Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-'Adl

METODOLOGI IJTIHAD IMAM MUJTAHIDIN (Corak Pemikiran dan Aliran) M Ali Rusli Bedong
Al-'Adl Vol 11, No 2 (2018): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.697 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v11i2.1243

Abstract

Ulama dalam berijtihad menggunakan beberapa metode yang berbeda-beda, perbedaan ini tidak bisa dilepaskan dari empat hal: 1. Faktor latar belakang kehidupan, 2. Keilmuan, 3. Lingkungan, dan 4. Tujuan yang ingin dicapat.
Paraphilia Exhibitionism between Sharia and Law: A Comparative Analysis Islamul Haq; M Ali Rusdi Bedong; Abdul Syatar; Muhammad Majdy Amiruddin
Al-'Adl Vol 14, No 1 (2021): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v14i1.1925

Abstract

Paraphilia exhibitionism is a form of sexual disorder and immoral offences. This study aims to compare the status of perpetrators of exhibitionism in positive law and Islamic law. This research is qualitative research that uses literature studies. The results showed similarities between Islamic law and positive law on the classification of exhibitionism as a crime. Islamic law and positive law are also similar in terms of ensnaring perpetrators of exhibitionism as someone who can be held accountable. The criminalization aspect of positive law includes exhibitionism as a complaint deliberation. While in Islamic criminal law categorizes the crime of exhibitionism as ordinary deliberation.
Status Hukum Pernikahan Kontroversial Di Indonesia (Telaah Terhadap Nikah Siri, Usia Dini dan Mut'ah) M. Ali Rusdi
Al-'Adl Vol 9, No 1 (2016): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.207 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v9i1.667

Abstract

Tiga jenis pernikahan selalu mengundang kontroversi, ada yang membolehkan dan ada pula yang melarang secara tegas, perbedaan ulama dalam menyikapi tiga jenispernikahan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perbedaan dalam menyikapi teksnas-nas yang terkait. Sesuai dengan kecenderungan dalam memperlakukan dalil-dalil agama antara terkstual dan kontektual.