Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan teknis kepada kelompok PKK RT 05 RW 07 Bunulrejo Malang dalam rangka pembuatan VCO skala industri rumahan Dani, Agus; Susanti, Ari; Mufid, Mufid; Suharti, Profiyanti Hermien; Dewajani, Heny
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2182

Abstract

VCO adalah hasil pengolahan buah kelapa yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan berbagai produk sabun, sampo, kosmetik, serta untuk dikonsumsi secara langsung. Warga RT 05 RW 07 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang mempunyai pendapatan tidak menentu, didominasi sebagai pedagang kecil skala rumahan, jasa sebagai asisten rumah tangga, dan buruh bangunan, sebagai dampak panjang dari masa pandemi Covid-19 yang masih mempengaruhi sumber pendapatan warga. Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia Polinema memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan sumber pendapatan warga dengan cara melakukan pendampingan teknis yakni menyampaikan informasi tentang apa itu VCO dan pentingnya dalam kehidupan manusia serta metode pembuatannya dalam skala industri rumahan. Tim PPM melakukan demonstrasi dan warga yang menjadi peserta PPM juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sesuai tahapan pembuatan VCO. Kegiatan PPM ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat kampus dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan visi dan misi Politeknik Negeri Malang.
Edukasi Pembuatan Asap Cair Dari Limbah Pertanian di Pokmas Dewi Sri Kabupaten Malang Khalimatus Sa'diyah; Prayitno, Prayitno; Luchis Rubianto3; Profiyanti Hermien Suharti; Arief Rahmatulloh
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i2.3382

Abstract

Liquid smoke, containing phenolic and acetic acid compounds with antimicrobial and antifungal properties, has potential as a biopesticide for pest and plant disease control. However, farmers have limited awareness and confidence in its effectiveness. To address this, technical training on liquid smoke application was conducted as part of the 2024 Community Service Program, aligned with the Tri Dharma of Higher Education. The program, implemented for Pokmas Dewi Sri in Jatiguwi Village, Sumberpucung District, Malang Regency, consisted of three stages: (1) initial discussions to identify issues, (2) education on converting agricultural waste into liquid smoke, and (3) evaluation. Training included an introduction to liquid smoke, its benefits, and hands-on production using pyrolysis of rice husks and straw at 350°C for two hours. Results showed that liquid smoke from these materials is effective as a biopesticide. Participants significantly improved their knowledge and skills in liquid smoke production and application. All ten Pokmas Dewi Sri members expressed high enthusiasm and provided positive feedback. This program enhances farmers’ capacity to utilize agricultural waste while reinforcing liquid smoke’s potential as an eco-friendly solution for sustainable pest control.
Pemanfaatan Kulit Bawang Merah dan Daun Belimbing Wuluh sebagai Green Corrosion Inhibitor pada Baja Karbon Ramadhana, Rucita; Suharti, Profiyanti Hermien
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu fenomena penurunan kualitas baja secara bertahap karena adanya reaksi dengan lingkungan. Hal ini dapat berakibat fatal karena dapat mengurangi umur serta kekuatan dari suatu bangunan konstruksi. Carbon steel merupakan material pada rangka konstruksi yang sering digunakan namun memiliki kelemahan mudah terkorosi. Pemanfaatan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan laju korosi. Salah satu senyawa yang dapat digunakan untuk menurunkan laju korosi adalah flavonoid dan tanin yang dapat diperoleh dari kulit bawang merah (KBM) dan daun belimbing wuluh (DBW). Pemanfaatan KBM dan DBW sebagai inhibitor alami atau Green Corrosion Inhibitor masih jarang dilakukan pada reaksi korosi Carbon Steel. Pada studi ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak dari serbuk KBM dan DBW serta metode selisih penurunan berat untuk mengetahui laju korosi pada pelat baja karbon. Variasi fraksi massa serbuk KBM dan DBW masing-masing adalah 1,24%; 2,48%; dan 3,72% (w/w). Sampel baja karbon direndam selama 72 jam dan kemudian dilakukan uji korosi dengan mengalirkan air laut selama 30 hari pada sampel. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak KBM dan DBW dapat memperlambat laju korosi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai Green Corrosion Inhibitor.
WASTEWATER TREATMENT OF BATIK MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES FOR CLEAN WATER CONSERVATION Buwono, Haris Puspito; Suharti, Profiyanti Hermien; Puspitasari, Etik; Susanto, Susanto; Takwim, R. N. Akhsanu; Sulasari, Ayu; Ardiansyah, Rizky; Fadhilah, Alfira Insani; Jalaluddin, Agus
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3170

Abstract

Batik wastewater generated by micro-scale industries typically contains high organic loads, intense coloration, and fluctuating pH, exceeding national discharge limits. This study aims to design, install, and evaluate a simple pilot-scale wastewater treatment plant (WWTP) using a coagulation–filtration–adsorption process for UMKM Batik Ulur Wiji in Indonesia. Wastewater quality was analyzed before and after treatment for pH, BOD, COD, TSS, TDS, turbidity, and color referring to Indonesian Ministry of Environment Regulation No. 5/2014. The results show a substantial improvement in water quality, with COD reduced from 857 to 112 mg/L and BOD from 358 to 68 mg/L. Turbidity decreased from 218 to 14 NTU, and color removal was visually significant. The treated effluent met key parameters for non-potable reuse. A partner satisfaction survey revealed increased environmental awareness, full operational understanding of WWTP, and long-term commitment to system use. This study demonstrates that simple low-cost treatment units are effective for batik wastewater management in micro-industries and provide a replicable model for community-based environmental interventions.
Pelatihan Pembuatan Pembersih Alami Berbasis Eco-enzyme TP PKK Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani; Zakijah Irfin; Khalimatus Sa'diyah; Cahyo Sunu Widagdo; Ulfiana Ihda Afifa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3605

Abstract

Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, akibat rendahnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota TP-PKK dalam mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme serta mengembangkannya sebagai pembersih alami yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan eco-enzyme dan sabun cuci piring berbasis eco-enzyme, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan peserta. Kegiatan diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Poncokusumo. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 78,2% dengan perbedaan yang signifikan (p<0,001), sedangkan 82,4% peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri sesuai prosedur. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, dengan 89% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan dan 96% menyatakan memperoleh tambahan pengetahuan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga, tetapi juga mendorong terbentuknya kelompok masyarakat yang berinisiatif mengembangkan produk turunan eco-enzyme sebagai peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan ini berpotensi mendukung pengurangan timbulan sampah organik, pemberdayaan perempuan, serta penguatan praktik pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas.
EVALUASI KINERJA ALAT GLYCOL FAN COOLER (E-230) PADA PROSES REGENERASI GLIKOL MINARAK BRANTAS GAS, INC Silvi Adelia Pravitasari; Felix Angestine; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.104

Abstract

Glycol fan cooler (E-230) pada Minarak Brantas Gas, Inc merupakan salah satu alat penukar panas dengan jenis air cooled heat exchanger tipe forced draft. Alat ini berfungsi untuk mendinginkan suhu triethylene glycol (TEG) hingga 110–120oF dengan menggunakan udara sekitar. Sehingga TEG dapat digunakan kembali untuk menyerap kandungan air pada gas alam. Glycol fan cooler (E-230) ini telah berdiri sejak tahun 1976. Pada Minarak Brantas Gas, Inc terdapat 2 glycol fan cooler, akan tetapi yang satu telah tidak difungsikan karena produksi gas yang terus menurun. Hal ini menyebabkan E-230 beroperasi selama 24 jam. Dikarenakan E-230 telah beroperasi 24 jam selama beberapa tahun terakhir maka diperlukan adanya evaluasi kinerja glycol fan cooler (E-230). Penelitian ini dilakukan guna mengetahui kelayakan dari alat glycol fan cooler (E-230). Berdasarkan hasil evaluasi terhadap efisiensi alat rata-rata sebesar 97,09%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa glycol fan cooler (E-230) masih layak beroperasi.Namun, nilai fouling factor rata-ratanya adalah 0,003 hr.ft2.oF/Btu, nilai ini melebihi batas maksimal nilai fouling factor untuk TEG. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan secara berkala untuk menjaga kinerja glycol fan cooler (E-230) agar tetap beroperasi dengan baik.
EVALUSI KINERJA FURNACE PADA PROSES REMELTING PT ALUVINDO EXTRUSION Deasfenta Rizky Kurniawan; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.89

Abstract

PT Aluvindo Extrusion (PT AE) merupakan salah satu pabrik penghasil aluminium dengan bahan baku utama berupa aluminium ingot dengan tingkat kemurnian 99%. Proses produksi alumnium meliputi proses remelting, proses casting, proses extrusion, proses oven aging, proses pelapisan (anodizing dan powder coating), serta proses packing. Remelting merupakan bagian proses di mana terjadi peleburan aluminium ingot menggunakan furnace. Furnace yang dipergunakan bertipe box dengan 2 lubang burner sebagai pembakarnya dan natural gas sebagai bahan bakar. Furnace beroperasi secara batch dengan suhu operasi 35oC – 1100oC dan berat bahan baku 10.000 kg. Evaluasi furnace dilakukan untuk mengetahui kinerja proses pemanasan dalam peleburan aluminium ingot. Bahan yang dipanaskan dalam furnace ini adalah padatan aluminium ingot dengan suhu masuk 35oC. Produk keluar dari furnace pada suhu 770oC berupa aluminium dalam fasa cair (telah melebur). Metode perhitungan yang digunakan adalah Direct Method di mana efisiensi dihitung berdasarkan nilai kalor dari aliran massa (bahan) yang masuk maupun keluar dari furnace. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi furnace yang digunakan pada proses remelting di PT Aluvindo Extrusion (PT AE) adalah sebesar 6,23% dan 6,28%.
BRICKETTING POLY-STYRENE WASTE DENGAN METODE THERMAL DECOMPOSITION SEBAGAI BOILER FUEL RAMAH LINGKUNGAN Naila Adiba; Profiyanti Hermien Suharti; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.68

Abstract

Modernisasi saat ini berdampak besar bagi kemajuan teknologi, disisi lain terdapat banyak masalah yang ditimbulkan yaitu meningkatnya permasalahan limbah yang tidak terselesaikan dikarenakan pertumbuhannya semakin tidak terkendali, terutama limbah styrofoam (polystyrene). Produksi styrene pada tahun 1973 tercatat 25.000 ton, dan pada 2010 jumlahnya melonjak 1.000 kali menjadi 25 juta ton. Sampah plastik membutuhkan 100-500 tahun untuk terurai dan styrofoam sebagai limbah yang tidak dapat diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio massa styrofoam : massa limbah makanan terhadap kapasitas panas dan lama nyala serta mengetahui nilai kalor tertinggi pada variabel terbaik. Styrofoam dapat diproses dengan Metode Dekomposisi Termal untuk memecah rantai polimernya yang panjang. Metode Dekomposisi Termal adalah proses pengolahan dimana styrofoam akan mengalami pemutusan ikatan dan pembentukan tar batubara. Penambahan limbah organik yaitu sisa makanan akan meningkatkan nilai kapasitas panas produk. Produk briket dianalisis dalam dua tahap di mana hasil konversi tertinggi dari analisis pertama akan diteliti lebih lanjut menurut analisis batubara. Hasil briket terbaik dengan perbandingan 2:1 (styrofoam : limbah makanan) dengan lama proses 5 menit dan suhu 450˚C dengan hasil nilai kalor 6352,072 kal/gram.
OPTIMASI PEMURNIAN ETANOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF MENGGUNAKAN CHEMCAD Muhammad Suharto; Agung Ari Wibowo; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.53

Abstract

Etanol pada beberapa dekade ini menjadi suatu bahan yang banyak diproduksi karena berbagai fungsinya. Pemisahan etanol-air tidak dapat dilakukan dengan distilasi konvensional karena adanya titk azeotrop. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif. Distilasi ekstraktif merupakan proses pemisahan campuran yang terkendala titik azeotrop dengan menambahkan zat ketiga yang bersifat non-volatile dan biasanya disebut sebagai solvent atau entrainer. Optimasi kolom konvensional dalam penelitian ini menggunakan kolom dengan 12 tray buble cap, sedangkan untuk optimasi kolom distilasi ekstraktif menggunakan solvent etilen glikol : DMSO (Dimetil Sulfoksida) 1:1 dengan suhu solvent 77⁰C dan kolom beroperasi pada tekanan 1 atmosfer. Hasil optimasi kolom distilasi konvensional mendapatkan kadar distilat sebesar 79,3148% mol pada kondisi suhu preheater 50⁰C, reflux ratio 3, bottom temperature 97⁰C, dan konsentrasi umpan 20%v/v. Berbeda dengan hasil optimasi kolom konvensional, hasil optimasidistilasi ekstraktif menghasilkan kadar distilat terbaik sebesar 99,9632% mol pada kondisi stage pelarut 6, rasio solvent:umpan 3.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS KOH KAPASITAS 37.000 TON/TAHUN Delfira Yudith Tomasila; Citra Putri Wahyu; Muhammad Adi; Yuliandro Hardiansyah; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.141

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan masyarakat akan bahan bakar fosil terus meningkat. Hal ini tidak seimbang dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menurun. Cadangan bahan bakar fosil di Indonesia sendiri diperkirakan akan habis dalam 10 tahun kedepan. Sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif. Biodiesel adalah energi alternatif yang terbuat dari bahan bakar nabati, menyerupai solar atau minyak diesel, dan dapat menghasilkan emisi CO2 lebih sedikit dibanding solar. Pemillihan minyak jelantah dilakukan karena mudah didapat serta mampu menekan biaya produksi. Penambahan katalis KOH untuk membantu mempercepat reaksi. Pra rancangan pabrik biodiesel kapasitas 37.000 ton/tahun ini diharapkan mampu memenuhi 60% kebutuhan masyarakat. Hasil dari perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) sebelum dan seudah pajak berturut-turut sebesar 24% dan 18%, nilai Pay Out Time sebelum dan sesudah pajak berturut-turut adalah 4,1 tahun dan 5,4 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 58,14%, dan nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 27%. Berdasarkan hasil perhitungan maka Pra Rancangan Pabrik Kimia Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah dengan Katalis KOH Kapasitas 37.000 Ton/tahun layak untuk didirikan.
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Ainul Yaqein Humairi Aldyn Firstiano Afnan Amrullah, Ustman Syah Anang Arianto Anugraheni Nur Arifa Anugraheni Nur Arifa Ari Susanti Ariani Ariani Arief Rahmatulloh Asalil Mustain Asalil Mustain Ayu Sulasari Bagos Tedy Arta Bernadetta Indira Saraswati Bowo Pujo Prasetyo Brahmansyah Diar Rosiarto Cahyo Sunu Widagdo Citra Putri Wahyu Dani, Agus Deasfenta Rizky Kurniawan Deasfenta Rizky Kurniawan Delfira Yudith Tomasila Delfira Yudith Tomasila Devi Risma Anggraeni Dewajani, Heny Dita Ayu Permatasari, Dita Ayu Dyah Ratna Wulan Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Eka Farah Dewi Firda Ainurohmah Etik Puspitasari, Etik Faarisa Nurjihaan Bratastuti Fadhilah, Alfira Insani Farah Yulinar Farah Yulinar Felix Angestine Felix Angestine Gagah Arga Raya Saputra Galuh Citra Cahya Rohmana Galuh Citra Cahya Rohmana Gayatri, Bintang Febrina Hadi Priya Sudarminto Hadi Saroso Hanif Achmad Fianto Aji Hapsari, Ratih Indri Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Haris Puspito Buwono Heny Dewajani Heny Dewajani Hidayati, Mutia Devi Ibadul Wasi’an Nazar Iswara, M. Agung Indra Iswara, Mochammad Agung Indra Jalaluddin, Agus Jamilatus Sa&#039;diyah Jamilatus Sa’diyah Janitra, Alzena Araminta Aileen Khalimatus Sa&#039;diyah Khalimatus Sa&#039;diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Lorenz Octavia Simamora Luchis Rubianto3 Mas&#039;udah Mas&#039;udah Mashliha, Lailatul Meydana Nurrisky Moch. Ikhsan Wahyudi Mochammad Agung Indra Iswara Muchamad Syarwani Muchammad Syarwani mufid mufid Muhammad Adi Muhammad Suharto Muhammad Suharto Nadhziroh, Khoiriana Jesnita Naila Adiba Naila Adiba Nanik hendrawati, Nanik Novia Ardarini Pangestuti Novia Ardarini Pangestuti Novia Jennis Ainurrohmah Novia Jennis Ainurrohmah Nugraha, Dwi Rendy Arya Pratamasari, Finda Agustin Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Qasimatul Wasilah Qasimatul Wasilah R.N. Akhsanu Takwim, R.N. Akhsanu Rafdi Ramadhan Amrozi Rafdi Ramadhan Amrozi Rahayu, One Mahardika Rahma Nur Amalia Ratih Indri Hapsari RIZKY ARDIANSYAH Rucita Ramadhana S. Sigit Udjiana S.Sigit Udjiana Sa'diyah, Khalimatus Sa'diyah, Khalimatus Sabrina Asyrofa Aulia Ennada Sandra Santosa Shabrina Adani Putri Shabrina Adani Putri, Shabrina Adani Shintiya Gangsar Rahayu Shintiya Gangsar Rahayu Sigit Hadiantoro, Sigit Silvi Adelia Pravitasari Silvi Adelia Pravitasari Siti Khodijah Nasution Sonia Amelia Sriambarwati Sudarminto, Hadi Priya Susanto Susanto Tirza Putri Dianda Tri Endang Prasasti Tri Endang Prasasti Ulfiana Ihda Afifa Ustman Syah Amrullah Virsa Faliolla Tasyakuranti Vivi Alvionita Sari, Vivi Alvionita Wulandari Novi Pradana Wulandari Novi Pradana Yessy Prisca Yunia Yoga Tri Widianto Yuliandro Hardiansyah Zakijah irfin Zakijah Irfin