Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUHU PEMANASAN DAUN KELOR (MORINGE OLEIFERA) TERHADAP YIELD DALAM PEMBUATAN HAND SANITIZER GEL Shintiya Gangsar Rahayu; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.259

Abstract

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Daun kelor mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan lain-lain hingga mencapai 5,52%. Kandungan flavonoid dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakterial dan antivirus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu pemanasan dalam pengambilan ekstrak daun kelor hingga bisa memaksimalkan dalam pengambilan ekstrak. Selain itu, juga mempengaruhi terhadap yield yang diperoleh dari pemanasan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode infusa. Metode infusa dipilih karena memiliki berbagai keunggulan yaitu murah, mudah dalam penggunaan dan aplikatif digunakannya. Metode ekstraksi ini dilakukan pada suhu 700C dan 900C. Hasil yang didapat semakin tinggi suhu yang digunakan untuk pemanasan maka semakin sedikit yield yang diperoleh, karena faktor pemanasan tersebut bisa membuat penguapan terjadi pada campuran air dan daun kelor tersebut.
BRICKETTING POLY-STYRENE WASTE DENGAN METODE THERMAL DECOMPOSITION SEBAGAI BOILER FUEL RAMAH LINGKUNGAN Naila Adiba; Profiyanti Hermien Suharti; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.68

Abstract

Modernisasi saat ini berdampak besar bagi kemajuan teknologi, disisi lain terdapat banyak masalah yang ditimbulkan yaitu meningkatnya permasalahan limbah yang tidak terselesaikan dikarenakan pertumbuhannya semakin tidak terkendali, terutama limbah styrofoam (polystyrene). Produksi styrene pada tahun 1973 tercatat 25.000 ton, dan pada 2010 jumlahnya melonjak 1.000 kali menjadi 25 juta ton. Sampah plastik membutuhkan 100-500 tahun untuk terurai dan styrofoam sebagai limbah yang tidak dapat diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio massa styrofoam : massa limbah makanan terhadap kapasitas panas dan lama nyala serta mengetahui nilai kalor tertinggi pada variabel terbaik. Styrofoam dapat diproses dengan Metode Dekomposisi Termal untuk memecah rantai polimernya yang panjang. Metode Dekomposisi Termal adalah proses pengolahan dimana styrofoam akan mengalami pemutusan ikatan dan pembentukan tar batubara. Penambahan limbah organik yaitu sisa makanan akan meningkatkan nilai kapasitas panas produk. Produk briket dianalisis dalam dua tahap di mana hasil konversi tertinggi dari analisis pertama akan diteliti lebih lanjut menurut analisis batubara. Hasil briket terbaik dengan perbandingan 2:1 (styrofoam : limbah makanan) dengan lama proses 5 menit dan suhu 450˚C dengan hasil nilai kalor 6352,072 kal/gram.
EVALUASI KINERJA ALAT GLYCOL FAN COOLER (E-230) PADA PROSES REGENERASI GLIKOL MINARAK BRANTAS GAS, INC Silvi Adelia Pravitasari; Felix Angestine; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.104

Abstract

Glycol fan cooler (E-230) pada Minarak Brantas Gas, Inc merupakan salah satu alat penukar panas dengan jenis air cooled heat exchanger tipe forced draft. Alat ini berfungsi untuk mendinginkan suhu triethylene glycol (TEG) hingga 110–120oF dengan menggunakan udara sekitar. Sehingga TEG dapat digunakan kembali untuk menyerap kandungan air pada gas alam. Glycol fan cooler (E-230) ini telah berdiri sejak tahun 1976. Pada Minarak Brantas Gas, Inc terdapat 2 glycol fan cooler, akan tetapi yang satu telah tidak difungsikan karena produksi gas yang terus menurun. Hal ini menyebabkan E-230 beroperasi selama 24 jam. Dikarenakan E-230 telah beroperasi 24 jam selama beberapa tahun terakhir maka diperlukan adanya evaluasi kinerja glycol fan cooler (E-230). Penelitian ini dilakukan guna mengetahui kelayakan dari alat glycol fan cooler (E-230). Berdasarkan hasil evaluasi terhadap efisiensi alat rata-rata sebesar 97,09%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa glycol fan cooler (E-230) masih layak beroperasi.Namun, nilai fouling factor rata-ratanya adalah 0,003 hr.ft2.oF/Btu, nilai ini melebihi batas maksimal nilai fouling factor untuk TEG. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan secara berkala untuk menjaga kinerja glycol fan cooler (E-230) agar tetap beroperasi dengan baik.
PERHITUNGAN DESAIN PRE-HEATER DALAM PERANCANGAN PABRIK HANDSANITIZER DAUN KELOR Novia Jennis Ainurrohmah; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.304

Abstract

Daun kelor merupakan tumbuhan yang ada hampir di Indonesia. Salah satu kandungan daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik yang bisa membunuh bakteri. Kandungan tersebut berupa flavonoid. Flavonoid ini menjadi alasan pemanfaatan ekstrak daun kelor dalam pembuatan handsanitizer. Handsanitizer adalah cairan atau gel yang digunakan untuk mengurangi bakteri pada tangan atau bakteri patogen. Dalam pembuatan handsanitizer berbahan baku ekstrak daun kelor, terdapat tahap penyiapan bahan baku yang membutuhkan pre-heater. Preheater dibutuhkan dalam proses pemanasan freshwater untuk mengekstrak daun kelor dan menghasilkan ekstrak daun kelor yang akan melalui proses pemisahan. Tujuan dari dilakukannya perhitungan desain ini adalah untuk mendapatkan spesifikasi alat penukar panas yang memenuhi kebutuhan untuk memanaskan freshwater sebelum masuk ke tangki ekstraksi. Dari perhitungan yang sudah dilakukan di dapatkan hasil dimensi pipa yaitu luas permukaan kalor (A) 16 ft2, design overall coeffisient 261,741 Btu/lb.ft2 F, Foulling Factor  0,0032 J.ft2.OF/Btu.
SELEKSI PROSES EKSTRAKSI DAUN SIRIH PADA PRA RANCANGAN PABRIK HAND SANITIZER DAUN SIRIH DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 480 TON/TAHUN Farah Yulinar; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.305

Abstract

Penggunaan hand sanitizer oleh masyarakat di era pandemi Covid-19 semakin meningkat sebagai salah satu protokol Covid-19 pengganti cuci tangan. Zat antiseptik yang ada pada kandungan Hand sanitizer membantu mengatasi berbagai virus yang menempel pada permukaan tangan yang mempunyai kandungan alkohol dan berwujud gel. Penggunaan alkohol yang terlalu sering akan menyebabkan kulit menjadi kering. Daun sirih hijau memiliki sifat antiseptik karena memiliki minyak atsiri yang mengandung +30% fenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan proses terbaik yang akan digunakan dalam masing-masing tahapan pembuatan hand sanitizer gel tersebut. Tujuan dari seleksi itu sendiri adalah untuk mendapatkan proses yang terbaik dari dua pilihan alternatif proses yang mungkin dari segi teknis dan ekonomis. Seleksi proses ekstraksi daun sirih pada proses pembuatan hand sanitizer ini mencakup serangkaian jenis proses produksi dengan membandingkan penggunaan metode maserasi dan soxhletasi. Soxhletasi adalah teknik ekstraksi secara berkesinambungan dengan alat soxhletasi menggunakan pelarut organik pada suhu didih. Metode soxhletasi dilakukan dengan cara melarutkan sampel dalam pelarut soxhletasi yang telah dipanaskan, sehingga semua komponen yang diinginkan dalam sampel dapat terisolasi dengan sempurna. Proses ekstraksi yang dipilih yaitu metode soxhletasi dengan produk yang dihasilkan berupa minyak atsiri. Waktu proses ekstraksi adalah 4 sampai 6 jam untuk mencapai sirkulasi dengan suhu ekstraksi 60-80°C.
PENGARUH JUMLAH PELARUT TERHADAP YIELD DALAM PEMBUATAN HAND SANITIZER KELOR (MORINGE OLEIFERA) Anugraheni Nur Arifa; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.252

Abstract

Hand Sanitizer merupakan antiseptik yang efisien karena kemasannya yang praktis. Selain itu, hand sanitizer juga efektif membunuh kuman karena mengandung senyawa alkohol dengan konsentrasi ± 60% - 80%. Namun, penggunaan alkohol pada hand sanitizer yang kita gunakan terus menerus dapat menyebabkan iritasi, kering, dan rasa terbakar pada kulit. Dalam hal ini penggunaan alkohol sebagai antiseptik dapat dikurangi dengan dikombinasikan bahan alami. Bahan alami yang digunakan harus memiliki sifat antibakteri salah satunya adalah tanaman kelor yang banyak kita temui. Daun kelor mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid sebagai antibakteri bekerja dengan cara menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sitoplasma, dan menghambat metabolisme energi dari bakteri. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah pelarut yaitu air terhadap yield hand sanitizer kelor yang dihasilkan. Proses pembuatan hand sanitizer kelor diawali dengan pembuatan ekstrak kelor dengan metode infusa kemudian ekstrak kelor ditambahkan bahan lainnya seperti etanol 96%, carbopol 940, gliserin, metil paraben, dan TEA. Variabel untuk jumlah pelarut terdiri dari 100 ml, 150 ml, 200 ml, dan 250 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pelarut berpengaruh sangat nyata terhadap % yield yang didapat. Jumlah pelarut 250 ml pada suhu 70°C adalah yang terbaik karena menghasilkan nilai % yield tertinggi yaitu 75% dan yang terendah adalah jumlah pelarut 100 ml pada suhu 90°C yaitu 42%.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer untuk Kader Posyandu Kamboja Kelurahan Tasikmadu Kota Malang Agung Ari Wibowo; Profiyanti Hermien Suharti; Asalil Mustain; Shabrina Adani Putri
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.841 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.24

Abstract

Posyandu Kamboja was established in 1975 in Tasikmadu Village, Lowokwaru District with an active cadre of 15. The activities of the Posyandu Kamboja include Integrated Healthcare Center for Invant and toddler, Family and Toddler Development Program and Early Childhood Education Post. Healthy life counseling is one of the main activities and is generally a priority in the implementation of Posyandu activities. The development program offered by the community service team to overcome partner problems includes training and assistance in making hand sanitizers as a solution to the limited skills of the Posyandu cadres. The results obtained from the implementation of the training are that posyandu cadres can easily understand the material and skills being taught because the delivery method includes the hands-on practice of making hand sanitizers. In general, there were no obstacles in the activities implementation and the team received very satisfactory feedback from the posyandu cadres.
Pelatihan Pembuatan Yogurt Untuk Kader Posyandu “Kamboja” Kelurahan Tasikmadu Nanik Hendrawati; Profiyanti Hermien Suharti; Hadi Saroso; Agung Ari Wibowo
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i2.143

Abstract

Posyandu Kamboja berdiri pada tahun 1975 di RW 4 Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru. Nama ketua kader Posyandu tersebut adalah Ibu Jumik Rahayu, dengan jumlah kader sebanyak 13 orang. Kegiatan taman posyandu kamboja meliputi posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan pos Paud. Penyuluhan makanan bergizi merupakan salah satu kegiatan utama dan umumnya menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu. Peran aktif kader kesehatan dipelayanan gizi sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan status gizi masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak. Permasalahan mendasar dari kader posyandu antara lain terbatasnya pengetahuan pengetahuan mengenai kecukupan makanan bergizi 2. Belum memiliki keterampilan teknik mengolah produk susu bernilai ekonomis dan bergizi. 3. Pendidikan kader posyandu yang masih kurang, rata-rata lulusan SMP dan SMA. Adapun Solusi yang ditawarkan tim PKM Polinema untuk mengatasi permasalahan mitra antara lai (1) Pelatihan serta pendampingan pembuatan yogurt sebagai solusi keterbatasan ketrampilan dari binaan kader posyandu “Kamboja” lowokwaru, 2) Pelatihan serta pendampingan keterampilan diversifikasi produk olahan Susu yang bernilai ekonomis dan bergizi tinggi. Kegiatan pelatihan pembuatan yogurt dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 bertempat di gedung balai RW 04 kelurahan Tasikmadu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab dan pelaksanaan tugas.
ANALISIS KINERJA MODUL PENGENDALI TEKANAN UDARA PCT-14 BERBASIS PLC DENGAN BERBAGAI METODA TUNING Profiyanti Hermien Suharti; Ade Sonya Suryandari; Rahma Nur Amalia
Sebatik Vol 26 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i2.2134

Abstract

Pembelajaran pada situasi pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi vokasi (PTV). PTV harus memastikan bahwa kompetensi mahasiswa memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Simulasi dari pembelajaran praktikum menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Simulasi dari modul pengendali tekanan PCT-14 disusun untuk memberikan gambaran proses sistem kendali kepada mahasiswa yang tidak dapat melakukan praktikum secara luring. Kestabilan model simulasi diuji dengan membandingkan kinerja model simulasi menggunakan parameter pengendali hasil dari beberapa metode tuning. Beberapa metode tuning tersebut diterapkan untuk melihat respon simulasi modul pengendali tekanan udara PCT-14 dalam mengatasi perubahan set point (servo system). Metode tuning yang diterapkan, yaitu metode Cohen – Coon – CC, Ziegler Nichols – ZN, Good – Gain – GG, danSkogestad’s. Kinerja model simulasi dilihat dari nilai settling time, rise time, overshoot dan offset dari masing-masing respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua metode tuning menghasilkan parameter pengendali yang memberi respon stabil untuk simulasi modul pengendali tekanan udara (PCT-14). Respon terbaik dihasilkan ketika menggunakan parameter PID hasil tuning metode Skogestad’s untuk PI controller dan tuning metode GG untuk PID controller. Kinerja respon dengan parameter pengendali tersebut menunjukkan nilai settling time 14 detik untuk PID controller dan 13 detik untuk PI controller, dengan sedikit offset (1%).
PENGARUH LAMA MASERASI KULIT JERUK NIPIS TERHADAP ANTISEPTIK PADA PEMBUATAN HAND SANITIZER GEL Qasimatul Wasilah; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.517

Abstract

Hand sanitizer merupakan antiseptic dengan kandungan alkohol 60-80%. Bahan aktifnya adalah alkohol yang memiliki efektivitas tertinggi terhadap virus, bakteri, dan jamur serta tidak menyebabkan resistensi bakteri. Hand sanitizer pada penelitian ini menggunakan penambahan bahan alami yaitu ekstrak kulit jeruk nipis. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh variasi lama maserasi kulit jeruk nipis pada pembuatan hand sanitizer.  Penggunaan alkohol terus menerus pada kulit dirasa kurang aman karena alkohol merupakan pelarut organic yang dapat melarutkan sebum pada kulit, maka dilakukan penambahan bahan alami berupa ekstrak kulit jeruk nipis. Jeruk nipis merupakan tanaman yang mudah didapatkan masyarat. Jeruk nipis mengandung minyak atsiri yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri. Jeruk nipis juga mengandung flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aereus (kuman pada kulit). Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu lama perendaman maserasi dengan variasi tidak maserasi, 1 hari maserasi dan 2 hari maserasi. Pengujian karakteristik ekstrak kulit jeruk nipis dapat dilakukan terhadap uji flavonoid dan uji alkaloid sedangkan untuk analisis hand sanitizer dapat dilihat dari hasil analisis organoleptik dan analisis homogenitas. Adanya senyawa flavonoid ditunjukkan pada variabel 1 hari maserasi konsentrasi pelarut 70%, 2 hari maserasi konsentrasi pelarut 65%, dan 2 hari maserasi pada konsentrasi pelarut 70% yaitu dengan adanya warna jingga pada hasil uji, akan tetapi tidak diketahui kadar flavonoid tersebut. Hasil dari uji antibakteri menunjukkan hasil terbaik pada 2 hari maserasi konsentrasi pelarut 70% dengan zona hambat 15mm.
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Adiba, Naila Afnan , Aldyn Firstiano Afnan, Aldyn Firstiano Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Ainurohmah, Eka Farah Dewi Firda Ainurrohmah, Novia Jennis Aji, Hanif Achmad Fianto Aldyn Firstiano Afnan Amrozi, Rafdi Ramadhan Amrullah, Ustman Syah Anang Arianto Angestine, Felix Anggraeni, Devi Risma Anugraheni Nur Arifa Ari Susanti Ariani Ariani Arianto, Anang Arief Rahmatulloh Arifa, Anugraheni Nur Arta, Bagos Tedy Asalil Mustain Bagos Tedy Arta Brahmansyah Diar Rosiarto Bratastuti, Faarisa Nurjihaan Dani, Agus Deasfenta Rizky Kurniawan Delfira Yudith Tomasila Dewajani, Heny Dita Ayu Permatasari, Dita Ayu Dyah Ratna Wulan Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Ennada, Sabrina Asyrofa Aulia Farah Yulinar Felix Angestine Gagah Arga Raya Saputra Galuh Citra Cahya Rohmana Gayatri, Bintang Febrina Hadi Priya Sudarminto Hadi Saroso Hapsari, Ratih Indri Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Haris Puspito Buwono Heny Dewajani Hidayati, Mutia Devi Humairi, Ainul Yaqein Iswara, M. Agung Indra Iswara, Mochammad Agung Indra Jamilatus Sa'diyah Janitra, Alzena Araminta Aileen Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Kurniawan, Deasfenta Rizky Luchis Rubianto3 Mas'udah Mas'udah Mashliha, Lailatul Meydana Nurrisky Mochammad Agung Indra Iswara Muchamad Syarwani Muchammad Syarwani mufid mufid Muhammad Suharto Nadhziroh, Khoiriana Jesnita Naila Adiba Nanik hendrawati, Nanik Nasution, Siti Khodijah Nazar, Ibadul Wasi’an Novia Ardarini Pangestuti Novia Jennis Ainurrohmah Nugraha, Dwi Rendy Arya Pangestuti, Novia Ardarini Prasasti, Tri Endang Prasetyo, Bowo Pujo Pratamasari, Finda Agustin Pravitasari, Silvi Adelia Prayitno Prayitno Qasimatul Wasilah Rafdi Ramadhan Amrozi Rahayu, One Mahardika Rahma Nur Amalia Ratih Indri Hapsari Rohmana, Galuh Citra Cahya Rucita Ramadhana S. Sigit Udjiana S.Sigit Udjiana Sa'diyah, Khalimatus Sa'diyah, Khalimatus Sandra Santosa Saraswati, Bernadetta Indira Shabrina Adani Putri Shabrina Adani Putri, Shabrina Adani Shintiya Gangsar Rahayu Sigit Hadiantoro, Sigit Silvi Adelia Pravitasari Simamora, Lorenz Octavia Sriambarwati, Sonia Amelia Sudarminto, Hadi Priya Suharto, Muhammad Tasyakuranti, Virsa Faliolla Tirza Putri Dianda Tri Endang Prasasti Ustman Syah Amrullah Virsa Faliolla Tasyakuranti Vivi Alvionita Sari, Vivi Alvionita Wulandari Novi Pradana Yunia, Yessy Prisca