Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemanfaatan Canva Sebagai Aplikasi Dalam Penyusunan Media Ajar Untuk Tutor Kejar Paket C di PKBM Anggrek Bulan, Banyuwangi Mardiani, Desika Putri; Riyanto, Yatim; Johny Artha, I Ketut Atmaja; Mardliyah, Sjafiatul; Siswanto, Heru; Nugroho, Rivo
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.14296

Abstract

The purpose of this service is to provide a learning experience for tutors of Study Group of Packages C at PKBM Anggrek Bulan in preparing teaching materials because so far the tutors have not maximally used this application in the learning process. The activity was carried out in the form of a training workshop with 25 very enthusiastic participants. The results of this activity are that there is high enthusiasm from the trainees in participating in the workshop which can be seen from their enthusiasm in practicing using the Canva application to compile and design teaching materials attractively, quickly, and creatively. There was an increase in knowledge, attitudes, and skills after attending this workshop. It can be concluded that this workshop yielded positive results on the skills of the tutors of package C in developing their teaching materials.
PONDOK PESANTREN SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN KEILMUAN ISLAM & PEMBENTUK KARAKTER BANGSA Heru Siswanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4dapy677

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memberikan pengajaran, pendidikan, dan keteladanan setiap detik dan menit serta setiap jam dari seorang kyai kepada santrinya. Pendidikan dalam pondok pesantren bertujuan menempa diri santri menjadi pribadi yang mandiri mengembangkan semangat kebersamaan, yang meliputi sikap tolong-menolong, kesetiakawanan, dan persaudaraan sesama santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari sisi pembinaan karakter individual, pesantren mengajarkan sikap hemat dan hidup sederhana yang jauh dari sifat konsumtif. Peran pondok pesantren di Indonesia bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tetapi berperan juga sebagai lembaga keagamaan yang menjadi basis dalam proses pembentukan karakter umat. Di dalam pondok pesantren diajarkan dasar-dasar ilmu untuk membentuk karakter umat, karena pada dasarnya memiliki karakter yang yang baik adalah kewajiban yang harus dimiliki para santri Ketika sudah terjun ke masyarakat. Sebagai misi dakwah dalam bentuk memberikan keteladanan. Dengan demikian, pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam, sangat potensial untuk pembentukan sumber daya manusia dan potensial menuju terwujudnya kecerdasan dan kesejahteraan bangsa dan berkarakter yang baik. Tidak sedikit dakwah yang bisa dilakukan melalui pondok pesantren, baik dakwah yang menyampaikan ajaran Islam, maupun dakwah tentang kehidupan dan tentunya untuk pembentukan karakter umat.
Status Hukum Rumah Apung dalam Perspektif UUPA: Menuju Kepastian Hukum Masyarakat Pesisir Zulfa, A'immatuz; Perwitasari, Dita; Siswanto, Heru
Notarius Vol 19, No 1 (2026): Notarius
Publisher : Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nts.v19i1.78906

Abstract

ABSTRACTThis study analyzes the regulatory gaps related to floating housing in Indonesia in terms of the UUPA, which is limited to conventional land rights without extending to buildings on water. Using a normative juridical method with a legislative and comparative legal approach, this study aims to analyze whether settlements on water can be granted land rights as mandated by the UUPA and compare it with other countries regarding legal certainty and recognition of floating housing. The results reveal that the regulatory gap creates uncertainty regarding ownership, licensing, and taxation for floating homeowners. This study recommends the establishment of the Right to Water (HAP) and integrated cross-sectoral regulations as a solution to achieve legal certainty, social justice, and sustainable development of coastal settlements.Keywords: Floating Houses; UUPA; Water Rights; Agrarian Law; Legal Certainty.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis kesenjangan regulasi terkait rumah apung di Indonesia ditinjau dari UUPA, yang cakupannya terbatas pada hak pertanahan konvensional tanpa menjangkau bangunan di atas perairan. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undanganan dan perbandingan hukum, tujuan penelitian ini untuk menganalisa apakah permukiaman di atas air depat diberikan hak atas tanah sesuai diamanatkan UUPA serta membandingkan dengan negara lain terhadap kepastian hukum dan pengakuan tentang rumah apung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kekosongan regulasi menimbulkan ketidakpastian kepemilikan, perizinan, dan perpajakan bagi pemilik rumah apung. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Hak Atas Perairan (HAP) dan regulasi terpadu lintas sektor sebagai solusi mewujudkan kepastian hukum, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan permukiman pesisir.Kata Kunci: Rumah Apung; UUPA; Hak atas Perairan; Hukum Agraria; Kepastian Hukum.
Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Pendidikan Kesetaraan Paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Diknas Kota Malang Siswanto, Heru
An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 02 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/annajmu.v1i02.202

Abstract

ABSTRACT This research aims to 1. Find out how School Based Management (MBS) is implemented in the Malang City National Education Learning Activity Studio (SKB). 2. Know what factors hinder its implementation. And 3. Know what efforts have been carried out to overcome these inhibiting factors. This research is included in qualitative research, therefore the approach used is a qualitative descriptive approach. Meanwhile, the type of research is a case study. The results of this research show that the implementation of MBS in the Learning Activities Studio (SKB) of the Malang City National Education Office takes into account the seven basic school components that must be managed well. In relation to efforts to overcome the factors that hinder its implementation by implementing the Independent Curriculum development program on an ongoing basis, the development of teaching and education staff is carried out by encouraging teachers/tutors and business staff to develop their academic abilities, in the program for the development and fulfillment of facilities and infrastructure is carried out by utilizing funds APBD, APBN, DIPA, explore sources of funds originating from community participation through Committees, besides that programs are also determined based on a priority scale. Keywords: School Based Management