Claim Missing Document
Check
Articles

TES IRITASI ROLL ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK KASTURI (Citrus microcarpa Bunge) Rasyadi, Yahdian
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6703

Abstract

Minyak atsiri terkandung didalam kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi. Aromaterapi adalah salah satu terapi yang menggunakan minyak atsiri beraroma untuk pengobatan. Minyak atsiri dapat memberikan efek antigatal atau antirematik. serta dapat juga bersifat sensitisasi, seperti iritasi. Pengamatan iritasi perlu dilakukan melihat keamanan penggunaan sediaan dan tidak mengakibatkan resiko iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah sediaan roll on aromaterapi kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) menimbulkan iritasi terhadap kelinci putih jantan. Pengamatan iritasi dilakukan dengan metode draize untuk mengamati timbulnya eritema dan edema selama 24, 48 dan 72 jam serta dihitung nilai derajat iritasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa sediaan roll on F0, F1, F2, dan F3 (10%) yang mmasing-masing mengandung minyak atsiri kulit jeruk kasturi 0%, 4%, 6%, 10% seluruhnya memberikan skor derajat iritasi 0 (tidak mengiritasi). Dapat disimpulkan bahwa formula roll aromaterapi F0, F1, F2, dan F3 tidak mengakibatkan reaksi iritasi pada kulit.
Peningkatan Literasi dalam Pengelolaan Obat melalui Sosialisasi “Dagusibu” di Nagari Painan Rasyadi, Yahdian; Marsellinda, Elsa; Ningsih, Wida; Wahyuni, Fitri; Mahdawanci, Yesi; Merwanta, Selvi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i2.3798

Abstract

Because of insufficient education, the rising trend of people self-medicating poses a threat to proper drug handling, storage, and disposal. According to RISKESDAS (2013), there is a lot of medication storage, antibiotic overuse (without a prescription), and medication mistakes. The Painan Nagari Health Post in IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency, which does not yet have chemists, implemented DAGUSIBU (Get, Use, Store, Throw Away) education initiatives to address this issue. Midwives and other health workers were socialised at the Health Post in July 2024 as part of the activity, which also included the erection of educational posters. The activity's outcomes demonstrated that participants' understanding of rational drug management, particularly the need of avoiding medication mistakes and improper disposal, had improved. By preparing students to serve their communities in response to actual needs, DAGUSIBU programs help fulfil the tridharma of higher education and make health care providers more effective change agents in the field of public health. In Painan Nagari, this endeavour may pave the way for long-term progress in public health.
Permen Jeli Temulawak (Curcuma xanthorriza) untuk Meningkatkan Nafsu Makan Ningsih, Wida; Rasyadi, Yahdian; Arel, Afdhil; Wahyuni, Fitri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.4965

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) tanaman yang banyak dan mudahdijumpai di Indonesia. Temulawak mengandung minyak atsiri dengan penggunaan secara tradisional untuk meningkatkan nafsu makan. Temulawak sudah tersedia dalam bentuk segar, seduhan, rebusan dan serbuk yang sebelum digunakan memerlukan serangkaian proses sehingga dianggap kurang praktis dan efisien. Tujuan : Untuk membuat pemakaian temulawak ini menjadi lebih praktis, efisien, dapat dibawa kemana saja dan lebih menarik serta mempunyai rasa yang enak. Metode : Temulawak dalam bentuk serbuk akan diformulasi dalam bentukpermen Jeli dengan variasi konsentrasi. Hasil : Permen Jeli yang diformula memenuhipersyaratan menurut SNI. Penerimaan permen jeli oleh responden berdasarkan parameter bentuk,aroma dan rasa adalah formula 1 (5%) dan parameter warna adalah formula 2 (10%).Kata Kunci: temulawak, permen jeli, minyak atsiri
Aktivitas Penghambatan Pertumbuhan Jamur Malassezia furfur dari Sediaan Shampo Ekstrak Etanol Daun Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Rasyadi, Yahdian; Agustin, Diana; Gunawan, Octaviana; Merwanta, Selvi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.4956

Abstract

AbstrakRambut berketombe pada saat ini masih menjadi masalah utama pada hampir semua individu. Penyebab ketombe disebabkan adanya peranan mikroorganisme jamur Malassezia furfur di kulit kepala yang menghasilkan suatu metabolit yang dapat menginduksi terbentuknya ketombe di kulit kepala. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas penghambatan pertumbuhan jamur Malassezia furfur dari sediaan shampo ekstrak etanol daun kopi arabika (Coffea arabica L.). Ekstrak etanol daun kopi arabika (Coffea arabica L.) dibuat dalam bentuk sediaan shampoo dengan kandungan esktrak masing-masingnya adalah 0%(F0), 15%(F1), 20%(F2), 30%(F3), 45%(F4) dan 60%(F5). Shampo ekstrak etanol daun kopi arabica yang telah dibuat diuji aktivitas antijamurnya terhadap jamur Malassezia furfur dengan metode difusi cakram. Hasil uji aktivitas antijamur Shampo F0-F5 terhadap jamur Malassezia furfur didapatkan dengan rentang diameter rata-rata antara 10,23-10,88 mm. Daya hambat sediaan paling tinggi terdapat pada formula F5.Kata Kunci: shampo, antiketombe, Coffea arabica L, antijamur, Malassezia furfur. 
Variasi Humektan pada Formulasi Body Scrub Serbuk Kulit Manggis Wahyuni, Fitri; Rasyadi, Yahdian; Ningsih, Wida; Desnita, Eka
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.4964

Abstract

ABSTRAKKulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang berkhasiat sebagai antioksidan dan juga berfungsi sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi konsentrasi propilenglikol dan gliserin terhadap karakteristik sifat fisik dan kimia pada pembuatan serbuk kulit buah manggis menjadi body scrub. Penelitian ini dilakukan dengan metoda ekperimental yang meliputi pembuatan sediaan body scrub menggunakan 1 % serbuk kulit buah manggis dengan menvariasikan propilenglikol: gliserin (10:0%; 2:8%; 8:2%; 5:5%; 0:10%;0:0%) dan pengujian karakterisasi sediaan body scrub (uji organoleptis, uji homegenitas, uji pH, uji stabilitas dan uji tipe emulsi). Hasil karakterisasi untuk uji organoleptis yaitu berwarna kecoklatan dan tidak berbau dan homogen. Untuk pengujian pH sediaan didapatkan pH sediaan sesuai dengan pH kulit 4,5 – 8. Untuk pengujian stabilitas sediaan dinyatakan stabil dikarenakan tidak adanya perubahan yang signifikan diakhir masa penyimpanan. Dari karakterisasi tipe emulsi diketahui sediaan body scrub yang dihasilkan tipe emulsi minyak dalam air. Kesimpulan penelitian ini tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan variasi konsentrasi propilen glikol dan gliserin pada formulasi body scrub. Kata kunci: Body scrub, serbuk kulit buah manggis, propilen glikol, gliserin
Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Dalam Rangka Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Malik, Rifkind; Primawati, Irma; Helmizar, Roland; Lidra Maribeth, Annisa; Rasyadi, Yahdian; Yesika, Relin
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economy and education are important aspects of the community but the other most important is health because health can affect economy and social productivity. Health can be imbalanced due to a poor lifestyle, diet, and lack of physical activity which will trigger various non-communicable diseases. The aim of this service community is to provide understanding on disease, good diet and daily physical activity. The method used is leaflets, posters, and short lectures. The result of this service is that many respondents are elderly. With this service we hope that in the future the elderly can begin to increase their physical activity, consume healthy food and routine health checks to increase the quality of life.
Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Solok Selatan Di Puskesmas Sangir Ferilda, Siska; Rasyadi, Yahdian; Elvionita, Cindy; Ayudia, Elisa; Ningsih, Wida; Arel, Afdhil; Juli Fendri, Sandra Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7496

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengobatan gratis menjadi salah satu upaya institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Sangir, Kabupaten Solok Selatan, dengan tujuan memberikan layanan pemeriksaan oleh berbagai dokter spesialis dan pemberian obat secara gratis kepada warga. Setelah dilakukan pemeriksaan gratis, masyarakat memperoleh resep dari dokter, dan menebus obat sekaligus menerima obat dari Apoteker dan diedukasi guna meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat yang benar. Mitra yang terlibat mencakup Puskesmas Sangir, tenaga medis, serta perangkat nagari. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi koordinasi, pemetaan kebutuhan, dan penyediaan obat; tahap pelaksanaan yang mencakup registrasi pasien, pemeriksaan, konsultasi dokter, penyerahan obat, dan edukasi oleh tim dosen Farmasi serta mahasiswa; serta tahap evaluasi melalui wawancara singkat untuk menilai kebermanfaatan kegiatan bagi peserta. Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil melayani 254 resep yang diberikan kepada masyarakat. Peserta menunjukkan penerimaan yang baik dan merasa terbantu dengan layanan yang diberikan. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam praktik pelayanan farmasi di lapangan. Pelaksanaan pengabdian ini memberikan gambaran bahwa kegiatan layanan kesehatan berbasis komunitas mampu memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat serta memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Lingkup Lansia Nagari Aur Begalung Wahyuni, Fitri; Rasyadi, Yahdian; Ningsih, Wida; Elvionita, Cindy; Pharmaheri, Anugrah Putra
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v5i1.2443

Abstract

In older adults, there is a decline in the ability to adapt to the external environment, accompanied by decreased physiological, cognitive, and psychological functions. These conditions may lead to errors in medication management and use among the elderly. One effort to prevent such problems is the correct implementation of the DAGUSIBU concept (Obtain, Use, Store, and Dispose of medicines). However, the level of knowledge of elderly people regarding DAGUSIBU has not been clearly identified, particularly in Nagari Aur Begalung, Pesisir Selatan Regency. This study aimed to describe the level of knowledge of the elderly community regarding DAGUSIBU medicines in Nagari Aur Begalung. This research employed an observational design with a cross-sectional approach. Data were collected using a structured questionnaire distributed to elderly respondents. The results showed that the majority of elderly respondents had a moderate level of knowledge regarding DAGUSIBU medicines, indicating that their understanding of proper medication management is not yet optimal. Therefore, continuous educational efforts are needed to improve elderly knowledge to ensure appropriate, safe, and rational use of medicines.
Co-Authors , Antisa Larasari Deflorian A, Meridha Mutiara Afdhil Arel Agustin, Diana Agustin, Diva Alvi Yusra Amri Bakhtiar Amri Bakhtiar Amri Bakhtiar Antisa Larasari Deflorian Aprilia, Fadhila Ardilla Marisya Ardilla Marisya Arel, Afdhil Arifa, Nurwahidatul Athiyah Erza Sasmi Aulia Putri Jasril Aulia Putri Jasril Aulia Rahmi, Aulia Ayudia, Elisa Azizah Nurhanifah Azliany, Syifa Cecilia Dedi Nofiandi Defitri Khairunnisa, Mutia Desnita, Eka Dian Handayani Diana Agustin Dike Novella Dini Hanifa Eka Desnita Eka Desnita Eka Desnita Eka Desnita Elisa Ayudia Elsa Marsellinda Elvionita, Cindy Fadila Reza Putri Farida Rahim Fatimah Azzahra, Mutia Fendri, Sandra Tri Juli Ferdian, Arif Fidiriani Sjaff Fitri Wahyuni Fitri Wahyuni Fitriyasti, Betty Frandika Tri Wahyudi Frandika Tri Wahyudi Gina Aulia Gunawan, Octaviana Helmizar, Roland Indi Dinah Khansa Juli Fendri, Sandra Tri Larasari Deflorian, Antisa liana, nana Lidra Maribeth, Annisa Mahdawanci, Yesi Malik, Rifkind Marisya, Ardilla Mellani Pratiwi Merwanta, Selvi Miftahur Rahmi Miming Andika Mutia Defitri Khairunnisa Mutia Fatimah Azzahra Nabila, Hanifa Nadia Dini Fitri Nadya Dini Fitri Nadya Fitri Handayani Nanda Rahma Desra Nanda Rahma Desra Nanda, Annisa Destika Noni Rahayu Putri Nopan Saputra Novella, Dike Novia Asti Rahayu Pharmaheri, Anugrah Putra Primawati, Irma Rahdian Rasyadi Rahma Desra, Nanda Ramiza Jihan Fadillah Relin Yesika Riska Safitri Riska Safitri Sartika, Diza Selvi Merwanta Serli Monika Indarti Setiawati, Erdanela Siska Ferilda Wida Ningsih Wida Ningsih Wida Ningsih Yandrizmal Yandrizmal Yefi Finadia Yesika, Relin Yufri Aldi Zaunit, Muthia Miranda