Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah Ayat 8 Lia Yulianti; Fitroh Hayati; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.272 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1657

Abstract

Abstract. Humans are social beings who always live together in a community for a long period of time. Therefore, rules are needed that are able to regulate human life fairly. The Quran has set about how humans maintains his relationship with Allah Praise be unto Thee the Almighty, as well as with his fellow human beings. In the Quran, there are many verses that discuss justice, including the word of Allah in Surat Al-Ma'idah verse 8. This research aims to (1) Explore annotator opinions about justice in the perspective of Surat Al-Ma'idah Verse 8 (2) Explore the essence of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to the opinion of the muffasir of the Qur'an (3) Explore the concept of justice of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to experts (4) Explore the educational values contained in the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8. In this research, the author uses a qualitative approach with library research techniques using descriptive analysis and the tahlili method, by interpreting the existing data. Data that has been collected, then analyzed with content analysis techniques. The results show that the essence of Surah Al-Maidah verse 8 is, (1) A believer must be honest because Allah Almighty commanded to carry out charity and work honestly only because Allah is All-Seeing and All-Knowing. (2) A believer must be sincere because Allah Almighty, not because he wants praise from others. (3) A believer must have fear of Allah Swt that is, have a good relationship with Allah and can put everything in its place. (4) A believer must be fair in any circumstances and against anyone without any sorting between kinship. The values of Islamic education contained in Surat Al-Maidah verse 8 are: (1) The value of honesty. (2) The value of sincerity. (3) The value of piety. (4) The value of justice. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dalam suatu komunitas masyarakat untuk jangka waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, diperlukan aturan yang mampu mengatur kehidupan manusia secara adil. Al-Qur’an telah mengatur tentang bagaimana manusia dalam menjaga hubungannya dengan Allah SWT, maupun dengan sesama manusia. Di dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat-ayat yang membahas tentang keadilan, diantaranya firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah ayat 8. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggali pendapat muffasir tentang keadilan dalam perspektif Surat Al-Ma’idah Ayat 8 (2) Menggali esensi dari Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut pendapat muffasir Al-Quran (3) Menggali konsep keadilan Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut para pakar (4) Menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik library research menggunakan deskriptif analisis dan metode tahlili, dengan cara menafsirkan data yang ada. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi dari surat Al-Maidah ayat 8 adalah, (1) Seorang mukmin harus berbuat jujur karena Allah Swt. memerintahkan untuk melaksanakan amal dan pekerjaan secara jujur hanya. (2) Seorang mukmin harus berbuat ikhlas karena Allah Swt. bukan karena ingin pujian dari orang lain. (3) Seorang mukmin harus memiliki ketakwaan kepada Allah Swt. (4) Seorang mukmin harus adil berlaku adil dalam keadaan bagaimana pun dan terhadap siapapun. Adapun nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam surat Al-Maidah ayat 8 adalah: (1) Nilai kejujuran. (2) Nilai keikhlasan. (3) Nilai ketakwaan. (4) Nilai keadilan.
Analisis tentang Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta'lim Muta'allim Sri Wulandari Mazith; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.384 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1695

Abstract

Abstract. Education is one means by which human qualities or qualities are developed and improved. It can also create good human resources, for there is learning that teaches men to know something previously unknown. Education thus plays an important role in creating good human resources. In doing so, the success of the learning process is not fully accomplished, which means that the learning process is not fully accomplished, and often there are constraints in the performance, one of the obstacles in the learners, the obstacle to the learners in between is laziness, lack of the spirit of learning and various other constraints. Therefore there needs to be an explanation of the principles for learning in the learning process in order to accomplish the optimal learning process. The purpose of this study to analyze: (1) the systems of the principles of learning according to the book of ta 'lim muta 'allim, (2) the principles of learning according to experts, (3) the implications of the principles of learning according to the book of ta 'lim muta 'allim. The type of research used in this study is a qualitative approach, it includes the kind of decision study (library research) with the object of the books, as well as the other subjects of the study. Based on the results of this study, the principles of disciple learning in the learning process according to the book of ta 'lim muta 'allim as follows: (1) that success of learning can be obtained with earnestness, (2) that success can be achieved with perseverance, (3) that success can be achieved with high ideals, (4) that success can be achieved by an intellectual approach, (5) reaching that success must be by a spiritual approach. Abstrak. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas atau mutu manusia. Selain itu pendidikan juga dapat menciptakan sumber daya manusia yang baik, karena di dalamnya terdapat pembelajaran yang mengajarkan manusia agar mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Dengan demikian pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang baik. Dalam pelaksanaanya keberhasilan proses belajar belum tercapai dengan optimal artinya proses pembelajaran saat ini belum sepenuhnya tercapai dengan baik, sering kali terjadi kendala dalam pelaksanaannya, salah satu kendala tersebut terjadi pada peserta didik, kendala yang terjadi pada peserta didik ini diantaranya adalah kemalasan, kurangnya giroh/semangat belajar dan berbagai macam kendala yang lainnya. Oleh karena itu perlu adanya penjelasan mengenai prinsip-prinsip belajar murid dalam proses pembelajaran agar tercapainya proses pembelajaran yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) Sistematika Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta’lim Muta’allim, (2) Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Para Ahli, (3) Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta’lim Muta’allim. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini termasuk kepada jenis penelitian kepustakan (library research) dengan obyek kitab-kitab, serta lainnya yang berkaitan dengan obyek kajian. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip belajar murid dalam proses pembelajaran menurut Kitab Ta’lim Muta’allim sebagai berikut: (1) Keberhasilan belajar itu dapat diperoleh dengan Kesungguhan, (2) Keberhasilan itu dapat diperoleh dengan Ketekunan, (3) Keberhasilan itu dapat di peroleh dengan memiliki Cita-cita Tinggi, (4) Mencapai keberhasilan itu harus melalui pendekatan Intelektual, (5) Mencapai keberhasilan itu harus melalui pendekatan Spiritual.
Implementasi Pembinaan Karakter Keagamaan pada Anggota Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tahun 2022 Fadhil Febrian Ependi; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.266 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2681

Abstract

Abstract. Adolescence (the younger generation) is a period of transition from childhood to adulthood, where in the world they are being plagued by a very high sense of ego that really needs direction and guidance. Like those in Dusun Cisitu there are still some young people who spend their time doing things that are less useful, such as starting to try drugs and alcohol, fighting with parents, and lack of concern for others. Thus, through the Karang Taruna organization, it is hoped that they will be able to change the religious character, especially for Karang Taruna Dusun Cisitu members so that they are able to serve the community, and can realize the ideals of the nation and state. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors of religious character building in members of Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang in 2022. The method used In this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results showed that the Karang Taruna activities had run optimally and the results obtained were quite satisfactory. This is evidenced by the gradual changes in adolescents. Hoperfully with the existence of Karang Taruna activities, it can change the youth’s personality for the better. Abstrak. Masa remaja (generasi muda) adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, dimana dalam dunia mereka sedang dirundung oleh rasa ego yang sangat tinggi yang sangat membutuhkan arahan dan bimbingan. Seperti yang ada di Dusun Cisitu masih ada sebagian pemuda yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti mulai mencoba narkoba dan minuman keras, pertengkaran melawan orang tua, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, melalui organisasi Karang Taruna diharapkan mampu merubah karakter keagamaan, terkhusus pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu sehingga mereka mampu mengabdi kepada masyarakat, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter keagamaan pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan/ penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan Karang Taruna sudah berjalan secara maksimal dan hasil yang diperoleh sudah cukup memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan secara berangsur-angsurnya perubahan-perubahan pada diri remaja ke arah yang lebih baik dan juga rasa keagamaan yang semakin erat dalam diri remaja. Semoga dengan selalu adanya kegiatan-kegiatan Karang Taruna bisa mengubah pribadi remaja lebih baik lagi.
Konsep Demokrasi Pendidikan dalam Pemikiran John Dewey dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi Funny Lichandra; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.371 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2772

Abstract

Abstract. This research has the purpose of this study is to determine: (1) the concept of education democracy from the point of view of John Dewey and Al-Abrasyi, (2) Comparison of the two educational figures with the perspective of different ideas about educational democracy. This research uses a qualitative approach with a literature study method, namely the biographical method. Data collection used library research regarding the concept of educational democracy by John Dewey and Al-Abrasyi. Data analysis was using an interactive model by collecting data, The results is: (1) in general, the education democracy initiated by John Dewey has the principle of freedom which wants to make learning a meaningful experience with active communication for both educators and students. Meanwhile, education democracy Muhammad Athiyah Al-Abrasyi explained that education is an obligation for every human being to get a proper education, besides that education should apply democratic principles, namely freedom, equality and equal opportunity in learning. (2) John Dewey's educational democracy is more focused on liberal arts which provides individual freedom and the need for democracy in learning activities. Meanwhile, according to Al-Abrasyi, with the existence of education democracy should be able to make humans have good morals in accordance with Islamic teachings. So concluded from this research that the educational democracy of these two figures has differences in both the learning process and its objectives, but both of them want to provide the best learning for the right to learn for every child. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) konsep demokrasi pendidikan dari sudut pandang John Dewey dan Al-Abrasyi, (2) Perbandingan dari kedua tokoh pendidikan dengan perspektif pemikiran yang berbeda mengenai demokrasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yaitu metode biografi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan library research berkenaan konsep demokrasi pendidikan John Dewey dan Al-Abrasyi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara garis besar demokrasi pendidikan yang digagas oleh John Dewey ini memiliki prinsip kebebasan yang mana hendak menjadikan pembelajaran itu sebagai pengalaman yang bermakna bagi anak dengan adanya komunikasi aktif baik bagi pendidik maupun peserta didik. Sedangkan demokrasi pendidikan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi ini menjelaskan bahwa pendidikan merupakan kewajiban untuk setiap manusia, selain itu pendidikan hendaknya menerapkan prinsip demokrasi yaitu kebebasan, persamaan dan kesempatan yang sama dalam pembelajaran. (2) Demokrasi pendidikan John Dewey lebih tertuju kepada liberal arts yang memberikan kebebasan individu dan perlu adanya demokrasi dalam kegiatan belajar. Sedangkan menurut Al-Abrasyi, dengan adanya demokrasi pendidikan hendaknya dapat menjadikan manusia memiliki akhlak yang baik sesuai dengan ajaran islam. Sehingga dapat disimpulan dari penelitian ini bahwa demokrasi pendidikan dari kedua tokoh ini memiliki perbedaan baik dari proses pembelajarannya maupun tujuannya, namun keduanya sama-sama hendak memberikan pembelajaran terbaik untuk hak belajar bagi setiap anak.
Pengaruh Blended Learning di Masa Pandemi terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PAI Kelas V di SDN 1 Margalaksana Kab. Bandung Barat Anisa Indah Sabila; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.112 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3379

Abstract

Abstract. Due to the COVID-19 pandemic, schools implemented distance learning to stop the spread of the corona virus in the school environment. So this study was used to examine more deeply the effect of blended learning on student learning outcomes in the thesis entitled ‘The Effect of Blended Learning in the Pandemic Period on the Learning Outcomes of Class V PAI Subjects at SDN 1 Margalaksana Kab. West Bandung’. This study aims to (1) determine the implementation of blended learning in PAI class V subjects at SDN 1 Margalaksana during the pandemic. (2) Knowing the learning outcomes of the fifth grade PAI subjects at SDN 1 Margalaksana. (3) Analyzing the effect of the implementation of blended learning during the pandemic of PAI subjects on the learning outcomes of class V students at SDN 1 Margalaksana (4) Knowing the supporting and inhibiting factors faced in the implementation of blended learning of PAI subjects for class V at SDN 1 Margalaksana. This study uses a quantitative approach. This study was used to examine the effect of blended learning on the learning outcomes of fifth grade students at SDN 1 Margalaksana by taking the results of the student report cards after being given treatment. This research method uses the correlation method which aims to determine how much influence blended learning has on the learning outcomes of fifth grade students. The results of this study use analysis on the t-test on each dependent variable, namely (1.737>1721) on the Y1 variable, namely the affective learning outcomes of aspects of spiritual attitudes, (1.767>1.721) on Y2, namely the affective learning outcomes of social attitudes, (1,069<1.721) in Y3 is cognitive learning outcomes and (1.739>1.721) on Y4 psychomotor learning outcomes. Thus, this shows that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is an effect of blended learning during the pandemic on the learning outcomes of fifth graders at SDN 1 Margalaksana. Abstrak. Akibat adanya pandemi covid-19 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk memutus persebaran virus corona di lingkungan sekolah. Maka penelitian ini digunakan untuk meneliti lebih dalam mengenai pengaruh blended learning terhadap hasil belajar siswa dalam skripsi yang berjudul ‘Pengaruh Blended learning di Masa Pandemi Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PAI Kelas V di SDN 1 Margalaksana Kab. Bandung Barat’. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pelaksanaan blended learning pada mata pelajaran PAI kelas V di SDN 1 Margalaksana di masa pandemic. (2) Mengetahui hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas V di SDN 1 Margalaksana. (3) Menganalisis pengaruh diterapkannya blended learning di masa pandemi mata pelajaran PAI terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 1 Margalaksana (4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pada pelaksanaan blended learning mata pelajaran PAI kelas V di SDN 1 Margalaksana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini digunakan untuk menguji pengaruh blended learning terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Margalaksana dengan mengambil hasil rapot siswa setelah diberikan perlakuan (treatment). Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh blended learning terhadap hasil belajar siswa kelas V. Hasil penelitian ini menggunakan analisis pada uji t pada setiap variebel terikat yaitu (1.737>1721) pada variabel Y1 yaitu hasil belajar afektif aspek sikap spiritual, (1.767>1.721) pada Y2 yaitu hasil belajar afektif aspek sikap sosial, (1.069<1.721) pada Y3 yaitu hasil belajar kognitif dan (1.739>1.721) pada Y4 hasil belajar psikomotorik. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh blended learning di masa pandemi terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Margalaksana.
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Islam Teratai Putih Global Bekasi Fatimah Azzahra Hanifah Heriady; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.974 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3537

Abstract

Abstract. The purpose of this research was to determine the effectiveness of the use of digital applications to increase student motivation in Islamic education subjects at Elementary School. This study used an empirical quantitative by using a scientific approach or called a quantitative approach with an experimental method. Several data collection techniques used were pretest-posttest, interview, and study documentation. This quantitative research is presented in the form of descriptive statistics which clearly describe how the differences in the level of student learning motivation in Islamic Studies subjects before and after being given treatment. The results of this study can be seen changes in the level of students' learning motivation at Islamic education subjects, including: (a) the pretest result of experimental class shows that the level of student learning motivation is in the medium category with an average score (mean) of 83.00, then the posttest results showed a change in the level of student motivation to the high category with an average value (mean) of 111.50. (b) the pretest result of control class showed that the level of student learning motivation was in the medium category with an average score (mean) of 84.13, then the posttest results showed an increase in the average score (mean) of 88.63 but the level of student motivation was still in the medium category. (c) the implementation of Islamic education learning by using digital applications was carried out well, each digital application has a different function but related to each other such as WhatsApp as a communication liaison between educators and students and video conference as a distance learning media. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi digital untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan kuantitatif empiris dengan menggunakan pendekatan saintifik atau disebut pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest-posttest, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian kuantitatif ini disajikan dalam bentuk statistik deskriptif yang secara gamblang menggambarkan bagaimana perbedaan tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian ini dapat dilihat perubahan tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, antara lain: (a) hasil pretest kelas eksperimen menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata. (mean) sebesar 83,00, maka hasil posttest menunjukkan adanya perubahan tingkat motivasi belajar siswa ke kategori tinggi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 111,50. (b) hasil pretest kelas kontrol menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata (mean) sebesar 84,13, kemudian hasil posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata (mean) sebesar 88,63 tetapi tingkat motivasi siswa masih dalam kategori sedang. (c) pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan aplikasi digital terlaksana dengan baik, masing-masing aplikasi digital memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain seperti WhatsApp sebagai penghubung komunikasi antara pendidik dan peserta didik dan video conference sebagai media pembelajaran jarak jauh.
Analisis Program Tazkiyatun Nafs pada Pesantren Mahasiswa Universitas Aisyiyah Bandung Moh. Irsyad Junaidi; Nan Rahminawati; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.763 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3872

Abstract

Abstract. The Tazkiyatun Nafs program is a new program that has existed and was then repackaged. This program is carried out at the beginning of the lecture, namely during the new student period. The aims of the research are (1) to find the philosophical basis for the Tazkiyatun Nafs program at the Islamic boarding school of Aiysiyah University, Bandung. (2) To examine the ideological basis of the Tazkiyatun Nafs program at the Islamic boarding school of Aisyiyah University, Bandung. (3) Analyzing the design of the Tazkiyatun Nafs program related to the formulation of materials, methods, educators, facilities and infrastructure as well as assessment in Islamic boarding schools, Aisyiyah University, Bandung. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this study used the interview method and the study of documentation. This qualitative research uses theoretical and empirical activities presented in the form of narrative texts to explain clearly how the philosophical basis and ideological basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program at Aisyiyah University Bandung, designs related to the formulation of materials, methods, educators, facilities and infrastructure as well as assessment in reviewing Tazkiyatun Nafs program at the Aiysiyah University Islamic boarding school in Bandung. The results of this study are: (a) the philosophical basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program, which is a phenomenon that occurs in this era of globalization so that mankind can remain focused in life. (b) the ideological basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program is to want to carry out da'wah in stages, starting with self-improvement and making students have good morals by providing education and teaching through coaching in pesantren. (c) The design of the Tazkiyatun Nafs program at Aisyiyah University Bandung, namely first, the formulation of the material which is divided into 3 stages of Tazkiyatun Nafs 1,2 and 3. Second, the formulation of methods using classical and practical learning methods. third, the determination of presenters who are tailored to their respective expertise. Fourth, the facilities and infrastructure on campus already support the activities of student boarding schools. Fifth, the program assessment is carried out with several elements, namely cognitive aspects, affective aspects and psychomotor aspects. Abstrak. Program Tazkiyatun Nafs merupakan program baru yang pernah ada dan kemudian di kemas kembali. Program ini dilaksanakan pada awal perkuliahan yaitu saat masa mahasiwa baru. Tujuan dari penelitian adalah (1) Menemukan dasar filosofi terjadinya program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aiysiyah Bandung. (2) Mengkaji dasar idiologis terjadinya program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aisyiyah Bandung. (3) Menganalisis perancangan program Tazkiyatun Nafs terkait perumusan materi, metode, pendidik, sarana dan prasarana serta penilaian di pesantren Universitas Aisyiyah Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian empiric dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan teoritis dan empiris disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif untuk memaparkan secara jelas bagaimana dasar filosofis dan dasar idiologis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs di Universitas Aisyiyah Bandung, perancangan terkait perumusan materi, metode, pendidik, sarana dan prasarana serta penilaian dalam mengkaji program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aiysiyah Bandung. Hasil dari penelitian ini yaitu: (a) landasan filosofis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs yaitu fenomena yang terjadi pada zaman globalisasi ini agar umat manusia dapat tetap terarah dalam kehidupan. (b) landasan ideologis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs yaitu ingin melakukan dakwah secara bertahap yang diawali dengan pembenahan diri dan menjadikan mahasiswa berakhlakul karimah dengan memberikan Pendidikan dan pengajaran melalui pembinaan di pesantren. (c) Perancangan program Tazkiyatun Nafs di Universitas Aisyiyah Bandung yakni pertama, perumusan materi yang terbagi dalam 3 tahap Tazkiyatun Nafs 1,2 dan 3. Kedua, perumusan metode dengan menggunakan metode pembelajaran klasikal dan praktikal. ketiga, penentuan pemateri yang disesuaikan dengan keahliannya masing-masing. Keempat, sarana dan prasarana yang terdapat di kampus sudah mendukung kegiatan pesantren mahasiswa. Kelima, penilaian program yang dilakukan dengan beberapa unsur yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.
Nilai-Nilai Keimanan yang Terkandung dalam Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah Karya Alfialghazi Sinta Rahmawati; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.68 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4197

Abstract

Abstract. The values of faith in a person will shape the character, behavior and mindset in accordance with the teachings of the Islamic Shari'ah, along with the times a person will be faced with various kinds of problems, one of the functions of education is that education can answer problems or problems that arise faced by a person, it is necessary to provide a solution to education that is in accordance with the times. Therefore, the researcher took the values of faith contained in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi as the focus of the research. This study uses a descriptive qualitative method with the type of content analysis. The primary data source was taken from the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi, The secondary data source was obtained from journals on the internet. Data collection techniques, firstly primary data collection from primary reference sources through analysis, secondly seeking secondary data from journals on the internet and books. Data analysis technique using content analysis method. The purpose of this study is to describe the values of faith in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi in the form of meaning contained in the ideas and thoughts of Alfi Syahri Ramadhan. Based on research in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi, in this book there are values of faith, first, the value of faith in laughter and endeavor. Second, the value of Istiqomah faith. Third, the value of Husnuzan's faith. The four values of sincere faith. The content of his ideas is to link religious teachings with all things contained in life, but still in accordance with the purpose of faith, namely to build a strong and basic foundation in terms of religion. Abstrak. Nilai-nilai keimanan dalam diri seseorang akan membentuk karakter, perilaku dan pola pikir yang sesuai dengan ajaran syariat Islam, seiring dengan perkembangan zaman seseorang akan dihadapkan pada berbagai macam permasalahan, salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai pendidikan dapat menjawab permasalahan atau permasalahan yang timbul yang dihadapi seseorang, maka perlu diberikan solusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, peneliti mengambil nilai-nilai keimanan yang terdapat dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi sebagai fokus penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tipe analisis isi. Sumber data primer diambil dari buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi, Sumber data sekunder diperoleh dari jurnal di internet. Teknik pengumpulan data, pertama pengumpulan data primer dari sumber referensi primer melalui analisis, kedua mencari data sekunder dari jurnal di internet dan buku. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai keimanan dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi dalam bentuk makna yang terkandung dalam gagasan dan pemikiran Alfi Syahri Ramadhan. Berdasarkan penelitian dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi, dalam buku ini terdapat nilai-nilai keimanan, pertama, nilai keimanan dalam tawa dan ikhtiar. Kedua, nilai iman Istiqomah. Ketiga, nilai keimanan Husnuzan. Empat nilai iman yang tulus. Isi pemikirannya adalah mengaitkan ajaran agama dengan segala hal yang terkandung dalam kehidupan, namun tetap sesuai dengan tujuan iman, yaitu membangun landasan yang kuat dan mendasar dalam hal agama.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP Negeri 9 Cimahi Alia Mirajurrahmah; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.234 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4301

Abstract

Abstract. In this modern era, there are many phenomena of student moral decline and the decline in students' morals. The number of brawls between students, free sex, drugs, and so on. Therefore, the importance of moral development strategies given to students so that they are not affected so that they can become a generation that not only excels in academics but also has noble character. The aims of this study were: 1) to find out the moral development program for students at SMP Negeri 9 Cimahi, 2) the strategic steps carried out by PAI teachers in fostering the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi, 3) to know the supporting and inhibiting factors for the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi. The method used in this study uses qualitative research by taking the location at SMP Negeri 9 Cimahi. The researcher's own key instrument and data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out with the meaning of the data that had been collected, and from the meaning drawn conclusions. The results showed that SMP Negeri 9 Cimahi 1) had a program which was an abbreviation of Positive Character Habituation. so that the moral development of students can be carried out with certain positive behaviors in everyday life, 2) the strategic steps taken in the moral development of SMP Negeri 9 Cimahi are routine habits such as applying 5S (Smile, Salim, Greet, Polite, Polite), dzuhur prayer in congregation, women, keep clean and infaq. 3) the supporting factors for this moral development program include good cooperation between teachers. The inhibiting factors are family factors and community/friendship factors. Abstrak. Pada zaman modern ini, banyak fenomena kemerosotan moral pelajar dan menurunnya akhlak yang dimiliki siswa. Banyaknya tawuran antar pelajar, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pembinaan akhlak diberikan kepada siswa agar tidak terpengaruh sehingga dapat menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga akhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui program pembinaan akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi, 2) langkah-langkah strategi yang dilakukan oleh guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 9 Cimahi, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan dengan mengambil lokasi di SMP Negeri 9 Cimahi. Instrument kunci adalah peneliti sendiri dan Teknik pengumpulan data digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 9 Cimahi 1) mempunyai program yang dinamakan BINARASI singkatan dari Pembiasaan Penanaman Karakter Positif. sehingga pembinaan akhlak peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari, 2) langkah strategi yang dilakukan dalam pembinaan akhlak SMP Negeri 9 Cimahi yaitu pembiasaan rutin seperti menerapkan 5S (Senyum, Salim, Sapa, Sopan, Santun), sholat dzuhur berjama’ah, keputrian, jaga kebersihan dan infaq. 3) faktor pendukung program pembinaan akhlak ini meliputi kerjasama yang baik antar guru. Faktor penghambatnya yaitu faktor keluarga dan faktor masyarakat/pertemanan.
Implementasi Program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Pembinaan Akhlak Islami Siswa Kelas X di SMA Muhammadiyah Singaparna Ahmad Faisal; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.31 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4357

Abstract

Abstract. Education must actually carry out the mission of islamic moral development so that students and graduates of educational institutions can participate in filling development well and succeed without leaving islamic moral values. One of the programs to improve Islamic morals that needs to be developed in the Islamic moral development program is the implementation of Al-Islam and Kemuhammadiyahan. Efforts to establish Islamic morals are also in line with the objectives of National education as stated in the National Education Law No. 20 of 2003 Article 3. The purpose of this study is to identify the management of the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs in the development of Islamic morals at Muhammadiyah Singaparna High School in the form of planning, implementation, and evaluation. The research method used is descriptive analytic with a qualitative approach. The data collection techniques used are in the form of interviews, field observations (observations), and documentation studies. The results of this study show that: (1) Planning for the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs in the development of Islamic morals has not had careful planning, the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan Programs refers to the vision of school schools, namely to create superior graduates, entrepreneurial abilities based on leadership spirit and noble morals. Through this program, it is hoped that students will have faith and devotion to Allah SWT, have a noble character, as well as have a good personality according to Indonesian norms and culture (2) Implementation of the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs through three activities; a) Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), b) Extracurricular Tahfidz and c) Islamic Competition d) recitation of educators. (3) Evaluation of activities shall be carried out through the Principal, Coach and person in charge of the activity. Abstrak. Pendidikan sejatinya harus mengemban misi pembinaan akhlak yang islami sehingga peserta didik dan para lulusan lembaga pendidikan dapat berpartisipasi dalam mengisi pembangunan dengan baik dan berhasil tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak islami. Salah satu program untuk meningkatkan akhlak islami yang perlu dikembangkan dalam program pembinaan akhlak islami adalah implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. upaya pembentukan akhlak islami juga selaras dengan tujuan pendidikan Nasional seperti tercantum dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengelolaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pembinaan akhlak islami di SMA Muhammadiyah Singaparna dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi lapangan (pengamatan), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pembinaan akhlak islami belum memiliki perencanaan yang matang, implementasi Program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mengacu pada visi sekolah sekolah yaitu untuk terciptanya lulusan yang unggul, berkemampuan wirausaha dilandasi jiwa kepemimpinan dan akhlak mulia. Melalui program ini diharapkan siswa memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma dan budaya Indonesia (2) Pelaksanaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui tiga kegiatan; a) Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), b) Ekstrakulikuler Tahfidz dan c) Lomba Islami d) pengajian tenaga pendidik. (3) Evaluasi kegiatan dilakukan melalui Kepala Sekolah, Pembina dan penanggung jawab kegiatan.
Co-Authors 10030121038, Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri 10030217018, Anita Nur Wahid Martiani 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220029, Syafina Ramadhani Putri AA Sudharmawan, AA Aep Saepudin Aghnia Rahmadhanti Ahmad Faisal Ahmad Yusuf Afandi Aida Nur Khairunnisa Alia Mirajurrahmah Alvia Sabrina Amar Anisa Indah Sabila Anisa Indah Sabila Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Aulia Hafsah Amanah Azzahra Khoirunnisa Bambang Saiful Ma’arif Dedih Surana Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Enoh Enoh Erhamwilda Fadhil Febrian Ependi fadilah mutmainah, teni Farhan Fauzi Fatimah Azzahra Hanifah Heriady Faujiah, Chicha Siti Fitri Fitriyani Fitriyani Fitroh Hayati Funny Lichandra Haditsa Qur'ani Nurhakim Haditsa Qurani Nurhakim Hakim, Arif Hakim, Arif Helmi Aziz Heru Pratikno Heru Pratikno Hukita Ismaura Huriah Rachmah Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Ilham Alamsyah Iqbal Arfah Gunawan Lia Yulianti Lisda Syabaniah Luthfi Nuzul Syahri Marhun, Masnipal masnipal Maya Rosmayanti Meilani Dwi Cahya Meranti Sylvitiani Miftakhul Anam Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha Muhammad Arkan Ikhtisyanuddin Muhammad, Giantomi Mujahid, Mujahid Rasyid Nadri Taja Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Neng Susilawati Nenti Annisa Putri Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nur Sabila Sa'diah Nurihi Kamisykatin Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Nury Nurjanah Pardomuan, Naufalsyah Puspito Riyanto, Lindawati Putri, Rachma Vidia Rahmat Zaki Alauddin Rasyid, A. Mujahid Reggy Tania Rifa Tri Rizqillah Rohmah, Rizki Zakiyah Nur Safitri A, Nabila Safitri Hutami Sinta Rahmawati Siska Indriyani Sobar Sobar Al Ghazal Sri Wulandari Mazith Syifa Fauziningtyas Iskandar Tata Fathurrohman Utami, Rani Via Eka Lestari