Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PSIDIUM GUAJAVA DAN ANNONA MURICATA SEBAGAI GREEN CORROSION INHIBITOR TERHADAP PENURUNAN LAJU KOROSI PADA PIPA BAJA KARBON Jamilatus Sa’diyah; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.518

Abstract

Korosi menjadi salah satu permasalahan pada industri, terutama pada perpipaan yang mengalami kerusakan karena korosi. Dengan penambahan green corrosion inhibitor yang akan mengurangi laju korosi pada baja. Green corrosion inhibitor digunakan sebagai alternatif dengan memanfaatkan senyawa tanin. Selain murah dan aman dalam penggunaannya, ketersediaan bahannya juga mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi daya hambat laju korosi pada pipa baja karbon dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji dan daun sirsak. Ekstrak daun jambu biji dan daun sirsak diperoleh dengan cara maserasi kemudian hasil ekstrak didistilasi. Metode pengukuran laju korosi menggunakan weight loss. Spesimen baja karbon yang sudah dipotong kemudian direndam pada air laut dengan dan tanpa ekstrak daun jambu biji dan daun sirsak, dengan perbandingan konsentrasi 0%; 25%; 50%; 75%; dan 100% dengan masa perendaman selama 720 jam. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi variabel dari daun jambu biji dan daun sirsak yang optimal pada penambahan konsentrasi inhbitor korosi sebesar 100%. Hasil penelitian adalah bahwa laju korosi terendah dari ekstrak daun jambu yang diperoleh yaitu 0,049 mm/tahun sedangkan untuk ekstrak daun sirsak laju korosi terendah yang dihasilkan yaitu 0,091 mm/tahun dengan konsentrasi penambahan 100%. Nilai efisiensi inbitor terbaik pada daun sirsak yaitu 79,63 % sedangkan efisiensi daun jambu biji terbaik yaitu 86,21 % pada konsentrasi penambahan ekstrak 100%.
PENGARUH WAKTU DAN KADAR ETANOL PADA MASERASI LIDAH BUAYA TERHADAP ANTISEPTIK HAND SANITIZER GEL Tirza Putri Dianda; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.512

Abstract

Hand sanitizer merupakan pembersih tangan berbasis alkohol yang berfungsi untuk menghilangkan bakteri pada tangan. Bahan utama dari hand sanitizer adalah alkohol. Alkohol yang digunakan pada percobaan ini adalah etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar etanol dan lama maserasi lidah buaya terhadap kemampuan antiseptik pada hand sanitizer gel. Lidah buaya ditambahkan pada hand sanitizer karena kandungan saponinnya dapat membantu untuk membunuh bakteri. Lidah buaya dimaserasi menggunakan etanol untuk memperoleh ekstraknya. Lama maserasi yang digunakan adalah tanpa maserasi, 3 hari maserasi, dan 5 hari maserasi. Konsentrasi etanol yang digunakan untuk maserasi adalah 50%, 60%, dan 70%. Lama maserasi dan kadar etanol yang digunakan untuk maserasi akan mempengaruhi kemampuan dalam menarik komponen yang ada dalam lidah buaya, yang mana komponen tersebut berfungsi untuk menghambat bakteri. Etanol yang digunakan untuk maserasi yang mana masih tertinggal dalam ekstrak juga berfungsi untuk menghambat bakteri. Uji antibakteri dilakukan untuk melihat kemampuan hand sanitizer dalam membunuh bakteri. Uji antibakteri yang digunakan adalah metode sumuran. Metode sumuran dipilih karena lebih mudah dalam mengukur luas zona hambat yang terbentuk serta dapat menghasilkan zona hambat yang baik dan luas. Kemampuan antiseptik hand sanitizer gel ditunjukkan dengan luas zona hambat yang terbentuk. Semakin besar ukuran zona hambat yang dihasilkan, maka semakin besar daya hambat antiseptik terhadap bakteri. Penelitian menujukkan bahwa hand sanitizer dengan lama maserasi lidah buaya 5 hari menggunakan etanol 70% memiliki zona hambat terbesar, yaitu: 55mm. Hand sanitizer dengan lama maserasi 3 hari menggunakan etanol 50% dan 60% memiliki zona hambat terkecil yaitu sebesar 3 mm.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT DENGAN KAPASITAS 5000 TON/TAHUN Anang Arianto; Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani; Aldyn Firstiano Afnan; Bagos Tedy Arta; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2687

Abstract

Kegiatan budidaya perikanan di Indonesia sangat banyak salah satu diantaranya yaitu budidaya ikan lele. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah sehingga meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani dari ikan. Ikan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan protein yang cukup untuk tubuh manusia. Peningkatan kandungan nutrisi pada ikan tidak terlepas dari jenis pakan yang diberikan. Salah satu pakan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi adalah maggot. Maggot atau lalat black soldier fly (Hermetia illicens) merupakan organisme pengurai yang mengandung protein sebesar 39,95%. Pra rancangan pabrik pakan ikan lele berbahan dasar maggot dengan kapasitas 5000 ton per tahun diharapkan dapat menyumbang kebutuhan pakan ikan yang tinggi protein. Tujuan dari analisis ekonomi ini adalah untuk mendapatkan perkiraan mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pakan ikan lele. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007, pabrik ini didirikan dalam bentuk perseroan terbatas (PT) yang direncanakan akan didirikan di Kabupaten Malang dengan jumlah karyawan sebanyak 143 orang. Pabrik beroperasi 24 jam per hari selama 330 hari dalam setahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan total capital investment (TCI) sebesar Rp. 6.223.612.836 dan total production cost (TPC) sebesar Rp 43.966.583.687 dengan laba bersih yang didapatkan sebesar Rp. 2.366.064.723 per tahun. Laju pengembalian modal (ROI) setelah pajak dan lama pengembalian pajak (POT) setelah pajak berturut-turut sebesar 45% dan 1,83 tahun. Break even point dan shutdown point dihasilkan pada 56,20% dan 43,18% penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pabrik pakan ikan lele dari maggot layak untuk didirikan.
ANALISIS KINERJA PENDINGIN SETELAH PROSES PEMBERSIHAN SECARA KIMIA DI PT AJINOMOTO MOJOKERTO Devi Risma Anggraeni; Profiyanti Hermien Suharti; Ibadul Wasi’an Nazar
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3730

Abstract

Pendingin air merupakan salah satu utilitas penting dalam industri proses, karena memiliki peran yang sangat penting dalam setiap aplikasi. Penggunaan pendingin semakin lama tentunya akan membuat kinerja pendingin akan menurun. Ketika kinerja pendingin menurun maka akan membutuhkan energi lebih banyak untuk menghasilkan beban pendingin yang sama. Hal ini terjadi di PT Ajinomoto yang ditandai tekanan dan temperatur pada kondensor naik mendekati batas maksimal yang diharuskan yaitu  0.9 Mpa dan  40˚C. Penurunan kinerja pendingin ini terjadi akibat adanya kotoran atau kerak yang menempel dalam kondensor. Untuk mengatasi adanya kerak perlu mengambil tindakan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pendingin sebelum dan setelah perawatan, khususnya dilihat dari nilai COP. Dari permasalahan tersebut telah dilakukan tindakan perawatan dengan pembersihan secara kimia pada alat pendingin di PT Ajinomoto. Hasil didapatkan setelah pembersihan secara kimia adalah tekanan kondensor mengalami penurunan dari rata-rata 0.9 Mpa menjadi 0.7 Mpa, untuk temperatur kondensor dari rata-rata 38.3˚C menjadi 35.7˚C. Selain itu, untuk Coefficient of Performance (COP) naik dari awalnya 4,1 menjadi 7,39. Agar permasalahan ini tidak terjadi kembali perlu dilakukan pengecekan dan pembersihan berkala pada pendingin agar kerak yang menempel pada dinding pipa lebih mudah dibersihkan.
PENGARUH JENIS TEPUNG NABATI DAN WAKTU PENGERINGAN MAGGOT TERHADAP KANDUNGAN PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT (HERMETIA ILLICENS) Aldyn Firstiano Afnan; Profiyanti Hermien Suharti; Asalil Mustain; Anang Arianto; Bagos Tedy Arta; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3750

Abstract

Pakan merupakan unsur penting dalam budidaya ikan. Ketersediaan tepung ikan yang terbatas membuat harga pakan ikan komersil melonjak sehingga perlu dicari bahan penggantinya. Maggot BSF (Hermetia illicens) merupakan alternatif yang direkomendasikan oleh pemerintah untuk bahan pakan karena berbagai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tepung nabati yang digunakan terhadap kandungan pakan ikan lele berbahan dasar maggot dengan memperhatikan waktu pengeringan maggot yang dilakukan pada suhu 120°C selama 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Dengan variasi jenis tepung nabati dan lama waktu pengeringan tersebut diharapkan mendapatkan kandungan pakan ikan lele yang baik. Kandungan yang diuji yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar serat kasar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kandungan pakan ikan lele sesuai dengan SNI 01-4087-2006. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengeringan memiliki pengaruh terhadap kandungan kadar air dan lemak, sedangkan jenis tepung nabati memiliki pengaruh yang berbeda terhadap masing-masing kandungan pakan ikan lele berbahan dasar maggot yaitu tepung terigu menghasilkan kadar air yang tinggi, tepung kedelai menghasilkan kadar abu dan serat kasar yang tinggi, dan tepung maizena menghasilkan kadar lemak yang tinggi.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT KAPASITAS 5.000 TON/TAHUN Bagos Tedy Arta; Profiyanti Hermien Suharti; Aldyn Firstiano Afnan; Anang Arianto; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3760

Abstract

Maggot (Hermetia illicens) merupakan larva lalat pembusuk yang mengandung protein yang dibutuhkan oleh ikan sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan pakan ikan lele. Studi literatur ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi pakan ikan lele dengan bahan baku maggot dan menentukan seleksi proses yang dapat diaplikasikan dalam pra-rancangan pabrik pembuatan pakan ikan lele berbahan dasar maggot. Data kapasitas produksi dihitung menggunakan pertumbuhan rata-rata data ekspor dan impor pakan ikan dari tahun 2017-2021. Penentuan seleksi proses dilakukan dengan menggunakan metode grading. Variabel tetap yang ditetapkan berupa komposisi tepung terigu, dedak padi, dan maggot. Sedangkan variabel berubah yang ditetapkan berupa lama waktu pengeringan maggot. Pakan ikan lele berbahan dasar maggot dapat dibuat melalui beberapa proses seperti proses kering, proses basah, proses kering dengan bahan perekat, dan proses basah dengan bahan perekat. Berdasarkan hasil perhitungan, kapasitas produksi untuk pendirian pabrik pakan ikan lele berbahan dasar maggot sebesar 5000 ton/tahun. Seleksi proses yang dipilih berdasarkan metode grading adalah proses kering dengan menggunakan bahan perekat dan berdasarkan parameter ketahanan granul tidak mudah hancur apabila diberi bahan tambahan tepung kanji.
ANALISIS FMEA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MODIFIKASI PUNCH UNIT MESIN BP-321 Bernadetta Indira Saraswati; Brahmansyah Diar Rosiarto; Dyah Ratna Wulan; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4186

Abstract

PT Otsuka Indonesia merupakan perusahaan asing dibidang industri farmasi, dengan produk utama cairan infus dan obat-obatan terapetik. Cairan infus yang dihasilkan dalam skala kecil biasa disebut dengan SVP (Small Volume Parenteral) dikemas dalam kemasan primer plastik berbentuk ampul dengan volume 10 – 25 ml. Pembuatan cairan dan wadah ampul melalui beberapa tahapan proses seperti persiapan dan pengadukan, blow-fill-seal (BFS), pengemasan, dan penyimpanan. Seiring perjalanan waktu, standar regulasi pembuatan produk ampul semakin berkembang, salah satunya adalah penggantian material kemas primer dari LDPE (Low Density Polyethylene) menjadi LDPP (Low Density Polypropylene) yang dinilai mampu menjaga nilai stabilitas dan sterilitas produk. Produksi ampul menggunakan mesin BP-321 pada proses BFS dengan punch unit lama hanya bisa memotong ampul bermaterial LDPE, namun tidak bisa memotong LDPP yang lebih keras. Sehingga, perusahaan memodifikasi mesin dengan mengganti punch unit lama dengan external punch unit pada mesin BP-321 untuk proses BFS produksi ampul. Untuk mendukung keputusan tersebut, perusahaan melakukan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang memungkinkan industri membuat keputusan diperlukan atau tidaknya penambahan external punch unit. Setelah dilakukan analisis FMEA dengan dengan perolehan Risk Priotity Number sebesar 720,72, maka perlu dilakukan penambahan external punch unit pada mesin BP-321.
PERHITUNGAN EFISIENSI TOTAL KEBUTUHAN AIR DI UNIT UTILITAS PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN Yoga Tri Widianto; Profiyanti Hermien Suharti; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4385

Abstract

Total Water Utilisation atau pemanfaatan penggunaan total air merupakan salah satu program yang sangat penting untuk keberlangsungan proses produksi. Program ini juga akan sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan penggunaan air terutama dalam skala produksi dan lingkungan. Input dan Output air pada unit  produksi harus dilakukan pengecekan agar didapatkan data penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total penggunaan air pada unit  produksi agar penggunaan air tetap optimal. Perhitungan penggunaan air dilakukan dengan melakukan pengambilan data secara langsung dalam setiap jam selama 1 shift, dilanjutkan dengan melakukan pengolahan data menggunakan aplikasi Microsoft excel untuk mengetahui data total input, total output, dan target penggunaan air sehingga diketahui total penggunaan air unit  produksi. Dalam project tersebut didapatkan data 15 hari sampling dengan 7 hari dinyatakan penggunaan air tidak sesuai dengan standar. Standar penggunaan air yang diperlukan pada setiap proses produksi ditentukan dengan cara mengetahui total produk yang sesuai standar atau layak dipasarkan kemudian mengkonversi dalam satuan liter dan dikali dengan 1,2 yang merupakan ketetapan yang ditentukan industri. Penggunaan air yang melebihi standar yang ditentukan menyebabkan terjadinya kerugian dalam aspek financial.
KAJIAN LITERATUR PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM TERMODIFIKASI Faarisa Nurjihaan Bratastuti; Profiyanti Hermien Suharti; Rucita Ramadhana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4958

Abstract

Gondorukem merupakan komoditi unggulan hutan non-kayu, hasil olahan distilasi getah pohon pinus. Gondorukem memiliki berbagai keunggulan yaitu bersumber dari alam, dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, berharga murah, cadangan melimpah, aman untuk makhluk hidup, gondorukem modifikasinya diklaim tidak beracun meskipun bersifat alergenitas, serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan industri. Namun demikian, dalam pemanfaatannya memerlukan modifikasi untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui modifikasi-modifikasi yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu dalam upaya pemanfaatan gondorukem pada berbagai industri. Berbagai metode proses modifikasi gondorukem yang telah berkembang hingga saat ini meliputi proses modifikasi secara disproporsionasi, esterifikasi, fortifikasi, hidrogenasi, dehidrogenasi, polimerisasi dan kombinasi dari proses-proses tersebut. Kualitas gondorukem dapat ditentukan atau dinilai dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 7636:2020. Pada umumnya, kualitas gondorukem dibagi menjadi lima kelas mutu yaitu super, utama, pertama, kedua dan ketiga. Oleh karena itu, kajian literatur ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai proses modifikasi gondorukem yang telah dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan kajian literatur ini, dapat disampaikan bahwa berbagai modifikasi gondorukem telah menghasilkan rendemen berkisar 52,1% – 91,22%, konversi reaksi berkisar 70% – 86%, titik lunak antara 78°C-121°C, dan bilangan asam berkisar antara 159–211,7 mg.KOH/g.
PENINGKATAN EFISIENSI INHIBISI EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA F) SEBAGAI GREEN CORROSION INHIBITOR MENGGUNAKAN PELARUT POLAR Lorenz Octavia Simamora; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5407

Abstract

Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan pemanfaatannya sebagai Green Corrosion Inhibitor adalah kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F). Kulit buah pisang kepok dapat dijadikan sebagai Green Corrosion Inhibitor (GCI) karena mengandung antioksidan tanin yang dapat menghambat laju korosi. Pengolahan kulit buah pisang kepok menjadi GCI dapat dilakukan dengan beberapa metode ekstraksi, yaitu ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, dan UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut polar yaitu aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi dan pengaruh massa kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F) yang menghasilkan kadar tanin terbaik untuk digunakan sebagai GCI. Uji kuantitatif kadar tanin hasil ekstrak dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada masing-masing sampel yang telah diekstraksi. Setelah itu, semua sampel akan melalui proses distilasi untuk menghilangkan kandungan pelarut polar yang sebelumnya didapatkan dari beberapa proses metode ekstraksi. Tahap berikutnya adalah uji korosi larutan hasil ekstraksi pada lempengan baja karbon berukuran 2 x 3 x 1 cm menggunakan larutan NaCl selama 24 jam dalam waktu 14 hari. Kehilangan berat (weight loss) pada masing-masing lempengan baja karbon digunakan untuk menentukan efisiensi inhibisi pada masing-masing sampel. Hasil penelitian terbaik diperoleh dari metode ekstraksi soxhlet dengan variabel massa 20 gram yang menghasilkan kadar tanin sebesar 181,70 ppm dan menghasilkan efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 30,68%.  Kata kunci: aseton, tanin, ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, ultrasonic assisted extraction (UAE)
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Ainul Yaqein Humairi Aldyn Firstiano Afnan Amrullah, Ustman Syah Anang Arianto Anugraheni Nur Arifa Anugraheni Nur Arifa Ari Susanti Ariani Ariani Arief Rahmatulloh Asalil Mustain Asalil Mustain Ayu Sulasari Bagos Tedy Arta Bernadetta Indira Saraswati Bowo Pujo Prasetyo Brahmansyah Diar Rosiarto Cahyo Sunu Widagdo Citra Putri Wahyu Dani, Agus Deasfenta Rizky Kurniawan Deasfenta Rizky Kurniawan Delfira Yudith Tomasila Delfira Yudith Tomasila Devi Risma Anggraeni Dewajani, Heny Dita Ayu Permatasari, Dita Ayu Dyah Ratna Wulan Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Etik Puspitasari, Etik Faarisa Nurjihaan Bratastuti Fadhilah, Alfira Insani Farah Yulinar Farah Yulinar Felix Angestine Felix Angestine Gagah Arga Raya Saputra Galuh Citra Cahya Rohmana Galuh Citra Cahya Rohmana Gayatri, Bintang Febrina Hadi Priya Sudarminto Hadi Saroso Hanif Achmad Fianto Aji Hapsari, Ratih Indri Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Haris Puspito Buwono Heny Dewajani Heny Dewajani Hidayati, Mutia Devi Ibadul Wasi’an Nazar Iswara, M. Agung Indra Iswara, Mochammad Agung Indra Jalaluddin, Agus Jamilatus Sa'diyah Jamilatus Sa’diyah Janitra, Alzena Araminta Aileen Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Lorenz Octavia Simamora Luchis Rubianto3 Mas'udah Mas'udah Mashliha, Lailatul Meydana Nurrisky Moch. Ikhsan Wahyudi Mochammad Agung Indra Iswara Muchamad Syarwani Muchammad Syarwani mufid mufid Muhammad Adi Muhammad Suharto Muhammad Suharto Nadhziroh, Khoiriana Jesnita Naila Adiba Naila Adiba Nanik hendrawati, Nanik Novia Ardarini Pangestuti Novia Ardarini Pangestuti Novia Jennis Ainurrohmah Novia Jennis Ainurrohmah Nugraha, Dwi Rendy Arya Pratamasari, Finda Agustin Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Qasimatul Wasilah Qasimatul Wasilah R.N. Akhsanu Takwim, R.N. Akhsanu Rafdi Ramadhan Amrozi Rafdi Ramadhan Amrozi Rahayu, One Mahardika Rahma Nur Amalia Ratih Indri Hapsari RIZKY ARDIANSYAH Rucita Ramadhana S. Sigit Udjiana S.Sigit Udjiana Sa'diyah, Khalimatus Sa'diyah, Khalimatus Sabrina Asyrofa Aulia Ennada Sandra Santosa Shabrina Adani Putri Shabrina Adani Putri, Shabrina Adani Shintiya Gangsar Rahayu Shintiya Gangsar Rahayu Sigit Hadiantoro, Sigit Silvi Adelia Pravitasari Silvi Adelia Pravitasari Siti Khodijah Nasution Sonia Amelia Sriambarwati Sudarminto, Hadi Priya Susanto Susanto Tirza Putri Dianda Tri Endang Prasasti Tri Endang Prasasti Ulfiana Ihda Afifa Ustman Syah Amrullah Virsa Faliolla Tasyakuranti Vivi Alvionita Sari, Vivi Alvionita Wulandari Novi Pradana Wulandari Novi Pradana Yessy Prisca Yunia Yoga Tri Widianto Yuliandro Hardiansyah Zakijah irfin Zakijah Irfin