Mariani Mariani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMASARAN PISANG TALAS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Norhasanah Norhasanah; Mariani Mariani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2637

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan Kabupaten penghasil pisang terbesar pertama dibandingkan kabupaten lainnya yaitu sebesar 243.715 kuintal.  Produksi buah pisang di Kabupaten Balangan merupakan produksi buah paling besar dibandingkan buah lainnya. Jenis pisang yang banyak ditanam  antara lain adalah pisang talas.  Pisang talas adalah salah satu jenis pisang khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena sangat disenangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, share harga, efisiensi pemasaran dan permasalahan yang dihadapi dalam peyaluran pisang talas dari produsen ke konsumen. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan  secara langsung dari responden menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan  dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Halong  memiliki tiga saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, pedagang besar. Dimana lembaga-lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Dari penelitian ini biaya pemasaran tertinggi di antara III saluran adalah saluran IIIb yaitu sebesar Rp  6.222/kg, biaya terkecil terdapat di saluran I di Kecamatan Halong sebesar Rp  740/kg. Margin terbesar  pada saluran I  Rp  9.794/kg dan  margin terkecil ada  di saluran II Rp  1.040/kg.  Keuntungan terbesar ada pada saluran tingkat I sebesar Rp 9.053/kg,  keuntungan terkecil ada di  saluran IIIb Rp  4.555/kg. adapun  farmer share  yang diterima petani tertinggi terdapat di saluran I sebesar 100%, terkecil pada saluran IIIa sebesar 23%. Share yang didapatkan oleh lembaga pemasaran tertinggi ada pada  saluran IIIa, yaitu ditingkat pedagang pengecer di Pasar Kalua sebesar 61%, terkecil ada di saluran IIIa yaitu ditingkat pedagang pengumpul sebesar 7%. Saluran pemasaran pisang talas paling efisiensi ekonomis terdapat di saluran I daerah  pasar Halong karena nilai efisiensi ekonomisnya paling kecil dan efisiensi teknis terdapat pada saluran II, karena nilai efisiensi teknisnya lebih kecil.Kata kunci: pisang talas, saluran pemasaran, margin, farmer share, efisiensi
Persepsi Petani Hidroponik Terhadap Pola Kemitraan dengan Hydrogarden Banjarbaru Kalimantan Selatan Aisyah Helda Wati; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kemitraan yang terjalin antara petani hidroponik dengan Hydrogarden Banjarbaru dan menganalisis persepsi petani hidroponik terhadap pola kemitraan dengan Hydrogarden Banjarbaru. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan dianalisis secara deskriptif yang bersifat kualitatif yaitu dengan wawancara terbuka dan menggunakan metode evaluasi program kemitraan yaitu CIPP (context, input, prosess, dan product) yang kemudian jawaban dari petani disinkronkan dan di intervalkan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian, pola kemitraan yang terjalin antara petani dengan Hydrogarden Banjarbaru ialah pola dagang umum. Persepsi petani terhadap pola kemitraan dengan Hydrogarden Banjarbaru termasuk dalam kategor baik dengan rata-rata skor yaitu 4,10.
TINGKAT KESESUAIAN MATERI, METODE DAN ALAT BANTU PENYULUHAN TERHADAP PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR Muhammad Alpianor; Artahnan Aid; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.637

Abstract

 Indonesia merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari jumlah penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja di sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan ekonomi suatu wilayah haruslah pula tidak mengesampingkan pembangunan pertanian terutama karena lebih dari 40% kesempatan kerja nasional berasal dari sektor ini. Mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan berdasarkan hubungan tingkat kesesuaian materi, metode dan alat bantu terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Hasil analisis data penelitian diketahui bahwa tingkat kesesuaian materi, metode dan alat bantu terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pada usaha tani padi di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, dimana parisipasi petani termasuk dalam kategori sedang karena memperoleh nilai/skor rata-rata sebesar 71,11%. Sedangkan untuk hubungan tingkat kesesuaian materi terhadap partisipasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,005)< rstabel (0,306), maka H1 ditolak  dan H0 di  terima, hubungan tingkat kesesuaian metode terhadap partisipasi petani menunjukkah bahwa terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,496) > rstabel (0,306), maka H0 ditolak  dan H1 di  terima. Sedangkan hubungan tingkat kesesuaian alat bantu dengan partisipasi petani juka menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,252)< rstabel (0,306), maka H1 ditolak  dan H0 di  terima.Kata kunci: partisipasi, kesesuaian materi, metode, alat bantu
Peran Penyuluh Pertanian dalam Perubahan Perilaku Petani Padi di Desa Banyu Hirang Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Desninawati Desninawati; Mariani Mariani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5939

Abstract

Dalam proses pembangunan pertanian di Indonesia, perlu mendorong petani untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, mengubah sikap petani, menciptakan kesejahteraan, meningkatkan pendapatan, sehingga menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk meninjau peran penyuluh pertanian pada perubahan perilaku petani Desa Banyu Hirang Kecamatan Gambut, Banjar, mengetahui perubahan perilaku petani padi dan keterkaitan pada peran penyuluh pertanian terhadap perilaku petani desa Banyu Hirang Kecamatan Gambut, Banjar. Berdasarkan sumber data dari kelompok tani yang terdapat di BPP Kecamatan Gambut terdapat 7 kelompok tani dengan 274 anggota. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana dan untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan teknik acak berimbang. Untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama yakni dengan menggunakan rumus peran penyuluh pertanian dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan rumus perubahan perilaku petani, dan untuk menjawab tujuan ketiga dengan uji metode analisis Korelasi Rank Sperman(rs). Berdasarkan pada hasil tersebut didapatkan peran dari penyuluh pertanian pada perubahan perilaku petani Desa Banyu Hirang secara keseluruhan tergolong dalam kategori tinggi yakni dengan skor rata-rata 78,33%. Perubahan perilaku petani di Desa Banyu Hirang secara keseluruhan tergolong pada kategori sedang yakni perolehan skor 74,96%. Kemudian hasil Korelasi Rank Sperrman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan perubahan perilaku petani padi di Desa Banyu Hirang Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar.
Persepsi Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Nove Munira; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5892

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan, kinerja penyuluh menjadi penting untuk menilai penyuluh yang berhasil dalam merubah pengetahun, sikap dan keterampilan petani dalam berusahatani. Dalammelakukan penilaian tersebut perlu diketahui pendapat atau persepsi petani.  Persepsi adalah proses petani untuk memahami, merasakan, mendapatkan manfaat dan mampu menginterpretasikan apa yang disampaikan oleh penyuluh dalam berusahatani padi melalui indra yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian dan untuk mengetahui faktor internal petani yaitu umur, pendidikan, kekosmopolitan, luas lahan, lama berusahatani dan faktor eksternal yaitu akses terhadap informasi, partisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 petani dari populasi sebanyak 471 petani yang diambil dengan teknik acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di BPP Babirik signifikan termasuk dalam kriteria persepsi positif dengan indeks rata-rata sebesar 0,54. Faktor internal petani yaitu pendidikan formal petani dan luas lahan, serta faktor eksternal petani yang terdiri dari  akses terhadap informasi dan partisipasi anggota kelompok tani signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh. Sementara itu, faktor internal dan eksternal yang terdiri dari umur petani, pengalaman dalam berusahatani dan kekosmopolitan petani  tidak signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh tersebut.
Persepsi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Usaha Tani Padi Siti Fatimah; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10321

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi dan mengetahui permasalahan yang dihadapi jika bekerja pada usaha tani padi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 78 orang diambil menggunakan metode simple random sampling, dimana pengambilan sampel secara acak. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi menjanjikan dengan nilai presentase (69,23%). Hal ini dilihat dari faktor-faktor penentu persepsi kepemilikan lahan orang tua (25,64%), mempunyai pengetahuan dan keterampilan (19,23%), pekerjaan orang tua (15,38%, serta keberlanjutan usaha tani padi (8,97%). Adapun permasalahan yang dihadapi mahasiswa jika bekerja pada usaha tani padi adalah cuaca atau iklim yang berubah-ubah (37%), permasalahan kedua mengenai teknologi yang tidak memadai (alat pertanian usahatani padi yang mahal) (21%), harga hasil panen yang tidak menentu dengan presentase (19%), besarnya modal untuk berusaha tani dengan presentase (18%), serta kurangnya kesuburan lahan sebanyak (5%).
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pasar Bauntung dan Pasar Ulin Raya) Tri Norarifin; Luki Anjardiani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.785

Abstract

Daging ayam broiler adalah salah satu sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging ayam broiler yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor. Harga daging ayam broiler di Kota Banjarbaru cukup mengalami fluktuasi, Sehingga perlunya mengetahui apakah faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan terhadap daging ayam broiler atau ada faktor lainnya yang sangat mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen daging ayam broiler Kota Banjarbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Elastisitas permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pemilihan responden penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan dilakukan pengujian koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini, faktor yang berpengaruh nyata secara bersamaan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah harga daging ayam broiler (X1), harga telur ayam ras (X2), harga ikan (X3), pendapatan (X4), jumlah anggota keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X6). Faktor yang berpengaruh nyata secara individual terhadap permintaan daging ayam broiler adalah harga daging ayam broiler, harga ikan dan pendapatan. Untuk elastisitas permintaan daging ayam broiler menunjukan bahwa elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga adalah elastis. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap pendapatan menunjukan bahwa daging ayam broiler termasuk dalam barang normal. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga telur ayam broiler dan harga ikan, sehingga telur ayam ras dan ikan dapat dikategorikan sebagai barang pengganti bagi daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam broiler, faktor-faktor permintaan, elastisitas
Korelasi Faktor Internal dan Eksternal Petani Terhadap Motivasi Petani dalam Usahatani Bunga Melati di Desa Jingah Habang Ilir Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Mariyani Ayu Lestari; Usamah Hanafie; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1995

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis serta didukung agroklimat yang bagus menjadikan Indonesia sebagai daerah yang berpotensi baik bagi berkembangnya komoditas hortikultura seperti jenis bunga yang dapat berlangsung sepanjang tahun. Pada awalnya fokus perhatian masyarakat hanya tertuju pada pemenuhan kebutuhan mendasar atau kebutuhan keseharian mereka seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, sekolah dan kesehatan. Namun saat ini kebutuhan akan keindahan serta kenyamanan sekitar juga sudah termasuk sebagai kebutuhan. Bunga melati merupakan salah satu komoditas utama di Desa Jingah Habang Ilir dan merupakan usahatani yang menjadi mata pencaharian petani. Sudah menjadi budaya atau adat istiadat masyarakat setempat menggunakan bunga melati apabila ada acara-acara besar seperti pernikahan, maulid nabi maupun untuk ziarah makam. Bunga melati tidak hanya langsung digunakan setelah dipetik, untuk acara tertentu para petani maupun pengrajin bunga melati membuat kambang sarai yaitu bunga melati, mawar, kenanga, kembang sepatu dan lainnya dirangkai oleh tangan terampil untuk membuat sebuah rangkaian bunga. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat motivasi petani serta hubungan faktor internal dan juga eksternal petani terhadap tingkat motivasi petani itu sendiri. Untuk data yang digunakan merupakan data primer dan juga sekunder. Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian yang dilakukan adalah 30 orang petani dari 4 kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat motivasi petani dalam usahatani bunga melati sebesar 81,92% dan termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan resiko usahatani terhadap motivasi petani. Sedangkan pendidikan, pengalaman berusahatani serta peran kelembagaan tidak memiliki hubungan terhadap tingkat motivasi petani. Kata kunci: motivasi, usahatani, bunga melati
Persepsi Petani terhadap Usahatani Cabai Hiyung di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Alifah Nor’ain; Mariani Mariani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5997

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai rawit lokal yang mempunyai agroekosistem rawa lebak. Pada tahun 2020 produksi cabai hiyung mengalami penurunan produksi hanya memproduksi 1210 ton. Hal ini disebabkan, kebanyakan lahan petani terserang antraks dan musim hujan ekstrem yang merendam lahan petani. Sedangkan luas areal tanam mengalami perluasan menjadi 184 ha. Keinginan petani untuk terus menanam ataupun berhenti menanam cabai hiyung dipengaruhi oleh persepsi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi petani cabai hiyung di Desa Hiyung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hiyung yang merupakan daerah asal mula cabai hiyung pertama kali dikembangkan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sempel random sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak 29 orang petani yang di ambil dari 289 petani cabai hiyung. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis indeks dan teknik skoring dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap usahatani cabai hiyung pada aspek ekonomi, sosial, teknis dan kebijakan masuk ke dalam kategori baik, sedangan fisik wilayah dalam kategori netral. Pada aspek ekonomi memperoleh skor 3,59. Aspek sosial memperoleh skor 3,78. Aspek teknis memperoleh skor 3,65. Aspek fisik wilayah memperoleh skor 3,38 dan aspek kebijakan memperoleh skor 3,48. Sehingga secara keseluruhan persepsi petani masuk ke dalam kategori baik (3,57).
Peran Penyuluh Pertanian terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Oleh Petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan Zahratun Nisa; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6032

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan untuk mengetahui permasalahan yang dialami dalam menjalankan peran sebagai penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana dan untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan teknik acak berimbang. Untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama yakni dengan menggunakan rumus peran penyuluh pertanian dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan peran penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih secara keseluruhan tergolong ke dalam kategori rendah yakni sebesar 39,96%. Pada peran edukasi tergolong sedang (66,67%), peran diseminasi informasi atau inovasi tergolong sedang (61,67%), peran fasilitasi tergolong rendah (21,67%), peran konsultasi tergolong rendah (40,00%), peran supervisi tergolong rendah (16,67%), peran pemantauan tergolong rendah (37,22%) dan peran evaluasi tergolong rendah (35,83%). Kemudian permasalahan yang dialami dalam menjalankan peran sebagai penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati yakni tidak setiap kegiatan belajar inovasi pestisida nabati penyuluh pertanian dapat menggunakan mikrofon dan speaker, tidak setiap kegiatan belajar inovasi pestisida nabati penyuluh pertanian dapat menggunakan papan tulis dan penyuluh pertanian Desa Sirih tidak selalu dapat datang ke Desa Sirih.