Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MESIN PERAJANG RUMPUT DI DESA NGADIREJO KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG Sanny Andjar Sari; Harimbi Setyawati; Salammia LA; Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya para peternak memberikan rumput gajah dengan cara memotong rumput tersebut dengan sabit,dimana alat ini mempunyai banyak kekurangan, antara lain hasil potongan sabit mempunyai ukuran panjangyang bervariasi, dan kapasitasnya sedikit, sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumput ternak memerlukanbanyak waktu dan tenaga (10 menit untuk 35 kg rumput gajah).Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan alat perajang rumput ternak, yang berfungsi untukmerajang bahan baku (rumput gajah) agar didapat bahan rumput dengan ukuran tertentu, supaya amandikonsumsi oleh sapi. Dengan diterapkannya mesin perajang rumput ini diharapkan kuantitas maupun kualitashasil rajangan rumput (pakan sapi) menjadi meningkat sehingga dapat menghasilkan sapi yang sehat
FORMULASI BIOETANOL PADAT DENGAN VARIASI GELLING AGENT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF YANG RAMAH LINGKUNGAN Dwi Ana A; Harimbi S; Dian Kurnia S.; Mona Riso S.
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang potensial karena sumbernya mudah diperbarui. Bioetanol berasal dari produk fermentasi yang terbentuk dari substrat yang mengandung karbohidrat. Bioetanol memiliki sifat fisik yang tidak berwana, berbentuk cair, mudah menguap, mudah terbakar dan memiliki bau yang spesifik. Karena sifat fisiknya tersebut maka bioetanol dalam bentuk cair kurang aman dan kurang praktis dalam proses mobilisasi, selain itu bioetanol dalam bentuk cair penggunaannya kurang luas. Oleh karena itu diperlukan perubahan sifat fisik bioetanol menjadi padat/gel agar lebih aman, praktis, serta luas pemanfaatannya, yaitu dapat digunakan untuk kegiatan militer, digunakan pada area bencana, lokasi pegunungan / hutan, di pesawat terbang maupun untuk kepentingan sehari-hari seperti memanaskan makanan pada meja makan di acara pesta.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah dan jenis zat pemadat yang sesuai agar dihasilkan bioetanol gel yang memiliki bentuk fisik baik dan kalor pembakaran yang tinggi. Pada penelitian ini, digunakan rasio larutan dari beberapa macam zat pemadat diantaranya asam stearate, bentonit, xanthan gum, kalsium asetat, dan karagenan. Rasio larutan untuk bioethanol yang digunakan adalah 85%, 87.5%, 90%, 92.5%, and 95%. Hasil terbaik didapat pada bioethanol padat dengan zat pemadat asam stearate dengan nilai kalor sebesar 3850.87 Kkal/k, Laju pembakaran sebesar 1.41509 gram/menit dan Residu hasil pembakaran sebesar 5%.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENGHANCUR SAMPAH UNTUK KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN MALANG Nelly Budiharti; Dayal Gustopo; Harimbi Setyawati; Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang dari aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilaiekonomis. Pada dasarnya masalah tentang sampah adalah masalah yang harus ditangani secara serius, sepertihalnya di wilayah RW III Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Malang. Proses pengolahan sampah di wilayahRW III Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Malang belum dilakukan secara maksimal.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memaksimalkan potensi yang ada pada wilayah tersebut terutamapara kader karang taruna dan masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah secara terpadu, terutama untukpengolahan sampah organik, yang dapat digunakan untuk pupuk, kompos dan lainnya.Mesin penghancur sampah terdiri dari motor penggerak menggunakan mesin mobil dengan putaran diatas 2000 rpm. Mesin mobil ini untuk menggerakkan dua buah pulley untuk dua buah poros pisau. sistempenggerak untuk meneruskan putaran dari mesin mobil ke alat penghancur sampah diperlukan mekanisme yangpraktis, oleh karena itu dibutuhkan sistem penggerak yang dapat meningkatkan efisiensi.Dari hasil perancangan didapatkan waktu baku mesin penghancur sampah adalah 2,99 jam/kg dan outputstandartnya 179 kg/jam, dengan kapasitas mesin penghancur yang sangat besar diharapkan dapat meningkatkanhasil penghancuran sampah organik
PENERAPAN ALAT PENGERING RENGGINANG DI DESA TIRTOMARTO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG Erni Junita Sinaga; Anis Artiyani; Erni Yulianti; Harimbi Setyawati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2534

Abstract

UKM camilan rengginang yang berada di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Malang. UKM camilan rengginang yang bergerak dalam bidang olahan makanan ini juga menjadi dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, UKM camilan rengginang ini memproduksi olahan makanan yaitu rengginang, kerupuk. Dalam proses produksinya, UKM camilan rengginang ini setiap harinya mampu mengolah sebanyak 100 kilogram beras ketan perhari dengan proses produksi yang masih sangat sederhana. Selain itu, kendala dalam hal peningkatan produksi yang lainnya ialah pada saat proses pengeringan, karena dalam hal ini masih mengandalkan sinar matahari. Sehingga ketergantungan pada kondisi iklim saat pengeringan, menjadikan persoalan tersendiri. Ini mengakibatkan tidak bisa mengoptimalkan kapasitas produksi, karena proses pengeringan tergantung pada intensitas cahaya matahari, yang memerlukan tempat yang sangat luas. Selain itu, higienis produk juga menjadi faktor yang tidak diperhatikan. Selama ini, proses penurunan kadar air rengginang dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari selama lebih kurang 1-2 hari. Proses pengeringan secara konvensional yang dilakukan memiliki beberapa kelemahan yaitu rendahnya higienitas produk, konsumsi waktu pengeringan dan intensitas matahari yang tidak merata sepanjang hari. Hasil penelitian diperoleh keefektifan waktu dengan perbandingan waktu standart (Ws) alat baru sebesar 23,56 menit dan untuk alat lama waktu standart (Ws) sebesar 487,13 atau 8,11 jam dan output standart (Os) alat baru sebesar 2,1 kg / jam sedangkan output standart (Os) alat lama sebesar 0,102 kg / jam
PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DENGAN PROSES HIDROLISIS ENZIMATIK Harimbi Setyawati; Nanik Astuti Rahman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.245 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2094

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin tidak terkendali, sementara persedian bahan bakar fosil semakin menipis membuat para peneliti mencari solusi bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui, salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui adalah bahan bakar nabati. Bahan- bahan dari nabati selama ini banyak yang belum termanfaatkan seperti kuli pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidrolisis enzimatis yaitu mengubah pati menjadi glukosa dengan bantuan enzim α- amilase dan gluko-amilase yang dihasilkan oleh bakteri Aspergillus Niger, kemudian diteruskan dengan proses fermentasi alcohol. Variabel yang digunakan adalah volume Aspergillus Niger sebanyak 150, 200, 250 dan 300 mL, dengan kondisi operasi pada waktu hidrolisa adalah suhu 35-37oC, pH 4- 5 sedangkan untuk fermentasi pada kondisi anaerob, suhu 25-30, pH 4-5. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa penambahan Aspergillus niger yang terbaik adalah 250 mL dengan kadar glukosa 20% sedangkan untuk kadar etanol terbaik didapatkan 16,5% pada waktu hari ke-8. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa penambahan bakteri Aspergillus Niger dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas etanol yang dihasilkan dari kulit pisang dengan proses enzimatis. Kata kunci : Kulit Pisang, Hidrolisis Enzimatis, Aspergillus Niger 
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SERBUK DI MASA PANDEMI DI LINGKUNGAN RT 07 RW 05 KELURAHAN ARJOSARI BLIMBING MALANG Faidliyah Nilna Minah; Harimbi Setyawati; Anitarakhmi Handaratri; Muyassaroh Muyassaroh
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.43 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.6331

Abstract

The Covid-19 pandemic has hit the world since January 2020, and until now the cases are still increasing. The impact is very global covering various aspects, covering all regions in the world including Indonesia and the city of Malang in particular. As a tourism city that is very superior, of course it is very hard to hit and reduce regional income. As a tourism city that has almost a thousand MSMEs (recorded in the Malang Cooperative Service) that supports the income of the city of Malang, it finally has to go out of business. The group of residents of RT 07 Rw 05, 25% of the population has affected MSMEs. There are those who reduce their business operations, reduce production, reduce employees and some even close their businesses. The lack of income coupled with the low productivity of the citizens adds to the various problems that arise during this pandemic. Coupled with the high prices of basic commodities, agricultural products such as vegetables, fruits, spices, therefore, training activities are needed that can boost the productivity and economy of the residents. This training activity for making powder preparations is expected to add insight to the residents, so that residents can meet their instant food needs independently and if possible they can commercialize the products they produce.
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG harimbi setyawati; Erni Junita Sinaga; Jimmy; Sekar Arum Sari; Iva Izatul Mila; Dinda Galuh Puspitaningrum; Dhea Dwi Novitasari; Nur Hendri Wahyu Firdaus
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.331 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v2i1.3434

Abstract

CV. Kajeye Food is a company engaged in food processing, namely fruit and vegetable chips, with the increase in jackfruit production from year to year will be directly proportional to the productivity of jackfruit waste. Currently the disposal of jackfruit straw waste is a problem for CV. Kajeye Food, for that we need counseling and training in making reducing sugar which is the basic ingredient of bioethaniol. Jackfruit straw is the part of the jackfruit that does not experience pollination in the form of yellow fibers. Jackfruit straw has a composition consisting of 13.45% starch, 65.05% water. This material can be converted to bioethanol through hydrolysis and fermentation processes. One of the best efforts to treat jackfruit skin waste is by making the potential content of jackfruit straw starch can be used as an alternative fuel, namely, bioethanol. The processing of jackfruit often causes waste, from the total weight of jackfruit as much as 65-80% can become waste. Jackfruit straw occupies a fairly large portion, namely 40-50% of the total waste produced. Jackfruit straw contains carbohydrates in the form of sugar, nutritional content such as in jackfruit and cellulose.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EM4 DAN JENIS LIMBAH KULIT BUAH PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) anita; Harimbi Setyawati; Sanny Anjarsari; Lalu Topan Sulistiyono; Josephine Vania Wisnurusnadia
jurnal ATMOSPHERE Vol. 3 No. 1 (2022): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v3i1.4708

Abstract

Industri makanan berbahan dasar buah-buahan seperti pisang juga nanas ,menghasilkan bahan buangan atau limbah diantaranya berupa kulit dalam jumlah yang banyak. Limbah kulit buah tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut diantaranya dengan proses daur ulang, menjadi pupuk organik cair (POC). Pupuk Organik Cair (POC) merupakan produk yang berasal dari pembusukan bahan-bahan organik yang berfungsi mengatasi kekurangan unsur hara pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi EM4 , sebesar 5%, 10%,15%,20%,25% dan jenis limbah kulit buah diantaranya kulit pisang, kulit nanas, dan campuran kulit pisang dan kulit nanas terhadap kualitas Pupuk Organik Cair (POC) dengan proses Fermentasi. Hasil terbaik untuk kandungan Nitrogen didapatkan pada kulit.nanas sebesar 0,07% dengan konsentrasi EM4 15% , dan untuk hasil kandungan Phospor tertinggi didapat pada kulit .pisang dan kulit nanas sebesar 0,03% dengan konsentrasi EM4 20% , sedangkan kandungan Kalium terbaik didapatkan pada kulit.pisang sebesar 0,38% dengan konsentrasi EM4 20%.
PENGARUH TEKANAN TERHADAP PENGKONDISIAN UDARA SISTEM EKSPANSI UDARA Sumanto; Sudjana, Wayan; Setyowati, Harimbi; Ahmad Rifa'i, Andi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.581

Abstract

Pendinginan udara merupakan salah satu hal dari bidang refrigerasi dan pengkondisian udara. Meskipun saling berkaitan, tetapi masingng-masing mempunyai ruang lingkup yang berbeda.teknik pengkondisian udara tidak hanya berfungsi sebagai pendingin,tetapi lebih dari pada itu.Definisi pengkondisian udara (Confort air conditioning) adalah proses perlakuan terhadap udara untuk mengatur suhu, kelembapan, kebersihan, dan pendistribusianya secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan.an tidak menggunakanya.Mesin pengkodisian udara yang digunakan pada sistem pengkondisian ini adalah Sistem ekspansi udara dengan komponen kompresor 1/2 PK, evaporator dengan media pendingin air, katup ekspansi, dan ruangan aplikasi. Variabel dalam penelitian adalah : Variabel bebasnya adalah Variasi Tekanan 40 Psi, 50 Psi, dan 60 Psi. Variabel terikatnya adalah pengkondisian udara system ekspansi udara. Variabel kontrol yaitu tekanan udara, temperature udara, tempertur pendingin.Dengan variasi tekanan 40 Psi, 50 Psi dan 60 mempunyai pengaruh terhadap pengkondisian udara yaitu pada pengujian dengan variasi tekanan 40 Psi didapat nilai temperatur tertinggi 30 oC, temperatur terendah 20 oC dan tempetratur rata-rata 23,5 oC.Dari pengujian dengan variasi tekanan 50 Psi didat nilai temperatur tertinggi 31,5 oC, temperatur terendah 19,8 oC dan tempetratur rata-rata 23,5 oC.Dari pengujian dengan variasi tekanan 60 Psi didat nilai temperatur tertinggi 34,6 oC, temperatur terendah 19,3 oC dan temperatur rata-rata 23,7 oC.
Penerapan Mesin Pengepres Bubur Kedelai Untuk Peningkatan Produktivitas Produksi Tahu Pada UMKM Sumber Rejeki Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Andjar Sari, Sanny; Sujana, Wayan; Setyawati, Harimbi; Ana Anggorowati, Dwi; Artiyani, Anis
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i1.4746

Abstract

Proses produksi tahu di UMKM Sumber Rejeki milik Bapak Samingin menggunakan peralatan yang manual sehingga karyawan yang bekerja merasakan sakit pada bagian tubuh saat melakukan pekerjaan setiap harinya. Proses pembuatan tahu melalui tahapan pencucian kedelai kemudian direndam dalam air selama 2 sampai hingga 7 jam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang lalu dibersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali-kali. Selanjutnya menggiling kedelai hingga halus dengan mesin penggiling . Setelah kedelai halus langsung ke proses berikutnya yaitu perebusan kedelai sampai mendidih. Kemudian bubur kedelai disaring dengan kain untuk memisahkan ampas yang akan di proses dan sisa sisa air rebusan tadi. Tahap ini tentunya sangat melelahkan,karena memisahkan dengan cara manual. Air yang keluar dari saringan langsung jatuh kedalam wadah yang sudah disiapkan dibawahnya. Selain itu juga pada proses pengepresan tahu dapat terlihat kurangnya perhatian pada postur kerja pekerja yang nantinya akan berdampak pada sakit akibat pekerjaan apalagi jika dilakukan monoton dan berulang. Penerapan mesin pengepresan bubur kedelai diharapkan dapat meminimalkan waktu dan tenaga. Fasilitas kerja pengepresan tahu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pekerja pada UMKM produksi tahu.
Co-Authors -, Solekah -, Solekah Ahmad Rifa'i, Andi Alexander Marsen, Vinsen Anggorowati, Dwi Anna Angreani, Firda Nur Anis Artiyani Anita Anitarakhmi Handaratri Arif, Muhammad Amrizal Ashari, Mohammad Ibrahim Bagas A. Jatyaraga Bagas A. Jatyaraga, Bagas Budiharso, Hery Setyo Dayal Gustopo Dhea Dwi Novitasari Dian Kurnia S. Dinda An Nisa Dinda Galuh Puspitaningrum Dita aulia, Dewi Dwi A. Anggorowati Dwi A. Anggorowati, Dwi Dwi Ana A Dwi Ana A Dwi Ana Anggorowati Erni Junita Erni Junita Sinaga Erni Junita Sinaga Erni Yunita, Erni Faidliyah Nilna Minah Fajriyatul , Fresti Firdauza, Trustha Aurora Galuh, Dinda Gustopo, Dayal Hastuti, Rakhmawati Indriani, Sri Iva Izatul Mila J, Kevin Jimmy Jimmy Josephine Vania Wisnurusnadia Julianus Hutabarat Krismantono, Mawan L.A, Salammia LA, ST Salamia Lalu Topan Sulistiyono Leonardo K. Atmadja Leonardo K. Atmadja, Leonardo Lisdayanti, Rahajeng M. Zamroni B. F. A Masfianis Rahayu, Alfickril Mawan Kriswantono Mona Riso S. Muyassaroh MUYASSAROH Muyassaroh Muyassaroh Muyassaroh Muyassaroh Nanik Astuti Rahman Nathania, Devona Nelly Budiharti Nisa, Dinda An Nugraha, Ivan Nur Handayani, Hetty Nur Hendri Wahyu Firdaus Nurwijayanti Priscilla Tamara Putri, Chrysant Arasati Putri, Widia Kristiana Rakhmawati Kriswantono Rini Kartika Dewi S., Dian Kurnia S., Mona Riso Salammia LA Sandy, Faradilla Sanny Andjar Sari Sanny Anjarsari Sari, Fitria Rekno Sari, Sanny Andjar Satria Y Sekar Arum Sari Sri Indriani Sriliani Surbakti Sriliani, Sriliani ST. Salamia LA Sudjana, Wayan Sumanto Wahyuni , Nani Wayan Sujana Wulandari, Luluk Sutri Yulianti, Erni Yunita , Erni Zahwa, Nadila