Mariani Mariani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG PURUN KELURAHAN PALAM Raeno Rahmat Koestanto; Mariani Mariani; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2925

Abstract

Usaha kerajinan purun dilakukan oleh masyarakat dalam skala rumah tangga, dilihat dari tingkat produksi dan produktifitasnya yang cukup potensial maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat pengrajin purun di Kelurahan Palam tersebut yang belum banyak diketahui serta bagaimana permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin purun dalam kegiatan usahanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dan permasalahan- permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pengrajin purun dalam mengelola usahanya serta alternatif pemecahnya. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2018 sampai dengan Oktober 2019 di Kelurahan Palam. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden sebanyak 30 orang pengrajin purun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Purun adalah pengrajin anyaman purun yang didominasi oleh orang tua, umurnya sudah mencapai umur lansia, sangat jarang bahkan hampir tidak ada yang anak muda. Pendidikan pengrajin hampir semua memiliki pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD). Masyarakat kebanyakannya mengerjakan anyaman purun sebagai kerja sampingan dan dominan pekerjaan utama sebagai Ibu rumah tangga dan Petani. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para pengrajin anyaman purun adalah faktor cuaca yang selalu berubah-ubah, kurangnya modal usaha,kurangnya tenaga kerja dan cara memasarkan produk/promosi.
Strategi Pemasaran Kerajinan Anyaman Purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru Ahmad Algori Rabbani; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11550

Abstract

Anyaman purun, sebagai bagian tidak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia, mengemuka sebagai seni tradisional di Kampung Purun, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal terkait penyediaan bahan baku purun dan menganalisis strategi pemasaran di kampung ini. Metode studi kasus digunakan dengan 22 perajin anyaman purun sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengambilan bahan baku purun dilakukan dengan dua cara yaitu dicabut dan dipotong, tergantung kondisi air tempat tanaman purun tumbuh. Penjemuran purun sangat tergantung oleh cuaca. Setelah dijemur, purun ditumbuk dengan alat penumbuk yang dibantu mesin diesel. Purun yang sudah ditumbuk, kemudian dipanat (didiamkan selama 2 jam) sehingga mudah untuk dianyam (purunnya amping). Pewarnaan purun, menggunakan pewarna tekstil/ kesumba purun. Penganyaman purun, dilakukan dengan cara tusuk menusuk antara pakan dan lungsi. Kekuatan utama kerajinan anyaman purun adalah produk ramah lingkungan. Kelemahan utama adalah rentan terhadap pengaruh lingkungan. Peluang terbesar adalah gaya hidup ramah lingkungan. Ancaman utama adalah kontinuitas bahan baku. Strategi pemasaran kerajinan anyaman purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru, berada pada posisi pertahankan dan pelihara. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi pengembangan lebih lanjut untukmempertahankan kearifan lokal dan memperkuat posisi pasar kerajinan anyaman purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru
Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Veronica Silalahi Sidebang; Mariani Mariani; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6029

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui yang terjadi dalam kegiatan penyuluhan dan interaksi sosial antar anggota kelompok tani, (2) mengetahui tingkat partisipasi petani, dalam kegiatan penyuluhan, dan (3) mengetahui permasalahan interaksi dan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini laksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini lakukan dengan metode survey. Data primer didapat langsung melalui wawancara dengan ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani dan memakai pertanyaan kuesioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Data sekunder dikumpulkan dari daftar pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia petani rata-rata tergolong produktif. Sebagian besar petani di Kelurahan Landasan Ulin Utara berjenis kelamin laki-laki. Selain bertani, petani juga memiliki pekerjaan sampingan dan sebagian besar pekerjaan sampingan petani berwiraswasta. Tingkat pendidikan petani dengan persentasi tinggi yaitu tingkat pendidikan SMP/Sederajat. Tingkat interaksi sosial dalam kontak sosial dan komunikasi tergolong tinggi. Dalam berinteraksi kontak sosial dan komunikasi tergolong tinggi dengan demikian hubungan antar anggota kelompok tani memiliki hubungan yang kondusif. Tingkat partisipasi penyuluhan dalam perencanaan, pelaksaan dan evaluasi keseluruhan tergolong tinggi. Ada beberapa permasalahan atau kendala yang dialami oleh petani dalam kontak sosial kesibukan petani yang tinggi dan tidak punya waktu, kurang terjalinnya komunikasi saat pertemuan, kurang aktif dalam kegiatan penyuluhan kurangnya penilaian, atau petani kurang ikut praktek didalam penyuluhan. Dalam evaluasi penyuluhan
ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING ANTARA POLA KEMITRAAN DENGAN POLA MANDIRI DI KABUPATEN BANJAR Alif Wahyuning Tyas; Yudi Ferrianta; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2635

Abstract

Krisis protein hewani dapat membahayakan kemajuan bangsa sehingga perlu peningkatan ketersediaan sumber gizi terutama protein hewani. Salah satu hewan ternak yang dapat menghasilkan daging ialah ayam ras pedaging. Usaha ternak ayam ras pedaging di Kabupaten Banjar dimulai dengan usaha mandiri dalam skala usaha kecil guna memenuhi kebutuhan keluarga. Keterbatasan mendorong peternak untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Kemitraan ialah suatu strategi bisnis dengan tujuan untuk saling menguntungkan dan memberikan manfaat antara pihak yang bermitra. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan keuntungan yang diperoleh peternak ayam ras pedaging dengan pola kemitraan dan mandiri di Kabupaten Banjar dan mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak ayam ras pedaging dengan pola kemitraan dan mandiri di Kabupaten Banjar. Penelitian dilaksanakan di dua tempat peternakan, yaitu dengan pola kemitraan (bermitra dengan PT Ciomas Adisatwa) dan pola mandiri. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan rata-rata biaya total peternak pola kemitraan adalah sebesar Rp223.597.362,50 per periode, sedangkan rata-rata biaya total peternak pola mandiri adalah sebesar Rp210.665.777,79 per periode. Rata-rata penerimaan peternak pola kemitraan adalah sebesar  Rp289.575.153,84 per periode, sedangkan rata-rata penerimaan peternak mandiri adalah sebesar  Rp260.535.666,67 per periode. Rata-rata keuntungan peternak pola kemitraan yaitu  Rp65.977.791,34 per periode, sedangkan rata-rata keuntungan peternak mandiri adalah sebesar Rp49.869.888,88 per periode. Berdasarkan analisis statistik uji t menunjukkan bahwa t hitung (1.183) ≠ t tabel (1.740). Artinya H0 diterima dan H1 ditolak, bearti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata keuntungan usaha ternak ayam ras pedaging pola kemitraan dengan pola mandiri. Permasalahan yang dihadapi peternak pola kemitraan dan mandiri yaitu heat stress pada musim kemarau, anak ayam yang mudah kedinginan pada musim hujan, pakan yang menjadi lembab pada musim hujan, kurangnya pengetahuan peternak mandiri dalam pengaplikasian vaksin dan vitamin, kurangnya frekuensi bimbingan teknis penyuluh perusahaan kepada peternak plasma dan sulit mendapatkan bibit ayam (Day Old Chick) unggul yang dialami peternak mandiri yang menyebabkan tingginya tingkat mortalitas ternak sebesar 57,31%.  Kata kunci: perbandingan keuntungan, pola kemitraan, pola mandiri, ternak ayam ras pedaging 
Partisipasi Masyarakat terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Harapan Masa di Desa Pasar Lama Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Dea Edna Adinda; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5961

Abstract

Desa memiliki potensi sebagai pembangunan nasional yang ditinjau dari segi sumberdaya alamnya. Sumberdaya yang dikelola dengan baik membuat perekonomian desa mejadi meningkat dan membawa kesejahteraan pada masyarakat desa. Pembangunan desa bisa dilakukan dengan pemberdayaan yang mengacu pada partisipasi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu lembaga yang membawahi unit usaha pedesaan serta berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BUMDes dengan jenis usaha terbanyak terdapat di Desa Pasar Lama dengan nama BUMDes Harapan Masa. BUMDes yang memiliki jenis usaha terbanyak juga memerlukan adanya partisipasi yang mendukung dari semua pihak termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap BUMDes, mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan karakterisktik responden serta permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner, metode penarikan contoh menggunakan simple random sampling, diperoleh 30 KK sebagai responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis tingkat partisipasi, hubungan tingkat partisipasi dengan karakteristik responden dengan uji Rank Spearman dan Chi Square. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, partisipasi masyarakat Desa Pasar Lama terhadap BUMDes Harapan Masa tergolong kategori sedang (67,58%). Partisipasi dalam perencanaan tergolong sedang (65%), partisipasi dalam pelaksanaan tergolong rendah (53%), partisipasi dalam pemanfaatan hasil tergolong tinggi (80%) dan partisipasi dalam evaluasi tergolong sedang (72%). Terdapat hubungan yang positif yang nyata seperti pendidikan responden (ρhitung 0,206), hubungan negatif yang nyata seperti umur (ρhitung-0,264); pendapatan (ρhitung -0,150); lama tinggal (ρhitung-0,124) responden, tidak terdapat hubungan yang nyata seperti pekerjaan (x2hitung1,188) responden dengan partisipasi masyarakat terhadap BUMDes. Tinggi rendahnya umur, pendidikan, pendapatan dan lama tinggal responden diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat sedangkan pekerjaan responden tidak diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat. Permasalahan yang terjadi dalam pengembangan BUMDes yaitu pemasaran jasa atau produk yang masih kurang serta kurangnya pelatihan lebih lanjut yang diadakan BUMDes.
Pendapatan Pedagang Pasar Terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Timbul Prayitno; Abdurrahman Abdurrahman; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.691

Abstract

Pasar Terapung Lokbaintan ini merupakan jenis wisata budaya yang terletak di pesisir sungai Martapura tepatnya di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk. Pasar Terapung Lokbaintan ini merupakan jenis wisata yang memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan. Hal ini karena, melalui pengembangan potensi pariwisata Pasar Terapung Lokbaintan ini sektor-sektor usaha lain masyarakat juga akan ikut berkambang, mulai dari pertanian hingga transportasi dan perdagangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pedagang pasar terapung dengan analisis secara deskriptif; dan untuk mengetahui pendapatan pedagang pasar terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk dengan menggunakan analisis I=P-C. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sampel sebanyak 10 orang pedagang pasar terapung yang menjual hasil pertanian dengan pengamatan selama 8 hari. Hasil penelitian diperoleh karakteristik pedagang pasar terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk, yaitu  rata-rata umur 41 tahun, sehingga pedagang responden sebagai sampel peneltian ini adalah termasuk usia produktif, rata-rata jumlah tanggungan keluarga sebesar 3 orang, mayoritas tingkat pendidikan SD/sederajat sebesar 60% dan pendidikan tertinggi pedagang responden adalah tamat SLTP/sederajat sebesar 10%, rata-rata lama menetap selama 41 tahun dan rata-rata status kepemilikan tempat tinggal adalah mayoritas milik sendiri. Usaha pedagang pasar terapung memerlukan biaya rata-rata per hari sebesar Rp 176.374,89 dan memperoleh penerimaan rata-rata per hari sebesar Rp 249.925,63, sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh pedagang pasar terapung adalah sebesar Rp 73.554,74/hari.Kata kunci: pendapatan pedagang, pasar terapung.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KARET ALAM KALIMANTAN SELATAN zainuddin zainuddin; Mariani Mariani; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.575

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah penghasil karet alam di Indonesia. Sebagian besar karet alam yang diproduksi diekspor ke luar negeri, salah satunya Tiongkok yang merupakan negara konsumen karet alam terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap ekspor karet alam Kalimantan Selatan ke Tiongkok serta untuk mengetahui proyeksi ekspor karet alam Kalimantan Selatan ke Tiongkok selama tiga setengah tahun ke depan. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama adalah metode regresi berganda log-linear. Untuk menjawab tujuan kedua digunakan teknik proyeksi time series dengan metode simple seasonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel volume produksi, volume penjualan domestik, harga karet alam, harga minyak mentah dunia, dan nilai impor negara tujuan, berpengaruh signifikan tehadap nilai ekspor karet alam Kalimantan Selatan, sedangkan kurs rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai ekspor karet alam Kalimantan Selatan. Adapun hasil proyeksi ekspor karet alam menunjukkan angka yang fluktuatif setiap bulannya dengan kecenderungan meningkat setiap tahun.Kata kunci: ekspor, karet alam, regresi, proyeksi
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Walatung, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Mas’amah Mas’amah; Mariani Mariani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7805

Abstract

Desa Walatung adalah desa yang berada di Kecamatan Pandawan, selain itu Desa Walatung juga merupakan desa dengan kelompok tani terbanyak di Kecamatan Pandawan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian dan pemberdayaan kelompok tani di Desa Walatung, serta mengetahui kendala yang dihadapi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan. Metode dalam pengambilan sampel menggunakan cara pengambilan sampel secara acak terproporsi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan februari 2021, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Kinerja penyuluh pertanian di Desa Walatung mencapai persentase sebesar 85,13% dan Pemberdayaan kelompok tani Desa Walatung mendapatkan persentase sebesar 87,54%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja penyuluh dan pemberdayaan kelompok tani termasuk dalam kategori tinggi.
Evaluasi Programa Penyuluhan Usahatani Padi di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Lisnawati Lisnawati; Mariani Mariani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.677

Abstract

Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi, pengetahuan serta mengarahkan petani untuk meningatkan produktivitas usahatani, setiap kegiatan penyuluhan yang dilakukan sangatlah penting untuk mengevaluasi programa yang telah dilakukan tersebut sehingga dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari programa tersebut sehingga nantinya dapat memberikan arahan ataupun perbaikan yang diperlukan dan kegiatan selanjutnya akan lebih baik lagi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan programa penyuluhan usahatani padi dan kendala yang dihadapi petani dalam melaksanakan programa penyuluhan usahatani padi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini mengunakan Purposive Sampling menetapkan Kecamatan Banua Lawas sebagai tempat penelitian karena memiliki potensi yang besar terhadap usahatani padi. Wilayah kerja penyuluh pertanian Kecamatan Banua Lawas terdiri  dari 15 desa dan yang melaksanakan programa usahatani padi terdiri dari 7 desa yaitu Banua Rantau, Sei Durian, Hariang, Habau, Bangkiling, Banua Lawas, Batang Banyu  yang melaksanakan kegiatan penyuluhan.  Selanjutnya diambil sampel dari 7 desa masing-masing dipilih satu kelompok tani dan masing-masing kelompok tani tersebut diambil 5 orang petani secara acak sehingga jumlah responden sebanyak 35 orang.  Hasil pengamatan Pada pelaksanaan aspek konteks sebesar 385 dengan persentase 73,33% ini menunjukan bahwa termasuk dalam kategori berhasil. Pada aspek Input sebesar 524 dengan persentase 74,85% dikategorikan berhasil. Pada aspek proses sebesar 323 dengan persentase 61,52% dikategorikan cukup berhasil.  Pada aspek product sebesar 484 dengan persentase 69,14% dikategorikan berhasil. Kendala yang dihadapi adalah adanya keterlambatan datangnya bantuan seperti benih, mulai rusaknya alat bantu seperti mikropon dan masih kurangnya penggunaan alat peraga.  Kata kunci: pelaksanaan programa, konteks, input, proses, dampak
EVALUASI PEMANFAATAN ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) OLEH PETANI DI KECAMATAN CEMPAKA, KOTA BANJARBARU Irik Purniawati; Mariani Mariani; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Asuransi Usahatani Padi (AUTP), manfaat yang diterima oleh petani, faktor yang berhubungan antara manfaat yang diterima petani dalam pelaksanaan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), dengan faktor: kemampuan petani membayar premi atau penerimaan, pengalaman berusahatani, luas lahan yang dimiliki, jumlah tanggungan keluarga dan pekerjaan sampingan petani dan masalah yang dihadapi petani dalam program asuransi usahatani padi. Penarikan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling, dengan jumlah sampel diambil 30 orang petani Analisis data yang digunakan dalam bentuk deskriftif, skoring dan menggunakan koefisien korelasi serial dan korelasi kotingensi untuk mengetahui hubungan AUTP dengan pekerjaan sampingan. Hasil penelitian, gambaran pelaksanaan ada tahap persiapan dan pelaksanaan, semua evaluasi pemanfaatan AUTP oleh petani berada pada kategori tinggi dengan indeks angka aspek context sebesar 97,23%, aspek input sebesar  91,67%, aspek process sebesar 90,28% dan aspek product sebesar 87,46%. Manfaat yang diterima petani dalam pelaksanaan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) berhubungan dengan kemampuan petani membayar premi, pengalaman berusahatani, luas lahan yang dimiliki, jumlah tanggungan dan pekerjaan sampingan memiliki korelasi positif, dengan nilai koefisien membayar premi 0,274, pengalaman berusahatani 0,089, luas lahan yang dimiliki 0,066, jumlah tanggungan 0,032 dan pekerjaan sampingan 0,708. Permasalahan yang di hadapi dalam pelaksanaan program AUTP adalah kurangnya sosialisasi di anggota kelompok tani dan masyarakat, bencana alam (kekeringan dan kebanjiran) dan serangan hama tikus, walang sangit dan tungro.