Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kejadian Wasting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Semanding Kab.Tuban Tety Fajiro; Minarti; Sri Utami; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1908

Abstract

Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut tandanya BB jauh rendah disandinglan TB (BB/TB). Deteksi dini kondisi ini fundamental guna mitigasi efek panjang berpeluang menghambat pertumbuhan anak. Kasus balita dengan wasting di wilayah kerja Puskesmas Semanding pada periode 2022 hingga 2024 menunjukkan angka peningkatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai tingkat pengetahuan ibu mengenai deteksi dini kejadian wasting pada balita. Studi mempergunakan model deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup semua ibu mempunyai balita pada Desa Boto, daerah Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban, dengan jumlah 78 orang. Sampel penelitian terdiri dari 65 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen studi berbentuk kuesioner, sedangkan data dikaji deskriptif mempergunakan tabel, distribusi frekuensi, serta persentase. Temuan studi menggambarkan hampir setengah (46%) ibu berpendidikan SMA, sebagian besar (58%) ibu tidak memperoleh informasi wasting, Sebagian besar (54%) ibu bekerja, serta hampir setengahnya (45%) berumur 26-35 tahun. Sebagian besar (75%) ibu memiliki pengetahuan baik mengenai Deteksi Dini kejadian Wasting pada Balita. Berdasarkan Karakteristik, hampir seluruhnya ibu yang berpengetahuan baik memiliki Pendidikan di Perguruan Tinggi, pernah mendapatkan informasi tentang wasting, tidak bekerja, dan berusia 26-35 tahun. Pentingnya peran ibu dalam mendeteksi dini kejadian wasting sangat krusial, mengingat pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi keputusan dalam mencari bantuan medis dan memberikan nutrisi yang tepat. Sehingga peningkatan akses informasi seperti program edukasi atau penyuluhan dan pendidikan bagi ibu sangat diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penanganan masalah gizi pada balita, guna mencegah dampak jangka panjang dari wasting.
Durasi Penggunaan Gawai Dengan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Jiesa Zayyina Zahra; Titik Sumiatin; Su,udi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1909

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan batas aman penggunaan gawai maksimal 2 jam per hari, untuk mencegah gangguan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS). CVS merupakan kumpulan gejala pada mata akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Mahasiswa berisiko tinggi mengalami CVS karena tingginya intensitas penggunaan gawai dalam aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan gejala CVS pada mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan Crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 136 mahasiswa, teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Variabel independen adalah durasi penggunaan gawai, diukur dengan kuesioner durasi penggunaan gawai. Varibel dependen adalah Computer Vision Syndrome, gejala CVS diukur dengan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa menunjukkan durasi penggunaan gawai yang buruk dan hampir seluruhnya mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value = < 0,001 yang berarti ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Durasi penggunaan gawai berkaitan erat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS). Artinya, semakin lama seseorang menggunakan gawai, semakin tinggi pula risiko mengalami gejala CVS. Sebaliknya, jika durasi penggunaan gawai dikendalikan dengan baik, maka risiko terjadinya CVS dapat diminimalkan.
Status Imunisasi Dasar Lengkap Dengan Terjadinya Pneumonia Balita Di Kelurahan Ronggomulyo Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban Noviatul Nurjanah; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1915

Abstract

Pneumonia adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang masih bisa dicegah ialah ketidaklengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita di Kelurahan Ronggomulyo, wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 33 ibu yang memiliki anak balita, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui keterkaitan antara status imunisasi dasar lengkap (variabel independen) dengan kejadian pneumonia (variabel dependen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 balita dengan imunisasi dasar lengkap, terdapat 1 balita yang terkena pneumonia. Sementara dari 3 balita dengan imunisasi tidak lengkap, 1 balita juga menderita pneumonia. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita. Imunisasi dasar lengkap memiliki peran penting dalam menurunkan risiko pneumonia, meskipun faktor lain seperti status gizi juga berpengaruh. Oleh karena itu, upaya pencegahan pneumonia tidak cukup hanya dengan imunisasi, tetapi perlu ditunjang dengan pemenuhan gizi yang baik, peningkatan edukasi kepada orang tua, serta lingkungan yang mendukung kesehatan balita.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Dan Upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Rumah Fitria Nurul Mazidah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1922

Abstract

Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi menular yang hingga kini tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Tuban. Meskipun berbagai program pengendalian telah dilakukan, angka kejadian Tuberkulosis Paru tetap tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan keluarga mengenai mekanisme penularan dan upaya pencegahan di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru yang dilakukan oleh keluarga penderita di rumah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh keluarga pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung, Kabupaten Tuban, pada Januari 2025, dengan jumlah 59 responden yang ditetapkan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan upaya pencegahan keluarga. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (54,2%), dan setengah dari keluarga memiliki upaya pencegahan dalam kategori cukup (50,8%). Selain itu, keluarga dengan pengetahuan baik sebagian besar juga menunjukkan upaya pencegahan dalam kategori baik (82,1%).Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan yang dimiliki keluarga penderita Tuberkulosis Paru bervariasi dan tidak terdapat keluarga dengan pengetahuan baik yang memiliki Upaya pencegahan dengan kategori kurang. Secara umum, tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di rumah tergolong baik, namun belum optimal. Hal ini menunjukkan perlu adanya edukasi kesehatan yang lebih intensif dan berkelanjutan, agar keluarga mampu menerapkan tindakan pencegahan secara tepat di lingkungan rumah.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Putri Tentang Kebersihan Saat Menstruasi Di MTs Negeri 1 Tuban Jaquelyn Jasmine; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1940

Abstract

Kebersihan kala menstruasi merujuk pada upaya menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan selama masa haid guna mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan mengatur aspek kebersihan dan kesehatan wanita selama menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan saat menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban. Metode penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh siswi kelas XI di MTS Negeri 1 Tuban yang berjumlah 300 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh 170 siswi sebagai sampel penelitian melalui teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswi tentang kebersihan menstruasi, sedangkan variabel dependen berupa perilaku siswi dalam menjaga kebersihan saat menstruasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, sementara analisis data dilakukan melalui uji chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan rendah (79%) menunjukkan perilaku negatif terkait kebersihan menstruasi. Sebaliknya, mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (72%) menampilkan perilaku positif dalam menjaga kebersihan. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis penelitian dapat diterima. Hal ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja putri mengenai kebersihan saat menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban. Secara keseluruhan, temuan penelitian menegaskan bahwa pengetahuan dan perilaku remaja putri terkait kebersihan menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban masih cenderung kurang baik. Rendahnya pengetahuan terbukti berkorelasi erat dengan munculnya perilaku negatif dalam menjaga kebersihan menstruasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Dr. R Koesma Tuban Juliarti Indah Putri; Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1945

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) termasuk salah faktor kematian paling signifikan secara global, termasuk di Indonesia. PJK berkontribusi terhadap gangguan kardiovaskular yang timbul dari pembuluh darah koroner, sehingga mengurangi asupan oksigen dan nutrisi otot jantung. Berdasarkan data nasional dan internasional, prevalensi PJK terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Jumlah total pasien PJK dalam penelitian ini adalah 112 pasien, sampel 87 pasien. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Variabel yang diteliti mencakup berbagai faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD Dr. R Koesma Tuban. Lembar kuisioner digunakan sebagai instrumen penelitian. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian didapatkan pasien penyakit jantung koroner di RSUD Dr. R Koesma Tuban Sebagian besar berusia 40 - 65 tahun. Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Hampir seluruhnya pasien PJK di poli jantung tidak ada riwayat keluarga penyakit jantung koroner. Sebagian besar tidak merokok/berhenti merokok. Sebagian besar memiliki faktor riwayat hipertensi. Hampir seluruhnya pasien PJK di poli jantung tidak ada riwayat diabetes mellitus. sebagian besar tidak obesitas. Sebagian besar memiliki faktor aktifitas fisik teratur. Hampir seluruhnya tidak mengalami stres. Faktor usia, jenis kelamin, dan hipertensi memiliki pengaruh terhadap terjadinya PJK. Upaya pencegahan PJK sebaiknya difokuskan pada edukasi rutin kepada pasien tentang pentingnya pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, terutama pada kelompok usia produktif, sebagai upaya mencegah PJK.
Kepatuhan Minum Obat Dengan Terjadinya Neuropati Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban Mirna Tri Cahyani; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1950

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, salah satunya neuropati diabetikum. Komplikasi ini sering muncul akibat hiperglikemia kronis yang tidak terkontrol, dan salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian neuropati diabetikum pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus yang mengikuti program PROLANIS sebanyak 65 orang. Sampel diambil sebanyak 56 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan DNS untuk mendeteksi neuropati diabetikum. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (59%) penderita dengan kepatuhan rendah mengalami neuropati diabetikum, sedangkan pada penderita dengan kepatuhan tinggi, sebagian besar (30%) tidak mengalami komplikasi tersebut. Hasil uji Chi-Square menunjukkan P-value = 0,001 (P < 0,05), yang berarti ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian neuropati diabetikum. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kepatuhan, semakin rendah risiko terjadinya neuropati diabetikum. Oleh karena itu, edukasi dan pemantauan rutin dari tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan penderita dan mencegah komplikasi.
Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Anggota Prolanis Di Puskesmas Tuban Siti Munawaroh; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1951

Abstract

Hipertensi memengaruhi 34,1% populasi di Indonesia, menurut Riskesdas 2018 (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2023). Sebanyak 268.107 orang di Kabupaten Tuban menderita hipertensi, seperti yang dilaporkan dalam Profil Kesehatan Kabupaten Tuban 2023. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Tuban (2023), 13.801 orang di kabupaten tersebut menderita hipertensi, menjadikan Puskesmas Tuban sebagai yang paling terdampak di antara 33 puskesmas di kabupaten tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat tidak terlalu memahami tentang hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kesadaran hipertensi di kalangan anggota Prolanis Puskesmas Tuban. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif cross-sectional. Di Puskesmas Tuban, 76 anggota Prolanis yang didiagnosis menderita hipertensi menjadi populasi penelitian. Sebanyak 64 individu termasuk dalam sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengetahuan tentang hipertensi di kalangan lansia menjadi variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data, kemudian menggunakan tabel, distribusi, frekuensi, dan persentase untuk menggambarkan hasil penelitian. Dari seluruh anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, 41 orang (64%) menunjukkan pengetahuan yang memadai tentang hipertensi, menurut hasil penelitian. Kebiasaan hidup sehat anggota Prolanis dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang hipertensi, yang disebabkan oleh tenaga kesehatan yang tidak memberikan informasi dan pendidikan yang cukup.
Pengetahuan Dan Stigma Masyarakat Tentang HIV Di Puskesmas Sumurgung Virnavanka Greslanda Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1954

Abstract

Stigma negatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) masih menjadi tantangan utama dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Puskesmas Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV berkontribusi besar terhadap diskriminasi dan rendahnya kesadaran untuk melakukan tes atau pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan dan stigma masyarakat tentang HIV. Penelitian ini memakai rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel penelitian adalah 200 responden yang berusia antara 18 sampai 45 tahun. Sampel diambil secara acak. Data yang diperoleh dalam studi ini disusun dengan cara mengedarkan kuesioner dan selanjutnya dianalisis melalui distribusi frekuensi serta pendekatan persentase. Dalam hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV (74,5%) dan menunjukkan stigma positif terhadap ODHIV( 80,5%). Namun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat (3,5%) yang memiliki pengetahuan rendah dan (19,5%) yang masih menunjukkan stigma negatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat dapat menurunkan stigma terhadap ODHIV. Mayoritas masyarakat menunjukkan pemahaman dan sikap yang baik, masih dibutuhkan upaya edukatif dan preventif yang lebih intensif, terutama kepada kelompok usia muda dan mereka yang berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pendekatan intervensi yang lebih efektif dalam membentuk stigma positif secara berkelanjutan.
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Resiko Tinggi Kehamilan 4t (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Ariska Ristiani; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1955

Abstract

Kehamilan berisiko besar yang dapat memicu masalah medis serius pada ibu maupun bayi, serta berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Faktor 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak) secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan risiko komplikasi dan kematian ibu. Pemahaman ibu hamil mengenai bahaya kehamilan berisiko sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan AKI. Studi ini dilakukan untuk mengukur derajat pemahaman ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan 4T di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain Analisis kuantitatif deskriptif menggunakan metode cross-sectional. Subjek penelitian ini mencakup semua ibu hamil trimester 1 sampai trimester 3 tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tuban, Kelurahan Perbon dan Sugiharjo. Sampel berjumlah 49 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas serta konsistensinya. Data diproses secara deskriptif guna memetakan karakteristik dan pemahaman responden. Temuan riset mengindikasikan mayoritas ibu hamil di area layanan Puskesmas Tuban memiliki derajat pemahaman mengenai kehamilan berisiko kehamilan 4T dalam kategori baik (55%), kategori sedang (35%), dan kategori kurang (10%). Pentingnya pelaksanaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas wawasan ibu hamil, sehingga risiko komplikasi kehamilan 4T dapat diminimalkan di masa mendatang.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga, Adi Afifa, Sholihatun Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna Puspita Dewi Tety Fajiro Tri Ningsih, Wahyu Triana, Wahyuningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih, Wahyu Tri Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan