Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SEDIAAN MASKER PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) Selvi Merwanta; Yandrizmal Yandrizmal; Yefi Finadia; Yahdian Rasyadi
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.993 KB)

Abstract

Masker peel off adalah sediaan kosmetik perawatan kulit yang bentuknya seperti gel atau pasta yang dioleskan pada kulit muka. Daun alpukat dapat menghaluskan kulit, meringankan peradangan kulit termasuk jerawat (Acne Vulgaris) dan bekasnya. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi masker peel off dari daun alpukat dan melihat evaluasi fisiknya. Masker peel off dibuat menjadi empat formula yaitu F0, F1, F2, dan F3 dengan masing-masing ekstrak daunalpukat 0%, 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan masker peel yang dibuat adalah uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, stabilitas sediaan. Hasil uji organoleptik semua formula berbentuk gel, berbau aroma parfum, warna bening untuk F0 dan warna hijau untuk F1, F2, F3. Pada uji homogenitas terdapat semua masker homogen. Hasil uji pH didapat bahwa semua formula memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan yaitu sesuai dengan pH kulit. Hasil uji stabilitas parameter organoleptis dari pengamatan 30 hari, dengan pengamatan minggu pertama sampai minggu ke-4, bentuk, warna, bau tidak terjadi perubahan dari awal pembuatan masker peel off. Sediaan masker peel off dapat diformulasi dari ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill)
FORMULASI KRIM DARI MIKROKAPSUL PAPAIN Rahdian Rasyadi; Yahdian Rasyadi; Farida Rahim; Nadya Fitri Handayani
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Padang
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.227 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi krim dari mikrokapsulas papain. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat memformulasi mikrokapsul papain dalam bentuk sediaan krim dan evaluasi fisik sediaan. Krim mikrokapsul papain dibuat dengan menggunakan basis vanishing cream. Evaluasi fisik yang dilakukan pada krim mikrokapsul papain antara lain Uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH, uji kestabilan fisik, uji tipe krim, dan uji iritasi. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa krim berbentuk setengah padat, warna putih, tidak berbau, homogenitasnya tidak homogen, pH rata-rata 6,21, uji stabilitas krim menggunakan metode freeze and thaw menunjukan bahwa krim mikrokapsul papain stabil dalam suhu rendah maupun tinggi, tipe krim (m/a), uji iritasi krim yang dilakukan langsung pada kulit panelis selama 72 jam menunjukkan bahwa krim mikrokapsul papain tidak mengiritasi terhadap kulit. Hasil evaluasi fisik krim menunjukan bahwa mikrokapsul papain bisa diformulasi menjadi sediaan krim.
FORMULASI PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN UJI STABILITAS DENGAN METODE Freeze and Thaw Yahdian Rasyadi; Diza Sartika; Athiyah Erza Sasmi; Selvi Merwanta; Dini Hanifa
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.782 KB)

Abstract

Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional secara ilmiah dipercaya memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasi pasta gigi dari ekstrak etanol daun mengkudu dengan variasi konsentrasi 4% (F1), 8% (F2) dan 12% (F3) serta menguji stabilitas fisiknya. Evaluasi dari sediaan pasta gigi yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya busa, uji viskositas, dan uji stabilitas. Hasil uji organoleptis dan homogenitas menunjukkan ketiga formula (F1, F2, F3) berbentuk pasta, warna coklat muda, bau mint khas mengkudu dan homogen untuk semua formula. Hasil pengujian pH sediaan pasta gigi F1(7,6), F2(7,3), F3(7,2); tinggi busa F1(1,7 cm), F2(1,5 cm), F3(1,4 cm); viskositas F1(2436 cP), F2(2446 cP), F3(2146 cP). Hasil uji stabilitas menunjukkan untuk F1, F2, F3 tidak memisah dan stabil selama penyimpanan 6 minggu. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mengkudu 4% (F1), ekstrak etanol daun mengkudu 8% (F2), ekstrak etanol 12% (F3) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan pasta gigi gel dan stabil selama masa penyimpanan.
FORMULASI GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KUNYIT (Curcuma domestica Val) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Yahdian Rasyadi; Miftahur Rahmi; Serli Monika Indarti
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.126 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.70

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang formulasi gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit (Curcuma dometica Val) dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit dibuat menjadi empat formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak etil asetat daun kunyit 6%), F2 (ekstrak etil asetat daun kunyit 12%), F3 (ekstrak etil asetat daun kunyit 18%). Evaluasi gel hand sanitizer meliputi pemeriksaan uji daya sebar, uji daya lekat, pemeriksaan viskositas, pemeriksaan stabilitas (organoleptis, homogenitas, pemeriksaan pH, cycling test) dan uji iritasi kulit. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer dilakukan dengan metode difusi dan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa gel hand sanitizer stabil secara fisika selama penyimpanan enam minggu. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer memberikan diameter daya hambat sebesar F0 (0 mm), F1 (4,33 mm), F2 (6,43 mm), dan F3 (8,23 mm). Hasil analisis ANOVA satu arah menunjukkan bahwa pengaruh sediaan gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus memiliki nilai sangat signifikan sebesar 0,000 (p˂0,05). Uji Duncan memberikan nilai sangat signifikan antara F0, F1, F2, dan F3. Dari data evaluasi fisik dan uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun kunyit dapat diformulasikan menjadi gel hand sanitizer sebagai antibakteri, F3 menunjukkan aktivitas antibakteri yang besar diantara semua formula, tapi lemah berdasarkan tabel respon hambatan mikroba menurut Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI) 2012.
PELATIHAN PENGOLAHAN BAYAM MERAH UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DAN STUNTING Wida Ningsih; Afdhil Arel; Yahdian Rasyadi
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 4 (2022): APTEKMAS Volume 5 Nomor 4 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v5i4.5182

Abstract

Stunting is failure to thrive due to lack of nutritional intake that lasts for a long time from pregnancy to 24 months of age. Efforts to prevent stunting are carried out by meeting the nutritional needs of pregnant women, providing exclusive breastfeeding and eating complementary foods and maintaining environmental cleanliness. One of the nutrients during pregnancy that needs to be considered is the fulfillment of iron needs to prevent nutritional anemia caused by iron deficiency. Based on the results of a survey by a National Competent Institution, the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the Padang Panjang stunting rate was set at 20% and based on information from the Padang Panjang City Service Head from Posyandu cadre data, the Padang Panjang stunting rate reached 15.57%. Red spinach is a vegetable that contains a lot of iron that can be consumed as an alternative food to meet iron needs. Iron plays a role in the formation of hemoglobin. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women and mothers with toddlers about the benefits of red spinach and how to process red spinach into noodles. The method used was counseling and distribution of noodles from red spinach for counseling participants. The outputs obtained in this activity are pregnant women and mothers with toddlers who know the benefits of red spinach, can process red spinach into noodles and are willing to consume red spinach as an effort to prevent anemia and stunting.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIP BALM EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.S.m) Yahdian Rasyadi; Diana Agustin; Gina Aulia
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.896

Abstract

Kecombrang flower (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) has antioxidant compounds that can be used as active ingredients in lip balm cosmetics for lip care. Lipbalm preparations containing 0% (F0), 0.5% (F1), 1% (F2), and 1.5% (F3) ethanol extracts of kecombrang flowers were prepared. The purpose of this study was to examine the antioxidant activity of lipbalm ethanol extract of kecombrang flowers F0, F1, F2, F3. The antioxidant activity of all formulas was carried out using the DPPH method. The results of the antioxidant activity test showed that the IC50 values ??for F0, F1, F2, and F3 were 252.38 g/mL, 235.93 g/mL, 230.79 g/mL, and 219.60 g/mL, respectively. it can be concluded that all lipbalm formulas of kecombrang flower ethanol extract (Etlingera elatior) 0% (F0), 0.5% (F1), 1% (F2), 1.5% (F3) have weak antioxidant activity.
Pemberian Suplemen Multivitamin Kepada Anak-Anak Di SDN 2 Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Yahdian Rasyadi; Eka Desnita; Elisa Ayudia; Mutia Fatimah Azzahra; Mutia Defitri Khairunnisa; Dike Novella
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.642 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v2i2.651

Abstract

Lack of nutrition can cause stunting and cognitive development of children and reduce children's productivity at school. In the process of growth and development, nutrients and vitamins are needed. Adequacy of nutrients and vitamins can be met by consuming a variety of foods. If nutrition and vitamins are not met, it can be met by taking multivitamin supplements. In this community service, multivitamin supplements were given to children at SDN 2 West Padang Panjang, Padang Panjang City in July 2022 as an effort to reduce/prevent stunting in the city of Padang Panjang. This activity was attended by students of SDN 2 Padang Panjang Barat Grade 5 and Grade 6. The service team provided multivitamin supplements and provided education about the benefits of vitamins contained and how to consume vitamins to participants. After that the service team conducted a question and answer session to students in the class about the benefits of each vitamin. From the results of the activities, all 5th and 6th grade elementary school students have received multivitamin supplements and received education from the service team. From the question and answer with students about the benefits of vitamins contained, elementary students have been compact in answering correctly the benefits of vitamins being asked. This service activity that has been carried out has achieved its goal of preventing stunting in the city of Padang Panjang.
Pelatihan Pembuatan Tempe Daun Singkong Sebagai Cemilan Bernutrisi Untuk Ibu Hamil Dan Anak-Anak Sebagai Pencegahan Stunting Di Kota Padang Panjang relin yesika; Yahdian Rasyadi; Amri Bakhtiar; Nanda Rahma Desra; , Antisa Larasari Deflorian; Ardilla Marisya
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevention of stunting in infants and toddlers can be done starting during pregnancy. Nutritional intake in pregnant women can be done by consuming quality food. In an effort to fulfill nutrition for pregnant women and children by consuming nutritious snacks, this service conducted training on making cassava leaf tempeh to the community in the Bukit Surungan village, West Padang Panjang, Padang Panjang City in July 2022. The training activity began with an explanation about the content of cassava leaf tempeh to the trainees and a demonstration of how to make cassava leaves into tempeh with the addition of tempeh yeast. The finished cassava leaf tempeh is fried with tempeh flour and eaten with the trainees. The trainees said that tempeh was delicious and almost the same as tempeh in general. This tempe-making training has been successfully implemented and the community is interested in eating the fried tempeh as a nutritious snackservice activity that has been carried out has achieved its goal of preventing stunting in the city of Padang Panjang.
Pelatihan Pembuatan Tempe Daun Singkong Sebagai Cemilan Bernutrisi Untuk Ibu Hamil Dan Anak-Anak Sebagai Pencegahan Stunting Di Kota Padang Panjang relin yesika; Yahdian Rasyadi; , Amri Bakhtiar; Nanda Rahma Desra; Antisa Larasari Deflorian; Ardilla Marisya
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevention of stunting in toddlers can be done starting during pregnancy. Nutritional intake in pregnant women can be done by consuming quality food. In an effort to fulfill nutrition for pregnant women and children by consuming nutritious snacks, this service conducted training on making cassava leaf tempeh to mothers in the Bukit Surungan village, West Padang Panjang, Padang Panjang City on July 29, 2022. The training activity began with an explanation of the content of cassava leaf tempeh and how to make cassava leaf tempeh. Next, there was a demonstration of how to make tempeh from cassava leaves and the processing of cassava leaf tempeh that had been prepared previously into fried cassava leaf tempeh. The training participants said they liked cassava leaf tempeh and were interested in processing cassava leaves into tempeh to get additional food with high nutritional value for pregnant women, toddlers and children.
AKU ANAK SEHAT, MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA SARAPAN KEPADA SISWA SD N 09 KANAGARIAN SIJUNJUNG Eka Desnita; Yahdian Rasyadi; Fidiriani Sjaff; Indi Dinah Khansa; Cecilia; Azizah Nurhanifah
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i1.6531

Abstract

School-age children are an age group that is growing and experiencing brain development which is highly dependent on regular food intake so that school-age children are required to have breakfast every day. Adequate intake of energy and nutrients every day can support and improve learning, mental, physical concentration in children. The purpose of this service is to socialize the importance of breakfast to students of SDN 09 Kenagarian Sijunjung so that they become healthy children. Community service activities were carried out on December 15, 2022 at SDN 09 Kenagarian Sijunjung. Activities carried out in the form of dissemination of material regarding the importance of breakfast, socialization of material regarding nutritional needs during child growth, questions and answers, and distribution of breakfast to elementary school students. From this activity, elementary school students know the importance of breakfast, and having breakfast can concentrate on participating in class activities that day. It can be concluded that with this activity elementary school students understand that breakfast is important in order to be a healthy child because breakfast is important during the growth period to provide daily nutritional value.
Co-Authors , Antisa Larasari Deflorian A, Meridha Mutiara Afdhil Arel Agustin, Diana Agustin, Diva Alvi Yusra Amri Bakhtiar Amri Bakhtiar Amri Bakhtiar Antisa Larasari Deflorian Aprilia, Fadhila Ardilla Marisya Ardilla Marisya Arel, Afdhil Arifa, Nurwahidatul Athiyah Erza Sasmi Aulia Putri Jasril Aulia Putri Jasril Aulia Rahmi, Aulia Ayudia, Elisa Azizah Nurhanifah Azliany, Syifa Cecilia Dedi Nofiandi Defitri Khairunnisa, Mutia Desnita, Eka Dian Handayani Diana Agustin Dike Novella Dini Hanifa Eka Desnita Eka Desnita Eka Desnita Eka Desnita Elisa Ayudia Elsa Marsellinda Elvionita, Cindy Fadila Reza Putri Farida Rahim Fatimah Azzahra, Mutia Fendri, Sandra Tri Juli Ferdian, Arif Fidiriani Sjaff Fitri Wahyuni Fitri Wahyuni Fitriyasti, Betty Frandika Tri Wahyudi Frandika Tri Wahyudi Gina Aulia Gunawan, Octaviana Helmizar, Roland Indi Dinah Khansa Larasari Deflorian, Antisa liana, nana Lidra Maribeth, Annisa Mahdawanci, Yesi Malik, Rifkind Marisya, Ardilla Mellani Pratiwi Merwanta, Selvi Miftahur Rahmi Miming Andika Mutia Defitri Khairunnisa Mutia Fatimah Azzahra Nabila, Hanifa Nadia Dini Fitri Nadya Dini Fitri Nadya Fitri Handayani Nanda Rahma Desra Nanda Rahma Desra Nanda, Annisa Destika Noni Rahayu Putri Nopan Saputra Novella, Dike Novia Asti Rahayu Primawati, Irma Rahdian Rasyadi Rahma Desra, Nanda Ramiza Jihan Fadillah Relin Yesika Riska Safitri Riska Safitri Sartika, Diza Selvi Merwanta Serli Monika Indarti Setiawati, Erdanela Siska Ferilda Wida Ningsih Wida Ningsih Wida Ningsih Yandrizmal Yandrizmal Yefi Finadia Yesika, Relin Yufri Aldi Zaunit, Muthia Miranda