Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Kepulauan Mentawai Rizki, Noura; Masrizal, Masrizal; Haq, Arinil; Siswati, Sri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1125

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular di wilayah beriklim tropis. API Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan wilayah endemis malaria pada tahun 2022 sebesar 1,46 per 1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian Malaria di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan rancangan studi ekologi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kejadian malaria yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan data unsur iklim di BMKG Meteorologi Minangkabau dan BMKG Klimatologi Sicincin, data mobilitas di Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai serta data kemiskinan di Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2018-2022. Metode analisis adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan kejadian malaria mengalami peningkatan setiap bulan Juni hingga Agustus. Hasil analisis kejadian malaria dengan unsur iklim dan faktor lingkungan sosial yaitu temperatur (p=0,009; r=-0,332), curah hujan (p=0,001; r=0,513), kecepatan angin (p=0,283; r=0,141), kelembaban (p=0,566; r=0,076), mobilitas (p=0,127; r=0,199), kemiskinan (p=0,899; r=0,018) dan kepadatan penduduk (p=0,028; r=0,311). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan bermakna antara temperatur, curah hujan dan kepadatan penduduk terhadap kejadian penyakit Malaria. Disarankan untuk meningkatkan tindakan preventif yaitu membersihkan lingkungan dan memberantas breeding places serta edukasi kesehatan kepada masyarakat pada bulan Juni hingga Agustus.
Analisis Tantangan Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Padang Siswati, Sri; Ernawati, Tuty; Khairunnisa, Muthia
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92719

Abstract

Latar   Belakang: Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang wajib melaksanakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat 31 Desember 2023 melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Namun, faktor kesiapan sumber daya manusia menjadi tantangan dalam implementasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan hambatan yang mempengaruhi kesiapan tenaga kesehatan dalam menerapkan RME di Puskesmas.Metode: Penelitian ini menggunakan mixed-method dengan model sequantial explanatory dilakukan pada Mei sampai Oktober 2023 di 23 Puskesmas Kota Padang. Pengambilan data kuantitatif dengan crosssectional dilakukan pada 69 sampel, yaitu dokter, perekam medis, dan perawat, sedangkan kualitatif dilakukan terhadap 46 informan, yaitu 23 kepala puskesmas dan 23 perekam medis dengan cara purposive sampling. Hasil: Tenaga Kesehatan yang siap menerapkan RME hanya 33 orang (47,8%). Faktor Tingkatpendidikan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan persepsi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan tenaga kesehatan melaksanakan RME. Temuan wawancara mendalam diketahui penyebab belum siap tenaga kesehatan dalam melaksanakan RME adalah kurangnya pengetahuan tentang RME karena pelatihan RME tidak diberikan ke seluruh tenaga kesehatan selain itu keterampilan penggunaan komputer menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Tidak semua tenaga kesehatan siap menerapkan RME karena pelatihan hanya oleh perekam medis sehingga perlu pelatihan serta pendampingan dari dinas kesehatan guna memantau keberhasilan implementasi
Determinan Perilaku Imunisasi Measles Rubella dengan Pendekatan Health Belief Model Febriany, Feby; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3048

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor kesehatan di Indonesia, khususnya imunisasi MR, dengan fluktuasi cakupan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikaji dengan pendekatan Health Belief Model. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku imunisasi MR. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain crossectional, untuk mencari determinan dari perilaku imunisasi mr dengan menggunakan pendekatan health belief model. Populasi penelitian ini sebanyak 5.107 orang, pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dan berlokasi di tiga puskesmas Kota Bukittinggi dengan 102 ibu sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan meliputi pengetahuan (nilai p = 0,003), efikasi diri (nilai p = 0,004), persepsi kerentanan (nilai p = 0,047), keparahan (nilai p = 0,002), manfaat (nilai p = 0,023), hambatan (nilai p = 0,036), dan dukungan keluarga (nilai p = 0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku imunisasi MR adalah dukungan keluarga (nilai p = 0,000; PR = 15,374).
PELATIHAN PENCEGAHAN PENULARAN TB BAGI IBU HAMIL DI DESA PURWODADI WILAYAH KERJA PKM MULYOREJO KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Indarsita, Dina; Rinawati, Sri Arini; Siswati, Sri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33190

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) Mycobacterium tuberculosis. TB juga merupakan masalah kesehatan yang perlu diselesaikan, terutama pada negara-negara berkembang. Menurut WHO (2020), sepertiga dari penduduk dunia terinfeksi bakteri TB. Indonesia menempati peringkat kelima di dunia dalam kasus TB. Indonesia memiliki jumlah pasien TB mencapai 5,8% dari total pasien TB seluruh dunia. Sekitar 1-3% dari total wanita hamil dengan TB dan 16 wanita hamil dengan TB aktif. Menurut (Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, 2019) Prevalensi penduduk Sumatera Utara yang terdiagnosis TB paru pada tahun 2018 sebanyak (0,36 %) per 100.000 penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit TB di provinsi Sumatera Utara masih cukup tinggi, di Deli Serdang ditemukan sebanyak 1077 kasus TB Paru (Dinas Kesehatan Deli Serdang ,2023). Puskesmas Mulyorejo yang ada di wilayah Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dimana wilayah kerjanya sebanyak 7 desa, diketahui pencapaian program KIA tahun 2018, kunjungan antenatal (K1) 84,9% (K4) 55,1% dan Linakes 80,9% dan ditemukan ada 108 orang penderita TB Paru. Selanjutnya (Rinawati, 2020) menemukan bahwa ada beberapa kendala dalam penemuan kasus TB Baru. Menurut (Gebreegziabiher D, 2017) Tuberkulosis dapat menimbulkan infertilitas pada wanita, dengan cara mencegah terjadinya konsepsi, karena pada beberapa wanita dengan tuberkulosis seringkali hasil konsepsi berimplantasi pada tuba fallopii. Sedangakan (Yulianti.N, 2023) berpendapat bahwa jika Ibu hamil menderita TBC aktif memiliki risiko ukuran janinnya lebih kecil, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), risiko perdarahan, bahkan risiko keguguran.Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu Hamil tentang Pencegahan Penularan TB dan mandiri dalam mencegah Penularan TB. Lokasi Pengabdian adalah Desa Muliodadi Wilayah Kerja Puskesmas Muliorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dengan sasaran adalah Ibu hamil sebanyak 40 orang. Hasil pengabdian ditemukan bahwa ada peningkatan pengetahuan Ibu Hamil tentang Pencegahan Penularan TB yakni dari 20 (50%) yang tahu menjadi 35 (87,5%). Diharapkan Ibu Hamil dapat melakukan Pencegahan Penularan TB secara mandiri.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENCEGAHAN BULLYING MELALUI EDUKASI DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI SDN 11 KURAO PAGANG KOTA PADANG Syafrawati syafrawati; Sri Siswati; Annisa Afritika
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i2.664

Abstract

Bullying remains a common issue in elementary schools, posing serious threats to students' mental, social, and academic development. SDN 11 Kurao Pagang, located in Nanggalo District, Padang, is one such school facing this challenge. Its close proximity to a junior high school raises concerns, as interactions between the two student groups may expose younger students to inappropriate behaviors, including bullying. This community service program aimed to enhance students’ knowledge and awareness of bullying and its prevention. The intervention involved interactive educational sessions through lectures, discussions, pre- and post-tests, and the distribution of health promotion materials such as posters and pocket books. The content was delivered using visually engaging PowerPoint slides tailored to the comprehension level of elementary students. The results showed a significant improvement in students’ understanding of bullying, with the average test score rising from 71.25 (pre-test) to 85.42 (post-test). These findings indicate that the program was effective in increasing students' knowledge about the definition, types, impacts, and prevention of bullying. In addition, the activity contributed to fostering a more positive and safer school environment. Regular implementation of similar programs is recommended to reinforce these outcomes and ensure the long-term sustainability of their positive impact.
Model Pemeriksaan Laboratorium Rutin Sebagai Upaya Preventif Diabetes Melitus Bagi Masyarakat di Jorong Taratak Galundi Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sri Siswati; Nisrin Fatia Syufitrah; Nania Nonaya Azha; Nuruldini Afifah Mulyadi; Syifa Nur Aina
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i3.691

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus continues to rise and has become a global health challenge, including in Indonesia. The low rate of diabetes screening, particularly in rural areas, exacerbates the risk of delayed diagnosis and management of complications. Early detection through regular laboratory examinations is a crucial preventive step to reduce morbidity and mortality. This community service activity aimed to improve knowledge and encourage early detection of diabetes mellitus through laboratory examinations and health education. The intervention was conducted in Jorong Taratak Galundi, under the working area of Alahan Panjang Health Center, involving 25 participants. The methods included random blood glucose (RBG) testing using a glucometer, as well as health education sessions accompanied by pre-tests and post-tests to assess changes in knowledge. The results showed that all participants had RBG levels <200 mg/dl (100%), indicating normal conditions. However, the education sessions had a significant impact on increasing community knowledge, with post-test scores 22.4% higher on average compared to pre-test scores. This finding demonstrates that educational interventions can effectively enhance understanding of risk factors, symptoms, and prevention of diabetes. The activity confirmed that combining simple laboratory screening with health education is effective in raising community awareness of diabetes mellitus. For sustainability, similar programs should be conducted regularly with a broader reach, involving health workers and local cadres, to ensure rural communities have better access to preventive measures and early detection of diabetes.
ANALISIS PELAKSANAAN SURVEILANS DIFTERI OLEH PUSKESMAS DI KOTA PADANG TAHUN 2024 Kamil, Istianah; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55420

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara dengan cakupan imunisasi rendah, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia sempat dinyatakan bebas difteri pada tahun 1990, kasus kembali meningkat sejak 2013 hingga saat ini. Di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, peningkatan kasus dan kematian akibat difteri pada tahun 2024 menunjukkan perlunya sistem surveilans yang efektif sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit. Permasalahan yang muncul mengindikasikan bahwa pelaksanaan sistem surveilans difteri di tingkat pelayanan kesehatan primer belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan komponen proses dalam sistem surveilans difteri oleh Puskesmas di Kota Padang tahun 2024 berdasarkan atribut surveilans serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan lokasi penelitian di lima Puskesmas yang memiliki kasus difteri dan Dinas Kesehatan Kota Padang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pemegang program surveilans dan difteri, kepala Puskesmas, serta penderita difteri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilans difteri belum sepenuhnya optimal pada seluruh atribut surveilans. Atribut kesederhanaan dan stabilitas telah tercapai, sedangkan fleksibilitas, akseptabilitas, kerepresentatifan, dan nilai prediktif positif masih kurang. Sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data juga belum optimal akibat keterlambatan penemuan kasus. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penguatan proses surveilans difteri, terutama pada aspek sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data, sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sistem surveilans dalam mendukung kewaspadaan dini dan pengendalian difteri di Kota Padang.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LAKI-LAKI PENDERITA HIV : STUDI CROSS -SECTIONAL Arnandes Putra, Afadhil; Triana, Vivi; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55563

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius dengan 40,8 juta orang hidup dengan HIV pada tahun 2024. Kota Padang memiliki kasus HIV yang tinggi dengan 86,2% penderita adalah laki-laki. Kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) merupakan faktor kunci keberhasilan terapi HIV yang berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 87 responden laki-laki penderita HIV yang terdaftar di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati dan menjalani terapi ARV di layanan PDP Kota Padang. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kepatuhan minum obat ARV diukur menggunakan instrumen MMAS-8 dan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-HIV BREF. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,1% responden patuh minum obat ARV dan 72,4% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup (p-value <0,001), dengan nilai POR = 20,6 (95% CI: 6,70–73,2), yang menunjukkan bahwa laki-laki penderita HIV yang tidak patuh minum obat ARV memiliki risiko 20,6 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup buruk dibandingkan yang patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang.
Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi Ibu Balita, Pemberdayaan Kader Posyandu, dan Media Digital di Puskesmas Pauh Kota Padang: Stunting Prevention through Maternal Education, Empowerment of Posyandu Cadres, and Digital Media at Pauh Community Health Center, Padang City Sri Siswati; Latifah Azzahra Nofrizal; Anggi Maisya Putri; Rahmi Putri Yulianti; Salwa Sayyidina Ningsih
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v9i1.769

Abstract

Stunting remains a national public health priority in Indonesia, including in the working area of the Pauh Community Health Center, Padang City. Based on the 2024 report, 149 toddlers were identified as stunted, with the highest prevalence in Pisang Village (30 cases). Contributing factors include suboptimal parenting practices, limited maternal knowledge of child nutrition, and economic constraints. This community service aimed to improve mothers’ knowledge of stunting prevention, strengthen the role of Posyandu cadres, and promote sustainable education through community-based digital media. The program was implemented through three main activities is face-to-face education for mothers of toddlers at three Posyandu (Parak Alah, Seberang Air, and Koto Parak); the “Friends of Posyandu Cadres” program to enhance cadres’ skills in growth monitoring and recording; and the establishment of a “Let’s Prevent Stunting” WhatsApp group as a platform for continuous communication and education. The results showed increased knowledge and awareness among mothers regarding balanced nutrition and appropriate parenting practices, with 85–90% of participants demonstrating improved post-test scores. Cadres also showed better skills in implementing the five steps of Posyandu. Additionally, the digital platform functioned effectively as a follow-up educational tool. These findings indicate that the program contributes to strengthening community-based primary health services and supports more comprehensive and sustainable stunting prevention efforts.
Peningkatan Literasi Digital Mahasiswa Kesehatan melalui Workshop Artificial Intelligence dalam Transformasi Kesehatan Digital Sri Siswati; Syafrawati; Silvi Amelia; Muthia Khairunnisa
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i4.826

Abstract

Digital transformation in the health sector has accelerated the adoption of Artificial Intelligence (AI) in academic and professional environments. However, concerns regarding ethical implications, academic integrity, and digital health literacy persist among health sciences students. This study aimed to assess the baseline levels of AI utilization, perceived usefulness, and ethical awareness among students in a public health faculty, as the foundation for implementing a capacity-building workshop on responsible AI use. A descriptive cross-sectional survey was conducted involving 181 undergraduate and postgraduate students from the Faculty of Public Health, Universitas Andalas, who completed a structured online questionnaire prior to the workshop. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages to identify patterns of AI usage and ethical concerns. Results showed that 94.5% of respondents actively used generative AI tools, primarily for academic tasks such as searching for scientific references and completing assignments. Despite high adoption, 44.2% reported moderate concerns related to plagiarism, algorithmic bias, and data privacy. Students predominantly obtained AI-related knowledge from social media platforms rather than formal learning sources. These findings indicate a substantial digital utilization gap, particularly in ethical and critical literacy dimensions, highlighting the need for structured educational interventions. Integrating AI literacy, emphasizing ethical responsibility and critical evaluation into the curriculum of health sciences education is recommended to prepare future health professionals for equitable and trustworthy digital health transformation.
Co-Authors Ade Suzana Eka Putri Adi, Mahargjo Hapsoro Ahmad Fachrurrozi Ahmad Fadil Rangkuti Aisya Afra Amatullah Aji Purwinarko, Aji Alifa, Juliza Nurul Ambiyar, Ambiyar Anggi Maisya Putri Annisa Afritika Annisa Afritika Aria Gusti Arief Ramdhoni Arief Ramdhoni Arinil Haq Arnandes Putra, Afadhil Astiena, Adila Kasni Ayu Salsabila Ayu Salsabila Ayulia Fardila Sari ZA Caesar Rani Batavia Caesar Rani Batavia CH. Tuti Ernawati Cindy Rahma Putri Cindy Rahma Putri Delfiyanti Delfiyanti Devy Shintya Dina Indarsita Ebby Frivana Ebby Frivana Elsa Giatri Eprilla Maharani Devisa Faradilla Aninda Raesa Faradilla Aninda Raesa Fauziah Hermawaty Fauziah Hermawaty Febriany, Feby Fitriani Fitriani Hanifazulhijjah Hanifazulhijjah Hartati, Yulia Hartati, Yulia Hendra Pratama Imelda Aliska Indah Permata Rizki Indarsati, Dina Irma Yulia Basri Juliandi, Juliandi Kamil, Istianah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Muthia Khalisa Innayaturrahmah Latifah Azzahra Nofrizal Listrianah, Listrianah Luthfil Hadi Anshari Luvita Aura Putri Luvita Aura Putri Masrizal Masrizal Masrizal Masrizal Miftahul Jannah Muhammad Irfan Muthia Farhana Muthia Khairunnisa Muthia Khairunnisa Muthia Khairunnisa Mutia Mutia Mutiara Indah Pertiwi Nania Nonaya Azha Nasution, Johani Dewita Nikmah Nur YMS Nikmah Nur YMS Nindi Clorita M Nisrin Fatia Syufitrah Nizwardi Jalinus Nuruldini Afifah Mulyadi Ovaria Suwandi Ovaria Suwandi Putri Aulia Azzahra Putri Aulia Azzahra Putri Maisa Putri, Saliya Oryza Rahmi Putri Yulianti Rahmi, Mutia Rani Delfiyanti Reni Novita Reni Novita Rinawati, Sri Arini Rivanni Aftanisa Rivanni Aftanisa Rizki, Noura Robi Tri Nanda Robi Tri Nanda Salsabila, Unik Hanifah Salwa Sayyidina Ningsih Sari Mulyani Sari Mulyani Sari Yulanda Sari Yulanda Sari, Ayulia Savitri, Yolanda Shapira Indra Shapira Indra Silvi Amelia Silvia Wulandari Siska Ramadhani Siska Ramadhani Siti Wanda Jhoyee Putri Sofinar Sofinar Suci Dwi Setiawati Suci Pratiwi Maritim Suci Ridha Raudhatul Jannah Sulthan Alvin Faiz Bara Mentari Sulthan Alvin Faiz Bara Mentari Susie Adriyani Susie Adriyani Syafrawati Syifa Nur Aina Tuty Ernawati Vani Sulastri Vivi Triana Widelina Yulianty Devita Widelina Yulianty Devita Widoyo, Ratno Yolanda Safitri Yolanda Safitri Yolanda Safitri Yulia Arum Sekarini Yulia Arum Sekarini Yulia Parasati Yuni Izmi Kurnia Zahwa Rahmadaniputri