH DAUN GMELINA (Gmelina arborea Roxb) DAN LIMBAH DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP MUTU BRIKET ARANG Limbong, Melani; Satriadi, Trisnu; Thamrin, Gusti Abdul Rahmat
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.9941

Abstract

Lack of waste management causes environmental pollution and disrupts public health. To minimize pollution from poor waste management, gmelina and teak leaf waste can be used as an alternative to petroleum and processed into charcoal briquettes which are more economical and easy to use. The purposes of this study are: 1) Analyzing the effect of the comparison of the composition of charcoal from gmelina leaf waste and teak leaf waste with the addition of different tapioca starch adhesives, 2) Comparing the quality of the briquettes obtained using SNI 01-6235-2000 standards. The analysis used is Factorial RAL using 5 treatments of comparison of material composition and 3 treatments of adhesive composition with 3 replications. Based on the results of the study that the density (g/cm3) in all treatments met SNI with the best density found in treatment A5B3 which was 0.7829 g/cm3, the water content (%) in all treatments met SNI, except A3B3 and with the best water content found in treatment A2B1, namely 5.9320%, the calorific value (cal/g) in some treatments met SNI with the best calorific value found in treatment A4B3, namely 5898.07 cal/g. Ash content (%), volatile matter (%), bound carbon (%) for each treatment did not meet SNI standards. The best quality of charcoal briquettes was found in treatment A4B3 (25% charcoal powder from teak leaf waste + 75% charcoal powder from gmelina leaves with 30% tapioca adhesive) which has the closest characteristics to the standard charcoal briquettes based on SNI 01-6235-2000.Kurangnya pengelolaan limbah menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Untuk meminimalkan pencemaran dari pengelolaan limbah yang buruk, limbah daun gmelina dan daun jati bisa dimanfaatkan alternatif yang menggantikan minyak bumi serta diolah menjadi briket arang yang lebih hemat dan mudah penggunaannya. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis pengaruh perbandingan komposisi arang limbah daun gmelina dan limbah daun jati dengan penambahan perekat tepung tapioka yang berbeda, 2) Membandingkan kualitas briket yang diperoleh menggunakan standar SNI 01-6235-2000. Analisis yang digunakan yaitu RAL Faktorial menggunakan 5 perlakuan perbandingan komposisi bahan dan 3 perlakuan komposisi perekat dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kerapatan (g/cm3) pada semua perlakuan telah memenuhi SNI dengan kerapatan terbaik terdapat pada perlakuan A5B3 yaitu 0,7829 g/cm3, kadar air (%) pada semua perlakuan telah memenuhi SNI, kecuali A3B3 dan dengan kadar air terbaik terdapat pada perlakuan A2B1 yaitu 5,9320 %, nilai kalor (kal/g) pada sebagian perlakuan telah memenuhi SNI dengan nilai kalor terbaik terdapat pada perlakuan A4B3 yaitu 5898,07 kal/g. Kadar abu (%), zat terbang (%), karbon terikat (%) setiap perlakuan tidak memenuhi standar SNI. Kualitas briket arang yang paling bagus terdapat pada perlakuan A4B3 (25% serbuk arang limbah daun jati + 75% serbuk arang limbah daun gmelina dengan 30% perekat tapioka) yang mana sifat karakteristiknya paling mendekati dengan standar briket arang berdasarkan SNI 01-6235-2000.
Analisis Proksimat Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dari Kelurahan Palam Banjarbaru Kalimantan Selatan Fikri, Hendriannur; Satriadi, Trisnu; Mahdie, Muhammad Faisal
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9504

Abstract

ABSTRACT. Kelulut bees that produce honey are one of the non-timber forest products that are rich in benefits. The content contained in kelulut bee honey has a positive impact on health if used properly. The purpose of this study was to analyze the proximate content of kelulut honey including protein, water, fat, ash, carbohydrate and calorie content. The honey samples used came from the Palam Banjarbaru Urban Village honey farm and proximate testing was carried out at the Lambung Mangkurat University Faculty of Medicine laboratory Biokomia. The research method used a quantitative approach and data analysis using a descriptive-quantitative approach. The results of the proximate analysis of kelulut honey can be seen that the content in kelulut honey samples is 28.92% water content, 0.18% ash content, 0.45% protein content, 0.03% fat content, 70.36% carbohydrate content and 285.26 for calorie test.ABSTRAK. Lebah kelulut yang menghasilkan madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang kaya akan manfaat. Kandungan dalam madu lebah kelulut memberikan dampak positif bagi kesehatan jika dipergunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan proksimat madu kelulut meliputi uji kadar protein, air, lemak, abu, karbohidrat dan kalori. Sampel madu yang digunakan berasal dari peternakan madu Kelurahan Palam Banjarbaru serta pengujian proksimat dilakukan di Labolatorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis data menggunakan pendekatan deskriftif–kuantitatif. Hasil analisis proksimat madu kelulut dapat diketahui bahwa kandungan yang ada pada sampel madu kelulut yaitu 28.92 % Kadar Air ,0,18 % kadar abu, 0,45 % kadar protein, 0,03% kadar lemak, 70,36 % kadar karbohidrat dan 285,26 untuk uji kalori.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Fithria Adi Rahmadi Adistina Fitriani Agustino Agustino, Agustino Ahmad Jauhari Akhmad Rozami Syahru Alam Almira Ulimaz Anang Kadarsah, Anang Andika S, Ganjar Satria Anggy Widya Firdaus Arfa Agustina Rezekiah Ayu Aulia Kurnia Putri Badaruddin Badaruddin Badaruddin Badaruddin Basir Achmad Budi Sutiya Chandra, Alfin Damaris Payung Danang Biyatmoko Dany Prianto Nugroho Diana Ulfah Diana Ulfah Diana Ulfah Dina Naemah Dina Naemah Dwi Rinda Maisarah Dyah Novita Sari Tarakanita Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Erika Septiani Theresia Fatriani Fatriani Fikri, Hendriannur Fitri Ramadhanti Gatot Subandono Gusti Abdul Rahmat Thamrin Hadi, Wirawan Noor Hafianor, Hafizianor Hafizianor Hafizianor Hamdani Fauzi Hanna Paramita Dewi Henny Arryati Iin Mariska Immanuel Jordan Hutabarat Indri Septika Tari Kamilya, Siti Rezqina Kissinger Kissinger Kurdiansyah Limbong, Melani Lusyiani Lusyiani Mahrus Aryadi Mahrus Aryadi Maulana Malik Miftahul Hafiza Rahim Miftahul Jannah Mirza, Muhammad Mufidah Asy’ari Muhammad Dhuha Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Hasbi Muhammad Humaidi Muhammad Safi’i Muhammad Syaiful Anwar Nadilah Wahyuni Nafta Hazama Nihayah, Sofia Noor Mirad Sari Normela Rachmawati Nova Purwanti Ogbodo, John Agbo Parman Parman Pratiwi, Setiani Rahma Rahmiyati Rahmiyati Raudhah, Raudhah Rosidah - Saputra, Debi Imam Sarwani Abdan Setiani Rahma Pratiwi Sika Handayani Barus Siti Hamidah Siti Hamidah Siti Hamidah Sofia Nihayah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Syaifuddin Syaifuddin Syamani D. Ali Tampubolon, Waldy Samuel Payaman Thamrin, Gusti Abdul Rahmat Tommy Kimli Ulanda, Novilia Violet Burhanuddin Violet Violet Wiwin Tyas Istikowati Yalina Elsi Yardani, Jesi Yazid Busthami Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Zainal Abidin Zainal Abidin