Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

From Home Kitchen to Digital Showcase: The Transformation of Aku Pisang MSME in Alue Krueng Village Muhammad Reza Aulia; Utari Azrani; Khairun Nisa; Agatha Debby Reiza Macella; Rony Rahmat Hidayat Hasibuan; Irham Maulana
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v7i1.15986

Abstract

Background: Home-based food MSMEs in rural and disaster-prone areas often face limited product innovation, weak managerial routines, and restricted market access. Objective: This community engagement program aimed to transform Aku Pisang MSME in Alue Krueng Village by integrating product innovation, simple business management, appropriate production technology, and digital marketing. Contribution: This study contributes a process-based empowerment model that connects production readiness, cost control, and digital market activation within one staged intervention, thereby extending single-component MSME-upgrading approaches. Method: A four-month participatory learning-by-doing program was implemented through needs assessment, production standardization, bookkeeping and cost-based pricing mentoring, equipment introduction, and guided social media/e-commerce onboarding. Results: The program expanded product variants from two to six flavors, shifted production from irregular orders to planned routines, introduced cost-based pricing and simple bookkeeping, improved packaging consistency, and broadened market reach through online and offline channels. Conclusion: The integrated approach strengthened Aku Pisang's operational, managerial, and marketing capabilities and provides a replicable framework for empowering rural food-based MSMEs in vulnerable contexts.
Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Bagi Kalangan Remaja di SMA Negeri 1 Panga Aceh Barat Agatha Debby Reiza
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.342 KB) | DOI: 10.35308/baktiku.v1i1.1283

Abstract

Advances in technology make it easier for humans in their activities. The internet has become mandatory for use in various aspects of life. Social media users in Indonesia reach 150 million people. Most internet users are aged 15 to 19 years, which is 91%. At present the way to get along with teenagers is not only by direct contact but also indirectly by using media or social networking. The use of social media is sometimes difficult to control either by parents or the school, so there is a need for education for adolescents to be more optimal in using social media for anything positive. The purpose of this mass empowerment activity is to provide understanding to teenagers that social media can provide many positive benefits if we use it in a smart and maximum way, and invites young people to be smart in using social media. The implementation method is through counseling and discussion with high school students 1 Panga. The results of this activity turned out that not all students have social media both Facebook and Instagram because of limitations in accessing. Before this activity the participants only used social media as a means of uploading photos and videos, but after this activity they learned that social media can be used optimally namely to carve out achievements and as a medium to increase personal finances.
Sehari Menggugah Inspirasi Siswa Membangun Generasi Bangsa Muhammad Iqbal Lintang; Agatha Debby Reiza
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i2.2847

Abstract

Anak menjadi generasi pemimpin negeri yang meneruskan cita-cita bangsa dan negara. Keberadaannya sebagai  generasi penerus bangsa harus diberikan penanaman nilai-nilai etika dan moral serta bekal pendidikan yang cukup sehingga mereka siap untuk menjadi generasi pemimpin bangas selanjutnya. Peran orang tua,  pemerintah dan juga pemangku kepentingan lainnya turut berperan meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui Kelas Inspirasi yang merupakan gerakan sosial dari para profesional dengan  profesi yang beragam untuk mengajar sehari ke Sekolah Dasar (SD) dan  berbagi cerita serta pengalaman kerja. Tujuan kelas inspirasi   yaitu  memberi pengalaman belajar mengajar, membangun jejaring, meningkatkan kepekaan untuk mengatasi masalah sekitar, dan  memberikan wawasan, motivasi, inspirasi beragam cita-cita kepada siswa dan menanamkan nilai pantang menyerah, kerja keras, jujur, dan mandiri kepada siswa. Metode kegiatan ini ialah sosialisasi dan diskusi interaktif disertai dengan permainan kepada siswa sekolah Dasar Swasta YAPSI Medan Johor Kota Medan. Dalam kegiatan ini juga diberikan deskripsi tentang pekerjaan kami dengan bermain dan membuat kelompok permainan agar mereka tertarik. Dengan menggunakan alat peraga seperti poster atau animasi melalui proyektor. Dari hasil pengamatan selama kegiatan dapat disimpulkan bahwa siswa sangat membutuhkan metode pembelajaran yang kreatif,  menyenangkan dan mereka membutuhkan ruang untuk membuka wawasan dan imajinasi terkait dunia dan masa depan mereka.
Pengenalan Napza dan Dampaknya Bagi Siswa di SMA Negeri 3 Meulaboh Agus Pratama; Al Zuhri; Ilka Sandela; Nurasma Aripin; Siti Jahria Sitompul; Nellis Mardhiah; Sri Wahyu Handayani; Agatha Debby Reiza Macella; Nurhaslita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.3614

Abstract

Penyalahgunaan dan peredaran Napza di masyarakat meningkat setiap tahun. Korban terbesar yang berasal dari pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi muda harapan Bangsa. Banyak kalangan generasi muda terjerumus ke dalam kasus Napza disebabkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya informasi tentang bahaya dan dampak dari Napza. Proses edukasi kepada generasi muda terkait bahaya Napza sangat penting dilakukan oleh semua pihak, termasuk para akademisi. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi bahaya Napza terhadap generasi muda di SMA Negeri 3 Meulaboh yang diikuti oleh siswa kelas 11 dan kelas guru. Sosialisasi ini terdiri dari ceramah dan diskusi mengenai, faktor, hukum, stigma sosial, dan dampak buruk dari Napza.