Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Poster terhadap Sikap Pencegahan Penyakit Konjungtivitis pada Siswa Sekolah Dasar Indri Miani; Akhmad Faozi; Heri Ridwan; Reni Nuryani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1644

Abstract

Konjungtivitis adalah jenis penyakit mata paling umum di dunia, penyakit konjungtivitis ini berada pada peringkat no. 3 terbesar di dunia setelah karatak serta glukoma. Data dari pusat informasi pengendalian dan penangkalan penyakit di Amerika Serikat mencatat pada tahun 2008, melaporkan terdapat sebesar 135 per 10.000 pengidap. Konjungtivitis dapat menyerang siapa saja dan sangat mudah menular, penularannya terjadi pada saat seorang yang sehat bersentuhan tangan dengan penderita konjungtivitis seperti bersalaman atau memegang benda yang baru disentuh oleh penderita, kongjungtivitis paling sering terjadi pada anak-anak khususnya pada anak sekolah dasar sehingga sangat penting untuk meningkatkan sikap dan kesadaran mengenai pencegahan penyakit ini pada anak sekolah. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media poster terhadap sikap pencegahan penyakit konjungtivitis pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen, Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest desain. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan yaitu teknik total sampling. Populasi yang dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 30 orang siswa Sekolah Dasar. Instument pengumpulan data yang akan dilakukan penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas 0,8690. Sikap pencegahan dengan media poster menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon yaitu p value 0,000 yaitu < 0,005 terdapat perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui media poster.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMALAKA Hani Noviyanti; Popon Haryeti; Reni Nuryani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14233

Abstract

Lansia adalah situasi bertambahnya usia seiring waktu, dalam kondisi ini individu lebih rentan mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi, atau penurunan fungsi tubuh seperti menurunnya fungsi kognitif yang ditandai dengan menurunnya memory, Intelligent Quotient (IQ), pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan motivasi. Kondisi seperti ini menyebabkan penurunan kualitas hidup seperti timbulnya masalah ekonomi, sosial, kesehatan, dan psikososial. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 104 orang dengan pengambillan sampel berjumlah 51 orang yang diambil dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE untuk mengukur nilai fungsi kognitif lansia dan WHOQOL-BREF. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 18 orang (35,3%) mengalami gangguan fungsi kognitif ringan, begitu pula 18 orang (35,3%) mengalami gangguan fungsi kognitif berat. Dan sebanyak 26 orang mengalami kualitas hidup yang baik (51,0%). Hasil uji Chi square didapatkan nilai p=0,000, sehingga menunjukkan ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cimalaka. Pengaruh ini ditimbulkan karena adanya faktor penurunan fungsi kognitif sehingga berdampak pada kemampuan lansia menjalankan aktivitas sehari-hari. Maka disarankan agar lansia memelihara kesehatan fisik dan psikologis, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik.
Kecemasan Siswa SMA terhadap Perubahan Seleksi SBMPTN menjadi SNBT Tahun 2023 Rivany Azzahra Hidayat; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.305-314

Abstract

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri adalah hal yang penting dilakukan untuk menyeleksi siswa SMA yang akan meneruskan ke perguruan tinggi negeri (PTN), salah satunya adalah seleksi SBMPTN. Tahun 2023, Kemendikbudristek mulai memberlakukan perubahan khususnya pada seleksi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) menjadi SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Peserta SNBT tahun 2023 wajib mengikuti UTBK terlebih dahulu seperti tahun-tahun sebelumnya namun untuk materi tesnya, UTBK 2023 terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS), tes literasi, dan dihapuskannya tes untuk mata pelajaran. Fakta tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada siswa SMA yang disebabkan oleh perubahan situasi dalam hidupnya. Siswa bukan hanya sekedar mempersiapakan diri semaksimal mungkin, namun diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Siswa harus melakukan ujian yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran kecemasan siswa SMA terhadap perubahan seleksi SBMPTN menjadi SNBT tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner ZSAS sebanyak 20 pernyataan dengan hasil uji validitas di rentang 0,397-0,794 dan uji reliabilitas 0,906. Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan ringan 92,9 % dan kecemasan sedang 7,1 %. Dapat disimpulkan bahwa perubahan tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada siswa SMA khususnya kecemasan ringan dan sedang karena suatu perubahan menjadi pemicu timbulnya kecemasan.
Resilience Berhubungan dengan Stres pada Pasien Chronic Kidney Disease dengan Hemodialisis Fitri Dwi Triesnawati; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.1004

Abstract

Sekitar 92% pasien Chronic Kidney Disease harus menjalani hemodialisis untuk mempertahankan hidupnya. Dampak yang ditimbulkan hemodialisis mengakibatkan perubahan fisik dan mental yang bisa mengakibatkan stres, sehingga membuat pasien semakin memburuk dan emosinya tidak terkontrol. Salah satu cara untuk menurunkan stres maka dibutuhkanya resilience yang akan membuat pasien kuat dan emosi stabil dalam menghadapi rintangan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui resilience berhubungan dengan stres pada pasien Chronic Kidney Disease dengan hemodialisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasi. Penelitian dilakukan pada pasien Chronic Kidney Disease dengan Hemodialisis di RSUD Sumedang. Jumlah populasi 172 orang, dengan tekhnik pengumpulan sampel menggunakan simple random sampling yang berjumlah 120 orang. Pengumpulan data memakai instrumen Resilience Scale (RS-14) untuk mengukur resilience, nilai uji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha α =  0,795 dan stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) nilai uji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha α = 0.960. Analisis menggunakan korelasi uji Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel resilience dan stres. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 51,7% resilience pasien Chronic Kidney Disease dalam kategori sedang, dan hampir separuh dari pasien 46,7% mengalami stres sedang. Hasil uji Chi-Square resilience dengan stres terdapat nilai signifikan yaitu <0,001. Kesimpulannya resilience dapat mempengaruhi stres pada pasien Chronic Kidney Disease dengan hemodialisis di RSUD Sumedang.
Tingkat Kepercayaan Diri pada Wanita Dewasa Awal dengan Adanya Tren Beauty Privilege Viazensa Tiara Pratami; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1054

Abstract

Beauty privilege merupakan suatu bentuk hak istimewa yang didapatkan oleh seorang individu yang berpenampilan menarik. Keberadaan tren beauty privilege ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri seorang individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan diri wanita dewasa awal dengan adanya tren beauty privilege. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah teknik non probability sampling berupa convenience sampling, didapatkan sampel sebanyak 131 dari total populasi Mahasiswi Program Studi Industri Pariwisata UPI Kampus Daerah Sumedang sebanyak 159 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner kepercayaan diri yang disusun oleh Lauster yang diterjemahkan oleh Ismayanti (2003). Hasil valid reliabel dari kuesioner penelitian ini yaitu >0.20. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa tren beauty privilege dapat terjadi pada usia dewasa awal dan tingkatan pendidikan. Tingkat kepercayaan diri Mahasiswi Industri Pariwisata UPI Kampus Daerah Sumedang dengan kategori rendah sebanyak 97.7% dan kategori tinggi sebanyak 2.3%. Tingkat kepercayaan diri yang rendah menjadi masalah yang dapat menyebabkan individu tersebut menilai dirinya secara negatif dan akan mudah merasa cemas.
Kecemasan Siswa Sekolah Dasar Menghadapi Assesment Nasional Berbasis Komputer Dewi Fuji Fatmawati; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1155

Abstract

Koneksi internet sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sistem evaluasi pembelajaran yang didasari oleh penggunaan komputer termasuk Assesment Nasional Berbasis Komputer. Namun, bagi sekolah di wilayah pedesaan akan sulit untuk melakukan evaluasi tersebut. Hal ini sangat berpengaruh pada siswa yang akan melakukan Assesment, karena dengan adanya keterbatasan jaringan internet dapat membuat siswa takut untuk mengoperasikan komputer. Pada dasarnya, anak usia sekolah lebih rentan mengalami kecemasan yang luas dalam beberapa situasi termasuk Assesment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa menghadapi Assesment Nasional Berbasis Komputer menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang mencakup siswa kelas V sekolah dasar gugus III yang berjumlah 86 siswa, menggunakan teknik total sampling dengan kuisioner dari SCAS-C yang telah dilakukan modifikasi untuk mengukur gambaran kecemasan pada anak usia sekolah dengan hasil uji validitas 0,501 dan uji reliabilitas 0,742. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan alat pengukur tingkat kecemasan, maka diperoleh data bahwa sebanyak 33 siswa (38%) masuk dalam kategori ringan dan 53 siswa (62%) masuk dalam kategori sedang pada saat menghadapi Assesment. Hasil dari penelitian dan pembahasan mengenai kecemasan siswa dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kecemasan dalam kategori sedang. Maka dari itu, salah satu cara untuk mengatasi kecemasan pada siswa dengan dilakukannya simulasi secara berkala dalam penggunaan komputer.
Self-Esteem Of Adolescents Who Failed To Be Admitted To Public Universities Yeni Apriliany; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 8 No 1 (2023): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v8i1.2475

Abstract

Adolescents with failure tend to make self-esteem feel dissatisfied with themselves and their sense of wanting to be someone else, more often experience negative emotions, difficult to accept failure and excessive disappointment when failing. The purpose of this study to see a picture of self-esteem of adolescents who failed to be admitted to public universities, this study uses a quantitative descriptive design with a population of adolescents who failed to be admitted to public universities. The sampling technique in this study using simple random sampling, with a sample of 119 respondents and the method of data collection is by distributing questionnaires survey. The research instrument used Rosenberg self esteem scale that has been modified by the researcher and tested for validity and reliability. Validatas test results showed 0.868 then for the reliability results have a Cronbach Alpha value of 0.760. The results showed 7.57% had self-esteem problems after failing in public college admissions and 92.43% had no self-esteem problems.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMA NEGERI 1 SUMEDANG Silvia Hermalasari; Diding Kelana Setiadi; Ayu Prameswari; Reni Nuryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15046

Abstract

Anemia didefinisikan sebagai dimana kondisi tubuh yang memiliki kadar Hb dibawah jumlah normal. Semakin baik pengetahuan remaja putri dikarenakan usia yang semakin bertambah. Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Di SMA Negeri 1 Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini merupakan remaja putri kelas XI di SMA Negeri 1 Sumedang dengan jumlah siswi berjumlah 283 orang. Dalam penelitian ini mengambil sampel sebanyak 166 siswi dengan menggunakan Teknik cluster sampling, instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku yang bersumber dari Lika (2021). Peneliti memakai analisis univariat. Hasil yang didapatkan berdasarkan tingkat pengetahuan anemia pada siswi adalah cukup (47%) kemudian berdasarkan karakteristik Usia mayoritas 17 tahun 93 siswi (56%), lalu berdasarkan kejadian anemia mayoritas Tidak Anemia 93 (56.0%) sedangkan berdasarkan karakteristik sumber informasi responden mencari informasi mengenai anemia pada internet sebanyak 166 siswi (100%). Disimpulkan bahwa pengetahuan anemia siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumedang dalam kategori cukup. Selain itu, tingkat pengetahuan juga merupakan salah satu pemicu anemia pada remaja. Tidak hanya tingkat pengetahuan tetapi anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor usia remaja putri yang sebagian besar berusia remaja yaitu 16-19 tahun. Remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup karena mereka mencari informasi terkait anemia di internet. Meskipun mata pelajaran dan penyuluhan tentang anemia tidak diberikan.
Gambaran Citra Tubuh pada Remaja dengan Thalasemia Neneng Vinna Angelina; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v16i1.2482

Abstract

Adolescents with thalassemia experience emotional feelings such as mood swings, and have more psychological, emotional, and social behavioral problems than healthy adolescents, at this age their abilities and development become better in participating in understanding their own health status. Thalassemia adolescents use their own point of view when assessing body shape, and even have a difficult task compared to ordinary adolescents who are looking for an identity at this age. The physical impact that occurs on Facies Cooley, is characterized by a protruding forehead, depression of the nasal bones, black skin, enlarged spleen, bone deformities, and short stature which can cause a disturbance of self-image. Adolescents at this age can solve simple problems, and work methods at a young age will be more focused so they don't make many mistakes when given simple tasks. This study aimed to describe body image in adolescents with thalassemia at Sumedang Hospital in 2023. This research method used a quantitative descriptive design, with a population of 47 adolescents with thalassemia. The sampling technique uses total sampling. The data collection instrument used was the Body Image Scale (BIS) questionnaire which had been modified by the author with a validity test result of 0.684 and Cronbach alpha reliability of 0,728. The results showed that most of the adolescent respondents with thalassemia had adequate body image, namely 36 respondents (76.6%), good body image of 5 respondents (10.7%), and poor body image of 6 respondents (12, 7%).
Readiness Of Community Health Centers Nurse In Implementing Psychosocial Nursing Care During The COVID-19 Pandemic Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari; Popi Sopiah; Hikmat Pramajati; Puspa Madya Nurhuda
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.15308

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact on psychological changes: anxiety, depression, and fear which can cause psychosocial problems in the community. So, nurses are needed as holistic health care providers in carrying out psychosocial nursing care to help the recovery process of patients with psychosocial health problems during the COVID-19 pandemic as to reduce the risk of mental disorders. This study aims to determine the level of readiness of community health centers nurse in carrying out nursing care on psychosocial problems. This research uses quantitative descriptive research with a survey design. Respondents in this study were 105 health center nurses, using a simple random sampling technique. The descriptive data univariat analysis using SPSS Statistics 26 and the Behavioral Health Care Competency Survey instrument. The results showed that 57 respondents had high readiness (54.3%), 40 respondents had moderate readiness (38.1%), and as many as 8 respondents had low readiness (7.6%) in carrying out nursing care for psychosocial problems. Community Health Center nurses are ready to provide nursing care for psychosocial problems, as evidenced by the results of the nurse readiness survey at a high level. It shows that nurses can identify patients' psychosocial problems and provide appropriate interventions to people with psychosocial problems during the COVID-19 pandemic.