Mariani Mariani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Deskripsi Profil Petani Padi Desa Kelampayan Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Khadijah Khadijah; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15603

Abstract

Desa Kelampayan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, merupakan daerah pertanian padi varietas lokal di lahan non-irigasi yang hanya panen sekali setahun. Selain sebagai desa agraris, Kelampayan juga menjadi lokasi wisata religi karena adanya Makam Ulama Besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang ramai dikunjungi peziarah. Fenomena sosial yang mencolok adalah kehadiran petani yang mengemis saat musim ziarah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi petani dari aspek demografi, sosial, ekonomi, dan budaya, serta mengidentifikasi permasalahan yang mereka hadapi. Sampel terdiri dari 30 petani, separuh di antaranya melakukan aktivitas mengemis. Hasil menunjukkan sebagian besar petani berada di usia produktif, berpendidikan rendah (80% lulusan SD), dan rata-rata hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar, sebagian besar dengan sistem sewa. Pendapatan bersih rata-rata petani hanya sekitar Rp756.074 per bulan, tidak mencukupi kebutuhan dasar. Sebagian petani mengemis sebagai sumber tambahan, dengan pendapatan harian Rp20.000–Rp30.000, meskipun tidak menentu. Permasalahan utama meliputi keterbatasan modal (21,43%), ketergantungan musim (20%), keterampilan bertani (17,86%), biaya pupuk dan pestisida (14,29%), tidak memiliki lahan (14,29%), serta serangan hama dan penyakit (10,71%). Diperlukan penelitian lanjutan untuk penelitian sejenis, perlu pelatihan keterampilan di bidang pertanian dan non-pertanian untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga dan perhatian khusus pada pemerintah terkait ketergantungan musim.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEMBUAT SAGU (Metroxylon sagu) DI KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Nurma; Mariani Mariani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13056

Abstract

Indonesia, dengan iklim tropis dan kekayaan sumber daya pertanian, menghasilkan berbagai jenis karbohidrat, termasuk sagu sebagai produk pati-patian. Penelitian ini fokus pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode sensus, responden berupa masyarakat pembuat sagu sebagai mata pencaharian utama sebanyak 8 (delapan) orang. Variabel yang diamati meliputi kondisi sosial yaitu tingkat pendidikan dan kesehatan dan kondisi ekonomi yaitu pendapatan biaya usaha, luas dan status kepemilikan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk merupakan warga suku Banjar. Dimana tingkat pendidikan masyarakat pembuat sagu lebih banyak yang lulusan SD dan SMP. Masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai tidak memiliki perkumpulan atau organisasi yang menaungi, sehingga persaingan dalam usaha pembuatan sagu sangat tinggi. Pencarian dan pembelian batang pohon sagu berdampak pada produksi sagu tidak merata, serta penjualan sagu dengan harga yang telah disepakati kepada pembeli yang berbeda setiap usaha. Dari sisi kesehatan masyarakat pembuat sagu banyak menerita sakit ringan seperti flu, batuk, demam, sakit kepala, didukung oleh akses mudah terhadap pelayanan kesehatan. pendapatan rata-rata masyarakat pembuat sagu tidak menentu setiap bulannya yang disebabkan oleh faktor permintaan ataupun kesediaan bahan baku. Pada bulan April 2023, pendapatan masyarakat pembuat sagu sebesar Rp 9.024.265.
KAJIAN PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SAYURAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Meldisa Septa Reckasari; Hairin Fajeri; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12268

Abstract

Sayuran merupakan sumber pangan nabati yang mengandung zat gizi berupa mineral dan vitamin yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan ini tentu saja akan meningkatkan permintaan pasar, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk memenuhi permintaan konsumen dari segi kuantitas dan kualitas. Untuk memahami yang diharapkan oleh konsumen, diperlukan informasi pasar tentang preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sayuran yang sering dibeli oleh konsumen dan untuk menjelaskan serta menganalisis atribut-atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen saat membeli sayuran di Kelurahan Cempaka. Penelitian ini dilakukan selama periode Oktober hingga Desember 2023 dengan menerapkan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan melibatkan 22 responden. Analisis data dilakukan melalui metode analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sayuran daun merupakan jenis sayuran yang paling sering dibeli di Kelurahan Cempaka. Preferensi konsumen dalam pembelian sayuran di Kelurahan Cempaka adalah sayuran dengan harga yang murah, organik, segar, mudah diperoleh, dan tempat pembelian dengan pilihan sayur yang beragam. Atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sayuran yaitu atribut kesegaran, kemudahan dalam memperoleh, harga, kesehatan, dan keberagaman jenis.
TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PELATIHAN CABAI DI KECAMATAN CINTAPURI DARUSSALAM Ayu Wulandari; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13057

Abstract

Cabai merupakan produk dari komoditas pertanian yang fluktuatif. Pada saat musim tertentu, harganya bisa naik berkali-kali lipat, padamomen lain bisa turun drastis yang mengakibatkan petani merugi. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri bagi para petani, disamping fluktuasi harga, budidaya sangat rentan dengan kondisi cuaca juga terserang hama dan penyakit. Untuk meminimalisir semua risiko tersebut, biaya untuk budidaya cabai tidaklah sedikit yang artinya petani berani mengambil risiko besar. Diimbangi dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan usaha petani dalam mengelola usaha tersebut mendapatkan keuntungan besar. Akan tetapi rendahnya tingkat pengetahuan menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan menerima teknologi relatif terbatas dan berakibat pada rendahnya kemampuan dalam mengelola usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan permasalahan yang dihadapi peserta pelatihan. Metode yang digunakan adalah sensus dimana semua pesertapelatihan sebanyak 30 orang menjadi responden. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai berada pada tahapan ‘Memahami’ dengan nilai 49,44% pada kategori Taksonomi Bloom’s. Permasalahan yang dihadapi antara lain terkendala pada kurangnya atau terbatasnya modal untuk memulai ataupun mengembangkan usaha, pupuk yang terbatas dan mahal, fluktuasi harga cabai, cuaca dan kondisi alam, serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai.
KEARIFAN LOKAL PETANI DALAM PENGELOLAAN USAHA TANI PADI LOKAL LAHAN RAWA PASANG SURUT DI KABUPATEN BARITO KUALA Ardi Ardi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13037

Abstract

Kearifan lokal dalam usahatani padi yang khususnya pada bidang pertanian sebagai pengembangan padi yang tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendorong kedaulatan lokal dan mendorong pengembangan komoditi daerah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan usahatani penanaman padi dan menganalisis permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani padi di wilayah lahan pasang surut di Kabupaten Barito Kuala. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kearifan lokal petani dalam pengelolaan padi lokal lahan rawa pasang surut tipe lahan A di Kabupaten Barito Kuala dibagi dalam beberapa musim, yakni: wayah manugal, wayah maampak, wayah malacak, wayah maimbul dan wayah getem. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani, yakni pengendalian gulma, pengadaan pupuk gangguna hama berupa wereng dan walang sangit.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tomat di Provinsi Kalimantan Selatan Bayu Setiawan; Mariani Mariani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7869

Abstract

Hortikultura merupakan bagian dari sub sektor tanaman pangan dan juga berfungsi sebagai penghasil bahan pangan. Salah satu tanaman hortikultura yang di kembangkan di Indonesia adalah tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tomat dan untuk mengetahui elastisitas produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan yaitu data time series. Sumber data yang diperoleh dari instansi seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda melalui program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan persamaan Yt = -10.515,138 + 0,579X1(t-1) – 4,322X2(t) + 93,180X3(t-1) + 0,773X4(t-1). Model ini memiliki nilai R2 sebesar 78,1%. Uji F diperoleh bahwa variabel harga tomat pada tahun sebelumnya, rata-rata curah hujan pada tahun t, luas areal tanam pada tahun sebelumnya, dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya secara bersama berpengaruh terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan uji t diperoleh hasil variabel luas areal tanam pada tahun sebelumnya dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya secara individu berpengaruh nyata terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Variabel harga tomat pada tahun sebelumnya dan rata-rata curah hujan pada tahun secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Elastisitas pada variabel rata-rata curah hujan pada tahun t dan luas areal tanam pada tahun sebelumnya bersifat elastis. Sedangkan variabel harga tomat pada tahun sebelumnya dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya bersifat inelastis
PERAN MODAL SOSIAL PETANI PADI TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA Dina Erpani; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan modal sosial (Kepercayaan, Norma sosial, Jaringan Sosial) terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pelaku pertanian di lokasi penelitian, menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan yang telah disediakan, menghasilkan data primer. Data sekunder penelitian ini berasal dari publikasi, jurnal, instansi, dan organisasi terkait serta sumber perpustakaan lainnya. Teknik sensus digunakan untukmenentukan responden. Tiga puluh sembilan anggota kelompo ktani bertindak sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran modal sosial berdasarkan kelas kemampuan belum dikukuhkan sebesar 91.5 % artinya tergolong dalam kategori sangat berperan, pada kelas pemula sebesar 86.4% dengan kategori sangat berperan dan kelas lanjut sebesar 89.2% dengan kategori sangat berperan. Sedangkan peranan modal sosial pada semua variabel (kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial) memperoleh skor sebesar 1731 dengan persentase 88.8% dengan kategori sangat berperan. Jadi modal sosial benar berperan terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka dalam bentuk adanya kepercayaan, norma sosial dan jaringan sosial.
Efektivitas Distribusi Pupuk Subsidi pada Tingkat Petani Padi Sawah di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Aziz Dian Saputra; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7856

Abstract

Program pupuk subsidi merupakan salah satu program dari pemerintah yang pengadaan dan pendistribusiannya mendapat subsidi untuk kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perolehan pupuk subsidi, mengetahui efektivitas pencapaian distribusi pupuk subsidi pada petani padi sawah berdasarkan prinsip 6 (enam) tepat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 petani penerima pupuk subsidi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ada di Kecamatan Pelaihari, sudah sesuai dengan regulasi mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk efektivitas distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari berdasarkan indikator 6 (enam) tepat yaitu tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu dan tepat jenis dikatakan cukup efektif dengan persentase 60,81% dikarenakan harga pupuk subsidi yang dibeli oleh petani masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani masih belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan petani, dan masih terdapat petani yang tidak memperoleh jenis pupuk subsidi sesuai RDKK. Dalam pendistriusian pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari masih ditemukan kendala diantaranya masih ada ditemui petani menjual kembali pupuk subsidi ke petani lain, pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani yang belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan, jenis pupuk subsidi yang didapat petani tidak sesuai dengan RDKK dan masih minimnya pengawasan hingga ke hilir yaitu petani sehingga masih terjadi penyelewengan dalam penerima pupuk subsidi.
Sikap Masyarakat Tani terhadap Anjuran Tanam Padi Unggul di Wilayah Pasang Surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Nana Mardiana; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7865

Abstract

Kebutuhan beras penduduk Indonesia meningkat setiap tahun, maka pemerintah mengeluarkan program anjuran penanaman padi varietas unggul kepada masyarakat tani salah satunya untuk di lahan rawa pasang surut. Program Anjuran tanam tersebut untuk setiap daerah termasuk di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Pemerintah memberikan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat tani. Untuk mengatahui keberhasilan suatu program salah satunya dapat diketahui dari sikap yang diberikan petani terhadap program tersebut. Sikap petani didefinisikan sebagai kecederungan memberi respon terhadap program tersebut yang diukur berdasarkan pengetahuan, perasaan atau keyakinan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap masyarakat tani terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani padi varietas unggul di sawah pasang surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dan sampel yang diambil sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian, dari 3 indikator yang telah disajikan kepada responden, mayoritas petani responden memiliki sikap setuju terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dengan rata-rata skor 76%. Permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani varietas paadi unggul di Desa pemurus Kecamatan Aluh-Aluh adalah karena lahan yang tidak cocok disebabkan pasang surut sawah tergolong dalam tipe B, harga jual yang rendah dan pupuk yang cukup sulit didapatkan.
ANALISIS USAHATANI TANAMAN BAYAM DAN SAWI DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Zulkar Hamidi; Hairi Firmansyah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan serta mengetahui permasalahan petani sayuran bayam dan sayuran sawi. Sebanyak 32 orang disurvei memakai metodologi sensus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budidaya bayam dan sawi memberikan hasil panen yang baik, dimulai dari penyiapan lahan dan dilanjutkan dengan penanaman dan pemeliharaan, serta mengikuti metode teknis yang tepat dalam menanam tanaman tersebut. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani sebesar Rp944.992 per usahatani dengan rata-rata biaya variabel sebesar Rp773.063 per usahatani dan rata-rata biaya tetap sebesar Rp171.929 per usahatani. Rata-rata penerimaan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi diperoleh sebesar Rp2.846.250 per usahatani. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi Rp1.901.258 per usahatani. Hasil evaluasi menampilkan bahwa kelayakan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu yakni sekitar 1,81. Nilai BCR lebih besar dari 1, yang mengindikasikan bahwa usahatani tersebut dapat dianggap sebagai usahatani layak untuk diteruskan. Pada usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi mempunyai masalah pada hama dan harga jual. Hama ulat grayak dan ulat perusak daun yang menyerang pada tanaman sawi dan tanaman bayam, sedangkan untuk permasalahan harga jual dimana harga jual sayuran yang mengalami ketidakstabilan ketika adanya para pedagang sayuran dari luar daerah menjual hasil kebunnya di pasar daerah kusan hilir.