Claim Missing Document
Check
Articles

Socialpreneur Sebagai Strategi Dalam Mengentaskan Kemiskinan Melalui Layanan Lembaga Keuangan Mikro: Literature Review Hani Putri Febriyanti; Triayu Nur Afifah; Nurul Aini; Marina Ery Setiyawati
Akuntansi Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset Ilmu Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v1i4.129

Abstract

Masalah kemiskinan masih menjadi isu yang harus disikapi secara serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Pada masa pandemi COVID-19 sekarang ini persoalan kemiskinan di Indonesia masih terus meningkat. Berbagai strategi dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan pun telah disebutkan dalam tujuan SDGs yang pertama. Socialpreneur merupakan salah satu strategi untuk mengatasi persoalan sosial dalam mengentaskan kemiskinan. Selain itu, melalui layanan lembaga keuangan mikro yang merupakan stakeholder memiliki peran besar dalam pengentasan kemiskinan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui socialpreneur sebagai strategi dalam mengentaskan kemiskinan melalui layanan lembaga keuangan mikro. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel penelitian menggunakan sumber pencarian online melalui Google Scholar dan Refseek. Artikel yang diperoleh kemudian diseleksi kembali berdasarkan publikasi yang telah terbit antara tahun 2017 hingga 2022 yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia, untuk pembahasan yang dibahas disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Hasil dari penelitian ini yaitu kegiatan socialpreneur dapat menjadi strategi yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan melalui layanan lembaga keuangan mikro. Dengan layanan yang mudah dan berkualitas socialpreneur dapat meningkatkan pendapatannya untuk mengatasi persoalan kemiskinan di masyarakat.
Primary Health Service Integration Policy as a Key Strategy to Achieve Universal Health Coverage (UHC): Primary Health Service Integration Policy Permatasari, Putri; Hardy, Fathinah Ranggauni; Setiawati, Marina Ery
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 2 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 2 - July 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i2.45799

Abstract

Integration of primary health care services is an approach that combines various health services, both at the prevention, treatment, and rehabilitation levels, into one integrated system framework. This study aims to ensure the policy better coordination between service providers, minimize resource waste, and improve accessibility and quality of health services for the wider community. Literature review with articles from the last 5 years, free-full text, using predetermined keywords, and utilizing 2 databases, namely Google Scholar and PubMed. Findings indicate that the implementation of the UHC policy through the National Health Insurance (JKN) program in Indonesia has not been effective and still faces challenges. The WHO recommends PHC as a community health approach that focuses on meeting the needs of the community from prevention efforts to treatment or rehabilitation. Strengthening primary health care services is very effective in supporting the achievement of Universal Health Coverage (UHC) targets in Indonesia. Implementation of the UHC Policy through the National Health Insurance (JKN) program in Indonesia has not been effective and still faces challenges. The WHO recommends PHC as a health approach to the community that focuses on meeting community needs from prevention efforts to treatment or rehabilitation. Strengthening primary health services is very effective in supporting the achievement of the Universal Health Coverage (UHC) target in Indonesia. This study highlights the challenges faced by UHC in Indonesia are budget constraints, infrastructure, and human resources, which impact the quality of healthcare services.
STUDI LITERATUR PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT EFEKTIVITAS PEKERJAAN TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA Jahira Fajri Madani; Putri Andini Novianti; Rhaina Al Yasin; Marina Ery Setiyawati
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 4 (2022): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.528 KB) | DOI: 10.55606/jupiman.v1i4.714

Abstract

untuk menciptakan kesejahteraan bangsa mewujudkan pembangunan berkelanjutan adalah salah satu caranya. Hal ini terdapat pada salah satu tujuan SDGs, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan. Banyak dari negara berkembang di dunia sedang berusaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi juga taraf hidup warganya, salah satunya adalah Indonesia. tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat efektivitas pekerja dengan peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Literatur Review dengan mengkaji beberapa artikel penelitian yang pernah diterbitkan dan berkaitan dengan masalah penelitian yang sama. Berdasarkan 6 jurnal yang telah dianalisis terdapat persamaan bahwa dengan peningkatan kesehatan akan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat efektivitas tenaga. hal ini dikarenakan efektivitas dan produktivitas bekerja menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi. Sehingga semakin baik derajat kesehatan seseorang akan mendorong tingkat produktivitas dan efektivitas dalam bekerja yang kemudian akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Pelatihan Jiwa Kepemimpinan Berbasis Karakter Bela Negara Sejak Dini DI Panti Asuhan Yos Sudarso Jakarta Selatan Marina Ery Setiyawati; Hermina Simanuhuruk
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.5650

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwakepemimpinan dan kemandirian ekonomi pada anak-anak yang tinggal di Panti AsuhanYos Sudarso melalui pendekatan berbasis bela negara. Program ini menggabungkanpendidikan karakter, keterampilan kepemimpinan, dan pelatihan kewirausahaan untukmemberdayakan anak-anak di panti asuhan menjadi agen perubahan di komunitasnya.Artikel ini berfokus pada nilai-nilai patriotisme, tanggung jawab sosial, dan kemandirianekonomi, serta bagaimana anak-anak ini dapat mengubah persepsi mereka tentang dirimereka sendiri dan masa depan mereka sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadapnegaranya. Artikel ini juga menyoroti pentingnya menggunakan pendekatan partisipatifdan kolaboratif untuk melibatkan beragam pemangku kepentingan dalam upayameningkatkan kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung. Selain itu, inisiatif inibertujuan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang kuat dan mandiri secaraekonomi. Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperolehketerampilan yang relevan dan memperluas wawasan mereka, program-program ini tidakhanya memberikan manfaat jangka pendek bagi peserta langsung, namun juga dapatmemberikan dampak positif jangka panjang terhadap masyarakat secara keseluruhan. Halini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan inklusif dan pemberdayaansosial anak-anak yang membutuhkan, serta mempersiapkan mereka untuk masa depanyang lebih baik dan produktif. Program ini tidak hanya memperkuat kemandirian anak,namun juga kemampuan mereka untuk berkontribusi aktif bagi kemajuan masyarakat.Kata Kunci: Kepemimpinan; Kemandirian Ekonomi; Bela Negara; Anak-anak PantiAsuhan, Pendidikan Karakter, Kewirausahaan, Partisipatif, Kolaboratif.
Penyuluhan Kesehatan Terapkan PHBS Dengan Mengelola Sampah Terhadap Siswa Kelas IV MIS Raudhatul Muta’alimin, Depok Setiyawati, Marina Ery; S, Hermina; Saputri, Jasmine Ayunda; Larasati, Anindita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.870

Abstract

Permasalahan sampah merupakan tantangan kompleks yang terus meningkat seiring dengan modernisasi dan pertumbuhan populasi. Di Indonesia, masalah ini menjadi serius dengan dampak yang meluas secara sosial, ekonomi, dan budaya. Penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat melalui program-program seperti 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah perlu difokuskan sehingga program dapat terlaksana secara efektif. Penelitian ini dilakukan sebagai kajian untuk memperbaiki kondisi yang ada dengan mengetahui bagaimana dampak penyuluhan kesehatan terkait PHBS dan pengelolaan sampah pada siswa kelas 4 di MIS Raudhatul Muta'allimin, Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dan penyuluhan interaktif. Penyuluhan dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi penyuluhan, menonton video animasi, games memilah sampah, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti penyuluhan. Dari total 18 siswa, 16 siswa (88,89%) menunjukkan peningkatan nilai pada post-test. Hal ini menandakan keberhasilan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang PHBS dan pengelolaan sampah. Sosialisasi PHBS di sekolah dasar memiliki potensi besar untuk mengubah perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penerapan PHBS yang konsisten diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat serta membantu proses pendidikan anak-anak dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Penyuluhan Untuk Meningkatkan Pemahaman Mengenai Kesehatan Mental Terhadap Siswa Kelas 7B SMP Negeri 223 Jakarta Mizaniah, Silmi; Aisyah, Weni Nur; Nugrahani, Nadia; Safira, Dinda; Haifa, Nida Wafiq; Pertiwi, Hanna; Andini, Gita; Herlambang, Adinda Kurnia; Jaudah, Hanadia Amani; Zharfan, Faza Raisa; Setiyawati, Marina Ery
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.906

Abstract

Kesehatan mental adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial. Stress, burnout, bullying dan juga pengendalian diri berkaitan juga dengan kesehatan mental. Penelitian dan penyuluhan ini dilakukan untuk meningkat kepedulian terhadap diri sendiri pada remaja. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pelaksanaan survey dan penyuluhan interaktif. Rangkaian acara penelitian dan penyuluhan meliputi pemberian pre-test dan Perceived Stress Scale (PSS10), pemutaran video animasi yang berkaitan dengan materi, penyampaian materi kesehatan menta yang terdiri atas pengetahuan umum Kesehatan Mental, Stress, Burnout, Bullying, dan Pengendalian diri, dilanjutkan sesi tanya jawab dan sharing-sharing, lalu sesi games, dan pengisian post-test. Hasil penyuluhan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa terhadap kesehatan mental dengan jumlah 27 dari 29 siswa atau 93,1% siswa mengalami peningkatan pada nilai post-test. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap kesehatan mental. Hasil Perceived Stress Scale (PSS10) menunjukkan 5 siswa dengan stress ringan atau 17,2%, 22 siswa dengan stress sedang atau 75,9%, dan 2 siswa dengan stress berat atau 6,9%, Perlu adanya bimbingan bagi para remaja untuk dapat mengendalikan emosinya saat mereka mengalami stress agar nantinya mereka tidak menyalurkan emosinya kepada perilaku yang negatif dan menyimpang. Kata Kunci: Burnout, Kesehatan Mental, Pengendalian Diri, Remaja, dan Stress
Edukasi Kader Kesehatan dalam Rangka Pelaksanaan Skrinning Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pengasinan Kota Depok Permatasari, Putri; Setiawati, Marina Ery
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 (Juni)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i2.5677

Abstract

Health cadres are members of the community who play a role in the health sector so that the community has an awareness to live a healthy and clean life. A healthy lifestyle is an effort to reduce the risk factors for non-communicable diseases (NCDs). Health cadres also need to provide education to the community. To be able to do this, health cadres need to receive training and assistance in implementing health education regarding risk factors for non-communicable diseases. The purpose of this activity is to increase the knowledge of health cadres through training and assistance in providing health education to the community. Method. The stages of this activity consist of the first: preparation including making modules, permits for implementing activities, health screening, initial meetings with health cadres, Second stage: Implementation of training, the first day of providing modules and explaining the contents of the modules, pretests and posttests are carried out. On the second day, a health education simulation is carried out using flipchart media. Third stage: application of health education to the community who have one or more risk factors for non-communicable diseases. This stage is carried out by filling out a questionnaire before and after health education is carried out. The results of this community service activity are the response and responsiveness of cadres and the community in providing type 2 Diabetes Mellitus Education in the Pengasinan Health Center area. Based on the results of this activity, for training activities, the average knowledge of cadres before training was 58% and increased to 87.5% after training. The average value for simulation was 74.32 (good). For community knowledge, out of 5 indicators with values, 4 showed a difference in knowledge before and after being given education by health cadres, only 1 showed no difference. Conclusion. This activity shows an increase in cadre knowledge after being given training and the influence of education provided by health cadres on community knowledge. In the future, activities like this need to be improved again and can encourage increased screening for Type 2 DM in this activity area.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pembayaran Iuran JKN pada Peserta Mandiri di Kota Depok Tahun 2019 Adani, Jihan; Permatasari, Putri; Pulungan, Rafiah Maharani; Setiawati, Marina Ery
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.268 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.41

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu sumber pembiayan untuk keberlangsungan suatu program JKN. Salah satu peserta program JKN adalah Peserta Mandiri. Peserta mandiri atau peserta pekerja informal memiliki potensi yang lebih besar untuk tidak patuh untuk membayar iuran JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN pada peserta mandiri di Kota Depok. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Peserta Mandiri di Kota Depok dengan sampel 110 responden. Penarikan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pengetahuan (p value=0,019), mutu pelayanan kesehatan (p value= 0,033), tarif iuran (p value=0,040), cara pembayaran (p value=0,022), dan dukungan keluarga (p value=0,035) dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Sedangkan tidak ada hubungan umur (p value=0,348), jenis kelamin (p value=0,708), pendidikan (p value=0,733), dan kemudahan informasi (p value=0,1489) dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Kesimpulan: Untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran JKN maka dibutuhkan peningkatan sosialisasi terkait program JKN oleh BPJS Kesehatan. Kata Kunci: Kepatuhan, Iuran JKN, Peserta Mandiri Factors Related to Compliance with NHI Contribution Payments to Independent Participants in Depok City in 2019 Abstract Background: National Health Insurance (NHI) contributions are a source of funding for the continuation of a National Health Insurance program. One of its participants is an Independent Participant. Independent participants or informal worker participants have a greater potential not to comply to pay National Health Insurance contributions. The purpose of this study is to find out what factors are related to National Health Insurance contribution payments to independent participants in Depok City. Methods: The method that was used on this study was quantitative with cross sectional research. The population in this study was independent participant in Depok City with a sample of 110 respondents. Sampling is done by accidental sampling. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using chi-square test with α = 0.05. Result: The results showed a correlation between knowledge (p value = 0.019), health service quality (p value = 0.033), contribution rate (p value = 0.040), method of payment (p value = 0.022), and family support (p value = 0.035) with the approval of National Health Insurance contribution payments. Whereas there is no age relationship (p value = 0.348), gender (p value = 0.708), education (p value = 0.733), and ease of information (p value = 0.1489) with the benefits of National Health Insurance contribution payments. Conclusion: To increase the payment of National Health Insurance contribution payments, an increase in the National Health Insurance program is needed by "BPJS Kesehatan". Keyword : Compliance, NHI Contributions, Independent Participants
OPTIMIZATION OF THE INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS TOWARDS THE PROTECTION OF HUMAN RIGHTS OF THE INTERNATIONAL COMMUNITY Subakdi; Setiyawati, Marina Ery
Awang Long Law Review Vol. 8 No. 1 (2025): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v8i1.1745

Abstract

The International Committee of the Red Cross or ICRC is an international organization that carries out humanitarian missions in the health sector. The ICRC helps international countries that are in criminal conflict to protect the human rights of civilians affected by the conflict. The purpose of this study is that the authors hope to find out the ICRC's optimization of the protection of human rights in the international community. This research uses a literature study research method on the ICRC's optimization of the protection of human rights of the international community in countries that have been given assistance by the ICRC before.
Sosial Ekonomi Keluarga dengan Balita Stunting di Depok Jansen, Susiana; Ardhiyanti, Lusyta Puri; Setiyawati, Marina Ery
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Stunting yang merupakan masalah kurang gizi kronis ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Anak yang mengalami gizi kronis ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Indonesia menempati urutan kedua di Asia Tenggara dan keempat dunia dengan beban anak yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah Di ketahuinya hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu. Penelitian ini dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu mulai tanggal 8 november sampai dengan 8 november 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden yaitu orang tua balita yang mengalami stunting. Hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.003 dimana p <α 0.05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Pendidikan ibu dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun Hubungan penghasilan orang tua dengan kejadian stunting. Hubungan penghasilan dan kejadian stunting, Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.024 dimana p <α 0.05. maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Penghasilan orang tua dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun. Kesimpulan meningkatnya pendapatan akan meningkatkan peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik, sebaliknya penurunan pendapatan akan menyebabkan menurunnya daya beli pangan yang baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi berakibat pada rendahnya anggaran untuk belanja pangan dan mutu serta keanekaragaman makanan yang kurang. Keluarga lebih banyak membeli barang karena pengaruh kebiasaan, iklan, dan lingkungan. Selain itu, gangguan gizi juga disebabkan karena kurangnya kemampuan ibu menerapkan informasi tentang gizi dalam kehidupan sehari-hari.Apabila penghasilan keluarga meningkat, penyediaan lauk pauk akan meningkat mutunya. Sebaliknya, penghasilan yang rendah menyebabkan daya beli yang rendah pula, sehingga tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan.
Co-Authors A. Heri Iswanto Adani, Jihan Adjrina Dawina Putri Afif Amir Amrullah Afriani, Hesty Fazar Aghniya Choirunnisa Agustina Agustina Aini Nurul Aisyah, Weni Nur Ali Djamhuri Amhnun, Fabiana Andini, Gita Angraeni, Fitri Anisya Febiyanti Bahiizza Shadrina Zhafarin Cahya Arbitera Cahya Arbitera Dyah Utari Endah Pravita Putri Aldia Pratama Eva Nur Agustin Agustin Faza Duta Pramudyawardani Haifa, Nida Wafiq Haikal Ghifary Hani Putri Febriyanti Hani Putri Febriyanti Hardy, Fathinah Ranggauni Herlambang, Adinda Kurnia Hermina Simanihuruk Hermina Simanuhuruk Hesty Fazar Afriani Hesty Fazar Afriani Huwaydi Azzam Yusuf Insani, Shalu Duta Irawatie, Aniek Iswahyuni Iswahyuni Iswahyuni Iswahyuni Iswahyuni Iswahyuni Iwan Erar Joesoef Jahira Fajri Madani Jansen, Susiana Jaudah, Hanadia Amani Kania Rizqita Dewi Kazhima Alma Azzahra Keren Stelin Maliangkay Khoirunnisa Ghefira Yusrani Larasati, Anindita Lusyta Puri Ardhiyanti Mawaddah Elbaking Mizaniah, Silmi Muhammad Fawwaz Mutia Shafitra Nabila Erinaputri Nadya Salsabila Natasya Nazla Prasetyo Nugrahani, Nadia Nurul Aini Pertiwi, Hanna Prasetio Hadi Pratama Pulungan, Rafiah Maharani Pulungan, Rafiah Maharani Putri Andini Novianti Putri Aulia Rosmayani Putri PERMATASARI Putri Permatasari, Putri Putri Regita Miolda Putri Tika Rahayu Rahmah Hida Nurrizka Ramadhani, Deby Alya Resa Listiani Rhaina Al Yasin Risma Pertiwi Riswandy Wasir Rossa Shafira Nur Sabrina S, Hermina Safanny Putri Safinah Annajah Safira, Dinda Saputri, Jasmine Ayunda Sarah Rania Annisa Satino Shifa Aulia Maghfiroh Siti Humaira Syarif Subakdi Suherman Sulastri Sulastri Suprima Syalisa Syabil Tania Rahmayanti Thalia Elita Gunawan Triayu Nur Afifah Triayu Nur Afifah Ulya Qoulan Karima Ummi Rahma Yuliana Yuli W Yuliana Yuli W Yuliana Yuli Wahyuningsih Yulnelly Yulnelly Zahra Septina Zharfan, Faza Raisa