Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus (DM) Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Tuban Larissa Eka Afianti; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1986

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) berdasarkan American Diabetes Association (ADA) merupakan gangguan pada metabolik yang dicirikan dengan terjadinya kenaikan kadar glukosa darah karena adanya gangguan dalam respon tubuh terhadap insulin Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan bahwa kejadian Diabetes Melitus (DM) di kalangan anak-anak Indonesia berusia 18 tahun ke bawah mengalami peningkatan dramatis, meningkat hingga 70 kali lipat antara tahun 2010 dan 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor risiko kejadian Diabetes Mellitus (DM) pada remaja di SMP Negeri 3 Tuban. Desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa/siswi kelas VIII di SMP Negeri 3 Tuban sebanyak 254 siswa. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 155 responden. Variabel dalam penelitian ini yaitu faktor risiko kejadian Diabetes Mellitus (DM) pada remaja. Cara pengambilan data dengan kuisioner kemudian dilakukan pengolahan data dan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruhnya (77%) remaja memiliki faktor keturunan tidak berisiko, hampir seluruhnya (76%) remaja memilki faktor Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berisiko, hampir seluruhnya (90%) remaja memiliki faktor pola makan berisiko, dan hampir seluruhnya (96%) remaja memiliki faktor aktivitas fisik tidak berisiko. Upaya untuk mengurangi kejadian diabetes melitus yang dapat dilakukan petugas kesehatan dengan memberikan pendidikan kesehatan rutin setiap satu bulan sekali pada remaja yang masih bersekolah mengenai pentingnya menjaga pola makan untuk mencegah kejadian Diabetes Mellitus (DM) di masa mendatang.
Hubungan Kecanduan Telepon Pintar (Smartphone Addiction) Dengan Kecenderungan Perilaku Phone Snubbing (Phubbing) Pada Remaja Kelas X Di SMAN 3 Tuban Dinda Ailsa Vania; Padoli; Anita Joeliantina; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1987

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kecanduan smartphone tertinggi di dunia, dengan lebih dari 19% remaja mengalami kecanduan. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam durasi online remaja, dari 7,27 jam menjadi 11,6 jam per hari (peningkatan 59,7%) pada 2.933 remaja yang disurvei di 34 provinsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan smartphone dengan kecenderungan perilaku phubbing remaja di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian ini diklasifikasikan sebagai studi correlational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 251 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 154 siswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner SAS-SV dan PS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian terhadap 154 siswa SMAN 3 Tuban menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada tingkat kecanduan smartphone sedang sebanyak 97 orang (63%), dengan kecenderungan perilaku phubbing hampir setengahnya berada pada kategori sedang sebanyak 50 orang (32,5%). Uji Spearman Rank Correlation dengan taraf signifikansi <0,05, menghasilkan nilai p-value <0,001, menandakan hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan perilaku phubbing, dengan koefisien korelasi -0,595 yang menunjukkan hubungan kuat dan negatif. Kecanduan smartphone di kalangan remaja telah menjadi fenomena global yang memengaruhi dinamika sosial sehari-hari. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya perilaku phubbing, di mana remaja lebih memilih interaksi digital daripada komunikasi langsung dengan orang di sekitarnya. Kondisi ini menyoroti perlunya pendidikan digital yang seimbang dan dorongan untuk membangun kesadaran akan pentingnya koneksi antarmanusia di era teknologi yang kian mendominasi.
Faktor Dominan Terjadinya Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Tuban: HIPERTENSI USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY; Su’udi, Su’udi; Sumiatin, Titik
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.101

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.           Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19   ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Mukhtariyah Syafi'iyah 1 Beji Tuban Titik Sumiatin; Binti Yunariyah; Wahyu Tri Ningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v4i1.ART.p023-027

Abstract

Scabies dikenal di Indonesia sebagai penyakit kulit. Lebih sering dikenal dengan penyakit gudik yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap saccoptes scabiei. Skabies juga dikenal sebagai penyakit menular yang mendunia dengan estimasi 300 juta kasus setiap tahunnya. Prevalensi ini bervariasi dan fluktuatif setiap waktunya. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia adalah sekitar 6-27% dari populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat santri  setelah diberikan pendidikan kesehatan. Desain penelitian menggunakan Pre Experimental design. Populasinya adalah seluruh santri yang   di pondok pesantren Mukhtariyah Syafi’iyah 1 di Desa Beji, Kec. Jenu Kab. Tuban. Sample ditentukan secara random sampling yaitu 80 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan uji statistik Spearman dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan Santri pondok pesantren tentang hidup bersih dan sehat dalam mencegah penyakit skabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengalami peningkatan. Sesuai hasil uji Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada data pretest dan post-test menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), yang berarti sangat signifikan. Pendidikan kesehatan sangat efektif dalam merubah pengetahuan santri, sehingga sangat disarankan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan di pondok-pondok yang ada di wilayah Kabupaten Tuban.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Mukhtariyah Syafi'iyah 1 Beji Tuban Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Journal of Ners and Midwifery Vol 4 No 3 (2017)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v4i3.ART.p224-227

Abstract

Scabies is known in Indonesia as skin diseases commonly known as a skin disease caused by infestation and sensitization to saccoptes scabiei. Scabies is also known as infectious disease worldwide with an estimated 300 million cases annually. This prevalence varies and fluctuates every time. The prevalence of  scabies in Indonesia is around 6-27% of the general population. The purpose of this study was to determine changes in attitude about clean and health life of  students after being given health education. The research  design was  Pre Experimental design. The population was all students  in boarding school Mukhtariyah Shafi'ites 1 in Beji village, district. Jenu Kab. Tuban. The sample was 80 people determined by random sampling . The Data were collected using a questionnaire which is then analyzed by Spearman and Wilcoxon tests. The results showed attitude of  boarding schoolstudents about clean and healthy life in preventing the  scabies disease before being given health education and after being given health education has increased. The  test results analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test showed  pretest and post-test yield value of p = 0.000 (<0.05), which means it's very significant. Health education was very effective in changing attitude of students, so it was advisable to further improve the implementation of health education at the boarding school in the district of Tuban.
Peran Keluarga dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) melalui Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p170-176

Abstract

Program Indonesia Sehat yang diluncurkan Kementerian Kesehatan tahun 2016, disebabkan oleh masih belum tercapainya misi “Indonesia Sehat”sesuai target yang telahditetapkan. Berbagai masalah kesehatan yang belumtercapai salah satunya adalah Pencapaian Program Keluarga Berencana.Tujuan penelitan ini adalah mengetahui bagaimana peran keluarga dalam Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) dalam Program Keluarga Berencana. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga di wilayah Puskesmas Sumurgung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yaitu sebanyak 9570 keluarga, dengan tehnik pengambilan sampel secara Cluster diperoleh sampel sebanyak 384 keluarga.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, yang diambil dari materi lembar balik dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dari Kementerian Kesehatan. Data yang terkumpul dianalisa dengan prosentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan Peran keluarga dalam mengikuti Program Keluarga Berencana, mengacu dari pelaksanaan 5 tugas keluarga yaitu Mayoritas keluarga (99,22%) Mengenal tentang Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (68, 23 %)  mampu mengambil Keputusan untuk melakukan Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (51,82%)  mengikuti program Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (56,25%)  mampu memodifikasi Lingkungan bagi keluarga yang mengikuti Kb, dan Mayoritas keluarga (99,22%)  mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat untuk ikut program keluarga Berencana. Untuk tetap meningkatkan peran keluarga yang belum optimal kerjasama petugas kesehatan/pelayanan kesehatan terdekat, kader kesehatan dan keluarga sangat dibutuhkan, agar program ini tetap bisa berjalan secara berkesinambungan, dan mencapai hasil yang diharapkan. The Healthy Indonesia Program launched by the Ministry of Health in 2016 was the consequence of the "Healthy Indonesia" mission which was not achieved the targets set. One of achievement which was not achieved the target set was the Birth Control Program. The purpose of this study was to find out the way how to improve the role of families in the healthy Indonesia Program with the family approach (PIS-PK) in the Birth Control Program. The study used descriptive with Cross Sectional approach. The population in this study was the whole family in the area of the Puskesmas in Sumurgung District in Palang District in Tuban,  as many as 9570 families. The sample was 384 families taken by cluster sampling technique. The data was collected by questionnaire, taken from the flipchart material from the Healthy Indonesia Program with the Family Approach (PIS-PK) from the Ministry of Health. The collected data was analyzed with a percentage and presented in tabular form. The results of the study showed that family behavior follows the Birth Control Program, referring to the implementation of 5 family tasks. The majority of families (99.22%) were familiar with birth control program, more than half of families (68, 23%) are able to make decisions to do birth control program, more than half of families (51.82%) follow the family birth control program, more than half of families (56.25%) were able to modify the environment for families following the Kb, and the majority of families (99.22%) were able to utilize the nearest health facility to participate in the birth control program. In order to increase the role of the family that was not optimal the cooperation of health workers / closest health services, health cadres and families are needed, so that this program can continue to run continuously, and achieve the expected results.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga, Adi Afifa, Sholihatun Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna Puspita Dewi Tety Fajiro Tri Ningsih, Wahyu Triana, Wahyuningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih, Wahyu Tri Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan