Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN METODE IDENTIFIKASI NATRIUM SIKLAMAT PADA MAKANAN DAN MINUMAN Nasution, Siti Khodijah; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6594

Abstract

Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang umum digunakan di masyarakat. Kelebihannya adalah tingkat kemanisan yang lebih tinggi sekitar 30 kali dibandingkan gula tebu atau sukrosa dan lebih ekonomis dari pada pemanis alami. Namun, pemakaian siklamat dalam jumlah berlebihan menimbulkan masalah kesehatan. Jumlah maksimum pemakaian siklamat diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 772/Menkes/Per/IX/88, yaitu tidak lebih dari 3 g/L untuk makanan dan minuman. Studi literatur ini meninjau berbagai metode identifikasi natrium siklamat yang digunakan dalam makanan dan minuman. Metode yang dibahas mencakup teknik gravimetri, kromatografi, spektrofotometri UV-Vis, dan lainnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai keunggulan, keterbatasan, serta aplikasi praktis masing-masing metode dalam mendeteksi natrium siklamat guna memastikan keamanan pangan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemilihan metode terbaik harus mempertimbangkan konteks spesifik analisis, ketersediaan sumber daya, serta tujuan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai metode identifikasi natrium siklamat pada makanan dan minuman yang telah dilakukan oleh para peneliti.
EVALUASI KINERJA ALAT JACKETED VESSEL (E-240) PADA PEMBUATAN HAND AND BODY LOTION DI SECTION MAKING PT SEJAHTERA UTAMA Ennada, Sabrina Asyrofa Aulia; Suharti, Profiyanti Hermien; Prasetyo, Bowo Pujo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6606

Abstract

Alat penukar panas merupakan alat untuk memindahkan energi dalam bentuk panas antar fluida dengan suhu berbeda. Efisien pertukaran panas dipengaruhi oleh laju pertukaran panas, koefisien perpindahan panas keseluruhan, dan luas bidang perpindahan panas. Alat penukar panas yang cocok untuk industri kosmetik yaitu jacketed vessel. Jacketed vessel merupakan tangki yang dilengkapi pengaduk dengan pemanas berupa jacket yang mengelilingi tangki. Prinsip kerja dari jacketed vessel yaitu fluida masuk dalam tangki untuk dipanaskan menggunakan pemanas yang berasal dari jacket berupa steam. Kinerja jacketed vessel di industri perlu diperhatikan dengan tujuan menjaga efisiensi perpindahan panas berjalan secara normal. Perhitungan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi jacketed vessel (E-240) berdasarkan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam proses pembuatan hand and body lotion di PT Sejahtera Utama. Tahapan yang dilakukan adalah mengumpulkan data design dan suhu operasi selama 12 hari kerja. Hasil perhitungan yang didapat untuk nilai U data design sebesar 9,375 Btu/hr.ft2.oF, sedangkan nilai U rata-rata didapatkan 8,100 Btu/hr.ft2.oF dengan efisiensi 86,40 %. Hal tersebut disimpulkan bahwa alat jacketed vessel (E-240) masih dalam kinerja yang baik karena efisiensi perpindahan panas <70 %.
Pendampingan Komersialisasi Produk Pupuk Organik di Desa Binaan Polinema, Tulusbesar, Kec. Tumpang, Kab. Malang Suharti, Profiyanti Hermien; Putri, Shabrina Adani; Hardjono, Hardjono; Sudarminto, Hadi Priya; Ariani, Ariani; Moentamaria, Dwina; Nugraha, Dwi Rendy Arya; Gayatri, Bintang Febrina; Nadhziroh, Khoiriana Jesnita
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16472

Abstract

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam kehidupan manusia. Sektor pertanian akan menghasilkan berbagai macam sumber pangan. Pupuk organik dibuat dari bahan organik tanpa adanya penambahan bahan kimia yang dapat memperbaiki struktur tanah. Berbagai bahan alam dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik. Ketersediaan bahan ini yang menjadikan acuan tim pengabdian pada masyarakat Jurusan Teknik Kimia Polinema untuk memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik sekaligus memberikan cara memasarkan pupuk organik yang telah dibuat agar masyarakat desa Tulusbesar dapat meningkatkan perekonomian mereka. Pemasaran menggunakan digital marketing dinilai lebih efisien dalam mengenalkan dan memasarkan produk khususnya produk pupuk organik hasil produksi warga Tulusbesar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan pada warga Desa Tulusbesar tentang digital marketing dan menggunakan sosial media dalam memasarkan produknya. Sebelum dilakukan pendampingan dianalis terlebih dahulu tentang pemahaman masyarakat mengenai penggunaan media sosial untuk pemasaran maupun kegiatan sehari-hari berupa angket survey kepada 12 responden. Hasil survei menyimpulkan, 33% responen memilki usaha mandiri dan sudah mulai melakukan pemasaran secara online di media sosial (whatsapp, intagram, facebook). Penggunaan fitur promosi via grup whatsapp dan fitur story whatsapp. Sehingga masyarakat sangat antusias untuk topik yang diberikan yaitu pemasaran via marketplace shopee, whatsapp bussiness dan intagram akun profesional. Materi yang disampaikan adalah dari membuat akun, mengisi konten pada media sosial/marketplace serta cara mempromosikan aplikasi tersebut. Setelah pendampingan, masyarakat mendapatkan peningkatan ketrampilan memanfaatkan aplikasi media sosial/marketplace untuk pemasaran
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK TARUNA TANI DESA JATIGUWI KECAMATAN SUMBERPUCUNG, KABUPATEN MALANG DALAM KOMERSIALISASI PRODUK PUPUK ORGANIK Suharti, Profiyanti Hermien; Santosa, Sandra; Iswara, Mochammad Agung Indra; Amrullah, Ustman Syah; Buwono, Haris Puspito; Hapsari, Ratih Indri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3755

Abstract

Kelompok Taruna Tani Desa Jatiguwi merupakan salah satu kelompok tani yang beranggotakan karang taruna Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dimana dibentuk sebagai upaya aparat Desa Jatiguwi dalam mengembangkan kemandirian para petani dalam mencukupi kebutuhan pupuk. KTT Desa jatiguwi memanfaatkan sampah biomassa di lingkungannya sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi sampah organik dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Pupuk organik yang dihasilkan sudah diujicoba pada tanaman dan hasilnya cukup baik. Permasalahan yang dihadapi oleh KTT Desa Jatiguwi yaitu belum memiliki pemahaman yang cukup dalam mendapatkan izin edar, layak jual, dan merk dagang untuk produk pupuk organik. Agar masyarakat memahami cara memasarkan produk yang dibuatnya sehingga dapat menjualnya dengan aman, legal, dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Kegiatan PPM diawali dengan pre-test bagi peserta untuk mengukur pemahaman mitra terhadap pemasaran pertanian. Setelah itu dilakukan kegiatan sosialisasi pada tahap pemasaran produk kepada mitra yang dilanjutkan dengan pertukaran dan tanya jawab pada saat proses pengurusan izin edar pupuk organik. Kegiatan PPM diakhiri dengan post-test untuk menggali pemahaman masyarakat setelah mengikuti sosialisasi. Hasil skor pre-test dan post-test diolah dengan analisis uji T berpasangan, diperoleh hasil |????ℎ????????????????????|> ???????????????????????? dan nilai ???? ????????????????????< ???? maka ????0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test agar sosialisasi dapat terlaksana dengan sukses.
STUDI PENGARUH KOAGULASI-FLOKULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK KIMIA DALAM PENURUNAN KEKERUHAN DAN TSS Yunia, Yessy Prisca; Suharti, Profiyanti Hermien; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6718

Abstract

Politeknik Negeri Malang, sebagai institusi pendidikan vokasional, menghasilkan limbah laboratorium kimia yang memerlukan pengelolaan khusus untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Saat ini, limbah tersebut diolah dengan cara sederhana yang berpotensi membahayakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas koagulan tawas dan PAC dalam proses koagulasi-flokulasi untuk pengolahan limbah laboratorium Jurusan Teknik Kimia (JTK) Politeknik Negeri Malang, dengan fokus pada parameter pH, kekeruhan, dan Total Suspended Solid (TSS). Metodologi penelitian ini melibatkan eksperimen di Laboratorium Pengolahan Limbah JTK Politeknik Negeri Malang. Limbah laboratorium diolah dengan koagulan tawas dan PAC pada berbagai dosis. Proses koagulasi dilakukan dengan pengadukan cepat diikuti oleh pengadukan lambat, dan hasilnya dianalisis untuk mengukur perubahan pH, kekeruhan, dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan koagulan tawas dan PAC mampu menurunkan pH limbah dari 8 menjadi 7, serta meningkatkan penurunan kekeruhan dan TSS. Koagulan PAC mencapai penurunan kekeruhan tertinggi sebesar 87% pada dosis 101 ppm, sementara tawas mencapai 72% pada dosis 80 ppm. Untuk TSS, PAC menunjukkan penurunan tertinggi sebesar 86,8% pada dosis 101 ppm, sedangkan tawas mencapai 72% pada dosis 80 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa PAC lebih efektif dalam menurunkan kekeruhan dan TSS dibandingkan tawas. Penggunaan alat pH meter dan rentang dosis koagulan yang lebih besar direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya guna mendapatkan hasil yang lebih akurat dan representatif.
Pendampingan teknis kepada kelompok PKK RT 05 RW 07 Bunulrejo Malang dalam rangka pembuatan VCO skala industri rumahan Dani, Agus; Susanti, Ari; Mufid, Mufid; Suharti, Profiyanti Hermien; Dewajani, Heny
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2182

Abstract

VCO adalah hasil pengolahan buah kelapa yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan berbagai produk sabun, sampo, kosmetik, serta untuk dikonsumsi secara langsung. Warga RT 05 RW 07 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang mempunyai pendapatan tidak menentu, didominasi sebagai pedagang kecil skala rumahan, jasa sebagai asisten rumah tangga, dan buruh bangunan, sebagai dampak panjang dari masa pandemi Covid-19 yang masih mempengaruhi sumber pendapatan warga. Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia Polinema memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan sumber pendapatan warga dengan cara melakukan pendampingan teknis yakni menyampaikan informasi tentang apa itu VCO dan pentingnya dalam kehidupan manusia serta metode pembuatannya dalam skala industri rumahan. Tim PPM melakukan demonstrasi dan warga yang menjadi peserta PPM juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sesuai tahapan pembuatan VCO. Kegiatan PPM ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat kampus dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan visi dan misi Politeknik Negeri Malang.
EVALUASI KINERJA ALAT GLYCOL FAN COOLER (E-230) PADA PROSES REGENERASI GLIKOL MINARAK BRANTAS GAS, INC Pravitasari, Silvi Adelia; Angestine, Felix; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.104

Abstract

Glycol fan cooler (E-230) pada Minarak Brantas Gas, Inc merupakan salah satu alat penukar panas dengan jenis air cooled heat exchanger tipe forced draft. Alat ini berfungsi untuk mendinginkan suhu triethylene glycol (TEG) hingga 110–120oF dengan menggunakan udara sekitar. Sehingga TEG dapat digunakan kembali untuk menyerap kandungan air pada gas alam. Glycol fan cooler (E-230) ini telah berdiri sejak tahun 1976. Pada Minarak Brantas Gas, Inc terdapat 2 glycol fan cooler, akan tetapi yang satu telah tidak difungsikan karena produksi gas yang terus menurun. Hal ini menyebabkan E-230 beroperasi selama 24 jam. Dikarenakan E-230 telah beroperasi 24 jam selama beberapa tahun terakhir maka diperlukan adanya evaluasi kinerja glycol fan cooler (E-230). Penelitian ini dilakukan guna mengetahui kelayakan dari alat glycol fan cooler (E-230). Berdasarkan hasil evaluasi terhadap efisiensi alat rata-rata sebesar 97,09%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa glycol fan cooler (E-230) masih layak beroperasi.Namun, nilai fouling factor rata-ratanya adalah 0,003 hr.ft2.oF/Btu, nilai ini melebihi batas maksimal nilai fouling factor untuk TEG. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan secara berkala untuk menjaga kinerja glycol fan cooler (E-230) agar tetap beroperasi dengan baik.
EVALUSI KINERJA FURNACE PADA PROSES REMELTING PT ALUVINDO EXTRUSION Kurniawan, Deasfenta Rizky; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.89

Abstract

PT Aluvindo Extrusion (PT AE) merupakan salah satu pabrik penghasil aluminium dengan bahan baku utama berupa aluminium ingot dengan tingkat kemurnian 99%. Proses produksi alumnium meliputi proses remelting, proses casting, proses extrusion, proses oven aging, proses pelapisan (anodizing dan powder coating), serta proses packing. Remelting merupakan bagian proses di mana terjadi peleburan aluminium ingot menggunakan furnace. Furnace yang dipergunakan bertipe box dengan 2 lubang burner sebagai pembakarnya dan natural gas sebagai bahan bakar. Furnace beroperasi secara batch dengan suhu operasi 35oC – 1100oC dan berat bahan baku 10.000 kg. Evaluasi furnace dilakukan untuk mengetahui kinerja proses pemanasan dalam peleburan aluminium ingot. Bahan yang dipanaskan dalam furnace ini adalah padatan aluminium ingot dengan suhu masuk 35oC. Produk keluar dari furnace pada suhu 770oC berupa aluminium dalam fasa cair (telah melebur). Metode perhitungan yang digunakan adalah Direct Method di mana efisiensi dihitung berdasarkan nilai kalor dari aliran massa (bahan) yang masuk maupun keluar dari furnace. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi furnace yang digunakan pada proses remelting di PT Aluvindo Extrusion (PT AE) adalah sebesar 6,23% dan 6,28%.
BRICKETTING POLY-STYRENE WASTE DENGAN METODE THERMAL DECOMPOSITION SEBAGAI BOILER FUEL RAMAH LINGKUNGAN Adiba, Naila; Suharti, Profiyanti Hermien; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.68

Abstract

Modernisasi saat ini berdampak besar bagi kemajuan teknologi, disisi lain terdapat banyak masalah yang ditimbulkan yaitu meningkatnya permasalahan limbah yang tidak terselesaikan dikarenakan pertumbuhannya semakin tidak terkendali, terutama limbah styrofoam (polystyrene). Produksi styrene pada tahun 1973 tercatat 25.000 ton, dan pada 2010 jumlahnya melonjak 1.000 kali menjadi 25 juta ton. Sampah plastik membutuhkan 100-500 tahun untuk terurai dan styrofoam sebagai limbah yang tidak dapat diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio massa styrofoam : massa limbah makanan terhadap kapasitas panas dan lama nyala serta mengetahui nilai kalor tertinggi pada variabel terbaik. Styrofoam dapat diproses dengan Metode Dekomposisi Termal untuk memecah rantai polimernya yang panjang. Metode Dekomposisi Termal adalah proses pengolahan dimana styrofoam akan mengalami pemutusan ikatan dan pembentukan tar batubara. Penambahan limbah organik yaitu sisa makanan akan meningkatkan nilai kapasitas panas produk. Produk briket dianalisis dalam dua tahap di mana hasil konversi tertinggi dari analisis pertama akan diteliti lebih lanjut menurut analisis batubara. Hasil briket terbaik dengan perbandingan 2:1 (styrofoam : limbah makanan) dengan lama proses 5 menit dan suhu 450˚C dengan hasil nilai kalor 6352,072 kal/gram.
OPTIMASI PEMURNIAN ETANOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF MENGGUNAKAN CHEMCAD Suharto, Muhammad; Wibowo, Agung Ari; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.53

Abstract

Etanol pada beberapa dekade ini menjadi suatu bahan yang banyak diproduksi karena berbagai fungsinya. Pemisahan etanol-air tidak dapat dilakukan dengan distilasi konvensional karena adanya titk azeotrop. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif. Distilasi ekstraktif merupakan proses pemisahan campuran yang terkendala titik azeotrop dengan menambahkan zat ketiga yang bersifat non-volatile dan biasanya disebut sebagai solvent atau entrainer. Optimasi kolom konvensional dalam penelitian ini menggunakan kolom dengan 12 tray buble cap, sedangkan untuk optimasi kolom distilasi ekstraktif menggunakan solvent etilen glikol : DMSO (Dimetil Sulfoksida) 1:1 dengan suhu solvent 77⁰C dan kolom beroperasi pada tekanan 1 atmosfer. Hasil optimasi kolom distilasi konvensional mendapatkan kadar distilat sebesar 79,3148% mol pada kondisi suhu preheater 50⁰C, reflux ratio 3, bottom temperature 97⁰C, dan konsentrasi umpan 20%v/v. Berbeda dengan hasil optimasi kolom konvensional, hasil optimasidistilasi ekstraktif menghasilkan kadar distilat terbaik sebesar 99,9632% mol pada kondisi stage pelarut 6, rasio solvent:umpan 3.
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Adiba, Naila Afnan , Aldyn Firstiano Afnan, Aldyn Firstiano Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Ainurohmah, Eka Farah Dewi Firda Ainurrohmah, Novia Jennis Aji, Hanif Achmad Fianto Aldyn Firstiano Afnan Amrozi, Rafdi Ramadhan Amrullah, Ustman Syah Anang Arianto Angestine, Felix Anggraeni, Devi Risma Anugraheni Nur Arifa Ari Susanti Ariani Ariani Arianto, Anang Arief Rahmatulloh Arifa, Anugraheni Nur Arta, Bagos Tedy Asalil Mustain Bagos Tedy Arta Brahmansyah Diar Rosiarto Bratastuti, Faarisa Nurjihaan Dani, Agus Deasfenta Rizky Kurniawan Delfira Yudith Tomasila Dewajani, Heny Dita Ayu Permatasari, Dita Ayu Dyah Ratna Wulan Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Ennada, Sabrina Asyrofa Aulia Farah Yulinar Felix Angestine Gagah Arga Raya Saputra Galuh Citra Cahya Rohmana Gayatri, Bintang Febrina Hadi Priya Sudarminto Hadi Saroso Hapsari, Ratih Indri Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Haris Puspito Buwono Heny Dewajani Hidayati, Mutia Devi Humairi, Ainul Yaqein Iswara, M. Agung Indra Iswara, Mochammad Agung Indra Jamilatus Sa&#039;diyah Janitra, Alzena Araminta Aileen Khalimatus Sa&#039;diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Kurniawan, Deasfenta Rizky Luchis Rubianto3 Mas&#039;udah Mas&#039;udah Mashliha, Lailatul Meydana Nurrisky Mochammad Agung Indra Iswara Muchamad Syarwani Muchammad Syarwani mufid mufid Muhammad Suharto Nadhziroh, Khoiriana Jesnita Naila Adiba Nanik hendrawati, Nanik Nasution, Siti Khodijah Nazar, Ibadul Wasi’an Novia Ardarini Pangestuti Novia Jennis Ainurrohmah Nugraha, Dwi Rendy Arya Pangestuti, Novia Ardarini Prasasti, Tri Endang Prasetyo, Bowo Pujo Pratamasari, Finda Agustin Pravitasari, Silvi Adelia Prayitno Prayitno Qasimatul Wasilah Rafdi Ramadhan Amrozi Rahayu, One Mahardika Rahma Nur Amalia Ratih Indri Hapsari Rohmana, Galuh Citra Cahya Rucita Ramadhana S. Sigit Udjiana S.Sigit Udjiana Sa'diyah, Khalimatus Sa'diyah, Khalimatus Sandra Santosa Saraswati, Bernadetta Indira Shabrina Adani Putri Shabrina Adani Putri, Shabrina Adani Shintiya Gangsar Rahayu Sigit Hadiantoro, Sigit Silvi Adelia Pravitasari Simamora, Lorenz Octavia Sriambarwati, Sonia Amelia Sudarminto, Hadi Priya Suharto, Muhammad Tasyakuranti, Virsa Faliolla Tirza Putri Dianda Tri Endang Prasasti Ustman Syah Amrullah Virsa Faliolla Tasyakuranti Vivi Alvionita Sari, Vivi Alvionita Wulandari Novi Pradana Yunia, Yessy Prisca