Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KURIKULUM KHAS DI SMPIT IBNU KHALDUN CIREBON Nasrulloh, Iman; Andiani, Fini; Fauziah, Kamela; Ispiyani, Syipa
Action Research Literate Vol. 7 No. 2 (2023): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v7i2.190

Abstract

The main objective of the curriculum is to impress graduates who are religious, characteristic, and superior in digital technology. SMPIT Ibnu Khaldun implemented eight daily pre-KBM activities, including religious activities, literacy, and teaching guidance. They also have extracurricular in various fields. The applied learning model is Project Based Learning, where students must produce a project or work related to the subject at the end of the semester. This research uses qualitative methods with data collection from primary and secondary sources, including interviews, observations, and documentation. The results of the research showed that the typical curriculum at SMPIT Ibnu Khaldun is able to impress graduates with good soft skills, hard skills, and spiritual skills. Thus, SMPIT Ibnu Khaldun has successfully integrated religious education, character, and digital technology into their curricula, with a focus on project-based learning. It has a huge potential to impress outstanding and qualified graduates.
MODEL TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE DALAM PEMBELAJARAN: SEBUAH KAJIAN LITERATUR HERMANSAH, IRWAN; NASRULLOH, IMAN; KARTINI, ARI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i2.3037

Abstract

This study examines a framework that can be used and developed into a technology-based learning model. The development of TPACK is getting faster so it is believed to be able to help educators and students in carrying out learning. This research includes literature review research through reviewing articles that have been published in journals and proceedings. The results of the research show that 1) TPACK has been developed into several models, namely TPCK-W (Technological Pedagogical Content Knowledge-Web); evolution of the instructional system design model (ISD); ICT-TPCK; the SQD (Synthesis of Qualitative Evidence) model. 2) TPACK which was tested in the application of learning various sciences as a whole produced satisfactory grades and could improve learning outcomes. 3) This framework also has advantages and disadvantages which of course can be a concern for teachers or researchers when they are going to use it in learning. The results of this study are expected to be an illustration for further research in developing the TPACK framework from various aspects, especially focusing on the integration of pedagogy, content, and technology. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji sebuah kerangka yang dapat digunakan dan dikembangkan menjadi model pembelajaran berbasis teknologi. Perkembangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) semakin cepat sehingga diyakini dapat membantu pendidik serta siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian kajian literatur melalui penelaahan artikel yang telah tebit di jurnal dan prosiding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) TPACK telah dikembangkan menjadi beberapa model, yaitu TPCK-W (Technological Pedagogical Content Knowledge-Web); evolusi model desain sistem intruksional (ISD); ICT-TPCK; model SQD (Synthesis of Qualitative Evidence). 2) TPACK yang diujicobakan dalam penerapan pembelajaran berbagai ilmu secara keseluruhan menghasilkan nilai yang memuaskan dan dapat meningkatan hasil pembelajaran. 3) Kerangka ini pun memiliki kelebihan dan kelemahan yang tentunya dapat menjadi perhatian bagi para guru atau peneliti ketika akan menggunakannya dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran untuk penelitian selanjutnya dalam mengembangkan kerangka TPACK dari berbagai aspek terutama fokus pada integrasi pedagogi, konten, dan teknologi.
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Pada Manusia Menggunkan Metode Fuzzy Stukamoto Burhan, Aliffa Imama; Nasrulloh, Iman; Bariyah, Siti Husnul
Jurnal Teknologi Informasi Vol 4, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jti.v4i2.12540

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan penerapannya dalam berrbagai bidang termasuk kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk merancanag dan membangun sistem pakar untuk mendiagnosa Demam Berdarah Dengue (DBD) pada manusia menggunakan metode fuzzy tsukamoto.Sistem ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi web menggunkan apache NetBeans, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengaksesnya secara langsung melalui browser tanpa perlu mengunduh dan menginstal aplikasi tambahan. Penggunaan ini memudahkan proses integrasi dan pengujian sistem, serta memberikan fleksibilitas dalam pengembangan lebih lanjut. Dalam penelitian ini, diterapkan metode fuzzy tsukamoto untuk menangani ketidakpastian dalam proses diagnosa penyakit DBD. Metode ini bekerja dengan memberikan nilai probabilitas terhadap kemungkinan penyakit berdasarkan input gejala yang dimasukkan oleh pengguna, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan terstuktur.Hasil Pengujian menunjukkkan bahwa sistem ini mampu memberikan diagnosa yang akurat dan sesuai dengan perhitungan manual yang dilakukan oleh dokter. Pengujian blackbox memastikan bahwa semua fungsi dalam sistem berfungsi dengan baik, sedangkan hasil pengujian Mean Opinion Score (MOS) menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi terhadap kinerja dan kemudahan penggunaan sistem.Sistem pakar ini dapat membantu mengurangi beban kerja dokter dalam mendiagnosa DBD dengan menyediakan alat bantu diagnosa yang cepat dan akurat, serta memberikn kenyamanan bagi pasien dalam mendapatkan informasi awal tentang kondisi kesehatan mereka terkait DBD.
Development of a Collaborative Exploratory Learning Model with Augmented Reality in Science: Pengembangan Model Pembelajaran Eksploratif Kolaboratif dengan Augmented Reality pada IPA Illahi, Padmi Rohmatul; Hamdani, Nizar Alam; Nasrulloh, Iman
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1464

Abstract

General Background: Science education in the digital era requires innovative learning models that integrate technology to foster deeper understanding and engagement. Specific Background: Despite the growing application of Augmented Reality (AR) in classrooms, its integration into structured pedagogical models for junior high school science remains limited. Knowledge Gap: Existing research emphasizes AR’s benefits for visualization and interaction, yet there is no comprehensive model that combines exploratory, collaborative, and supportive approaches using AR, particularly for the topic of the Solar System. Aim: This study aims to develop and validate the EKSPLORS learning model supported by AR modules for seventh-grade science learning. Results: The model was developed using the Dick and Carey design framework and evaluated by instructional design, subject matter, and media experts, as well as through individual trials. Validation scores indicated high feasibility: 95% (instructional design), 86% (content), 89% (media), and 88% (student trials). Novelty: The model uniquely integrates exploration, collaboration, and scaffolding with AR-based visualization to enhance conceptual understanding of abstract scientific phenomena. Implications: Findings suggest that the EKSPLORS-AR model can significantly improve motivation, engagement, and comprehension in science education, offering a scalable innovation aligned with the Merdeka Belajar policy and digital transformation in Indonesian schools.Highlight : The EKSPLORS model with AR module was rated highly feasible by experts. This innovation helps students understand abstract science concepts interactively. The development follows the systematic steps of the Dick & Carey model. Keywords : EKSPLORS Learning Model, AR Module, Dick & Carey Development Model, Science Learning, Educational Technology
Needs Analysis: Project Based Learning and Digital Transformation of the Merdeka Curriculum IPA Terpadu Learning Iman Nasrulloh; Rivan Syahrul Falah; Ihpad Maulana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12975

Abstract

This study aims to analyze gaps and provide recommendations in project-based learning and digital transformation of the Merdeka Curriculum in integrated science learning. The research method uses a mixed methods approach. Qualitative data analysis was conducted by reducing data, presenting data, and drawing conclusions based on the results of interviews and observations. Quantitative data were obtained from questionnaires. The results showed that: 1) the gap that emerged was still in the form of student activity levels; 2) teachers' skills in creating learning websites needed to be improved; 3) digital learning had been implemented inside and outside the classroom; 4) teachers had basic computer skills; 5) teachers actively participate in teacher professional development; 6) obstacles in the implementation of the independent curriculum include student interests and talents; 7) providing support for teachers to participate in professional development; 8) teachers as facilitators; 9) the allocation of learning time for each meeting must be more than 2 hours of lessons; 10) limitations of equipment and materials for science practicum learning. Project-based learning and digital transformation need to pay attention to increasing student activity, learning web training, adding learning time allocation, availability of equipment and materials, and professional development.
PENGEMBANGAN GOOGLE SITES UNTUK WEB PEMBELAJARAN DI SMKN 3 GARUT Mustofa Husni Sanoval; Iman Nasrulloh; Aceng Ahmad Rodian Susila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39320

Abstract

The development of information technology opens opportunities to enhance learning quality through web-based media. This study aims to develop Google Sites-based learning media at SMKN 3 Garut using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research stages include needs analysis, design, development, implementation, and evaluation of the learning media. The results show that the developed Google Sites-based learning media achieved a very high feasibility level. Evaluation by media experts scored 94% in the "very feasible" category. Additionally, student trials indicated a very high acceptance rate with a score of 92%. This learning media effectively improves material accessibility, supports independent learning, and facilitates interaction between teachers and students. This study significantly contributes to the development of technology-based learning media, particularly in vocational high schools. The Google Sites-based media developed is expected to serve as a reference for web-based learning innovations to support teaching and learning processes in the digital era.
Pengembangan Website Sekolah Menggunakan Metode System Development Life Cycle di SMK Plus AL Istiqomah Moch Ridho Septian; Iman Nasrulloh; Aceng Ahmad Rodian Susila
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14065

Abstract

Abstrak: SMK Plus AL Istiqomah merupakan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Garut yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarluaskan informasi sekolah. Namun, saat ini situs web sekolah tidak terurus, informasi yang disajikan telah kedaluwarsa, dan desain antarmuka kurang menarik, sehingga penyampaian informasi vital seperti pendaftaran siswa baru masih bergantung pada media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi profil sekolah berbasis website yang inovatif menggunakan framework Laravel guna meningkatkan efektivitas promosi dan manajemen data secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahap perencanaan, analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Inovasi utama dalam penelitian ini adalah integrasi fitur manajemen konten (CMS) yang responsif serta sistem navigasi yang dioptimalkan untuk aksesibilitas orang tua dan calon siswa. Pengujian dilakukan melalui black-box testing untuk aspek fungsionalitas dan uji kelayakan oleh ahli serta pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ahli materi memberikan skor 92% (Sangat Layak) dan ahli media memberikan skor 88% (Sangat Layak). Implementasi website ini memberikan manfaat praktis bagi SMK Plus AL Istiqomah dalam memperkuat citra digital dan memudahkan masyarakat luas mendapatkan informasi resmi secara cepat dan akurat.
Pengembangan Media Video Pembelajaran pada Materi Database Management System (DBMS) untuk Kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Al Madani Garut Ghina Meliyani; Iman Nasrulloh; Demmy Dharma Bhakti
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran mengenai materi Database Management System (DBMS) untuk siswa kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Al Madani Garut. Media yang dikembangkan berupa video pembelajaran dengan durasi sekitar 10–15 menit untuk setiap topik, yang menyajikan materi DBMS melalui kombinasi tampilan layar (screen recording), narasi suara, teks, dan ilustrasi pendukung. Video pembelajaran ini dibuat menggunakan aplikasi perekam layar dan perangkat lunak pengedit video digital, sehingga memungkinkan penyajian materi secara sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi media dilakukan oleh dua orang ahli materi, yaitu guru mata pelajaran yang mengajar materi DBMS di SMK, serta dua orang ahli media, salah satunya adalah dosen Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut yang memiliki keahlian di bidang teknologi pendidikan dan pengembangan media pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi ahli dan angket respon peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 85% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli media memperoleh persentase 75% dengan kategori layak. Respon peserta didik terhadap penggunaan video pembelajaran DBMS menunjukkan persentase 82,5% dengan kategori baik. Meskipun media video pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan, hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan pada aspek tampilan visual dan konsistensi desain, sehingga diperlukan penyempurnaan lebih lanjut. Secara keseluruhan, video pembelajaran DBMS yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif
Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Inovasi Media Berbasis Web: Sebuah Studi Literatur Munawaroh, Tita Latifah; Rahadian, Dian; Nasrulloh, Iman
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JPTI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1665

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di era digital menuntut integrasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga efektif secara pedagogis. Permasalahan yang masih sering ditemukan adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan cenderung konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, efektivitas, serta tantangan dalam pengembangan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis web melalui kajian literatur terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah yang relevan, dengan teknik analisis konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa media berbasis web yang dikembangkan dengan model seperti ADDIE mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris (speaking, reading, dan writing), serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan konstruktivistik. Selain itu, media ini juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis web merupakan solusi strategis dalam transformasi pembelajaran bahasa Inggris di era digital, dengan catatan perlunya dukungan sistemik dalam implementasinya.
ANALISIS GAP KEBUTUHAN MEDIA VISUAL: TRANSISI PEMBELAJARAN KONVENSIONAL KE ANIMASI (STUDI DI SMK ISLAM AS-SYARIEF GARUT) Dzakwan Satriani Saleh; Iman Nasrulloh; Aceng Ahmad Rodian Susila
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 8 No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI NOPEMBER 2025
Publisher : Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v8i2.1905

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (Gap) kebutuhan media visual dalam proses transisi dari pembelajaran konvensional ke media animasi pada mata pelajaran Informatika di SMK Islam As-Syarief. Metode yang digunkaan adalah pendekatakan deskriptif-kuantitatif yang terintegrasi dalam kerangka analisis kebutuhan (needs assessment), melibatkan 30 siswa dan 3 guru mata pelajaran Informatika. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa media statis (PowerPoint tanpa animasi dan buku) yang dominan saat ini tidak mampu memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi abstrak dan prosedural. Analisis Gap mengidentifikasi kesenjangan paling lebar pada aspek Visualisasi Proses Abstrak (Skor Gap 2.7) antara kondisi dan ideal. Temuan ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan media animasi yang memiliki fitur visualisasi dinamis, interaktivitas sederhana, dan desain full-motion kontemporer (rata-rata skor kebutuhan ideal 4.5/5). Disimpulkan bahwa transisi ke media animasi adalah solusi pedagogis yang valid untuk meningkatkan daya tangkap siswa, dan pengembangan media selanjutnya harus memprioritaskan visualisasi proses abstrak, serta peningkatan kopmetensi guru. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris sebagai dasar konseptual untuk pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi pada pemecahan masalah materi abstrak di tingkat SMK. Kata Kunci: analisis kebutuhan, animasi, gap kebutuhan, media visual, pembelajaran konvensional, transisi digital. ABSTRACT This study aims to analyze the visual media needs gap in the transition process from conventional teaching to animated media for Informatics subjects at SMK Islam As-Syarief. The method employed was a descriptive-quantitative approach integrated within a needs assessment framework, involving 30 students and 3 subject teachers. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and direct observation. The results indicate that the currently dominant static media (non-animated PowerPoint and textbooks) is inadequate in facilitating student’s understanding of abstract and procedural material. Gap analysis identified the widest gap in the Abstract Process Visualization aspect (Gap Score 2.7) between the current and ideal state. This finding affirms an urgent need for animated media featuring dynamic visualization, simple interactivity, and contemporary full-motion design (average ideal needs score 4.5/5). It is concluded that the transition to animated media is a valid pedagogical solution for improving student comprehension. Future media development must prioritize the visualization of abstract processes, while also indicating the necessity of enhancing teacher competence. This study provides an empirical contribution as a conceptual basis for problem-solving-oriented digital learning media development at the vocational high school (SMK) level. Keywords: animated media, conventional learning, digital transition, gap analysis, needs assessment, visual media.