Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

FORGIVENESS ORANGTUA DALAM MENYIKAPI PERISTIWA KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DI NUSA TENGGARA TIMUR Indriyanti Putri Claudia, Monika; Aipipidely, Diana; Artati, Mardian; Ch, R Pasifikus; Wijaya, Wijaya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8254

Abstract

This study aims to understand the process of parental forgiveness toward teenage daughters who experience out-of-wedlock pregnancy in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. This region is known for its patriarchal culture that highly values family honor, making teenage pregnancy a heavily stigmatized social issue. While many studies have examined the impact of teenage pregnancy, few have explored how parents, particularly in the local cultural context, process their emotions and forgive their children. Using a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), this study involved five parents who were interviewed to explore their experiences. The findings reveal five key stages in the forgiveness process: (1) early detection of pregnancy through parental intuition, (2) initial emotional reactions such as anger and disappointment, (3) transition toward unconditional love and protective actions, (4) social and spiritual support that strengthens acceptance, and (5) varying attitudes toward the male counterpart involved. This study fills a gap in the literature regarding the emotional dynamics of parents facing teenage pregnancy in Eastern Indonesia and provides insights for culturally sensitive counseling practices in handling similar cases. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pemaafan orangtua terhadap anak remaja yang hamil di luar nikah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Daerah ini dikenal dengan budaya patriarkal yang sangat menjunjung tinggi kehormatan keluarga, sehingga kehamilan remaja menjadi masalah sosial yang sangat distigmatisasi. Meskipun banyak penelitian yang meneliti dampak kehamilan remaja, belum banyak yang membahas bagaimana orangtua, khususnya dalam konteks budaya lokal, memproses perasaan mereka dan memberi maaf kepada anak mereka. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA), penelitian ini melibatkan lima orangtua yang diwawancarai untuk menggali pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penting dalam proses pemaafan: (1) deteksi awal kehamilan melalui intuisi orangtua, (2) reaksi emosional awal seperti marah dan kecewa, (3) transisi menuju kasih sayang tanpa syarat dan tindakan perlindungan, (4) dukungan sosial dan spiritual yang memperkuat penerimaan, dan (5) sikap yang bervariasi terhadap pihak laki-laki yang terlibat. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai dinamika emosional orangtua dalam menghadapi kehamilan remaja di Indonesia Timur, serta memberikan wawasan bagi praktik konseling yang lebih sensitif terhadap budaya dalam menangani kasus serupa.  
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LASIANA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Indriati Andolita Tedju Hinga; Maria Verena Wea; Martha Parera Kerans; Maria Anna Lystia Bay; Maya Grathiana Novalia Ataupah; Martina Wea; Maria Audithya Yulandri Chayanur; Diana Aipipidely
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i2.296

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Lasiana Kota Kupang. Pengolahan sampah yang tidak benar dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, rusaknya lingkungan dan kerugian ekonomi. Sebagian besar masyarakat  di Kelurahan Lasiana masih mempunyai kebiasaan membakar sampah. Kegiatan edukasi pengolahan sampah rumah tangga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah yang benar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan empat tahapan yaitu persiapan, survei awal, pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan edukasi pengolahan sampah di Kelurahan Lasian mencakup identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, melaksanakan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Keberlanjutan kegiatan edukasi pengolahan sampah yang lebih luas memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar perubahan perilaku pengolahan sampah dapat berlangsung secara konsisten dan menyeluruh.
Pengalaman Regulasi Emosi dalam menghadapi Romantic Jealousy pada Dewasa Awal yang sedang Berpacaran [Emotion Regulation Experiences in Coping with Romantic Jealousy among Dating Emerging Adults] Elviana Rizky Maharani; Zerlinda Christine Aldira Sanam; Diana Aipipidely
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261556

Abstract

Romantic jealousy is an emotional response that arises when individuals perceive a threat to their romantic relationship. The experience of jealousy involves not only emotional reactions but also cognitive processes, behavioral responses, and the ways individuals regulate their emotions. This study aimed to explore emotion regulation experiences in coping with romantic jealousy among emerging adults who are involved in romantic relationships. A qualitative approach with a descriptive design was employed. The participants consisted of eight university students in emerging adulthood who had experienced jealousy in a romantic relationship. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Thematic Analysis. The findings revealed four major themes: triggers of jealousy, the dynamics of romantic jealousy, emotion regulation strategies, and changes in emotion regulation. The results indicate that romantic jealousy generates various cognitive, emotional, and behavioral responses and may also contribute to changes in individuals’ emotion regulation abilities over time. These findings provide a deeper understanding of how emerging adults experience and manage romantic jealousy within the context of romantic relationships.   Abstrak. Kecemburuan romantis (romantic jealousy) merupakan respons emosional yang muncul ketika individu mempersepsikan adanya ancaman terhadap hubungan romantis yang dimiliki. Pengalaman kecemburuan tidak hanya melibatkan aspek emosional, tetapi juga proses kognitif, perilaku, serta cara individu meregulasi emosi yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman regulasi emosi dalam menghadapi romantic jealousy pada dewasa awal yang sedang menjalani hubungan romantis.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 8 orang mahasiswa dewasa awal yang pernah mengalami kecemburuan dalam hubungan romantis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu pemicu kecemburuan, dinamika romantic jealousy, strategi regulasi emosi, dan perubahan regulasi emosi. Hal ini menunjukkan bahwa romantic jealousy tidak hanya memunculkan berbagai respons kognitif, emosional, dan perilaku, tetapi juga dapat diikuti oleh perubahan kemampuan regulasi emosi pada individu.
Persepsi Remaja Awal terhadap Kekerasan Verbal di Kota Kupang Maria Nelsanora Ismael; Diana Aipipidely; Marleny P. Panis
Student Research Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srj-yappi.v4i3.2564

Abstract

This study aims to examine early adolescents’ perceptions of verbal violence in Kupang City. The study employed a descriptive qualitative approach involving early adolescents aged 12–15 years who had experienced verbal violence. Participants were selected using purposive sampling techniques. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that early adolescents perceive verbal violence in two categories, namely normal and abnormal behavior. Verbal violence tends to be considered normal when carried out by parents in the context of discipline, but is considered inappropriate when it involves insults, ridicule, threats, and negative labeling that hurt feelings and lower self-esteem. Forms of verbal violence experienced by adolescents include shouting, mocking, threatening, and degrading expressions originating from parents and peers. The impacts experienced include emotional distress, decreased self-confidence, social withdrawal, and feelings of insecurity. The study highlights the importance of positive communication patterns within families and schools to prevent verbal violence against adolescents.
PRAKTIK PASUNG PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA: STUDI KASUS DI MALAKA Gabriel Hermes Poyk; R. Pasifikus C; Wijaya Wijaya; Diana Aipipidely; Christina Nayoan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12962

Abstract

The practice of shackling people with mental disorders (ODGJ) still occurs in Malaka Regency. This study aims to uncover the reasons why families still practice shackling their family members with mental disorders. This study uses a qualitative method with a case study approach. Participants in this study were selected using a snowball sampling technique. Data collection was conducted through semi-structured interviews, while the data analysis technique used the Creswell model case study data analysis. The results of the study indicate that shackling is carried out as a last resort due to aggressive behavior of family members. This decision is based on the family's inability to control aggressive behavior, limited access to health services, economic limitations, and low family understanding of mental disorders. Pressure from society and family experiences when family members relapse also strengthen the family's decision to shackle their family members. Limited resources and suboptimal care make shackling the choice of families, this decision also has a negative impact on family members both physically and psychologically and adds to the emotional burden on the family. ABSTRAK Praktik pasung pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih terjadi di kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap alasan keluarga masih melakukan praktik pasung pada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, sedangkan teknik analisi data menggunakan analisi data studi kasus model creswell. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemasungan dilakukan sebagai pilihan terakhir akibat perilaku agresif anggota keluarga. Keputusan ini didasari oleh ketidakmampuan keluarga untuk mengendalikan perilaku agresif, keterbatasan akses pada layanan kesehatan, keterbatasan ekonomi, dan rendahnya pemahaman keluarga terkait gangguan jiwa. Tekanan dari masyarakat dan pengalaman keluarga saat anggota keluarganya kambuh juga memperkuat keputusan keluarga untuk melakukan pemasungan pada anggota keluarganya. Keterbatasan sumber daya dan ketidak optimalan perawatan membuat pemasungan dipilih keluarga, keputusan ini juga berdampat buruk bagi anggota keluarganya baik secara fisik, dan psikologis serta menambah beban emosional bagi keluarga.    
FORGIVENESS ORANGTUA DALAM MENYIKAPI PERISTIWA KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DI NUSA TENGGARA TIMUR Monika Indriyanti Putri Claudia; Diana Aipipidely; Mardian Artati; R Pasifikus Ch; Wijaya Wijaya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8254

Abstract

This study aims to understand the process of parental forgiveness toward teenage daughters who experience out-of-wedlock pregnancy in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. This region is known for its patriarchal culture that highly values family honor, making teenage pregnancy a heavily stigmatized social issue. While many studies have examined the impact of teenage pregnancy, few have explored how parents, particularly in the local cultural context, process their emotions and forgive their children. Using a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), this study involved five parents who were interviewed to explore their experiences. The findings reveal five key stages in the forgiveness process: (1) early detection of pregnancy through parental intuition, (2) initial emotional reactions such as anger and disappointment, (3) transition toward unconditional love and protective actions, (4) social and spiritual support that strengthens acceptance, and (5) varying attitudes toward the male counterpart involved. This study fills a gap in the literature regarding the emotional dynamics of parents facing teenage pregnancy in Eastern Indonesia and provides insights for culturally sensitive counseling practices in handling similar cases. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pemaafan orangtua terhadap anak remaja yang hamil di luar nikah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Daerah ini dikenal dengan budaya patriarkal yang sangat menjunjung tinggi kehormatan keluarga, sehingga kehamilan remaja menjadi masalah sosial yang sangat distigmatisasi. Meskipun banyak penelitian yang meneliti dampak kehamilan remaja, belum banyak yang membahas bagaimana orangtua, khususnya dalam konteks budaya lokal, memproses perasaan mereka dan memberi maaf kepada anak mereka. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA), penelitian ini melibatkan lima orangtua yang diwawancarai untuk menggali pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penting dalam proses pemaafan: (1) deteksi awal kehamilan melalui intuisi orangtua, (2) reaksi emosional awal seperti marah dan kecewa, (3) transisi menuju kasih sayang tanpa syarat dan tindakan perlindungan, (4) dukungan sosial dan spiritual yang memperkuat penerimaan, dan (5) sikap yang bervariasi terhadap pihak laki-laki yang terlibat. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai dinamika emosional orangtua dalam menghadapi kehamilan remaja di Indonesia Timur, serta memberikan wawasan bagi praktik konseling yang lebih sensitif terhadap budaya dalam menangani kasus serupa.  
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF: TINGKAT RELIGIUSITAS PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCES DI KOTA KUPANG Sandra Paula Blansiska Bria; Diana Aipipidely; Rizky Pradita Manafe; Mariana Ch Lerik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10105

Abstract

Early adulthood is a crucial transitional phase faced with heavy developmental demands, where an individual's psychological well-being is often threatened by the long-term impact of past trauma in the form of Adverse Childhood Experiences (ACE). The focus of this research problem is to describe in depth the level of religiosity in early adults in Kupang City who have a history of adverse childhood experiences. The research steps were carried out through a quantitative descriptive approach involving 383 respondents aged 18 to 25 years as the research sample. Data were collected using the ACE Scale which covers 13 types of traumatic experiences and The Centrality of Religiosity Scale which measures five main dimensions of spirituality, then the data were analyzed using descriptive statistics. The quantitative research findings revealed that the majority of participants, namely 73.1%, were in the high to very high ACE category, while their religiosity profile also showed a very significant percentage in the high to very high category at 91.9%. The main conclusion of this study confirms that high exposure to adverse childhood experiences does not automatically reduce an individual's spiritual commitment. In the socio-cultural characteristics of the religious city of Kupang, religion remains a prominent identity and a source of coping for young adults to make sense of life despite their difficult past history, which also becomes an important basis for designing spirituality-based psychological interventions in the future.
STRES KERJA PADA TENAGA PENJUALAN PRODUK KECANTIKAN CV VITA PERMAI KOTA KUPANG Regitha A. Beeh; M.K.P Abdi Keraf; Diana Aipipidely; Noorce Ch Berek
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10108

Abstract

Job stress is a common problem experienced by salespeople due to the demands of achieving targets, high workloads, and dynamic working conditions. This condition has the potential to affect the physical, psychological, and behavioral health of salespeople, thus impacting their performance and well-being. This study aims to describe and analyze the experiences of job stress experienced by salespeople, the factors causing stress, and its impact on daily work activities. The focus of the study is directed at physiological, psychological, and behavioral aspects in response to job stress. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collection was conducted through in-depth interviews with purposively selected informants, accompanied by observation and documentation as supporting data. The data analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions to obtain a comprehensive understanding of the phenomenon under study. The research results show that work stress causes physical impacts such as fatigue, body aches, and minor health problems; psychological impacts such as anxiety, emotional instability, and decreased work motivation; and behavioral impacts seen in decreased concentration and work effectiveness. The main factors causing stress include pressure from sales targets, excessive workload, and limited rest time. The study's conclusions confirm that work stress in salespeople is multidimensional and requires organizational attention through workload management, adequate work support, and strategies to improve employee well-being.
GAMBARAN SELF PRESENTATION PENGGUNA MEDIA SOSIAL PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK DI KOTA KUPANG Maruel Djawa Rambadeta; Rizky P. Manafe; Marleny P. Panis; Diana Aipipidely
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial membuka ruang bagi individu untuk membangun dan menampilkan citradiri (self presentation), terutama pada dewasa awal yang berada pada fase pencarian identitas. Padaindividu dengan kecenderungan gangguan kepribadian narsistik, perilaku ini cenderung menjadilebih intens dan digunakan sebagai strategi untuk memperoleh validasi serta pengakuan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran self presentation pengguna media sosial padadewasa awal yang memiliki kecenderungan gangguan kepribadian narsistik di Kota Kupang.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupawawancara semi terstruktur terhadap enam partisipan, terdiri atas lima subjek kunci berusia 20–23tahun dan satu partisipan pendukung, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasilskrining kecenderungan gangguan kepribadian narsistik. Data dianalisis menggunakan analisistematik Braun dan Clarke, serta diuji keabsahannya melalui audit trail, member checking, dantriangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu (1) latar belakang selfpresentation yang meliputi kebutuhan validasi sosial, keinginan memperoleh pujian, dan pencarianidentitas diri pada masa dewasa awal; (2) penampilan citra diri yang diwujudkan melalui penonjolanprestasi, pengelolaan penampilan fisik atau body image, dan pengelolaan citra diri secaramenyeluruh; serta (3) makna self presentation sebagai sarana membangun citra diri, memperolehpenerimaan sosial, bentuk aktualisasi diri, sekaligus memiliki dampak positif dan negatif. Temuanmenunjukkan bahwa self presentation pada partisipan bersifat ambivalen, yaitu memberikan manfaatpsikologis berupa peningkatan kepercayaan diri dan perluasan relasi sosial, namun juga berisikomenimbulkan ketergantungan terhadap validasi sosial, kecemasan mempertahankan citra diri, sertakecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini memperkuatkerangka dramaturgi Goffman dan memberikan kontribusi pemahaman mengenai dinamikapsikologis self presentation pada dewasa awal dengan kecenderungan narsistik.Kata Kunci: self presentation; narsistik; dewasa awal; media sosial; kualitatif
Co-Authors Artati, Mardian Aryatika, Karera Bergita Apolonia A. Sutri Ch, R Pasifikus Christina Ikawany Riwu Manoe Christina Nayoan Dahmar, Dahmar Damayanti, Yeni Datu K. Tandirura Della Rovita Ndoen Dian Lestari Anakaka Elviana Rizky Maharani Feronika Ratu Gabriel Hermes Poyk Githy Dethan Glorya Maharani Clarhend Noach Gue, Yohana F. Haluruk, John Davison Haning, Desnawati Hantimart Yolanda Sevlywerty Indra Y Kiling Indra Yohanes Kiling Indriati Andolita Tedju Hinga Indriyanti Putri Claudia, Monika Jegili, Yohanes Dwi Putra Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Lerik, Mariana Dinah Ch Lerik, Mariana Dinah Charlota Lobo, Kayus Mulya A. Lona, Andhiny Febryani M. K. P. Abdi Keraf M.K.P Abdi Keraf Mage, Mernon Y. C. Mage, Mernon Yerlinda Carlista Mardian Artati Maria Anna Lystia Bay Maria Audithya Yulandri Chayanur Maria Delsi Abatan Maria Nelsanora Ismael Maria Selda Andriani Ngamo Maria Theresa Dawan Mukin Maria Verena Wea Mariana Ch Lerik Marleny P. Panis Marleny P. Panis Marselino K. P. Abdi Keraf Martha Parera Kerans Martina Wea Maruel Djawa Rambadeta Marylin S Junias Maya Grathiana Novalia Ataupah Mega Liufeto Monika Indriyanti Putri Claudia Muhammad Anshari, Muhammad Namah, Cindy Trivena Ndun, Catherine Claudya Nenabu, Michelle Revival Nur, Marselinus Laga Obe, Johan Stefendy Oematan, Grouse Panis, Marleny Purnamasari Pello, Shela Christine Picauly, Intje Purnawan Purnawan Puspitasari, Mulidiah R Pasifikus Ch R. Pasifikus C R. Psaufikus Christa Wijaya Radja Riwu, Yuliana Regitha A. Beeh Ridwan, Nadia Rizky P. Manafe Rizky Pradita Manafe Sandra Paula Blansiska Bria Sarlina Kurniati Tunliu Serlie K.A. Littik Setiana Judith Lopes Setyobudi, Agus SEU, MEYKE ASTUTI YEMIMA Tafui, Shaloom Anastasya Takaeb, Afrona E. L. Takalapeta, Theodora Tedju Hinga, Indriati A. Tensi Kartini Lau Theodora Takalapeta Triselvi Tita Atto Welresna Rupiasa Weraman, Pius Wijaya Wijaya WIJAYA WIJAYA, WIJAYA Wijaya, R Pasifikus Christa Wijaya, R. Pasifikus Christa Yanti Saepito Yanti Yeni Damayanti Yunita Suryani Zerlinda Christine Aldira Sanam