Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muellery Blume) DI KABUPATEN NGANJUK, MADIUN, dan BOJONEGORO Aisah, Binti Nur; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/475

Abstract

Tanaman porang termasuk famili araceae dan merupakan tanaman penghasil umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi tanaman porang dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun industri, umbi menjadi bahan pangan masih diperlukan pengolahan. Sampai saat ini hasil tanaman porang sebagian besar di ekspor dalam bentuk umbi yang sudah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman porang dan untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang dikembangkan petani di daerah Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2015, di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Identifikasi morfologi tanaman porang pada Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro terdapat kesamaan pada bentuk bulbil, warna permukaan bulbil, tekstur permukaan bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, tekstur permukaan umbi, warna daging umbi, bentuk daun, dan warna corak tangkai. Namun mempunyai perbedaan pada warna tangkai, bentuk corak tangkai, warna daun, dan warna permukaan umbi. Berdasarkan kemiripan morfologi tanaman porang pada kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro tingkat kemiripan terendah 65,9% dan tingkat kemiripan tertinggi 100%, pada tingkat kemiripan 0,796 dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 6 tanaman yaitu NB1, NB2, NB3, MK2, MK3, MK1. Kelompok kedua terdiri dari 8 tanaman yaitu MP3, BB2, BB3, BJ2, MP1, BJ3, BB1. Pada kelompok ketiga terdiri dari 7 tanaman yaitu NS1, NS2, NS3, NT2, NT3, BJ1.
PENGARUH BAHAN TANAM DAN PEMBERIAN KOMBINASI FITOHORMON TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr. cv Smooth Cayenne) KLON GP 3 Luqmantoro, Cahyo; Okyanto, Dwi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/477

Abstract

Pembibitan menjadi salah satu hal yang penting dalam budidaya tanaman nanas. Penggunaan fitohormon dalam pembibitan nanas diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan hasil panen bibit. Penelitian dilaksanakan di kebun nanas dan laboraturium milik PT Great Giant Pineapple Plantation Group 2 (PG 2) Terbanggi Besar, Lampung Tengah dengan ketinggian tempat lokasi penelitian ± 46 m dpl. pada bulan Februari 2015 hingga Juli 2015. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari faktor pertama adalah asal bahan tanam dan faktor kedua adalah kombinasi fitohormon sitokinin dan auksin. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Kombinasi fitohormon terbaik adalah sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 karena mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Pada perlakuan asal bahan tanam batang atas pemberian kombinasi fitohormon sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 mampu meningkatkan persen bibit yang memenuhi standart 4,01% sedangkan pada asal bahan tanam batang bawah meningkatkan 3,12%.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH TERHADAP FERTILITAS POLEN JAGUNG KETAN (Zea mays ceratina KULESH) Indraswari, Rizqi Laili; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/527

Abstract

Jagung ketan mulai dibudidayakan di Indonesia karena pada jagung ketan mengandung amilopektin sebesar 100%, lebih banyak dari jagung biasanya. Produksi jagung dapat diukur melalui jumlah biji pada tongkolnya yang dipengaruhi oleh tingkat keberhasilan penyerbukan bunga jagung. Dalam rangka meningkatkan efektivitas fertilisasi jagung yang berbeda umur berbunganya, upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan fertilitas polen. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengelolaan polen yang mencakup pemanenan, penyimpanan dan pengujian fertilitas bertujuan untuk mempertahankan kemurnian dan fertilitas tetap tinggi sehingga menjamin ketersediaannya sewaktu diperlukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2015 di Kelurahan Dadaprejo, Batu. Alat yang digunakan adalah kertas pembungkus, stapler, spidol, ayakan, pinset, cawan petri, spatula, plastik, kulkas, timbangan digital, gelas ukur, erlenmeyer, kompor listrik, botol, pipet, kaca preparat, cover glass, penggaris, meteran, jangka sorong, alat tulis, mikroskop, dan kamera digital. Bahan yang digunakan adalah polen jagung ketan dan larutan YKI (Yodium Kalium Iodida). Penelitian ini memiliki kombinasi 2 perlakuan suhu dan 4 lama penyimpanan dengan jumlah sampel masing-masing 5. Data diolah dengan menggunakan uji t. Pengamatan dilakukan pada parameter panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, jumlah baris, jumlah biji, berat biji, berat 100 biji, persentase keberhasilan persilangan dan fertilitas polen. Hasil pengamatan fertilitas polen jagung ketan masih tinggi pada suhu penyimpanan 5 °C dan bertahan selama 8 hari. Penyimpanan polen pada suhu rendah dalam jangka waktu yang pendek mempengaruhi nilai fertilitas polen dan jumlah baris pada tongkol. Nilai keberhasilan persilangan, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, jumlah biji, dan berat biji tidak dipengaruhi oleh penyimpanan polen pada suhu rendah.
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER AGRONOMI PADA 7 FAMILI F5 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING Gultom, Christina Solideo; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/555

Abstract

Produksi buncis di Indonesia berfluktuatif tiap tahunnya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan varietas yang tidak mempunyai daya hasil tinggi oleh banyak petani buncis. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas baik. Pengembangan varietas telah mencapai generasi ke-5 (F5) untuk polong kuning. Kegiatan pemuliaan ini hasil dari persilangan tetua unggul, yaitu varietas introduksi dan varietas lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas karakter agronomi 7 famili F5 buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan Maret-Juli 2015. Penelitian dilaksanakan menggunakan petak tunggal atau single plot dengan menanam tujuh famili F5 dan tiga tetua. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar famili memiliki keragaman genetik yang tergolong sempit, namun masih ditemukan kategori cukup tinggi yang juga tergolong keragaman luas pada beberapa famili, yaitu jumlah polong segar per tanaman dalam famili CS.GK 63-15-37 dan CS.GK 63-15-7, serta bobot biji (benih) per tanaman dalam famili CS.GI 63-21-29. Pendugaan heritabilitas menunjukkan khusus pada karakter jumlah polong segar per tanaman adalah karakter yang termasuk haritabilitas tinggi dalam semua famili yang diamati. Keragaman genetik antar famili F5 pada seluruh karakter menunjukkan kategori yang rendah hingga agak rendah dan untuk nilai heritabilitas seluruh karakter tergolong dalam kategori tinggi.
PENAMPILAN TUJUH GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F5 BERPOLONG KUNING Hawa, Melawati Rizki; Soegianto, Andy; Kendarini, Niken
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/564

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat dimana produktivitasnya meningkat dari 9,22 ton/ha di tahun 2010 menjadi 10,44 ton/ha pada tahun 2011, akan tetapi pada tahun 2012 produktivitas buncis mengalami penurunan hingga 10,38 ton/ha. Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas buncis ialah dengan merakit varietas unggul baru yang memiliki daya hasil tinggi maupun kualitas kandungan gizi yang baik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penampilan dan daya hasil dari 7 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5 berpolong kuning. Hipotesis dari penelitian ini ialah terdapat keragaman yang rendah pada berbagai karakter, daya hasil tinggi (>300 g/tanaman), dan keseragaman warna polong kuning pada 7 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5. Penelitian ini disusun menggunakan metode single plant yang dilaksanakan pada bulan Maret - Juli 2015 di Desa Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Setiap galur terdiri dari 50 tanaman dalam satu bedengan. Sehingga keseluruhan adalah 500 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakter kualitatif yang telah memiliki keragaman rendah dalam galurnya ialah karakter warna bunga merah muda dan warna polong kuning. Karakter kuantitatif yang tergolong rendah keragamannya ialah umur berbunga, umur awal panen segar dan diameter polong. Galur-galur yang terseleksi dengan kriteria warna polong kuning dan daya hasil tinggi (>300 gram/tanaman) ialah CS x GI 63-0-4 sebesar 300,86 gram dan CS x GK 50-0-31 sebesar 394,31 gram. Sedangkan galur CSxGI 7-0-31 lolos seleksi untuk kriteria daya hasil tinggi sebesar 398,42 gram dan perlu dilakukan seleksi lagi pada F6 untuk kriteria warna polong kuning.
UJI DAYA HASIL GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) F6 BERPOLONG UNGU PADA DATARAN MEDIUM Setyaningsih, Wahyu; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.13 KB) | DOI: 10.21776/621

Abstract

Perakitan varietas unggul buncis berdaya hasil dan berkualitas gizi tinggi didapatkan melalui persilangan antara buncis varietas introduksi dengan varietas lokal. Varietas introduksi yang memiliki kandungan anthosianin tinggi ialah Varietas Purple Queen dengan karakter warna polong ungu, sedangkan varietas lokal Surakarta seperti Varietas Gilik Ijo dan Gogo kuning memiliki daya hasil yang tinggi. Uji daya hasil merupakan aspek penting dalam program perakitan varietas baru. Generasi F6 memiliki bentuk populasi yang relatif homogen sehingga memungkinkan untuk  dilakukan pengujian daya hasil. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji daya hasil dan homogenitas galur buncis F6 berpolong ungu pada dataran medium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Desa Sekarputih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada ketinggian ± 689 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak  Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa Galur  GIXPQ 12-2-18 dan GIXPQ 35-11-23 memiliki nilai rata-rata jumlah dan bobot polong per tanaman yang lebih tinggi dari varietas pembanding, sedangkan Galur PQXGI 169-1-14 dan PQXGK 1-12-29 memiliki nilai rata-rata jumlah dan bobot polong per tanaman yang setara dengan varietas pembanding (Lebat 3). Populasi F6 telah seragam pada karakter kuantitatif maupun kualitatif, sehingga galur GIXPQ 35-11-23, GIXPQ 12-2-18, PQXGI 169-1-14 dan PQXGK 1-12-29 berpotensi dikembangkan menjadi varietas unggul baru karena memiliki daya hasil tinggi dan warna polong ungu yang seragam.
ANALISIS LINTAS ANTARA HASIL DAN KOMPONEN HASIL PADA TANAMAN BUNCIS UNGU (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F5 Prasetiyo, Ferry Singgih; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/644

Abstract

Di Indonesia tanaman buncis berpolong ungu belum dijumpai pada varietas lokal melainkan hanya dijumpai pada varietas introduksi. Persilangan antara varietas buncis lokal yang unggul pada daya hasil tinggi dengan varietas buncis introduksi yang memiliki kandungan anthosianin diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul baru yang memiliki keunggulan dari masing-masing varietas tersebut. Pada kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan beberapa informasi sebelum melakukan seleksi. Informasi tersebut berguna bagi pemulia tanaman dalam menentukan dasar kriteria seleksi agar perakitan suatu varietas yang diinginkan berhasil didapatkan. Analisis lintas ialah salah satu informasi penting yang harus diketahui oleh pemulia tanaman sebelum melakukan seleksi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan dasar kriteria seleksi melalui komponen hasil yang memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil pada tanaman buncis ungu (Phaseolus vulgaris L.) generasi F5. Penelitian ini dilakukan di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahan pertanian yang digunakan berada pada ketinggian ± 700 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2015. Metode yang digunakan ialah Single Plot, yaitu dengan menanam 11 galur benih tanaman buncis ungu generasi F5 dalam satu populasi di lingkungan pertanaman yang sama tanpa ulangan. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satu plot berjumlah 50 tanaman.
KERAGAMAN GENETIK DAN FENOTIPIK 3 GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) BERPOLONG UNGU GENERASI F6 DI DATARAN RENDAH Koiruningtias, Amalia Pratiwi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.682 KB) | DOI: 10.21776/661

Abstract

Keragaman genetik dan fenotipik memiliki peranan yang penting dalam program pemuliaan tanaman untuk optimalisasi perolehan genetik terhadap sifat-sifat tertentu. Pada penelitian ini dilakukan pendugaan nilai koefisien keragaman genotip (KKG) dan koefisien keragaman fenotip (KKF), serta nilai duga heritabiliitas dalam galur. Nilai duga heritabilitas dapat mengindikasikan keragaman dalam tiap karakter yang diamati dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari tetuanya maupun faktor lingkungan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 330 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2016. Bahan tanam yang digunakan yaitu 3 galur buncis berpolong ungu generasi F6 (GIxPQ-12-2-18, GIxPQ-35-11-23 dan PQxGK-1-12-29), 3 tetua dan varietas pembanding Lebat 3. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan mengamati 10 sampel tanaman per plot. Hasil penelitian menunjukkan secara kuantitatif dan kualitatif, ketiga galur buncis memiliki keseragaman. Nilai KKG dan KKF dalam galur memiliki kriteria rendah dan agak rendah pada tiap karakter yang diamati. Keragaman yang tergolong rendah menandakan keragaman yang sempit, berarti galur tersebut sudah seragam. Sedangkan nilai heritabilitas dalam galur adalah rendah, namun ada sebagian karakter yang memiliki nilai heritabilitas yang masih tinggi. Heritabilitas pada ketiga galur dipengaruhi oleh lingkungan dan juga genetik. Karakter yang memiliki heritabilitas tinggi dapat mewariskan sifat yang seragam pada generasi berikutnya. Heritabilitas tinggi menunjukkan keberhasilan dalam program pemuliaan tanaman.
UJI DAYA HASIL GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F6 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU DI DATARAN TINGGI Bangun, Yohelsi Citradiah Br; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.436 KB) | DOI: 10.21776/693

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) adalah jenis tanaman sayuran yang dimanfaatkan polongnya dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk menangani fluktuasi produksi buncis di Indonesia dan meningkatkan gizi masyarakat, yaitu melalui perakitan varietas baru dengan sifat daya hasil tinggi serta perbaikan kualitas buncis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan varietas buncis berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu untuk dataran tinggi. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga galur yang diuji, yaitu PQxGK-1-12-29, GIxPQ-12-2-18, dan GIxPQ-35-11-23 serta varietas Lebat 3 dan 3 tetua buncis (Purple Queen, Gilik Ijo dan Gogo Kuning) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga galur yang diuji memiliki keseragaman dalam semua karakter kualitatif serta persentase nilai heritabilitas dan KKG kategori rendah sementara kategori nilai KKF yaitu rendah sampai sedang pada pengamatan karakter kuantitatif. Terdapat dua dari tiga galur yang diuji memiliki daya hasil lebih tinggi dari Lebat 3 (401,2 g) pertanaman yaitu yaitu GIxPQ-12-2-18 dan GIxPQ-35-11-23 dengan bobot polong pertanaman 584,35 gr dan 491,88 g.
RESPON ENAM VARIETAS UNGGUL TEBU TERHADAP GENANGAN Permana, David Galuh; Winarsih, Sri; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.522 KB) | DOI: 10.21776/765

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan jumlah pemukiman semakin meningkat. Alih fungsi lahan pertanian terjadi begitu cepat, ditambah lagi dengan cuaca ekstrim yang sering terjadi akibat perubahan iklim sehingga banjir dan lahan tergenang terjadi dimana-mana. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mempelajari respon berbagai varietas tanaman tebu terhadap genangan dan untuk mendapatkan jenis atau varietas tebu yang toleran terhadap genangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah lama penggenangan yang terdiri dari 4 taraf yakni tanpa penggenangan, penggenangan 3 minggu, 6 minggu, dan 9 minggu sedangkan faktor kedua adalah varietas tebu yang terdiri dari 6 jenis yakni PS881, PS851, PSJT941, PSJK922, BL dan VMC76-16. Perlakuan genangan dilakukan pada tanaman tebu berumur 4 bulan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji F (analisis ragam) dengan taraf 5%. Apabila terjadi pengaruh yang nyata terhadap variabel yang diamati maka dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan metode BNJ dengan taraf 5%. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2015 hingga Pebruari 2016, bertempat di kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) yang terletak di desa Bakalan, kecamatan Bugulkidul, kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggenangan mengakibatkan penurunan jumlah anakan, pengurangan jumlah daun hijau, penambahan jumlah daun kuning, pengurangan jumlah ruas, pengecilan diameter batang, pengurangan tinggi batang, pengurangan luas daun, pengurangan biomasa dan bertambahnya berat akar adventif pada tebu. Respon masing-masing varietas tebu terhadap penggenangan berbeda-beda. Varietastebu yang toleranterhadappenggenanganadalah Bululawang dan VMC 76-16.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf