Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Dan Penanganan Awal Diare Dirumah Pada Balita Di Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Widyawati Maratus Soleha; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1956

Abstract

Diare merupakan masalah utama Kesehatan Masyarakat sebab kerap muncul dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) dengan angka mortalitas yang cukup tinggi. Kondisi ini terutama berisiko pada balita, mengingat sistem imun mereka yang belum matang sepenuhnya sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri penyebab diare. Jumlah kasus penyakit diare di Puskesmas Tuban pada tahun 2024 sebanyak 993 balita dan masih menjadi masalah karena setiap tahunnya semakin meningkat. Studi ini mempunyai tujuan mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai pencegahan serta penanganan awal diare pada balita. Desain penelitian ini menerapkan deskriptif dengan tujuan guna mendeskripsikan tingkat pengetahuan ibu mengenai pencegahan serta penanganan awal diare di rumah. Populasi pada studi ini ialah semua ibu yang mempunyai balita di Desa Kembangbilo dengan total 240 orang. Sampel diambil sebanyak 150 orang memakai teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner. Data analisis menerapkan deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi serta presentase. Hasil penelitian mengindikasikan bahwasannya hampir setengah (49,3%) ibu yang mempunyai balita berusia 26–35 tahun, dan sebagian besar (52,7%) ibu yang memiliki balita berpendidikan SMA. Hampir seluruh 77,3% ibu yang mempunyai balita mempunyai pengetahuan baik mengenai pencegahan diare serta sebagian besar 71,3% ibu yang mempunyai balita mempunyai pengetahuan yang baik mengenai penanganan awal diare. Ibu dengan usia dewasa awal dan pendidikan menengah lebih mudah memahami informasi dari petugas kesehatan, mengikuti penyuluhan, dan mengakses informasi dari media. Pengetahuan yang baik ini diharapkan mampu mendorong praktik nyata dalam mencegah dan menangani diare secara mandiri di lingkungan rumah, serta dasar dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat ketika anak mengalami gejala diare.
Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 4 Tuban Risa Nur Fadila; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan Masa pubertas pada wanita yang ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Menstruasi terjadi karena peluruhan lapisan dalam dinding rahim (endometrium) yang terjadi secara berkala setiap bulan. Telah diketahui bahwa stres merupakan faktor penyebab (etiologi) gangguan siklus menstruasi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang menjadi fokus adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 4 Tuban yang berjumlah 130 siswi, dengan sampel sebanyak 98 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres (DASS) dan kuesioner siklus menstruasi yang dibuat sendiri oleh penulis. Analis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja mengalami stres dengan kategori sedang dan sebagian remaja juga masih mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Dari analisis uji spearman Rank, ditemukan nilai p-value = 0,002 yang menunjukkan adanya korelasi antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 4 Tuban. Stres memiliki hubungan erat dengan siklus menstruasi. Artinya, jika seseorang mengalami stres, kemungkinan besar siklus menstruasinya juga akan terganggu, bagi remaja putri dianjurkan untuk meminimalkan stres guna mencegah ketidakteraturan siklus menstruasi. Stres sebaiknya dijadikan motivasi, bukan tekanan, untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan, termasuk siklus menstruasi.
Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Tentang Diare Dan Pencegahan Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Nadya Khoirun Nisa; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare sampai saat ini masih menjadi suatu penyakit yang jadi permasalahan kesehatan oleh masyarakat di Indonesia. Diare adalah bertambahnya frekuensi seseorang mengalami buang air besar lebih dari 3 kali dalam satu hari serta konsistensi feses cair . Diare dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor lingkungan, risiko ibu, dan risiko anak. Upaya mengatasi diare harus dilaksanakan dengan tepat dan akurat untuk menangani dampak diare seperti kekurangan cairan dan kekurangan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu tentang diare dan pencegahan pada balita di wilayah kerja puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam desainnya. Populasi penelitian terdiri dari 50 ibu yang memiliki balita di posyandu Perbon di wilayah kerja puskesmas Tuban. Sampel sebanyak 50 orang diambil dengan metode Total Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh Ibu memiliki pengetahuan baik (92%), Sedangkan untuk perilaku hampir seluruh ibu memiliki perilaku baik sebesar (76%). Hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik dan perilaku baik yaitu sebesar (78,3%). Pengetahuan dan perilaku yang baik dapat membantu dalam mencegah dan mengatasi dampak buruk dari diare pada balita. Dengan demikian, upaya-upaya untuk terus meningkatkan edukasi dan pemahaman mengenai faktor-faktor risiko serta penanganan yang tepat akan menjadi kunci dalam mengurangi prevalensi diare dan dampaknya di masyarakat.
Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Irmanda Mufida; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus yang tidak terkontrol dan tidak diobati dengan tepat akan berkembang menjadi kondisi kronis dan menyebabkan timbulnya komplikasi, hingga saat ini faktanya terdapat peningkatan yang terjadi pada penderita diabetes melitus yang berpotensi meningkatnya komplikasi pada penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga pada penderita diabetes melitus dengan upaya pencegahan komplikasi di Puskesmas Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang melakukan pemeriksaan pada 3 bulan terakhir ditahun 2023 sebanyak 57 orang. Dengan besar sejumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga beserta upaya pencegahan komplikasi. Analisa Uji Chi-Square yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya keluarga penderita diabetes melitus memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan sebagian besar memiliki upaya pencegahan komplikasi kategori baik. Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value= 0,01 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada penderita diabetes melitus dalam upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Karena semakin baik dukungan keluarga, maka semakin baik pula upaya pencegehan komplikasi. Dengan dukungan kelurga akan lebih mudah bagi penderita diabetes melitus melakukan upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus.
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tuban Denny Eka Prasetyawan; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memainkan gim online menjadi hiburan yang mampu memberi rasa senang sebab bisa memberikan kepuasan tersendiri. Saking rutin memainkan gim online, muncul perasaan untuk terus mengulang dan memainkan permainan gim online sehingga bisa menyebabkan kecanduan pada seseorang yang memainkannya. Bahkan, permainan gim online ini dapat menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bermaksud guna menyelidiki hubungan kecanduan gim online dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Desain penelitian correlational mempergunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, populasinya ialah seluruh remaja kelas X di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Terdapat 245 dengan besar sampel sejumlah 152 pelajar dan dalam mengambil sampelnya mempergunakan simple random sampling. Adapun instrumen penelitiannya mempergunakan angket/kuesioner kecanduan game online dan kualitas tidur, sedangkan analisis datanya mempergunakan uji chi square. Temuan yang didapat memperlihatkan mayoritas siswa memiliki kecanduan gim online berat dan mayoritas siswa mempunyai kualitas tidur kurang. Sesuai uji chi square, memperoleh temuan p-value = 0,004 atau kecanduan gim online berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Memainkan gim online memang tidak dilarang selagi tetap memprioritaskan durasi permainan dan tidak abai terhadap tanggung jawab sebagai generasi muda yang sedang berjuang untuk kemajuan. Kegagalan untuk terlibat dalam gim online dalam jangka waktu yang tidak wajar bisa menyebabkan dampak buruk, antara lain, penurunan motivasi dalam kegiatan akademis, terbatasnya interaksi sosial, gangguan kesehatan mata, motoric maupun psikologis, serta potensi kecanduan dan kualitas tidur yang memburuk. Peraturan diperlukan supaya sekolah bisa menerapkannya, terutama terkait pemakaian perangkat gawai.
Tingkat Stres Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Puskesmas Wire Diana Eka Elina Putri; Su’udi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi bahaya yang dihadapinya baik secara mental, fisik, dan emosional,. Stres secara fisiologis sendiri memiliki keterkaitan hubungan dengan pola tidur, yang akan dapat menaikkan beberapa hormon tertentu, diantaranya yaitu hormone norefinefri, yang dapat menyebabkan reaksi kegiatan dalam system saraf simpasis menjadi terganggu, dengan kat lain dapat mengakibatkan insomnia dan mengalami penurunan kemampuan untuk tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif diposyandu lansia puskesmas wire sebanyak 140 lansia, untuk besar sampel 104 lansia, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, variable penelitian menggunakan Independen Tingkat Stres dan dependen Kejadian Insomnia, instrument penelitian ini menggunakan kuisioner tingkat stress dengan skala DASS dan kuisioner Kejadian insomnia dengan skala IRS, analisis data menggunakan uji sperman rank. Hasil penelitian menunjukkan Lansia mengalami stress ringan dan sedang, serta sebagian besar lansia mengalami insomnia ringan. Hasil uji sperman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup besar antara tingkat stress dengan kejadian insomnia. Tingkat dengan hubungan positif ringan. Upaya pencegahan stres dapat dilakukan dengan cara rutin mengikuti posyandu lansia dan berbincang-bincang dengan sesamalansia, menjalankan kegiatan seperti jalan-jalan pagi disekitar rumah bersama keluaga dan bincang-bincang sesame keluarga itu dapat menjadi solusi untuk menghilangkan stress.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Syavira Aulia Mentari; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI sejak bayi lahir yang diberikan hingga usia enam bulan tanpa pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya, termasuk air. ASI belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Wilayah kerja puskesmas Wire memiliki cakupan pemberian ASI Eksklusif yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengatuhi pemberian ASI Eksklusif Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Desain dalam penelitian ini adalah Analitik. Analisis data menggunakan Analisis Uji Chi–Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu Yang Memiliki Balita Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Yang Berjumlah 50 Orang dengan besar sampel 44 ibu. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,520 > 0,05. Ada hubungan antara usia ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,002 < 0,05. Ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Ada hubungan antara dukungan suami dan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Faktor pengetahuan tidak mempengaruhi dengan pemberian ASI Eksklusif karena selain pengetahuan terdapat faktor lain seperti faktor usia, pendidikan, dan dukungan suami dan keluarga yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada balita.
Konsumsi Kopi Dan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Putri Dwi Yanti; Binti Yunariyah; Roudhlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lansia, kebutuhan tidur akan mengalami perubahan. Selain itu diperkirakan tiap tahun sekitar 25%-57% orang dewasa dan lansia mengalami kebutuhan waktu tidur yang tidak cukup dan sekitar 19% diantarnya memiliki masalah kebutuhan tidur yang sangat serius. Akibat stress, pengaruh gaya hidup seperti minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Kebiasaan minum kopi pada lansia sering terjadi di lingkungan sekitar yang berpotensi tinggi mempengaruhi pola tidur atau kebutuhan waktu tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia pada lansia di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. jenis penelitian ini analitik korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif di Posyandu Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dan sampel penelitian sebanyak 82 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakn kueisoner konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Analisa data mengunakan uji spearmen rank correlation. Berdasarkan analisis data mengunakan uji spearmen rank correlation terdapat hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah mengkonsumsi kopi tingkat sedang dan hampir setengahnya mengalami insomnia berat dengan p value=0,01. Semakin banyak lansia mengkonsumsi kopi maka semakin banyak yang mengalami insomnia. Upaya penyembuhan insomnia dengan cara mengubah jadwal tidur, melakukan ritual tidur seperti melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membawa kondisi rileks seperti pijatan atau meditasi.
Penggunaan Gadget Dan Perubahan Perilaku Remaja Di Sekolah Menengah Atas Tuban Julia Novita Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi negara kecanduan gadget nomor satu di dunia dengan menghabiskan waktu paling lama untuk melihat gadget. Menurut survei yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia, lebih dari 19% remaja di Indonesia diketahui mengalami kecanduan gadget. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan gadget dan perubahan perilaku remaja di Sekolah Menegah Atas Tuban. Metode: Desain penelitian ini diklasifikasikan sebagai studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 349 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 186 siswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data diolah dengan analisa data deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan presentase. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 186 siswa, setengahnya masuk kategori penggunaan gadget tinggi sebanyak 94 orang (50%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perubahan perilaku negatif sebanyak 180 orang (97%). Simpulan: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang cenderung bersifat individualis atau menyendiri. Ketika remaja terlalu terpaku pada gadget, mereka mengabaikan dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, sehingga mungkin kehilangan pemahaman etika bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.
Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Ahmad Yusuf Armanda; Titik Sumiatin; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemenkes RI menyusun eliminasi TB Paru tahun 2020-2030 dan menargetkan penurunan insiden TB Paru pada tahun 2030 dengan 65 kasus per 100.000. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-2 dengan jumlah TB Paru terbanyak di dunia setelah India. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya adalah rendahnya tingkat pengetahuan yang memicu pada sikap dan perilaku penderita pada penyakit TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap penderita dalam pencegahan penularan TB Paru di Puskesmas Tuban. Peneliti menggunakan desain penelitian kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Adapun populasinya ialah semua penderita TB Paru pada 2023 di Puskesmas Tuban sejumlah 75 orang. Lebih lanjut, peneliti memanfaatkan teknik sampling berupa Simple Random sampling. Sample penelitiannya ialah sebagian Penderita Tuberkulosis Paru tahun 2023 di Puskesmas Tuban sejumlah 63 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh respondennya memiliki pengetahuan tentang pencegahan penularan TB Paru dalam kategori baik dan hampir respondennya mempunyai sikap pencegahan penularan TB Paru berkategori baik. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,301 yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap penderita dalam tindakan mencegah penularan TB Paru di Puskesmas Tuban. Pembentukan sikap tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan tetapi juga faktor lain yaitu pengaruh lingkungan Masyarakat. Pengaruh lingkungan dengan pengetahuan baik dapat membuat seseorang yang pengetahuannya kurang untuk turut bersikap sama seperti lingkungannya. Sehingga, lingkungan yang berpengatahuan kurang juga bisa tetap menambah kemungkinan seseorang untuk mempunyai sikap yang baik.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga, Adi Afifa, Sholihatun Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna Puspita Dewi Tety Fajiro Tri Ningsih, Wahyu Triana, Wahyuningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih, Wahyu Tri Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan