Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA YANG BERMAIN GAME ONLINE FREE FIRE DI KOTA KUPANG Namah, Cindy Trivena; Pello, Shela Christine; Aipipidely, Diana; Mage, Mernon Y. C.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.7706

Abstract

Emotional intelligence is an individual’s ability to understand personal emotions and the emotions of others, regulate and direct oneself, maintain motivation, and build interpersonal relationships. This study aims to describe the emotional intelligence of adolescents who play the online game Free Fire in Kupang City. The study involved six adolescent participants selected through purposive sampling and snowball techniques based on predetermined criteria. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected using semi-structured interviews and analyzed using an interactive analysis technique. Data validity was ensured through member checking and an audit trail. The findings indicate that adolescents who play Free Fire demonstrate the emergence of various aspects of emotional intelligence during gameplay. Participants were able to recognize the emotions that surfaced, manage their reactions when facing stressful situations, and maintain motivation to improve their playing skills. Empathy toward teammates appeared in several situations, although not consistently across all participants. Social skills were reflected in the communication and cooperation established during play. ABSTRAK Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, mengendalikan dan mengarahkan diri sendiri, memotivasi diri, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kecerdasan emsoional pada remaja yang bermain game online free fire di Kota Kupang. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 6 orang remaja, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dan snowball dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Metode yang digunakan untuk mengkaji data dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi tersruktur. Data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Uji keabsahan data dilakukan melalui member check dan audit trail. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa remaja yang bermain game online free fire memperlihatkan munculnya aspek-aspek kecerdasan emosional dalam aktivitas bermain. Partisipan mampu mengenali emosi yang muncul, mengelola reaksi saat menghadapi situasi menekan, serta menunjukkan motivasi untuk meningkatkan kemampuan bermain. Empati terhadap rekan tim muncul dalam beberapa situasi, meskipun tidak terjadi pada seluruh paertisipan. Keterampilan sosial terlihat melaui komunikasi dan kerja sama yang terbentuk selama bermain.  
FORGIVENESS ORANGTUA DALAM MENYIKAPI PERISTIWA KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DI NUSA TENGGARA TIMUR Indriyanti Putri Claudia, Monika; Aipipidely, Diana; Artati, Mardian; Ch, R Pasifikus; Wijaya, Wijaya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8254

Abstract

This study aims to understand the process of parental forgiveness toward teenage daughters who experience out-of-wedlock pregnancy in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. This region is known for its patriarchal culture that highly values family honor, making teenage pregnancy a heavily stigmatized social issue. While many studies have examined the impact of teenage pregnancy, few have explored how parents, particularly in the local cultural context, process their emotions and forgive their children. Using a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), this study involved five parents who were interviewed to explore their experiences. The findings reveal five key stages in the forgiveness process: (1) early detection of pregnancy through parental intuition, (2) initial emotional reactions such as anger and disappointment, (3) transition toward unconditional love and protective actions, (4) social and spiritual support that strengthens acceptance, and (5) varying attitudes toward the male counterpart involved. This study fills a gap in the literature regarding the emotional dynamics of parents facing teenage pregnancy in Eastern Indonesia and provides insights for culturally sensitive counseling practices in handling similar cases. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pemaafan orangtua terhadap anak remaja yang hamil di luar nikah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Daerah ini dikenal dengan budaya patriarkal yang sangat menjunjung tinggi kehormatan keluarga, sehingga kehamilan remaja menjadi masalah sosial yang sangat distigmatisasi. Meskipun banyak penelitian yang meneliti dampak kehamilan remaja, belum banyak yang membahas bagaimana orangtua, khususnya dalam konteks budaya lokal, memproses perasaan mereka dan memberi maaf kepada anak mereka. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA), penelitian ini melibatkan lima orangtua yang diwawancarai untuk menggali pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penting dalam proses pemaafan: (1) deteksi awal kehamilan melalui intuisi orangtua, (2) reaksi emosional awal seperti marah dan kecewa, (3) transisi menuju kasih sayang tanpa syarat dan tindakan perlindungan, (4) dukungan sosial dan spiritual yang memperkuat penerimaan, dan (5) sikap yang bervariasi terhadap pihak laki-laki yang terlibat. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai dinamika emosional orangtua dalam menghadapi kehamilan remaja di Indonesia Timur, serta memberikan wawasan bagi praktik konseling yang lebih sensitif terhadap budaya dalam menangani kasus serupa.  
Co-Authors Artati, Mardian Aryatika, Karera Bergita Apolonia A. Sutri Ch, R Pasifikus Christina Ikawany Riwu Manoe Dahmar, Dahmar Damayanti, Yeni Datu K. Tandirura Della Rovita Ndoen Dian Lestari Anakaka Feronika Ratu Githy Dethan Glorya Maharani Clarhend Noach Gue, Yohana F. Haluruk, John Davison Haning, Desnawati Hantimart Yolanda Sevlywerty Indra Y Kiling Indra Yohanes Kiling Indriyanti Putri Claudia, Monika Jegili, Yohanes Dwi Putra Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Lerik, Mariana Dinah Ch Lerik, Mariana Dinah Charlota Lobo, Kayus Mulya A. Lona, Andhiny Febryani M. K. P. Abdi Keraf Mage, Mernon Y. C. Mage, Mernon Yerlinda Carlista Maria Delsi Abatan Maria Selda Andriani Ngamo Maria Theresa Dawan Mukin Marselino K. P. Abdi Keraf Marylin S Junias Mega Liufeto Muhammad Anshari, Muhammad Namah, Cindy Trivena Ndun, Catherine Claudya Nenabu, Michelle Revival Nur, Marselinus Laga Nursaputri, Prescilia Thahira Obe, Johan Stefendy Oematan, Grouse Panis, Marleny Purnamasari Pello, Shela Christine Picauly, Intje Purnawan Purnawan Puspitasari, Mulidiah R. Psaufikus Christa Wijaya Radja Riwu, Yuliana Ridwan, Nadia Sarlina Kurniati Tunliu Serlie K.A. Littik Setiana Judith Lopes Setyobudi, Agus SEU, MEYKE ASTUTI YEMIMA Tafui, Shaloom Anastasya Takaeb, Afrona E. L. Takalapeta, Theodora Tedju Hinga, Indriati A. Tensi Kartini Lau Theodora Takalapeta Triselvi Tita Atto Welresna Rupiasa Weraman, Pius WIJAYA WIJAYA, WIJAYA Wijaya, R Pasifikus Christa Wijaya, R. Pasifikus Christa Yanti Saepito Yanti Yeni Damayanti Yunita Suryani